
" Akhirnya ku menemukanmu gadis kecil" kata Tirta, memeluk Vella begitu eratnya sedangkan Sandra hanya diam dalam mobil tanpa menanggu mereka berdua.
Vella terkejut tiba saja ada seorang yang memeluknya dia berusaha untuk melepaskan diri dari pelukan Tirta, tapi dia merasa jantungnya berdetak sangat cepat.
" Kau siapa" kata Vella dengan suara serak. Tirta tersenyum dan dia memegang pipi Vella dengan kedua tangannya dia tatap Vella dengan kelembutan.
" Kau tidak mengingatnya gadis kecil" kata Tirta, dengan senyuman. Vella menatap tajam pada Tirta tiba saja dia mengingat kejadian tujuh tahun yang lalu.
" Kakak" kata Vella, dengan kepala tertunduk dan menangis. Tirta tersenyum bahagia karena gadisnya mengingatnya.
Tirta mencium kening Vella sangat lama dia sangat merindukan gadis dalam pelukannya ini. Sandra tersenyum bahagia karena penantiannya sudah berakhir.
" Tunggu jangan pria yang yang menabrakku itu temannya, karena ku ingat kakak itu mempunyai teman biarlah nanti yang terpenting Vella sudah menemukan kebahagiaannya" guman Sandra, menitip mereka dari cermin mobil.
" Sekarang gadisku susah besar dan bertambah tinggi" bisik Tirta yang masih memeluk Vella.
Kembali terdengar suara HP berbunyi
" Halo bibi" bisik Sandra.
" Sandra kenapa suaramu berbisik apa terjadi sesuatu" bibi khawatir.
" Tidak ada bi, memangnya ada apa bi"
" Kau ini, ini tuan Keanu"
" Maaf bi kami segera pulang" kata Sandra, menutup panggilannya.
" Maaf Vella sepertinya pertemuan kalian harus sampai disini dulu, sekarang ada keadaan yang lebih penting" kata Sandra, keluar dari mobil dan memanggil Vella.
" Umm Vel tadi bibi menelepon" kata Sandra, merasa tak enak melihat Tirta menatapnya.
Vella menanggukan kepalanya dia harus segera pulang karena sang adik sudah menunggunya.
" Apa kau harus pulang sekarang" kata Tirta, mengelus pipi Vella. Dia paham dengan situasi saat ini.
" Maaf kak adikku pasti menungguku pulang" kara Vella, dengan kepala tertunduk. " Apakah adikmu yang waktu itu sakit, apakah dia masih sakit " kata Tirta dengan khawatir.
" Sekarang dia sudah sembuh" kata Vella penuh kebahagiaan. " Syukurlah kemudian kapan kita dapat bertemu lagi, kamu tahu aku masih merindukanmu gadis kecil" kata Tirta.
Vella hanya tersenyum malu karena orang yang telah lama dia tunggu juga merindukannya, seperti yang dia rasakan saat ini.
" Baiklah sekarang kau boleh pulang, bisakah nanti malam kau ke rumahku" kata Tirta, tersenyum. Vella menanggukan kepalanya karena dia juga merindukan orang dihadapannya.
Vella masuk ke mobil sedangkan Tirta kembali ke dalam restoran menemui daddy Hartawan dan Rendi.
Dalam mobil Vella menatap luar jendela dengan senyuman kebahagiaan dan Sandra tidak ada niat menanggu sahabatnya itu.
Tak membutuhkan waktu yang lama mobil yang dijalankan oleh Sandra sudah sampai di mansion Vella.
Mereka disambut oleh bibi yang keluar setelah mendengar suara mobil masuk.
" Syukurlah nona pulang" kata bibi dengan gelisah. " Ada apa dengan Keanu bi" kata Vella baru keluar dari mobil.
Tanpa menunggu jawaban bibi Vella langsung masuk mengkhawatirkan adiknya, melihat Vella berlarian Dandra ikut berlari sebelum itu tangannya dihentikan oleh bibi.
" Nona tenang saja tuanuda Keanubsik saja" kata Bibi dengan senyuman. melihat senyuman bibi membuat Sandra curiga sambil menaikan alisnya.
" Nona tuan muda Keanu memberi kejutan pada nona Vella, karena dia mendapat nilai bagus disekolahnya" bisik bibi.
Sandra menanggukan kepalanya karena dia mengerti kemudian mereka ke kamar Keanu. Setiba di kamar Keanu mereka melihat Vella menangis sambil memeluk Keanu.
" Vella ada apa ini dan kenapa kamu menangis" kata Sandra, khawatir dengan sahabatnya itu. Vella melepas pelukannya pada Keanu dan menghapus air matanya.
" Sandra lihat Keanu memberiku ini" kata Vella menunjukan jam tangan yang sudah di tangannya. Sandra tersenyum dan mendekat pada mereka.
" Bagus sekali hadiahnya kalau boleh kakak tahu Keanu mendapat jam tangan ini darimana? " Sandra karena dia tahu bahwa Vella hanya memberinya uang jika Keanu bersekolah.
Vella juga menatap adiknya. " Tadi Keanu menang lomba kak jadi hadiahnya Keanu belikan jam untuk kak Vella " kata Keanu sambil tersenyum.
Vella dan Sandra tersenyum karena mereka tahu bahwa sekolah Keanu mengadakan perlombaan untuk siswa.