Lady Vella

Lady Vella
belajar bela diri



Sandra dan Vella mengelilingi mansion karena Vella sendiri belum puas mengelingivmansion peninggalan mommynya.


Vella melihat anak buahnya melatih menggunakan pedang karena diruangan tersebut banyak terdapat senjata untuk latihan.


" nona ada perlu dengan saya" kata sendi melihat kedatangan vella. " kak sendi Vella ingin belajar beladiri" kata vella. membuat lainnya tersenyum akhirnya nona mudanya bersedia untuk latihan.


" nona tertarik dengan apa nanti saya mencarikan guru untuk melatih nona" kata sendi. " vella ingin belajar semuanya kak" kata vella.


sendi tersenyum." untuk sekarang ini sebaiknya nona belajar dasar menengai bela diri" kata sendi.


" kamu juga ingin belajar bela diri sandra?" vella. " ya vella , sandra ingin belajar agar nanti dapat membela diri sendiri dan vella" kata sandra, tersenyum. Vella ikut tersenyum.


mereka melatih bela diri yang dasar terlebih dahulu. " sebaiknya kita lari dulu agar otot kita terlatih" ucap sendi.


mereka berlari sebanyak tiga putaran. " bibi lihat apa sepertinya menarik, sampai bibi tersenyum" kata dr felly.


" lihatlah felly nona vella sudah bersedia untuk belajar bela diri" kata bibi. felly tersenyum dan menepuk pelan punggung bibi.


" nona sekarang kita latihan teknik dasar pencak silat, pertama teknik kuda- kudapenting untuk kita menjaga keseimbangan" kata sendi.


sendi mencontohkan tekhnik kuda- kuda."benar nona kaki nya lebih luruh lagi dan badan tegak jangan bungkuk" kata sendi.


" sekarang teknik kedua yaitu teknik sikap pasang, teknik pasang ini membutuhkan fleksibilitas tubuh agar dapat beradaptasi dengan situasi yang dihadapi. nona shinta bukan begitu, begini" kata sendi mencontohkan yang benar.


sendi juga menunjukan teknik lainnya seperti teknik arah, teknik pola langkah, teknik tendangan, teknik pukulan, tekniktangkisan dan teknik guntingan untuk menjatuhkan atau merobohkan lawan.


nona sebaiknya kita besok dilanjutkan setelah kalian sekolah, jika ingin melatih teknik dasar sampai benar saya ada contoh gambarnya" kata sendi.


Vella menangguksn kepalanya dia bertekad harus bisa menguasai teknik dasar ini . sandra juga melanjutkan latihannya.


" seperti Alkido, Taekwondo dan karate, sejak dulu shinta ingin mempelajarinya" kata shinta sambil tersenyum.


kemudian mereka kembali ke kamar masing- masing karena sudah malam.


" keanu maaf kakak ya, karena seharian ini tidak dapat menemuimu kakak harus belajar semua ilmu bela diri yang ada" kata Vella mencium pipi keanu yang terlelap.


" semoga hari besok lebih baik ya sayang dan kamu semakin membaik" kata vella. setelah itu memejamkan matanya.


" bibi sebaiknya kita memanggil guru untuk memperlajari nona, karena dia sangat ingin memperlajarinya seperti lady tiara dulu yang menguasai seluruh ilmu bela diri" kata sendi.


" sepertinya bibi harus memanggil mereka lagi untuk melatih nona, jika kamu saja tidak akan mampu sendi karena nona sangat tinggi keinginan tahunya" kata bibi.


" bibi kamu yakin memanggil mereka ini sudah sepuluh tahu lamanya mereka meninggalkan negara ini, terakhir kita lihat ketika nyonya menikah dengan lelaki itu" kata dr felly.


" kita tidak punya pilihan lain hanya mereka yang cocok untuk memperlajari nona Vella" kata bibi. " sendi kamu tahu tentang mereka kan?" bibi.


" nyonya tiara pernah berceritakan tentang mereka dan nyonya sempat menghubungi saya beberapa bulan yang lalu untuk mencari keberadaan mereka. setelah saya mendapat kabar tapi nyonya telah pergi" kata sendi, dengan sedih.


" terus mereka ada dimana?. dan sepertinya nyonya tiara sudah mempersiapkannya untuk nona" kata dr felly.


" satu minggu yang lalu mereka sempat kesini kabarnya mereka mengikuti semacam acara" kata sendi. " terus mengapa kamu tidak bilang, sendi" tekan bibi.


" maaf bibi sendi tidak mengira bahwa nona belajar ilmu bela secepatnya, bibi sabar dulu kabarnya mereka akan kembali kesini sekitar sebulan lagi" kata sendi.


itu bagus kamu harus mematau mereka terus jika ada kesempatan kita akan menemui mereka" kata bibi. sendi dan dr felly menanggukan kepalanya.