
Keesokan harinya cahaya matahari menyinari sebuah kamar VVIP 2 tanpa mereka sadari Vella sudah sadar sejak subuh, dia tahu kalau daddy Yuda ada di sana saat melaksanakan sholat subuh berjamaah bersama adiknya.
" Kakak, sudah bangun" kata Keanu, Vella tersenyum Keanu naik di kursi dekat brankar. Keanu menatap Vella dengan sendu dan memeluk kakaknya itu.
Yuda berdiri tak jauh dari sana dengan tak berani mendekati putrinya, Vella melihat daddynya yang merasa takut.
Daddy" kata Vella dengan gemetaran. Perkataan Vella membuat Yuda tak sanggup untuk berbicara ataupun bergerak dia merasa kaki dan mulutnya sulit untuk bergerak.
" Daddy tak ingin memelukku" kata Vella, dengan serak, Yuda menggelengkan kepalanya dan air matanya mengalir.
Yuda mendekati putrinya dan langsung memeluknya dengan menangis histeris.
" Maaf, maaf, maaf" ucap Yuda, hanya kata itu yang keluar dari katanya, Dyah menangis karena dapat kembali merasakan pelukan yang dia rindukan tujuh tahun terakhir ini.
Keanu menatap mereka dengan kebingungan kakaknya menangis histeris dan om di hadapannya memeluk kakaknya dengan mengucapkan maaf.
Kret
Pintu terbuka dokter Felly masuk ke dalam untuk memeriksa keadaan Vella, dia tersenyum haru melihat nona mudanya telah memaafkan daddy Yuda.Dia kembali keluar dan kembali nanti dia mengajak suster memeriksa pasien lainnya.
" Kakak dan om ini kenapa menangis dan om kenapa memeluk kakak? " Keanu, Vella dan Yuda tersenyum menghapus air matanya.
Vella melihat daddy Yuda menundukan kepalanya. " Keanu" kata Vella." Ya kakak, apakah kak butuh sesuatu? " Fathan, Vella menggelengkan kepalanya.
" Keanu om ini adalah daddy yang sering Keanu tanya setiap malam" kata Vella, dengan hati-hati agar adiknya tidak terkejut.
" Jadi om adalah daddy Keanu dan kakak" kata Keanu, menatap sedih ke arah daddy Yuda, Yuda menangis dan menanggukan kepalanya.
" Maaf daddy Keanu karena kesalahan daddy, kalian tidak pernah mendapatkan kasih sayang seorang ayah" kata Yuda, menangis histeris.
Akhirnya mereka saling berpelukan dan melepas rasa rindu yang selama ini tak pernah diungkapkan.
Yuda dan Velly menghapus air matanya duduk di dekat putrinya sambil mendengarkan Keanu bercerita di pangkuan Yuda.
" Sayang gimana sekolahmu?" Yuda, memegang tangan Vella.
" Alhamdulillah sekarang Vella sudah tamat, dad" kata Vella, menunjukan senyuman.
" Maafkan daddy selama ini tak pernah membiayai sekolah atau lainnya pada kalian" kata Yuda, Vella memegang tangan Yuda.
Kret
Pintu kembali terbuka oleh dokter Felly.
" Maaf nona apakah saya sudah boleh masuk untuk melakukan pemeriksaan " kata dokter Felly.
" Silahkan dokter " kata Yuda, Vella tersenyum Yuda mengajak Keanu duduk di sofa.
Dokter Felly memeriksa keadaan Vella. " Alhamdulillah nona sudah stabil hanya tinggal pemulihan, nona saya bahagia melihatnona dudah memaafkannya sekarang nona lebih terlihat bahagia dari sebelumnya" kata dokter Felly.
Vella menanggukan kepalanya melihat dokter Felly selesai memeriksa putrinya Yuda mendekatinya.
" Dokter bagaimana keadaan putri saya? " Yuda." Keadaan nona sudah stabil hanya tinggal pemulihan beberapa hari" kata dokter Felly. Yuda menanggukan kepalanya tanpa memperhatikan dokter Felly memanggil Vella dengan sebutkan nona.
" Nona, tuan saya pamit dulu, saya akan menghubungi mereka memberitahu kalau Vella sudah sadar" kata dokter Felly, keluar ruangan rawat Vella dan menghubungi Sandra dan lainnya memberitahu kalau Vella sudah sadar.
Setelah mendapat kabar menggembirakan dari dokter Felly mereka segera ke rumah sakit.
Perusahaah Alfahri Group.
Tirta sedang rapat penting dengan klien dari luar negeri mereka membahas pekerjaan pembangunan jembatan di pedesaan, saat mendengarkan perencanaan yang disampaikan oleh klien tetdengar euara pesan masuk.
" Maaf tuan rapat kali ini kita cukup sampaikan disini, saya akan memberi kabar pada kalian nanti kapan waktu kita kembali metting " kata Tirta, berdiri.
" Tidak apa tuan Tirta kami mengerti sepertinya anda mendapat kabar, baiklah kami pamit dulu" kata klien, keluar dari ruangan.
" Rendi ayo kita ke rumah sakit Vella sudah sadar" kata Tirta. Rendi menanggukan kepalanya akhirnya dia mengerti kenapa Tirta mengudahi rapat ini.
Tirta berlari menuju lobi memasuki mobil Roger mengendarai mobil menuju rumah sakit.
Sandra dan orangtua Tirta sudah tiba di rumah sakit mereka terkejut melihat Vella, Keanu dan Yuda tertawa menyaksikan acara di televisi.
" Mommy, daddy, Sandra kalian sudah sampai" kata Vella, mencoba untuk menyandar ke dinding.
" Sayang biar daddy bantu" kata Yuda, membantu putrinya Vella tersenyum.
Setelah memastikan Vella nyaman Yuda menghampiri orangtua Tirta.
" Tuan, nyonya Alfahri terima kasih karena kaluan selama ini menjaga mereka" kata Yuda, tertunduk.
" Tuan seharus saya yang berterima kasih karena putrimu membuat kami yang mulai tua ini bahagia" kata Daddy Hartawan, mommy Mayang tersenyum dan Yuda menanggukan kepalanya.
Sandra terus menatap Vella yang tersenyum. "Jika kamu ingin ada dibicarakan katakanlah" kata Vella.
Sandra duduk dan menatap Vella dengan tajam dilihatnya hanya kebahagiaan di mata Vella.
" Apa kamu sudah memaafkannya? " Sandra. Vella menanggukan kepalanya.
" Kamu lihat Keanu terlihat bahagia diatas pangkuannya dan aku juga merindukannya apalagi semuanya tidak sepenuhnya kesalahannya" kata Vella.
Sandra menanggukan kepalanya mereka terkejut mendengar pintu terbuka secara kasar terlihat Tirta dengan nafas ngosngosan.
Mereka didalam tersenyum dan menggelengkan kepalanya melihat Tirta. tanpa menghiraukan orangtuanya Tirta mendekati Vella dan memeluknya Sandra mundur beberapa langka.
Rendi mengajaknya ke kantin membiarkan mereka berdua bicara.
" Sayang, kenapa tidak katakan padaku kalau kamu sudah sadar, aku kan bisa kesini secepatnya" kata Tirta, Vella tersenyum.
" Maaf tuan, nyonya kalau boleh saya tahu ada hubungan apa putriku dengan tuan muda Tirta, maaf sewaktu acara kemarin saya tidak terlalu mrndengarkan" kata daddy Yuda.
" Putrimu dan putraku seharusnya bertunangan sebelum kejadian waktu itu" kata mommy Mayang, Yuda tersenyum dan menanggukan kepalanya.
Kantin
Sandra dan Rendi menikmati minuman yang mereka pesan antara mereka tanpa ada suara terdengar.
" Gadis kecil setelah tuan dan nona menikah aku akan melamarmu" kata Rendi, Sandra yang sedang menikmati minumannya terkejut mendengarnya.
Rendi memegang tangan Sandra membawanya ke roftop rumah sakit, Rendi memeluknya dari belakang Sandra memenjamkan matanya menikmati pelukan Rendi.
Rendi membalikan tubuh Sandra dan mereka saling menatap, Rendi memegang pipi Sandra dengan kedua tangannya.
" Aku tahu disini bukan lokasi yang romantis tapi rumah sakit tempat dokter merawat pasiennya, tapi aku ingin tempat ini menjadi saksi sku ingin menikahimu" kata Rendi.
Perkataan Rendi membuat Sandra malu. Rendi tersenyum dan menciumnya, tanpa disadari Sandra membalas ciuman mereka.
Para orangtua juga membahas hubungan as naknya setelah masalah teratasi, mereka tak ingin menundanya lagi dan mereka ingin cepat memiliki cucu.
Markas Rose black.
Semenjak Vella di rawat mereka belum melihat keadaan dua tahanan yang mereka baw Sd dari acara.