
" Perusahaan Group, bukankah itu perusahaan baru kalau tidak salah perusahaan itu berdiri sekitar 3 tahun yang lalu, dalam kuryn waktu setahun berhasil menjadi 5 perusahaan terbesar di London" kata Rendi, yang pernah mendengar nama perusahaan itu.
" Benar tuan dan kabarnya CEOnya masih muda dan seorang wanita" kata wakil direktur. Mereka disana menanggukan kepalanya.
" Kalau memang ini satu-satunya untuk kita, tolong kamu urus semuanya" kata Tirta, pada sekretarisnya. " Baik tuan muda saya akan menghubungi pihak mereka untuk mengatur jadwal bertemu" kata sekretaris.
Tirta menanggukan kepalanya kemudian merrka pamit untuk melanjutkan pekerjaan masing2. Tirta menghela nafasnya secara kasar ternyata peristiwa yang terjadi pada keluarganya juga berdampak pada perusahaannya.
" Anda baik saja, tuan. Apa perlu kita ke rumah sakit" kata Rendi mengkhawatirkan bosnya. Tirta menggelengkan kepalanya.
" Oh ya Rendi sudah dapat kabar dari rumah sakit menengai pelayan yang terluka" kata Tirta, mengingat pelayan yang dikediaman keluarganya juga mengalami terluka.
" Saya baru dapat kabar dari bibi bahwa dia dan pelayan lainnya mendapat perawatan, dan masih harus mendapatkan perawatan dari dokter" kata Rendi.
Tirta meminjit keningnya memikirkan kejadian ini yang cukup membuat keluarganya kacau.
" Ayo kita ke rumah sakit melihat keadaan mereka sebelum itu kita kediaman Alfahri terlebih dahulu melihat keadaannya" kata Tirta, Rendi menanggukan kepalanya. Kemudian mereka keluar dari perusahaan menuju kediaman Alfahri.
Kediaman Alfahri.
Terlihat pekerja memperbaiki kediaman keluarga Alfahri terdapat beberapa pecahan kaca dan kerusak lainnya.
Tirta dan Rendi sampai di kediaman keluarga Alfahri ketika kelusr dari mobil mereka disambut oleh anak buah Vella tang ditugaskan untuk menjaga kediaman keluarga Alfahri.
" Selamat datang tuan kenalkan saya Exel yang ditugaskan oleh bos Sendi untuk mengawasi kediaman anda" kata Exel dengan hormat, Tirta dan Rendi menanggukan kepalanya.
Tirta sudah tahu dari Vella bahwa kediaman keluarganya akan diperbaiki yang rusak, maka untuk sementara mereka tinggal di kediaman Vella juga untuk keselamatan mereka.
Kediaman Vella.
Keanu sedang duduk di ruang tengah sedang melamun bibi yang kebetulan ada disana bertanya.
" Tuan muda Keanu apa ada yang sakit, apa perlu bibi panggil dokter Felly" kata bibi khawatir takutnya penyalit yang diderita oleh Keanu kembali lagi.
Tapi Keanu hanya diam dan mengacuhkan bibi yang bertanya, mommy Mayang yang keberulan ingin keluar untuk menghirup udara sore hari merasa heran melihat bibi membujuk Keanu.
" Bibi apa semuanya baik saja?" mommy Mayang mengelus punggung bibi.
Bibi menatap mommy Mayang dengan tstapan sedih. " Saya tidak tahu nyonya dari tadi tuan muda Keanu hanya diam dan ketika saya bertanya dia hanya diam, saya takut nya jika sakit tua muda datang lagi" kata bibi yang sudah menangis.
Mommy Mayang mencoba untuk membujuk Keanu untuk bicara tapi Keanu tetap diam.
" Nyonya tolong jaga tuan muda sebentar saya akan panggil nona" kata bibi. Mommy Mayang menanggukan kepalanya.
Bibi segera menemui Vella dalam kamarnya, Vella yang mendapat kabar dari bibi dia segera berlarian menuju ke tempat adiknya, Sandra yang kebrtulan ada disana juga ikut lari karena khawatir.
" Sayang katakan pada kakak apa ada yang jahat padamu" kata Vella, memeluk sang adik. Keanu merasakan pelulan Vella menjadi sedih.
" Keanu katakan pada kakak apa ada yang sakit, bibu panggil dokter Felly" kata Vella. Sebelum bibi menghubungi dokter Felly Keanu menghentikannya.
" Apa kakak akan terluka lagi" kata Keanu tertunduk sedih. Vella terkejut mendengarnya sepertinya Keanu mengetahui rencana yang akan dia kerjakan.