
Setelah kejadian menghebohkan di sekolah Tirta mengajak Vella pergi ke suatu tempat, Sandra dan Rendijuga mengikuti mereka karena dia tidak mau meninggalkan Vella sendirian.
Mereka menuju ke taman yang tak jauh dari sekolah suasana dalam mobil ysng ada hanya keheninhan, Sandra yang duduk di samping Rendi yang menyetir mobil.
Begitu pula dengan Tirta dan Vella saling sibuk dengan HP masing-masing. " Tuan kita sudah sampai" kata Rendi. Tirta melihat taman yang begitu indah dan dia mengajak Vella turun.
" Kak kita mau apa kesini? " Vella, terlihat bingung mengapa dia di bawa ke taman oleh Tirta. " Rendi bawalah dia ke suatu tempat aku ingin bicsra dengsn gadis ini" kata Tirta, menunjuk Sandra
Dengan terpaksa Sandra mengikuti Rendu menjauh dari Vella, mereka duduk di kedai tak jauh dari sana.
" Gadis kecil ayo kita ke sana" tunjuk Tirta pada kursi ditaman. Vella mengikuti Tirta.
Tirta memegang tangan Vella sambil menatapnya " Sayang, apa mereka menyakitimu, maaf seandainya kak tadi nggk telat datang mereka pasti takkan berbuat seenaknya" kata Tirta, mengelus pipi Vella yang kemerahan.
Vella tersenyum bahagia selain keluarganya masih ada yang memperhatikannya.
" Kak Vella tak apa" kata Vella. Tirta tiba saja memeluknya.
" Apa perlu kak yang memberi pelajaran pada mereka " kata Tirta, dengan menggengam tangannya. Vella memegang pipi Tirta dengan kedua tangannya, sambil tersenyum.
" Kak biar ini menjadi urusan Vella, Vella bisa mengatasinya" kata Vella mencoba meyakinkan Tirta.
Tanpa mereka sadari ada yang mengawasi mereka dari kejauhan.
" Tuan kapan kita mulai menyerangnya" kata seseorang menghubungi bosnya di balik pohon. " Kalian awasi dulu jika keadaan sudah aman baru kita beraksi, karena yang kita serang adalah tuan muda dari keluarga Alfahri dan kita tak dapat meremehkannya" kata bos di balik earphon.
" Kalian semua ambil posisi mereka sudah mulai pergi" kata si bos, melihat Tirta dan Vella akan berdiri.
Semua penjahat memulai ambil posisi untuk menyerang Tirta dan Vella, ternyata kegiatan mereka di ketahui oleh Sandra.
" Kak ayo kita ke tempat Vella" kata Sandra, menarik tangan Rendi. Rendi yang tiba saja ditarik oleh Sandra hanya diam.
" Kak tunggu" kata Vella, merasakan sesuatu, matanya mencoba mencari sesuatu. " Sayang ada apa, kamu mencari sesuatu? " Tirta, menyadari mata Vella mencari sesuatu.
Tiba saja Vella menarik Tirta ke belakangnya itu membuat Tirta terkejut. " Sayang" Ucapan Tirta terpotong ketika para penjahat sudah menepung mereka.
" Tuan muda" teriak Rendi, terkejut melihat Tirta sudah di kepung. Ketika mendekati Tirta ada beberapa orang yang menghentikannya.
" Kalian cukup sampai di sini saja biar teman kami yang mengurus tuanmu itu dan pacarnya" kara salah satu musuh.
Rendi sangat mengkhawatirkan Tirta walau tuannya sangat ahli dalam ilmu bela diri, tapi dia tetap mengkhawatirkannya sedangkan Sandra hanya santai dengan rangannya melipat pada dadanya membuat Rendi heran.
" Kak jangan khawatir tuan Tirta baik saja selama Vella di sampingnya, dia pasti aman" kata Sandra tanpa menatap Rendi dia tahu bahwa Rendi mengkhawatirkan Tirta.
" Hai nona minggirlah ini bukan urusanmu" kata Si bos. Tapi Vella hanya tersenyum berdiri di deoan Tirta.
" Sayang biar kakak yang menghadapinya" kata Tirta, mencemaskan gadisnya. Vella diam mendengarnya, benar dia harus tahu tujuan penjahat ini menepungnya terlebih terhadap Tirta.