
Suasana menjadi hening mendengar cerita Vella tak ada suara yang terdengar yang ada hanya suara cicak.
" Nona sekarang apa yang harus kita lakukan mereka pasti mencari keberadaan Sandra" kata Roger, yang juga marah melihat gadis yang dianggapnya adik ketakutan.
" Menunggu" kata Vella, semua mata tertuju pada Vella. " Apa maksud nona kita tak membiarkan mereka menemukan Sandra" seru Sendi.
" Nona saya takkan membiarkan membawanya" kata Rendi.
" Kalian kira aku akan membiarkan mereka membawa sahabatku itu, kita harus menunggu gerak gerik mereka setelah mengetahui rencana mereka baru kita menghadap mereka. Dan satu lagi Sandra yang harus melawannya karena dia harus melawan rasa takutnya itu" kata Vella menatap mereka satu persatu.
Dalam kamar Sandra.
Setelah Vella keluar ternyata Sandra belum tidur dia bangun dan menyandarkan tubuhnya.
Sandra merasa takut hingga matanya tak mau memejamkan matanya, dia menghela nafasnya dia tak bisa seperti ini terus.
" Mungkin sudah saatnya aku menghadapi mereka aku harus membalas mereka atas apa yang telah di lakukannya padaku" guman Sandra mencoba untuk memenjamkan matanya.
Rendi pamit karena harus kembali ke perusahaan Alfahri Group.
" Kakak coba selidiki taman yang Sandra berada tadi mungkin ada terekam oleh CCTV, kita harus menemukan keberadaan mereka terlebih dahulu agar bisa mengawasi gerak mereka" kata Vella.
" Baik nona" sahut Roger bersama Sendi mencari rekaman CCTV sekitar taman.
Kemudian Keanu datang mengajak Vella membantunya mengerjakan tugas.
Sebuah markas yang terlihat usang ada beberapa orang berdiri di sana dan ada seseorang duduk di kursi.
" Aku tak menyangka gadis itu sudah dewasa" kata ketua Preman tersenyum mengingat pertemuannya dengan Sandra.
Anak buahnya saling menatap sang bos berdiri. " Kalian harus mencari keberadaan gadis itu, sepertinya dia telah hidup dengan nyaman selama ini aku takkan membiarkannya" kata ketua preman menghisap rokoknya.
" Baik bos kami akan mencarinya" seru anak buahnya, sang tersenyum licik.
" Sendi itu CCTV dan sepertinya dari restoran depan " kata Roger, Sendi menanggukan
Mereka menuju restoran ternyata itu adalah lokasi Rendi menemui klien. Keadaan restoran menjadi heboh karena roger dan lainnya masuk.
" Tuan apa ada yang bisa saya bantu?" pelayan ketakutan melihat mereka terlihat seram.
" Kami ingin melihat CCTV apakah boleh? " Sendi, Roger meminta anak buahnya menunggu di luar karena pengunjung merasa ketakutan.
" Tunggu tuan saya panggilkan manager" kata pelayan, pelayan memanggil manager.
" Silahkan tuan saya sudah diberitahu bahwa kalian ingin melihat CCTV" kata manager.
Mereka menuju ruang rekaman CCTV dalam restoran, manager meminta pengawas CCTV membuka rekamannya Roger menyebutkan jam kejadian.
Mereka melihat rekaman CCTV setiap menit mereka perhatikan.
" Stop" kata Sendi terlihat jelas Sandra melawan preman yang menanggu pedagang sehingga kedatangan ketua preman membuat Sandra ketakutan dan Rendi datang menolongnya.
Sendi meminta salinan rekaman setelah selesai pamit menuju ke markas Rose black, dia ingin memperlihatkannya pada Vella.
Beberapa menit mereka tiba di markas ternyata Vella menunggu kedatangan mereka.
" Nona saya sudah mendapatkan rekaman dan wajah ketua preman terlihat jelas" kata Roger.
" Kalian harus menemukan keberadaan mereka kerahkan beberapa orang mencari keberadaan mereka, kemudian awasi terus sampai dia memulai pergerakan" kata Sandra.
" Baik nona saya akan memerintahkan beberapa orang mencari mereka sampai ketemu" kata Sendi, Vella menanggukan kepalanya.
Kemudian mereka menuju ke tempat mading Vella memasuki kamar Sandra untuk melihat keadaannya.