Lady Vella

Lady Vella
Menolong tante Mayang



Ketika Vella dan Sandra menuju ke mobil tanpa sengaja dia melihat Mayang di kepung oleh beberapa orang dan supir telah tak sadarkan diri.


" Berhenti " teriak Vella, ketika ada yang memasukan Mayang ke mobil mereka. Mayang berusaha memberontak ketika mereka memaksanya.


Para penjahat membalikan badannya dan tertawa melihat Vella, meski Vella menatap tajam pada mereka tapi mereka meremehkan Vella.


" Bos lihat ada dua gadis yang menghalangi kita tapi mereka cantik juga" kata anak buah 1. Sandra mengeluarkan ludahnya karena merasa jijik .


" Hei kau beraninya menghina kami" teriak anak buah2. Menunjuk Sandra.


" Aku menghina kalian tidak salah tu kalian saja tidak malu melawan orang yang lemah" kata Sandra, melihat supir uang pingsan di dekat mobil.


" Nak menjauhlah mereka sangat berbahaya nanti kalian bisa terluka" kata Mayang, mencoba melepaskan tanganya dari cengkaman mereka.


" Tante jangan takut sahabat saya ini sangat hebat,mereka itu hanya semut baginya" kata Sandra dengan santainya.


Para penjahat merasa terpancing dengan ucapan Sandra. " Kamu harap kami takut pada kalian cih, jangan harap kalian hajar mereka" teriak mereka.


Vella dengan mudahnya menghabiskan mereka hanya dengan sekali serangan. " Ternyata kau hebat juga tapi aku tidak takut dengan gadis sepertimu" kata si bos.mencoba untuk mencelakai Vella.


Dor, dor.


terdengar suara tembakan yang di selancarkan oleh Sendi hingga orang itu jatuh karena kakinya tertembak. Vella menatap Sendi dengan tajam tapi yang ditatap hanya santainya membawa orang itu.


" Nona, temuilah Nyonya Alfatih bukankan nona sangat ingin menemuinya, saya akan pergi dulu membawa orang ini ke markas" kata Sendi dengan senyuman.


Mayang terkejut melihat kalung yang dipakai oleh Vella, kalung itu persis dengan milik putranya.


" Vella, kaukah itu nak" kata Mayang. Tubuh Vella tegang dia diam tanpa reaksi apapun. " Vrlla tante Mayang memanggilmu" kata Sandra, menrpuk punggungnya.


" Tante senang sekali bisa bertemu denganmu lsgi" kata Mayang, terharu bahagia karena dapat melihat wanita yang disukai putranya.


Mayang membelai wajah Vella mencium keningnya dan kembali memeluknya.


" Maaf sebaiknya kita kembali ke caffe di sini banyak orang lewat, agar kalian tenang juga bicaranya" kata Sandra, tersenyum dan pergi duluan ke caffe dan disusul oleh Vella dan Mayang.


Mereka saat ini berada di ruangan VVIP agar pembicaraan mereka tidak terganggu, Sandra tetap mengikuti Vella karena dia sudah kenyang. Dia hanya membaca novel yang sempat dia bawa.


" Tante senang sekali Vella, kamu sudah besar dan cantik pasti Tirta tidak akan menengalmu" kata Mayang. Vella hanya tersenyum malu. Sandra hanya tersenyum dia juga tahu bahwa sahabatnya merindukannya.


" Vella maafkan kesalahan putra tante sebelum pergi dia membuatmu sedih" kata Mayang, mengingat kejadian ketika Keanu kembali di rawat.


" Tidak tante Vella sudah memaafkan dia, waktu itu Vella hanya kesal saja" kata Vella, tersenyum. " Sudahlah lupakan semua itu, sekarang kalian sudah kelas berapa?" Mayang.


" Kami kelas tiga SMA tante, tante tahu Vella sangat pintar bahkan menjadi favorit di sekolah meski galak" kata Sandra, dengan jahilnya.


Mereka tertawa kecil mendengar ucapan Sandra. " Tante darimana hingga mereka menyerang tante?" Vella, mengingat kejadian tadi.


" Tante ada arisan karena teman tante sudah pulang , makanya tante sendirian disini sambil menunggu supir dari membeli bensin. Tidak tahu dari mana mereka datang" kata Mayang.


Mayang melihat arlojinya tertanya hari sudah sore. " Sayang boleh tante minta nomor kalia" kata Mayang. Vella dan Sandra memberikan nonornya.


" Baiklah tante pulang dulu om pasti menunggu tante" kata Mayang, mencium kening Vella dan mengelus rambut Sandra, kemudian keluar dan pulang.


Vella dan Sandra juga pulang pasti Keanu mencari keberadaa mereka