
Setelah pertemuannya dengan Vella membuat Mayang tersenyum bahagia membuat suaminya bertanya, mereka berada dalam kamarnya.
" Mommy dari tadi daddy lihat terus saja tersenyum dari cafe, apa terjadi sesuatu?" Daddy Hartawan.
" Mommy tadi bertemu dengan wanitanya Tirta, dad" kata Mayang. " Apa dasar putra kurang ajar sudah punya pacar tidak memberitahunya" kata tuan Hartawan.
Plak, Nyonya Hartawan memukul suaminya dengan gemes. " Mas ini bagaimana bisa lupa dengan seorang gadis kecil membuat putra kita yang dingin itu menjadi senyum sendiri" kata Mayang.
Hartawan mengingat tujuh tahun yang lalu seorang gadis kecil yang dapat membuat putranya frustasi.
" Gadis kecil itu yang mana Tirta memberikan kalung kesayangannya padanya" kata tuan Hartawan, terkejut.
Mayang menanggukan kepalanya dan tuan Hartawan meminta agar besok Vella diundang makan siang di rumahnya.
Intenasional Scholl
Siswa berlarian karena bel akan berbunyi tak lama lagi. " lihat mereka seperti kucing berlarian, pasti dijalan mereka santai dan bergosip dan sekarang mereka berlarian" kata Sandra, melihat teman sekolahnya berlarian karena gerbang akan ditutup.
" Jika kamu ingin seperti mereka datanglah besok terlambat" kata Vella. " Nggaklah nanti gelarku sebagai siswi teladan akan tercoreng, ayo kita masuk nanti guru berkaca mata itu marah" kata Sandra , dengan candaannya.
Kelas Tiga 1
Semua murid telah duduk di tempatnya masing - masing.
" Kalian sudah dengar belum katanya ada siswa baru dari jerman" kata salah satu teman cowok.
" Memangnya kamu tahu darimana bisa jadi dia masuk kelas lain" kata teman lainnya.
Para teman sekelas Vella sibuk membicarakan siswa baru, sedangkan Vella tiba saja dia teringat dengan Elsa sepupu tirinya.
kret, pintu terbuka masuklah wali kelasnya. " Selamat pagi anak- anak" wali kelas. " Selamat pagi bu guru" kata mereka, Vella dan Sandra hanya diam.
" Sebelum pembelajaran di mulai ibu akan memperkenalkan siswi baru di kelas kita, silahkan masuk nak" kata wali kelas.
Deg Deg
Jantung Vella berdetak apa yang dia fikirkan benar Elsa Sanjaya bersekolah disini.
" Silahkan perkenalkan dirimu" kata wali kelas.
" Ih sok rahma dia jika dia berani disini lihat saja nanti" kata Sandra, Vella tersenyum dan melihat Elsa duduk tak jauh darinya.
Tak lama bel istirahat berbunyi
Semua siswa berhamburan ke kantin unyuk mengisi perutnya, Elsa yang juga sudah memiliki teman yaitu Jessica dan Rara. Ternyata mereka berdua tidak menyukai Vella karena kepintarannya dan diidolakan oleh siswa laki- laki.
" Elsa, jadi kamu putri dari tuan Yuda Sanjaya seorang penguasa terkemuka di jerman, terus mengapa kalian memutuskan pindah ke london?" Jessica.
" Daddy membuka usaha baru di sini jadi kami memutuskan untuk pindah kesini" kata Elsa, tersenyum.
Vella dan Sandra menuju ke kantin banyak siswa cowok bersorak memuji mereka, Vella dan Sandra hanya tersenyum.
" Nona Vella dan nona Sandra ingin memesan apa?" Penjual makanan. " Ih bibi seperti tidak tahu saja makanan kesukaan kita disini, apa karena mang ujang tidak masuk hingga bibi galau" kata Sandra, tertawa.
" Memangnya mang ujang kemana?"Vella, menatap bibi. " Wah bi lihat dia pura tidak tahu padahal dia yang memberi izin, Hahaha" Sandra tertawa.
Vella menggelengkan kepalanya. " Nona ini, bibi mau ambil pesanannya dulu" kata penjual makanan
" Rara, mereka itu siapa kok dekat sekali dengan ibu penjua" kata Elsa. " Mereka itu hanya yatim piatu sudahlah jangan dihiraukan" kata Rara.
Elsa melihat keakraban Vella pada penjual di kantin bahkan siswa lainnya menyukainya, ada rasa tidak suka dalam hati Elsa.
drt...drt...drt
" Tante Mayang telpon, ada apa ya" kata Vella. " Angkat saja siapa tahu pentinng" kata Sandra.
" Halo tante Vella masih di sekola"
......
" Baiklah tante nanti kami ke rumah tante"
Mereka menutup panggilannya.
" Tante Mayang mengundang kita ke rumahnya untuk makan siang" kata Vella. " Sepertinya sahabatku ini sudah di terima" Goda Sandra.
Vella diam dan melanjutkan makanannya setelah itu terdengar suara bel berbunyi tanda istirahat berakhir.