Lady Vella

Lady Vella
Episode 92



Sandra pergi ke taman sendiri untuk menenangkan hatinya yang galau karena Rendi telah membuat hatinya gelisah .


" Dasar pria tengik beraninya dia mengacaukan hatiku" kata Sandra dengan kesalnya mengingat perhatian yang di berikan oleh Rendi padanya.


Tiba saja pengunjung taman berlarian sambil histeris meminta tolong, Sandra melihat ada sekelompok preman mengacau.


" Uh sepertinya mereka tak membiarkanku tenang sedikit saja" guman Sandra menghadapi preman.


Restoran


Rendi menemui klien sebuah restoran membahas kerja sama yang akan mereka kerjakan, pembicaraan mencapai kesepakatan untuk kedua belah pihak.


Klien pamit karena harus menyelesaikan pekerjaan di kantornya, Rendi masih berada di restoran ingin duduk santai sebelum ke kantor. Ketika menikmati kopi pandangannya teralih di taman terlihat sosok di kenalinya.


" Kemana gadis itu pergi" guman Rendi matanya mengikuti langkah Sandra, dia langsung berlarian setelah melihat Sandra menghadapi preman.


Di tempat Sandra.


Sandra terus melangkah ke tempat preman dia langsung menendang ketika salah satu preman ingin melukai para pedagang.


" Kalian lihat ternyata ada menjadi pahlawan hei gadis jangan ikut urusan kami" kata preman, Sandra menatap dengan senyuman sinis.


" Aku takkan pergi dari sini sebelum kalian melepaskan pedagang ini" kata Sandra, melipat tangannya di atas dada.


" Baiklah jika maumu kalian serang dia dan sepertinya bos akan menyukainya" kata ketua preman, mereka menyerang sandra saling membalas serangan.


Brak


Sandra melompat dan melukai kepala preman hingga mengeluarkan darah melalui hidungnya.


Tiba- tiba terdengar suara kaki melangkah beberapa orang mendekati.


" Ada keributan apa ini? " salah satu dari mereka. " Bos gadis ini menghalangi kami" sahut anak buahnya memberi hormat.


Deg


" Dia kenapa ada disini, apa dia sudah bebas dari penjara" guman Sandra.


Setelah Vella membebaskan Sandra kecil dari tahanan preman mereka di laporkan ke pihak polisi, karena selain menjual anak mereka juga menjual narkoba.


Bos preman menatap selidik ke arah Sandra dan dia tersenyum ketika mengenali gadis kecil yang membuatnya masuk penjara.


" Aku tak percaya ini ternyata kita bisa bertemu dalam keadaan ini, sepertinya gadis kecil dulu telah banyak perubahan" kata ketua preman dengan senyuman.


Sandra gemetaran sangat ketakutan dengan pria di depannya dia terus mundur membuat ketua preman menyadari kalau Sandra ketakutan.


" Sepertinya kamu mengingat masa lalu kita dan karenamu mereka membawaku ke polisi dan di hukum bertahun, sekarang aku takkan melepaskanmu" kata ketua preman.


Ketua preman mendekati Sandra sedangkan sandra terus mundur selangkah dan


" Sayang kamu darimana saja aku sudah menunggumu " kata Rendi dengan senyuman, Sandra terkejut melihat Rendi fi sampingnya.


" Ada apa ini kenapa kalian menanggu kekasihku" kata Rendi, mendorong Sandra ke belakangnya, Sandra menegang baju Rendi.


Rendi dapat merasakan kalau gadis nakalnya gemetaran ketakutan.


" Sekali lagi aku bertanya kenapa kalian menanggunya" tekan Rendi, ketua preman tersenyum dan melirik ke arah Sandra.


" Ayo kita pergi dari sini dan gadis kecil kita pasti akan bertemu lagi" kata ketua preman, meninggalkan mereka.


Rendi membalikan tubuhnya terkejut melihat Sandra berkeringat dingin, dia menghapus keringat Sandra di keningnya dan memeluknya.


" Tenanglah mereka sudah pergi sekarang kamu aman" kata Rendi, Sandra menggelengkan kepalanya.


" Dia telah melihat wajahku dan mengenaliku, dia pasti terus mencariku, hiks hiks hiks" Sandra menangis, Rendi menepuk punggungnya.


" Hei kemana gadis nakalku" kata Rendi, sandra tersenyum. Kemudian mengantar Sandra ke markas Rose black.