Lady Vella

Lady Vella
Episode 80



Semua keadaan menjadi tegang apalagi dengan Elsa terus merayu Tirta banyak siswa yang memuji keberanian Elsa yang bisa mendekati Tirta, mereka berharap agar bisa juga diposisi Elsa dan ada juga yang khawatir Tirta akan marah besar karena mengetahui Tirta tidak menyukai orang yang menyentuhnya tanpa seizinnya.


" Kita lihat sebentar lagi singa betina tuan Tirta akan mengeluarkan cakarnya" guman Sandra yang dapat di dengar oleh Tirta dan Rendi.


melihat Elsa berani menggoda Tirta membuatnya tidak peduli ini di sekolah atau pun tempat lain.


Vella menarik nafasnya secara kasar kemudian menatap Tirta dengan tajam beralih pada Elsa yang merayu Tirta, dengan kasar Vella menarik rambut Elsa sampai wajahnya ke atas.


" Aw apa yang kau lakukan, tuan dia menyakitiku" keluh Elsa mmohon pada Tirta. " Jangan pernah kau memanggilnya dengan suaramu itu" Vella semakin kuat menarik hingga Elsa menangis karena kesakitan.


Sandra dan Rendi sudah membubarkan kumpulan siswa di lapangan karena tidak baik bagi mereka menyaksikan hal ini, tinggalah mereka disana ditambah Jessica dan Rara bertahan disana walau mereka takut.


" Kalian yakin tidak pulang" kata Sandra, dia takut jika mereka akan melihat kekejaman Vella. " Kami takkan meninggalkan Elsa sendirian" kata Rara dengan gemetaran ketakutan. Sandra tersenyum dan menanggukan kepalanya.


" Sayang sudah dia kesakitan" kata Tirta, dia takut jika Vella akan bermasalah nantinya, Vella menatap tajam ke arah Tirta sedangkan Elsa tersenyum karena Tirta membelanya.


" Hei kau dengarkan tuan muda membelaku" kata Elsa tersenyum smirk. " Kata siapa aku membelamu aku tak ingin gadisku tangannya kokor hanya karenamu" tunjuk Tirta, membuat Elsa dan kedua temannya terkejut.


" Hahaha kalian sudah dengarkan hubungan Vella dengan tuan Tirta, jadi jangan bermimpi terlalu tinggi" Elsa tertawa melihat wajah terkejutnya mereka bertiga.


" Sayang mari kita pulang hari sudah sore" kata Tirta, Vella memikirkan ucapan Tirta adiknya pasti menunggunya.


Dengan kasar Vella melepas tangannya dari rambut Elsa hingga terjatuh, Jessica dan Rara membantunya berdiri.


Elsa menatap Vella yang sudah jauh dengan kebencian dia takkan melupakan kejadian ini, kemudian mereka pulang.


Dalam mobil Vella masih emosi dengan ulah Elsa membuat suasana dalam mobil tegang.


" Mas kenapa menjemput Vella tidak beritahu dulu, lihat tadi mata para siswi menatapmu dengan nafsu, apalagi gadis gila itu" kata Vella dengan dingin.


Tirta tersenyum melihat Vella marah, Vella membalikan tubuhnya menatap Tirta dengan selidik.


" Kenapa mas tersenyum pasti senang digoda gadis gila itu" kata Vella, Tirta memeluk Vella, Vella berusaha memberontak tapi karena pelukan Tirta sangat kuat jadi Vella diam.


Sandra dan Rendi tak ada berani menanggu mereka berdua di kursi belakang.


" Sayang mas senang karena kamu marah itu tandanya kamu cemburu" kata Tirta, Vella tersenyum dan memukul dada Tirta.


" Oh ya mas, kenapa mas bisa menjemput Vella kemaren mas beritahu Vella tentang kerja sama dengan VK Group, bagaimana dengan hadilnya? " Vella. Sandra hanya menggelengkan kepalanya padahal Vella sudah tahu karena sekretarisnya sudah memberitahunya.


" Gadis nakal kamu baik saja? " Rendi kembali fokus menjalankan mobilnya, Sandra menggelengkan kepalanya Rendi mengelus rambut Sandra dengan tangan kirinya.


" Mas ingin memberitahumu pertama kali kalau kerja sama dengan VK Group berhasil, tapi malah ada kejadian tadi dan membuatmu marah" kata Tirta mencubit hidung Vella.


Taklama mereka sampai di kediaman Vella, Tirta dan Rendi langsung pulang karena lelah atas peristiwa tak terguda.