
Kejadian di kantin membuat isi kantin heboh Vella hanya melihatnya dari tempat duduknya karena dia tahu bahwa Sandra dapat mengatasinya.
Sandra berdiri sambil membersihkan pakaiannya yang kokor setelah itu dia melipat tangannya di dadanya sambil menatap tajam ke Elsa and gank.
Mereka yang ditatap merasa ketakutan melihat tatapan Sandra yang seperti menusuk mereka.
".Apa yang kau lihat, ha" kata Elsa, mencoba untuk tenang, Sandra hanya tersenyum tipis sedangkan Vella tahu bahwa mereka ketakutan.
Sandra meminjit keningnya sambil menatap mereka kemudian dia menghela nafasnya, Sandra berusaha mendekati mereka tapi Elsa and gank mundur hingga kakinya terpeleset hingga jatuh.
Brak.
" Aduh" pekik Elsa and gank, Sandra tersenyum kemudian dia belai rambut Jessica.
" Kalian lihat sendiri aku belum vertindak k as lian sydah kena karmanya, uh baiklah kalian sekarang selamat karena bel berbunyi" kata Sandra.
Sabdra yang tersenyum berdiri dan menghampiri Elsa dan mengajaknya ke kelas.
Elsa dan temannya yang masih filantai merasa malu dan marah. " Kau lihat saja nanti" itulah isi fikiran mereka. Kemudian mereka berlarimenuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
Dalam Kelas.
Sabdra masih emosi untuk meluap amarahnya dua mencoret kertasnya, Vella hanya memoerhatikannya untuk melepas emosinya.
Sudah lima belas menit tapi guru belum juga masuk teman sekelasnya asyik dengan dunia masing-masing.
" Tyo sebaiknya tanya ke guru kenapa belum juga masuk?" Vella, pada ketua kelasnya. Tyo adalah ketua kelas tiga dia culun tapi sangat pintar.
" Baiklah Vell tapi tolong awasi mereka" kata Tyo, menunjuk teman sekelasnya. Vella hanya menanggukan kepalanya.
Mereka tidak ada yang berani bergosip atau pun lainnya karena Vella mengawasi mereka di depan kelas dengan tatap tajamnya, sedangkan Elsa and gank tidak menghiraukannya malah asyik dengan obrolannya.
Taklama Tyo kembali. " Terima kasih Vella" ucap Tyo. Vella kembali duduk dan mendengar perkataan Tyo.
" Ok" seru teman sekelasnya. Mereka mengerjakan tugas yang diberitahukan oleh Tyo.Setelah selesai dengan tugasnya Vella beserta teman sekelasnya meninggalkan sekolahnya.
" Nona, kita langsung pulang atau ke tempat lain" kata Roger, menjadi supir." kita ke restoran kak, Vella dudah lama tidak ke sana" kata Vella.
" Baik nona" kata Roger, melajukan mobilnya ke restorannya.
Kediaman keluarga Alfahri
Sudah dua hari Tirta Alfahri kembali dari Amerika dan menyelesailan pendidikannya. Sebenarnya hari ini dia berniat mencari gadis kecilnya tapi Daddy Hartawan memanggilnya.
" Nak, kamu mau kemana pagi ini" kata Daddy Hartawan, melihat putranya sudah rapi dengan pakaian casualnya.
Tirta tersenyum ke arah orangtuanua yang duduk di meja makan, mereka menunggu putranya untuk sarapan pagi.
" Selamat pagi mom, dad" seru Tirta, memyapa orangtuanya. " Pagi nak, ayo sarapan dulu" kata mommy Mayang, mengambil makanan untuk suami dan putranya
" Nak, kamu mau kemana? " Daddy, Hartawan. " Tirta ingin mencari gadis kecil" kata Tirta.
" Gadis kecil" kata Mommy Mayang, pura tidak tahu maksud putranya. " Ya mom gadis kecilku" kata Tirta.
" Kamu ingin mencarinya kemana nak" kata Daddy, Hartawan, sedangkan mommy dudah tersenyum tipis walau Tirta tidak melihatnya.
Tirta hanya menaikan bahunya karena dia tidak tahu harus mencarinya kemana, baginya dia harus mencarinya secepatnya.
" Nak sebaiknya kamu ikut daddy ke ksntor dulu, daddy akan mengenalkanmu pada karyawan karena mulai besok kamu harus menjabat menjadi CEO" kata Daddy Hartawan.
" Tapi Dad" kata Tirta. " Sudahlah nak, ksmu ikut daddy duluapalagi kamu belum mengetahui dimana harus mencarinya " kata Daddy Hartawan, sedangkan mommy hanya menahan tertawanya melihat tingkah putranya yang pasrah.
" Baiklah dad" kata Tirta, kembali ke kamarnya untuk mengganti pakainnya. Sedangkan orangtua sudah tertawa karena berhasil mengerjai putranya.