Lady Vella

Lady Vella
Episode 101



" Dor"


Mereka di kejutkan dengan suara tembakan membuat para preman dan anak buah mr X bersiap dengan senjatanya.


" Kalian jaga mereka jangan biarkan mereka kabur" teriak ketua preman melihat para sandera bersiap untuk kabur. " Baik bos" seru anak buah menahan para sandera agar tidak kabur.


" Hei siapa yang berani menanggu kami" teriak ketua preman menembak sekitarnya.


Vella menepuk punggung sahabatnya bahwa sudah saatnya dia keluar menghadapi ketua preman, Sandra tersenyum dan menanggukan kepalanya.


" Apa-apaan ini kalian mencoba menjebak kami dengan ini" teriak orang kepercayaan mr X.


" Maaf tuan saya juga tak tahu siapa mereka yang mencoba mengacaukan semuanya" kata ketua preman dengan permohonan.


" Kau kira bos kami percaya dengan apa yang kau jelaskan, ayo pergi" ajak orang kepercayaan mr X pada anak buahnya. Mereka meninggalkan lokasi ketua preman mencoba menahannya tapi sia-sia.


Mobil yang sejak tadi memantau dari kejauhan pergi meninggalkan pelabuhan setelah mendengar suara tembakan.


" Nona saya baru saja mendapat kabar dari anak buah kita ada mobil warna hitam yang baru saja meninggalkan pelabuhan, apa perlu kami mengurusnya nona" kata Sendi, di balik earphone yang mendapat kabar dari anak buahnya yang sudah beradadi ruang pengawas di pelabuhan.


" Itu pasti Emil Roskargo kak perintahkan beberapa anak buah kita cukup mengejarnya dari kejauhan dan mengawasinya" sahut Vella dari balik earphone.


" Baik nona" kata Sendi, menghubungi anak buahnyayang telah di tugaskan untuk mengawasi Emil Roskargo.


" Sial siapa yang berani menangguku, aku takkan menganpuninya" teriak ketua preman berteriak.


Prok, prok, prok


" Kau" tunjuk ketua preman ke arah Sandra. " Iya ini aku katanya kamu sedang mencariku srkarang aku ada di hadapanmu sekarang" kata Sandra, mengepal tangannya.


" Nona apakah dia baik saja" kata Rendi mengkhawatirkan Sandra. " Kak jangan khawatir Sandra pasti bisa menahan rasa takutnya" kata Vella, Rendi menanggukan kepalanya Tirta menepuk punggung Rendi.


Vella memberi kode pada Sendi dan Roger sudah saatnya menyelamatkan para sandera, mereka yang mendapat perintah dari Vella segera melaksanakannya.


Sendi dan Roger menyerang ketua preman dan snak buahnya dari arah belakang, hingga membuat ketua preman semakin terkejut.


" Gadis kecil apa yang kau lakukan, ha" teriak ketua preman.


" Kau lupakan satu hal aku bukan lagi gadis kecil lagi" kata Sandra menatapnya dengan tajam.


" Hahaha baiklah kau bukan lagi gadis kecil lagi, sekarang kau sudah besar hingga kau meminta bantuan dari mereka untuk menghadapiku " kata ketua preman dengan menanggukan kepalanya.


" Kau salah besar aku sendiri yang akan menghabisimu" teriak Sandra. " Ku tunggu, jika kau kalah harus ikut bersamaku.Karena kau sudah di hargai sangat mahal dan aku tak perlu lagi mencarimu malah kau datang sendiri menghadapiku" kata ketua Preman dengan santainya.


Sendi dan Roger berhasil menghabisi anak buah ketua preman, Roger memanggil anak buahnya membawa mereka ke kantor polisi bersama para sandera. Para sandera mengucapkan terimakasih pada keduanya karena telah menolong mereka.


" Beraninya kau berbicara seperti itu aku takkan menganpunimu" teriak Rendi, dengan emosi. Ketika akan menghajarnya tangannya di rahan oleh Tirta.


" Tuan muda dengar sendiri apa yang dia katakan" kata Rendi. " Tak hanya kamu yang mendengarnya kami juga, tapi kamu jangan ceroboh Rendi dia mencoba mengecoh kita" kata Tirta, Rendi menarik nafasnya secara kasar.


" Maafkan saya tuan muda"