Lady Vella

Lady Vella
Episode 65



Vella dan lainnya sudah sampai tempat tujuan mereka tak jauh di depan mereka terlihat jelas markas kelelawar hitam.


" Kak kelompok sniper sudah siap" kata Vella. " Mereka sudah di posisi beruntung sekitar ini banysk pohon hingga memudahkan mereka mencari tempat yang aman" kata Sendi.


" Vella kapan kita mulai lihat tanganku tak sabar untuk menghajar mereka" kata Sandra dengan semangat.


" Nanti tengah malam sekarang masih siang masih banyak orang di luar, tidak baik untuk menyerang mereka sekarang" kata Vella.


Mereka menanggukan kepalanya tak baik menyerang di siang hari kalau tidak terdesak, Vella hanya tak ingin ada keributan di masyarakat walau lokasinya cukup sepi.


Tak terasa waktu yang telah di tentukan telah tiba Vella beserta anggota Rose Black bersiap begitu pula dengan Tirta.


" Bagaimana siap semuanya" teriak Vella. " Kami siap, lady" teriak semuanya. Vella tersenyum dan menatap Tirta.


" Kita akan membagi tiga kelompok , Kelompok 3 akan dipimpin oleh kak Roger menyerang sisi kanan, kelompok 2 dipimpin oleh Sandra ditemani kak Roger menyerang sisi belakang dan kelompok 1 aku yang pimpin akan menyerang dari depan, Sniper usahakan menyerang sisi kiri karena disana penjagaannya tidak ketat seperti lainnya" penjelasan Vella.


Semua sudah ambil posisi yang di tentukan ternyata benar sebelah kiri tidak di jaga secara ketat karena bertepatan dengan adanya pohon besar berdiri di sana.


" Kak lihat penjagaannya ketat sekali bagaimana kita menyerangnya? " Sandra. " Katanya tak sabar lagi untuk menyerang sekarang kita akan bermain dengan mereka" kata Roger.


" Ok kak ayo serang" Sandra sudah mulai menyerang.


Dalam ruangan.


" Tuan kita di serang" kata Xanders merupakan tangan kanan Doddy Alfahri. " Hahaha ternyata mereka datang juga aku tak sabar untuk melihat putra Hartawan" kata Doddy.


Mereka juga mulai bersiap Isda juga tak sabar untuk bertemu Vella, ternyata dia sangat menyukai Vella sejak mereka bertarung di apartemen Tirta.


" Apa gadis itu juga ada? " Isda. " Dia juga ada nyonya mereka sisi depan" kata Xanders. " Sayang biar aku menyerang gadis itu" kata Isda tersenyum.


" Ayo kita pergi hari ini aku akan membuat Hartawan menangis darah melihat kematian putranya" kata Doddy.


Sendi sudah mulai penyerangannya di bagian sisi kanan markas Kelelawar hitam.


" Kak jangan jauh dari Vella kita tak tahu yang menanti kita di dalam" kata Vella, pada Tirta.


" Kamu juga harus hati-hati sayang" kata Tirta, Vella tersenyum, mengelus pipi Tirta.


" Baiklah kita masuk mereka sudah mulai penyerangannya" kata Vella dengan dinginnya. " Baik Lady" seru anggota Vella.


Terjadi pertarungan di pintu masuk antara Vella dengan anak buah Kelelawar hitam.


" Katakan dimana bos kalian dan wanita itu , Ha" kata Vella, dengan mencekam musuhnya yang sudah lemah.


Brug.


Vella menghajarnya karena tidak mau memberitahunya keberadaan mereka.


" Uh ternyata kalian setia pada orang seperti dia" Vella menamparnya hingga pingsan.


" Sepertinya kita harus mengetahuinya sendiri" .Brak Vella menendang pintu hingga penjaga yang menjaga di balik pintu terjatuh.


Prok prok prok


" Hei gadis kita bertemu lagi tak disangka kamu selamat dari tembakan senjataku" kata Isda dengan senyumannya, Vella hanya tersenyum sedangkan Tirta menahan amarahnya dia kembali mengingat kejadian ketika Vella tetembak di depan matanya.


" Maaf tuan muda Alfahri aku tak melihatmu ada disana, untuk kali ini aku tak ada urusan denganmu tapi dengannya" Isda menunjuknya.


" Tapi kamu jangan kecewa sudah ada seorang yang menunggumu, kamu pasti senang berjumpa dengannya" kata Isda, tersenyum sinis.