
Bibi sedang menemani Keanu belajar di ruang tengah, tiba saja dia melihat Roger dan Sendi bersiap melakukan penyerangan. Bibi menjadi khawatir karena nonanya dan Sandra belum juga kembali dari rumah sakit.
" Roger" panggil Bibi. Roger yang akan menaiki helikopter segera menghampirinya.
" Bi aku tahu, sekarang bibi panggil dokter Felly ke sini segera siapa tahu nona membutuhkannya" kata Roger, langsung berbalikan tubuhnya dan menaiki helikopter menuju apartement Tirta.
" Ya Allah semoga nona baik saja" kata bibi, khawatir dan menghubungi dokter Felly agar segera ke mansion.
Dokter Felly yang mendapat kabar dari bibi segera meninggalkan rumah sakit dan menuju mansion Vella.
Apartement Tirta
" Sandra periksa CCTV apartemen apakah mereka di bawah atau sudah naik" kata Vella. Sandra segera memeriksa CCTV apartemen Tirta melalui laptopnya.
" Vella, mereka mencoba menerobos masuk dan sekarang mereka menghadapi security dan anak buah kak Tirta" kata Sandra, masih sibuk dengan kegiatannya.
" Sandra kirim pesan pada kak Roger dan kak Sendi segera, katakan kita tak punya waktu lagi mereka takkan mampu melawan para penjahat" kata Vella.
Mommy Mayang ketakutan dengan keadaan ini sampai daddy Hartawan memeluknya.
" Mom" kata Tirta khawatir dengan keadaan mommynya. Vella tak ada jalan lain mereka harus segera sampai ke atap sebelum penjahat itu sampai disini.
" Sandra bersiaplah kita harus keluar sekarang dan menuju ke atap" kata Vella. Sandra segera menutup laptopnya dan menyimpannya ke dalam tas.
" Kak apapun yang terjadi tetaplah di belakang Vella, Sandra dan kak Rendra berjalan di belakang om dan tante" kata Vella.
Sandra dan Rendi menanggukan kepalanya, Sandra mengeluarkan pistol pada Rendra dan dia juga.
" Sayang" Tirta terlihat khawatir. " Kakak dan om bantu tante untuk berjalan Vella akan melindungi kalian, percayalah kak" kata Vella, melihat kekhawatiran dari Tirta.
Tirta menanggukan kepalanya segera membantu mommynya berdiri bersama daddy Hartawan, Vella membuka pintu dan melihat keadaan sekitarnya.
"Vella, kak Roger sudah sampai di atap dan kak Sendi juga melawan musuh, semua security dan bodygoard kak Tirta sudah mereka habisi" kata Sandra.
Membuat yang lainnya khawatir dengan situasi mereka saat ini. " Sepertinya aku harus merubah rencana ini" kata guman Vella.
" Sandra kita ganti posisi" tekan Vella. Sandra menanggukan kepalanya dan menarik Rendi.
" Sayang" kata Tirta melihat Vella di belakangnya. " Sandra jalan" kata Vella mengacuhkan Tirta.
" Sayang jika kamu terluka sedikit saja, aku tak terima" kata Tirta, sangat mengkhawatirkan gadis kecilnya sedangkan Vella tersenyum sambil memperhatikan sekitarnya.
Dengan hati-hati mereka menuju atap apartemen dumana Roger menunggu dengan helikopter.
Sendi berada di lantai tiga juga menyerang musuh yang semakin banyak.
" Kalian terus serang kita harus cepat mengusul nona" teriak Sendi, mengetahui bahwa Vella mulai bergerak.
" Baik bos" teriak anak buahnya. Mereka melanjutkan serangan yang diberikan pihak musuh. Roger menunggu nonanya dengan gelisah di balik earphone dia dapat mengetahui yang terjadi di bawah.
Vella dan lainnya terus menuju ke lantai paling atas menuju atap.
Dor
Sandra menembak musuh yang keluar dari Life dan terjadi perkelahian disana, Vella melindungi Tirta dan orangtuanya dari serangan musuh keluar dari life.
" Sandra sepertinya kita tak dapat menaiki life mereka pasti menunggu kita ketika menggunakan Life, sial apa mereka mengetahui bahwa kita ada helikopter" kata Vella. musuh yang mereka hadapi sudah habis di tangannya.
Vella mengajak mereka untuk istirahat sebentar dan memikirkan rencananya selanjut.