Just For Escape

Just For Escape
Episode 94



Pratiwi mondar mandir di dalam kamarnya, ia terlihat sangat kesal karena berkali-kali Mega memutuskan sambungan telpon nya hingga akhirnya ia pun membanting ponselnya ke atas tempat tidur


Sial !! setan ****** itu berani melawan ku, sepertinya peringatan ku tempo hari kurang jelas


Geram Pratiwi sambil mengepalkan tangannya, tanpa membuang waktu Pratiwi langsung beranjak menemui anak buahnya yang sedang menunggu perintah darinya


" Kita jalan !"


" kemana bos ?!" tanya nya heran


Pratiwi tidak langsung menjawab ia melihat jam tangannya lalu terdiam sejenak seperti sedang berfikir


" Antar aku ke apartemen nya si Mega !"


" Tapi bos kita kan tidak tau letak unit apartemen nya dan lagipula kita tidak akan di izinkan masuk !"


Pratiwi mendelik kesal mendengar jawaban anak buahnya, memang benar apa yang dikatakannya, beberapa kali ia kesana selalu di tolak, jangankan untuk masuk para security itu pun sangat pelit memberikan informasi tentang para penghuni yang tinggal di sana mengingat Pratiwi tidak mengetahui dengan jelas lantai serta nomor unit apartemen yang di tempati Mega, apalagi nama Mega tidak tercantum sebagai sala satu pemilik


Pratiwi mengerutkan keningnya, sepertinya ia tengah berfikir keras hingga akhirnya ia terlihat tersenyum senang


" Sepertinya kita tunggu si Mega di tempat parkir saja lalu kita cegat sebelum ia masuk ke lobby !"


" Siap bos !" jawab anak buahnya begitu mendengar ide dari Pratiwi yang ada benarnya itu dan mereka pun bergegas menuju apartemen Mega dan menunggu dengan tidak sabar karena beberapa kali Pratiwi melihat jam tangannya yang saat ini seakan berdetak lebih lambat


Tidak lama kemudian nampak mobil yang dikendarai Mega melaju dengan perlahan memasuki area parkir


Pratiwi yang melihat kedatangan Mega langsung menegak ka badannya dengan mata tertuju pada mobil yang dikendarai Mega


Begitu mobil yang dikendarai Mega berhenti Pratiwi dan anak buahnya segera keluar dari mobilnya dan dengan tergesa mendekati ke arah Mega yang tidak menyadari kedatangan Pratiwi


Pratiwi langsung menuju sisi pintu penumpang sedangkan anak buahnya sisi pintu pengemudi


Begitu Mega membuka pintu seketika anak buah Pratiwi menahannya dan memaksa Mega untuk kembali masuk ke dalam mobilnya sedangkan Pratiwi langsung membuka pintu dan masuk ke dalam nya


Mega yang tidak siap seketika langsung masuk lagi ke dalam mobilnya sambil ketakutan,ia pikir dirinya akan di rampok


Apalagi ketika menyadari jika pintu samping dibuka dari luar dan ada yang langsung masuk dan duduk di sampingnya


Untuk sesaat Mega hanya tertegun berusaha memahami apa yang baru saja terjadi hingga ia mendengar bentakan dari samping nya dan seketika Mega langsung tersadar apalagi dengan suara yang sangat di hapal nya


" Heh ****** !! sudah berani melawan kamu ya !" bentak Pratiwi sambil mendorong kepala Mega dengan tangannya


" I..ibu !" Mega tergagap begitu menyadari siapa yang duduk di sampingnya


" Iya aku ! memang kamu pikir siapa ?!" jawab Pratiwi tanpa mengurangi volume suaranya


" Kenapa kamu tidak menjawab telpon dariku !" bentak Pratiwi lagi


" Maaf Bu tadi Mega lagi nyetir jadi tidak bisa angkat telpon !" dalih Mega


" Omong kosong ! jangan coba-coba kamu menghindari aku ya !" bentak Pratiwi sambil menunjuk wajah Mega


Mega hanya menggeleng kan kepalanya dengan wajah pucat


" Lalu mana uang yang aku minta, kenapa kamu belum kirim juga ?!"


" Enggak mungkin !" teriak Pratiwi lalu dengan kasar ia merampas tas yang ada di pangkuan Mega dan langsung memeriksa isinya


" Bu..jangan.. Bu, !" Mega berusaha menarik kembali tas yang di ambil Pratiwi


Tapi Pratiwi tidak mau kalah, ia pun membalik kan badannya membelakangi Mega sambil memeriksa isi tas Mega


Pratiwi mengambil dompet Mega lalu membukanya dan ia menemukan beberapa lembar uang ratusan ribu


" Sial ! cuma ini saja uang mu ?!" ucap Pratiwi tidak percaya dengan apa yang di lihatnya


Tapi ketika ia tanpa sengaja melihat tangan Mega seketika wajahnya sumringah


Lalu tanpa rasa malu atau kasihan sedikit pun Pratiwi langsung mencengkram lengan Mega dan merampas gelang yang melingkar di lengan Mega


Belum cukup sampai di situ Pratiwi pun menarik kalung di leher Mega dengan cepat


" Bu lepas Bu sakit !" rintih Mega sambil berusaha melepaskan cengkraman Pratiwi di lengannya dengan tangan satunya


Tapi ternyata hal itu membuat Pratiwi melihat cincin yang berada di jari manisnya, lalu Pratiwi pun berusaha merampasnya


Mega yang sadar dengan niat Pratiwi seketika langsung menjauhkan tangannya dari Pratiwi


" Berikan cincin itu padaku !" bentak Pratiwi


" Jangan Bu .. tolong jangan ambil yang ini !" Mega berusaha mempertahankan cincin nya


Pratiwi tidak terima dengan sikap Mega dia pun langsung berusaha menarik tangan Mega hingga terjadi pergulatan di dalam mobil itu dan tanpa sengaja membuat klakson mobil itu berbunyi beberapa kali hingga mengundang perhatian beberapa orang terutama para security


Melihat gelagat yang membahayakan, anak buah Pratiwi yang berdiri di samping pintu supir langsung berlari ke samping pintu penumpang dan membukanya


" Bos kita pergi sekarang, bahaya !" ucapnya dengan suara tertahan memperingatkan Pratiwi


Pratiwi langsung terdiam dan melihat sekeliling dimana beberapa orang nampak mendekat ke arah mereka


Pratiwi pun segera melepaskan Mega dan bergegas keluar dari mobil itu sambil merapihkan pakaiannya dan rambutnya yang berantakan


" Ingat ****** urusan kita belum selesai !" ucap nya sesaat sebelum keluar dari mobil


Pratiwi dan anak buahnya segera menuju mobil mereka yang terparkir tidak jauh dari mobil Mega lalu segera tancap gas meninggalkan area tersebut


Sedangkan Mega keluar dari dalam mobil tidak lama setelah kepergian Pratiwi dan segera berjalan ke arah lobby dengan kepala menunduk agar orang-orang tidak melihat wajahnya


Tidak lama setelah kepergian Mega dan Pratiwi sebuah mobil yang terparkir tepat di samping mobil Mega nampak ikut keluar dari area tersebut


Ia adalah Stella yang sengaja menunggu kedatangan Mega tapi belum sempat ia turun, Stella sudah di suguhi sebuah adegan yang membuatnya bertanya-tanya


Dan Stella pun merasa semakin optimis ketika melihat orang yang juga membenci saingan nya itu dan berharap mereka bisa bekerja sama


Stella segera melajukan mobilnya mengikuti mobil Pratiwi yang terlihat melaju didepannya dengan cukup kencang


Heum.... sepertinya semesta tengah berpihak kepadaku


Gumam Stella dengan pandangan fokus pada mobil yang sedang di ikuti nya