
Bel tanda akhir jam kerja terdengar di seantero pabrik, para karyawan non shift pun mulai keluar dari ruangan mereka menuju bis jemputan yang sudah berjejer di halaman depan pabrik
Begitu juga dengan Gita, ia bergegas keluar dari ruangan nya setelah berpamitan dengan pak wisnu
" Mas Dedi gak pulang ?" tanya Gita heran melihat Dedi masih duduk santai
" Duluan aja Ta, aku ada perlu sama pak Wisnu !" jawab Dedi
Setelah mendengar jawaban dari Dedi Gita pun keluar dari ruangan nya dan nampak Uus dan Agus berjalan ke arahnya dengan tatapan mata yang sulit di artikan
" Kalian mau kemana ?" tanya Gita
" Nunggu Dedi Ta, soalnya kalau nunggu kamu takut ketahuan trus di pecat !" jawab Uus sambil menoleh ke arah belakang dimana Kei tengah menatap mereka
Gita menoleh ke arah yang sama dengan Uus dan seketika matanya bertemu dengan mata Kei yang berjalan ke arahnya
Gita menganggukkan kepalanya tanda hormat ke arah Kei lalu bergegas keluar dari area gudang, sedangkan Uus dan Agus langsung masuk ke ruangan ADM gudang untuk menghindari Kei
Gita berjalan bersama karyawan yang lain dan tanpa dia sadari Kei berdiri di gerbang gudang yang masih terbuka lebar memandang punggung Gita hingga Gita menghilang dari pandangan nya
Setelah yakin jika Gita sudah menaiki jemputan nya Kei pun berjalan menuju ruangan nya yang berada di lantai dua di front office
Dedi nampak duduk dihadapan pak Wisnu dengan wajah serius
" Kamu yakin Ded ?" tanya pak Wisnu
" Seratur persen yakin pak kalau tidak percaya bapak tanya Uus sama Agus mereka saksi hidup nya pak !" jawab Dedi penuh keyakinan
" Waduuhhh...kacau ini ..! tidak bisa dibiarkan ! tapi saya tidak bisa apa-apa !" jawab pak Wisnu sambil berjalan mondar-mandir di hadapan Dedi
" Pantas saja tadi tuan Kei sampai datang kesini cuma buat lihat laporan, padahal kan tinggal telpon saja !" ucap pak Wisnu lagi
" Kayaknya sebentar lagi ruangan saya akan jadi ruangan kedua tuan bos pak !" jawab Dedi sambil nyengir
" Betul itu Ded...betul itu !" jawab pak Wisnu sambil membetulkan letak kacamatanya
" Tapi pak kayaknya si Gita belum tau kalau tuan bos naksir dia !" ucap Dedi
" Jangan kasih tau Ded, Gita jangan sampai tau kalau tuan bos naksir dia , justru kalau bisa kita harus membuat Gita tidak menyukai tuan bos !" jawab pak Wisnu dengan senyum devil nya
" Maksud bapak ?" tanya Dedi penasaran
" Nanti saya kasih tau, sekarang saya mau menyusun rencana untuk menjauhkan tuan bos dari Gita !" jawab pak Wisnu dengan wajah serius
" Maaf pak sebelumnya tapi kenapa sih bapak selalu menghalangi tiap ada lelaki yang menyukai Gita ?" tanya Dedi ragu
Pak Wisnu terdiam mendengar pertanyaan dari Dedi, memang banyak yang penasaran bahkan memfitnah nya jika ia menyukai Gita
Tapi mereka tidak tau jika sebenarnya Gita sudah menceritakan semua kisah hidupnya kepada pak Wisnu termasuk alasan ia pergi hingga ke luar pulau
Makanya pak Wisnu bertekad untuk melindungi Gita dari pria yang mencoba menggodanya agar Gita bisa segera terbebas dari ancaman ibu tirinya
Dan Gita pun sebenarnya meminta langsung kepada pak Wisnu jika ada pria yang mencoba mendekatinya dan Gita merasa terganggu maka pak Wisnu akan maju melindungi nya
" Karena selama ini yang mendekati Gita semuanya laki-laki buaya ! tidak ada yang serius ! masa depan nya suram ! tidak cocok dengan Gita yang cantik, baik dan tidak sombong juga rajin menabung !" jawab pak Wisnu dengan senyum.masam memandang ke arah Dedi
" Jadi kalau begitu tuan bos juga tidak cocok buat Gita ?" tanya Dedi serius
" Kalau soal tuan bos, saya takut Gita hanya dijadikan sebagai mainan nya saja Ded, kamu lihat sendiri siapa Gita dan siapa tuan bos apalagi Gita masih polos !" jawab pak Wisnu
" Betul juga ya pak, kasian Gita kalau sampai mengalami itu !" jawab Dedi yang akhirnya mengerti kenapa pak Wisnu selalu menjaga Gita
Setelah tidak ada yang ingin dibicarakan lagi akhirnya Dedi pun keluar dari ruangan pak Wisnu dan terlihat Uus sama Agus menunggunya
" Ternyata situasi semakin memanas !" ucap Agus sambil berjalan di samping Dedi dan Uus
" Memangnya kenapa ?" tanya Dedi
" Tadi tuan bos sengaja nungguin si Gita di pintu gudang terus di liatin sampe si Gita naik bis !" jawab Agus
" Serius !" tanya Dedi
" Aslinya..serius pake banget Ded !" jawab Uus dengan wajah serius
" Terus barusan kamu ngomong apa sama.oak Wisnu lama amat ?" tanya Agus
" Aku ceritain soal sikap tuan bos sama si Gita !" jawab Dedi
" Terus gimana kata pak Wisnu !" tanya Agus
" Ya..pak Wisnu juga bingung tapi pak Wisnu juga gak bisa apa-apa !" jawab Dedi
" Ya Allah lindungi lah neng Gita dari godaan tuan bos !" ucap Uus sambil mengangkat kedua tangan nya ke atas
" Aamiin !!" jawab mereka bertiga sambil mengusap wajah
Sementara itu Gita bergegas menuju kost an nya karena nanti malam ia harus menuju sebuah hotel di pinggiran kota
Sebenarnya Gita diberi bonus menginap dua hari dua malam tapi Gita menolaknya karena hari Minggu yang harusnya libur ia harus menggantikan temannya yang tidak masuk untuk membersihkan apartemen
Gita memasuki beberapa potong pakaian juga kostum nya dan tas makeup nya ke dalam sebuah koper
Kemarin tuan Adam mengatakan jika nanti Gita akan dijemput sekitar jam tujuh malam agar Gita dapat beristirahat dulu sebelum pentas
Benar dugaan Gita, tidak sampai lima menit nampak sebuah mobil menepi lalu si supir turun menghampiri Gita
" Permisi nona apa anda Miss Lily ?"
" Oh iya pak saya sendiri !" jawab Gita
" Kalau begitu mari nona biar tas nya saya simpan di bagasi !" ucap supir itu sambil membukakan pintu belakang untuk Gita lalu menyimpan koper Gita di bagasi
Gita memasang sabuk pengamannya dan duduk dengan nyaman di kursi belakang lalu mobil pun melaju membelah keramaian khas menjelang malam
Hampir satu jam perjalanan akhirnya Gita tiba disebuah hotel mewah yang terletak dipusat kota
Pak supir mengantar Gita ke meja resepsionis lalu setelah itu ia berpamitan karena masih harus menjemput majikan nya
Seorang wanita memberinya kunci kamar setelah pak supir memberi taunya jika ia salah satu tamu dari tuan Adam
Gita memasuki kamarnya di lantai delapan yang ternyata cukup luas dengan pemandangan langsung ke jalanan yang dipenuhi oleh lampu warna warni
Gita melihat kamar mandi nya dan ternyata selain menggunakan shower juga terdapat bath tube membuat Gita tersenyum senang
Gita sudah membayangkan setelah pementasan nya ia akan berendam air hangat dengan aromaterapi yang menenangkan tentu akan sangat nyaman dan pasti ia akan tidur dengan pulas
Tidak lama terdengar bel pintu kamarnya berbunyi dan ketika Gita membuka pintunya seorang pelayan membawa troli berisi makanan
" Silahkan nona kalau ada lagi yang anda butuhkan silahkan hubungi kami !" ucap si pelayan sambil meletakan beberapa makanan di meja kecil di sudut kamar
" Tidak terim kasih ini sudah cukup !" jawab Gita sambil tersenyum.
Setelah mendengar jawaban dari Gita si pelayan pun meninggalkan kamar Gita
Sementara itu Kei berjalan menuju ruangan nya setelah memastikan jika Gita sudah menaiki bus jemputan nya
Luna yang melihat Kei langsung bergegas menghampiri Kei sambil melenggak lenggok kan tubuhnya
" Permisi tuan ...apa anda sudah mengetahui tentang undangan dari tuan Reynald ?" tanya Luna
" Sudah !" jawab Kei singkat
" Maaf tuan kebetulan bagian marketing juga mendapat undangan yang sama jadi apa kita bisa pergi bersama ?" tanya Luna sambil memberikan senyum terbaik nya
" Saya belum memutuskan untuk hadir atau tidak jadi sebaiknya kamu pergi dengan manager mu saja yang sudah pasti akan hadir !" jawab Kei lalu pergi meninggalkan Luna yang kesal karena lagi-lagi usahanya gagal
Sabar Luna sabar...masih banyak waktu dan cara untuk menaklukkan tuan Kei kesayangan mu
Gumam Luna sambil tersenyum devil ke arah Kei yang pergi menuju ruangan nya
Didepan pintu ruangan nya nampak Yola sudah bersiap-siap hendak pulang
" Tuan...anda tidak lupa undangan dari tuan Reynald kan ?" sapa Yola
" Tidak, tapi apa menurutmu aku harus hadir ?" tanya Kei
" Menurut saya anda harus hadir tuan karena siapa tau disana anda akan bertemu klien baru !" jawab Yola
" Benar juga...kalau begitu tolong siapkan pakaian ku biar aku berangkat dari sini saja !" jawab Kei sambil masuk ke ruangan nya di ikuti oleh Yola
Rey nampak terlihat gagah dengan stelan jas nya didampingi Adam yang berjalan di samping nya menuju ruang ballroom
Para tamu undangan pun sudah memenuhi area ballroom termasuk Luna yang merasa senang karena kehadiran Kei yang duduk tepat di samping nya
Tidak berapa lama MC pun membuka acara di lanjutkan dengan sambutan dari tuan Reynald selaku pemilik perusahaan lalu acara dilanjutkan dengan gunting pita didepan sebuah mobil keluaran terbaru produksi dari perusahaan Reynald
Tepuk tangan sangat riuh terdengar begitu Reynald selesai menggunting pita dan lampu pun tiba tiba-tiba padam
Hingga terdengar suara alunan musik timur tengah mengalun membuat para undangan tertegun menanti kejutan yang disiapkan tuan rumah
Hingga sebuah lampu sorot menyala menerangi sesosok tubuh yang di balut dengan pakaian hitam ketat di padu dengan rok lebar berwarna hitam bermotif dengan belahan hingga ke pangkal paha hingga memperlihatkan kaki jenjang putih mulus nya
Dan seperti dikomando seketika para tamu undangan yang kebanyakan pria itu langsung bersorak dan bertepuk tangan hingga mem hat suasana semakin meriah
Gita mulai menari dengan gerakan erotis membuat para penonton mencoba mendekat tapi untungnya pihak keamanan sudah membuat barikade di sekeliling area tempat Gita menari
Gita menggoyang kan tubuhnya mengitari mobil terbaru yang baru saja diresmikan lalu dibantu dua orang keamanan Gita duduk di atas kap mobil dengan posisi seperti putri duyung hingga kakinya yang menjuntai ke bawah terlihat jelas mulai dari pangkal paha hingga telapak nya yang mengunakan high hill 12 cm
Para undangan kembali bersorak sambil bertepuk tangan, mereka sangat terhibur dan tidak menyangka jika akan menyaksikan hal seperti ini
Kei yang tadinya berdiri agak jauh dari tiba-tiba langsung mendekat begitu melihat sosok yang tengah berada di bawah lampu sorot
Ia tidak menyangka jika akan melihat gadis itu di sini.
Kei berusaha mendekat tetapi sangat sulit sekali karena puluhan pria disana pun melakukan hal yang sama ingin menjadi yang paling depan
Hingga akhirnya Gita mengakhiri tarian nya dan kembali tepuk tangan dan sorak sorai para tamu undangan terdengar sangat riuh memanggil nama Gita agar kembali menari
Tapi Gita sudah di berada di dalam ruangan nya dengan pengawalan dari pihak keamanan untuk menjaga hal yang tidak diinginkan
Sementara itu Luna nampak memandang Gita yang sedang menari dengan lekat
Sepertinya aku pernah melihat gadis itu tapi dimana ya ? walau wajahnya tertutup makeup tapi postur tubuhnya mengingatkan aku sama si anak gudang , tapi apa iya itu si anak gudang ?
Gumam Luna dalam hati sambil terus memandang ke arah Gita