
Gita tertidur dengan pulas karna tidak terbiasa tidur hingga larut malam
Hingga alarm di ponselnya berbunyi tepat jam lima pagi Gita pun bergegas bangun lalu menyalakan ponselnya
Dilihat ponselnya banyak sekali panggilan tak terjawab dari Rina
Semalam Gita memang mematikan ponselnya untuk menghemat baterai yang hampir habis
Gita melihat sebuah pesan dari Rina yang menanyakan posisinya
Tapi Gita tidak membalasnya karna Gita khawatir jika orang-orang Pratiwi sedang bersama Rina
Gita pun mencoba mengirim pesan pada Mega dengan menggunakan nama samaran yang sudah mereka rencanakan
" Say...lu lagi sibuk gak, gue mau curhat ?" tanya Gita
" Waduuh...curhatnya bisa ditunda gak ? gue lagi sibuk nih satu jam lagi baru free !"
" Oke ..gue tunggu awas lu jangan sampe lupa !"
" Okee cintaa !" jawab Mega yang tengah berada di samping Pratiwi
" Siapa sih pagi pagi udah chating kamu ?"
" Itu Shinta mau curhat katanya !"
Jawab Mega sambil kembali melakukan aktivitas nya di dapur
Pratiwi pun percaya dan tidak menanyakan apa apa lagi pada Mega
Gita yang mengerti jika Mega sedang tidak bisa dihubungi hanya duduk di ranjang penginapan sambil membuka buku alamat pemberian Mega
Gita membaca satu persatu nama dan alamat yang tertera disana hingga dering ponsel terdengar dengan nama Mega tertera di sana
" Halo Gita ada apa ?" tanya Mega tanpa basa basi
" Kak semalam Gita melihat dua orang teman ibu di kost-an Rina !"
" Trus mereka melihat kamu gak ?"
" Enggak kak, Gita langsung sembunyi di sebuah penginapan !"
" Lalu Rina tau posisi kamu ?"
" Tidak kak, semalam kak Rina mencoba telpon tapi ponselnya Gita matikan dan tadi pagi kak Rina kirim pesan tapi tidak Gita jawab Gita takut teman - teman ibu sedang bersama Rina !"
" Bagus ! matikan ponsel kamu , dua jam lagi Kaka telpon !" ucap Mega
Gita pun melakukan perintah Kaka nya dengan mematikan ponselnya lalu kembali membaca buku alamat pemberian Mega
Mega merasa lapar lalu dengan waspada Gita keluar dari kamarnya mengunakan jaket ber hoodie miliknya
Gita keluar dari penginapan itu lalu berjalan kaki menuju minimarket yang berjarak lima puluh meter dari penginapan
Gita membeli beberapa roti dan minuman juga cemilan untuk menemaninya selama di penginapan
Selama berada diluar Gita menyembunyikan wajahnya di dalam Hoodie hingga orang yang berpapasan dengan nya tidak dapat melihat wajahnya dengan jelas
Setelah selesai membayar belanjaan nya Gita cepat cepat kembali ke penginapan untuk menunggu telpon dari Mega
Gita menunggu dengan sabar hingga dua jam setelah itu Gita menyalakan kembali ponselnya
Terlihat sebuah pesan dari Mega dan Gita pun membukanya
Tunggu di sana, jangan ke mana - mana jam 11 malam Vito teman nya Rina akan jemput kamu , semua barang kamu sudah ada pada Vito
Mega teringat Vito adalah tetangga Rina yang sering Rina mintai tolong untuk menjaga mobil para klien nya jika mereka menginap di tempat Rina
Mega kembali mematikan ponselnya lalu membuka kembali buku alamat yang tadi dibacanya
Gita melihat nama Yossi tertera di sana, tapi alamat Yossi sangat jauh, ia berada di luar pulau
Gita membaringkan tubuhnya sambil memikirkan langkah selanjutnya hingga akhirnya ia pun tertidur
Rina terlihat grogi ketika dua orang pria menanyakan keberadaan Gita padanya
Kedua orang itu berkata jika mereka melihat Rina memasuki nightclub Monalisa bersama Gita
Hingga membuat Rina tidak bisa membohongi mereka
" Gita memang tidur di tempatku tapi aku belum bertemu dengan nya lagi semenjak dari Monalisa !"
" Coba kamu telpon dia !"
Rina pun mencoba menelpon Gita tapi hingga lima kali panggilan semuanya tidak terjawab
" Sepertinya ponselnya mati !" jawab Rina sambil memperlihatkan panggilan ponselnya
Kedua pria itu nampak kesal lalu pergi dari hadapan Rina
Rina pun mengirimkan pesan pada Gita berharap Gita akan membalas pesan nya karna Rina pun merasa khawatir
Rina berusaha berfikiran positif jika Gita baik baik saja
Ketika hari menjelang pagi Rina pun bergegas kembali ke kost an nya
Orang orang itu pasti sedang mengawasi ku , aku harus hati hati
Gumam Rina dalam hati sambil menghidupkan ponselnya
" Bang Vito bisa tolong saya gak ?" tanya Rina
" Tolong apaan ?!" tanya Vito
Lalu Rina pun menceritakan tentang Gita yang harus melarikan diri
" Biar Abang yang anterin dia !" jawab Vito
" Lalu barang barang Gita gimana ?"
" Kamu bisa titip mas Bambang tetangga sebelah mu lewat tempat jemuran !"
" Oh iya ya bentar aku telpon mas Bambang dulu !" Rina ingat jika tempat jemuran nya hanya di batasi oleh tembok setinggi dua meter
Jadi Rina bisa menaiki tembok itu menggunakan kursi lalu menyerahkan koper Gita ke istri nya mas Bambang dan Vito nanti yang akan mengambil nya
Jam menunjukan pukul 7 malam, Gita keluar dari penginapan itu untuk makan malam
Gita menyusuri jalanan yang penuh dengan pedagang kaki lima
Lalu Gita berhenti di sebuah warung soto dan duduk di kursi paling pinggir
Sambil menunggu pesanan nya Gita menghidupkan kembali ponselnya dan terlihat satu pesan dari Mega
Pergilah ke tempat yang menurut mu aman jangan terpaku pada buku alamat pemberian kakak, hubungi kakak jika hanya terjadi sesuatu, ini demi keamanan mu karna ibu tidak akan berhenti sebelum menemukan mu
Gita merasa sedih setelah membaca pesan itu dirinya tidak menyangka jika diusia nya ini ia harus terlunta- lunta di tempat asing demi keselamatan nya
Tidak lama pesanan nya pun datang dan Gita pun melahap makanan didepan nya
Gita berencana kembali ke penginapan nya ketika dari kejauhan Gita melihat pria suruhan Pratiwi memasuki penginapan tempatnya menginap
Gita segera membalikan badan nya lalu memasuki sebuah warung yang menjual bubur kacang ijo dan aneka gorengan
Gita duduk dipojokkan sambil melihat ke arah penginapan dengan perasaan khawatir jika keberadaan nya diketahui orang suruhan Pratiwi
Gita memesan segelas teh manis dan Gita pun mengambil beberapa gorengan walaupun perutnya masih terasa kenyang
Waktu sudah menunjukan pukul setengah sepuluh malam Gita semakin cemas karna pria itu belum juga terlihat keluar dari penginapan
Sepertinya ia menunggu Gita kembali ke penginapan itu tapi untungnya Gita melihatnya terlebih dahulu
Gita menarik Hoodie nya untuk menyembunyikan wajahnya lalu keluar dari warung tersebut menuju minimarket tempatnya berbelanja tadi siang
Gita membeli beberapa makanan dan minuman untuk bekalnya selama diperjalanan
Lalu Gita duduk di dalam minimarket itu sambil menikmati segelas coklat panas yang tersedia di minimarket tersebut sambil mengawasi jalanan
Sementara itu nampak Vito berjalan sambil membawa tas besar warna hitam di yang di kaitkan dipundaknya memasuki penginapan tempat Gita menginap
Begitu ia memasuki lobby nampak seorang lelaki tengah berbicara dengan laki laki yang duduk dibelakang meja resepsionis
" Sudah tiga jam saya tunggu tapi dia belum datang juga kamu yakin dia belum cek out ?"
" Belum tuan, dia bilang cuma mau cari makan sambil titip kunci kamar !" jawab resepsionis itu
Mendengar pembicaraan mereka membuat Vito yakin jika pria itu adalah pria yang Rina ceritakan
Vito pun berjalan dengan santai mendekati meja resepsionis
" Maaf pak apa masih ada kamar kosong ?" tanya Vito
" Ada tuan untuk berapa hari ?"
" Hanya semalam tapi saya mau ke ATM dulu !"
" Oh silahkan tuan di minimarket sebelah ada mesin ATM !"
" Oh iya terima kasih !" jawab Vito sambil beranjak meninggalkan penginapan tersebut menuju minimarket yang di sebutkan resepsionis tadi
Vito mengambil ponselnya hendak menghubungi Gita tapi belum juga Vito melakukan nya tiba tiba sebuah tangan langsung menggamit lengan nya membuat Vito mendorong orang itu karna kaget
" Abang ini Gita !" ucap Gita dengan suara tercekat
Mendengar ucapan orang disebelahnya membuat Vito langsung memeluk bahu Gita dan mengajaknya berjalan menjauhi tempat itu
Setelah dirasa cukup aman Vito lalu menyetop sebuah taxi dan duduk dikursi depan sedangkan Gita di kursi belakang
" Kemana mas ?" tanya supir taxi itu
" Bandara !" jawab Gita cepat sambil menoleh ke arah Vito
" Bandara katanya !" ucap Vito pada supir taxi yang langsung menjalankan mobilnya menuju tempat yang di minta Gita
Sepanjang jalan Gita hanya terdiam sambil memandang kosong ke luar jendela
Gita hanya berharap jika keputusan nya kali ini akan menjauhkan nya dari jangkauan Pratiwi