Just For Escape

Just For Escape
Bab 52



Hujan sudah mulai berhenti tinggal menyisakan rintik-rintik saja tapi hari sudah menjelang sore


Nampak dua anak manusia tertidur saling berpelukan dalam gazebo berselimutkan jaket yang menutupi tubuh wanita yang nyaman dalam pelukan si pria


Mereka adalah Gita dan Kei yang terjebak hujan di sebuah taman bunga


Kei sudah terbangun dari tadi tapi ia sengaja tidak bergerak dan berharap hujan tidak berhenti sehingga ia tidak perlu melepaskan pelukannya


Tidak berapa lama terasa pergerakan di tubuhnya dan Kei pun langsung memejamkan matanya pura-pura tidur


Gita perlahan membuka matanya lalu mengangkat kepalanya dan seketika ia merasa kaget karena posisi wajah Kei yang begitu dekat dengan wajahnya


Gita terdiam untuk sesaat berusaha mencerna hingga ia menyadari posisi tubuhnya yang berada dalam pelukan Kei dan langsung membuatnya menjauhkan tubuhnya dari Kei


Kei membuka matanya seketika ketika Gita menjauhkan tubuhnya


Sedangkan Gita langsung memalingkan wajahnya yang merona takut Kei menyadari jika ia tertidur sambil memeluk Kei


" Sepertinya aku tertidur cukup lama " ucap Kei dengan suara serak khas bangun tidur sambil merenggangkan tubuh nya


" Ternyata pegal juga tidur sambil duduk seperti ini " ucap Kei lagi


" Bagaimana dengan mu Gita apa kamu tertidur juga ?"


" Ti...tidak tuan, saya menunggu hujan reda sambil mendengarkan musik " ucap Gita berbohong


" Oohh... pantas badan mu tidak pegal-pegal " jawab Kei sambil tersenyum penuh arti ke arah Gita


Sedangkan Gita kembali memalingkan wajahnya menghindari tatapan Kei


" Hujan sudah reda sebaiknya kita pulang sekarang " Kei berkata seolah berkata pada dirinya sendiri


Sedangkan Gita hanya menanggapinya dengan anggukan saja sambil membereskan barang bawaannya


Gita merapatkan jaket Kei yang ia kenakan, ia menyesal tidak membawa jaket hanya memakai kaos yang agak tebal saja karena Gita tidak menyangka jika akan turun hujan


Kei mengatur temperatur AC di dalam mobilnya agar mereka berdua tidak kedinginan


Kei melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju jalan bebas hambatan agar bisa lebih cepat sampai di apartemen nya


Setibanya di rest area Kei membelokan mobilnya didepan sebuah rumah makan


" Kita makan malam dulu sekalian istirahat " ajak Kei


" Iya tuan " jawab Gita lalu turun dari mobil menghampiri Kei yang sudah menunggunya


Mereka tidak lama berada di dalam rumah makan itu setelah selesai makan mereka langsung keluar menuju kursi yang berada di bawah pohon dekat stand makanan ringan


Kei pun mengajak Gita untuk memilih beberapa cemilan untuk teman diperjalanan nanti dan dua gelas coklat panas ukuran besar


" Apa anda tidak lelah tuan ?"


" Tidak terlalu lelah , lagipula tinggal setengah perjalanan lagi "


" Baik kalau begitu, tapi kalau anda lelah anda bisa istirahat lagi tuan "


" Oke "


Lalu mereka pun melanjutkan perjalanan mereka dan sepanjang perjalanan mereka berbincang mengenai segala hal hingga Kei pun bertanya mengenai keluarga Gita


Awalnya Gita ragu tapi tidak lama kemudian Gita pun menceritakan keluarganya tapi hanya garis besarnya saja


Gita hanya menceritakan jika ia mempunyai seorang kakak dan adik perempuan dengan kondisi ayahnya yang sakit keras hingga ia dan kakak ya harus bekerja untuk membiayai pengobatan ayahnya


Kei terdiam mendengar kan cerita Gita tentang keluarganya


Kei tidak menyangka jika alasan Gita bekerj sejak masih muda memang karena tuntutan ekonomi apalagi dengan kondisi ayahnya yang sakit keras


Hingga tidak terasa akhirnya mereka pun tiba di apartemen Kei


Mereka berdua menyeret langkah merekaenuju pintu apartemen Kei


Setelah pintu terbuka mereka berdua masuk, lalu Kei menyimpan keranjang piknik yang ia bawa di atas meja makan


" Sebaiknya kamu langsung istirahat saja, soal beres-beres masih bisa dilakukan besok "


" Baik tuan, kalau begitu saya pamit "


Gita lalu berjalan ke arah kamar tamu yang sekarang menjadi kamarnya


Kei memang menyuruhnya tinggal bersamanya agar lebih mudah dan tidak harus membayar sewa


Awalnya Gita merasa keberatan karena status mereka tapi Kei menjelaskan penghuni unit yang lain tidak ada yang perduli dengan kehadiran Gita di apartemen nya dan lagipula Kei menjamin jika ia tidak akan melakukan hal yang tidak baik


Dan akhirnya Gita pun menerima ajakan Kei dan Gita bersyukur ia bisa menabung kan uang yang biasa ia bayarkan untuk bayar sewa dan biaya makan nya sehari-hari


Gita membaringkan badannya yang terasa setelah selesai mandi


Mungkin karena lelah tidak lama kemudian Gita pun tertidur pulas


Sedangkan Kei ia masih fokus pada galeri ponselnya dimana foto Gita yang tertidur dalam pelukannya ia tatap tanpa rasa bosan sambil tersenyum sendiri


Sepertinya aku harus sering mengajak Gita bepergian agar ia merasa nyaman berdekatan dengan ku dan aku harap ia mulai memiliki perasaan lain padaku


Gumam Kei sambil tersenyum membayangkan jika suatu hari nanti ia menyatakan perasaannya dan Gita pun tanpa rasa ragu menerima nya