
Luna terlihat shock melihat pemandangan didepan nya begitu juga dengan Arga
" Gak mungkin...gak mungkin..aku pasti salah lihat !" gumam Luna sambil kembali menajamkan penglihatan ke arah Kei dan Gita yang masih berdiri di tempatnya
Tapi kejadian selanjutnya semakin membuat Luna sesak napas, bagaimana tidak ia melihat Kei mencium bibir Gita dengan kedua tangan memeluk pinggang nya hingga membuat tubuh mereka menempel satu sama lain
Luna terhuyung kebelakang sambil meremas dadanya terasa ada nyeri menelusup ke dalam hatinya karena merasa sudah di dahului oleh seorang Gita yang bukan siapa-siapa
Sialan ...brengsek !!! ternyata ****** itu sudah menjebak tuan Kei , aku harus memperingatkan tuan Kei aku yakin dia tidak tau siapa Gita sebenarnya !!
Gumam Luna dalam hati dengan wajah merah padam menahan amarah
Sedangkan Arga semakin merasa benci terhadap Gita karena Arga masih mengira alasan Gita menolaknya karena ia hanya memilih laki - laki kaya saja
Gita dan Kei berjalan beriringan dengan tangan Kei yang menggandeng tangan Gita yang terlihat salah tingkah
Mereka berjalan menuju cottage karena hari semakin malam dan udara pun terasa lebih dingin karena angin laut yang berhembus cukup kencang
Kei tidak melepaskan genggaman tangannya hingga mereka sampai di depan pintu kamar Gita
Kei berdiri di hadapan Gita yang menunduk malu karena Kei tidak juga melepaskan tangannya
" Aku belum bilang kalau malam ini kamu sangat cantik " puji Kei membuat wajah Gita merona
" Aku harap kamu menyukai makan malam kita tadi !" ucap Kai lagi
" Dan soal pernyataan ku tadi aku harap kamu seger menjawab nya karena aku ingin kepastian !"
" Sekarang kamu istirahat, karena besok aku akan membawa mu ke suatu tempat !"
Pada akhirnya Kei melepaskan genggaman tangannya dengan perlahan
Gita tidak berkata sedikitpun, ia mulai membalikan badannya hendak melangkah ketika tiba-tiba tangannya di tarik kembali oleh Kei hingga tubuhnya menabrak tubuh Kei
Akhh !!
Teriak Gita kaget ketika tubuhnya bertabrakan dengan tubuh Kei yang langsung memeluknya erat
Kei mencium aroma rambut Gita yang sering tanpa sengaja ia hirup ketika berdekatan dengan Gita dan sekarang Kei menikmati aroma itu dengan sepuasnya
Sedangkan Gita yang terkejut dengan perlakuan kei terpaku beberapa saat lalu dengan perlahan Gita pun membalas pelukan Kei dengan perasaan malu dan jantung berdebar
Setelah hampir lima menit Kei pun melepaskan pelukannya dan menghela Gita untuk masuk ke dalam kamarnya karena Kei takut jika ia tidak segera melepaskan nya ia tidak menarik Gita ke dalam kamarnya
" Tidurlah.." perintah Kei dan Gita hanya mengangguk kan kepalanya lalu membalik kan badannya dan masuk ke dalam kamarnya
Di dalam kamar nya Gita berdiri sambil meraba bibirnya dan teringat apa yang telah Kei lakukan dan seketika wajah nya merona lalu sambil menahan senyum Gita berlari menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya
Kei berdiri di balkon dengan sebatang rokok yang mengepulkan asapnya, hal yang sudah lama tidak ia lakukan kecuali ketika ia sedang kalut
Kei mengembuskan asap rokok itu beberapa kali ke udara dengan pikiran melayang
Kei merasa takut dengan jawaban yang akan di dengarnya nanti mengingat respon Gita yang malah bengong ketika ia menyatakan perasaannya
heemm... bagaimana jika nanti dia malah menolak ku lalu memutuskan untuk pergi, apa yang harus aku lakukan, membiarkan nya pergi begitu saja atau menahannya ?
Kei mereka - reka kira - kira apa yang akan ia lakukan jika Gita menerima nya atau ketika Gita menolak nya
Sementara itu Luna duduk di sofa sambil memeluk lututnya sedangkan Arga tengah memijat keningnya yang tiba-tiba terasa berat
" Jadi selama ini yang tuan Kei ceritakan adalah si brengsek Gita !"
" Yang aku lihat ketika di mall,.ternyata dia bersama tuan Kei !"
" Juga ketika di hotel dan sepertinya si brengsek itu hendak menemani tuan Kei makan siang ketika kita tidak sengaja melihatnya di lorong !"
Lirih suara Luna yang tengah menarik benang merah soal.kejadian beberapa waktu lalu yang di mulai ketika ia melihat tuan Kei di sebuah mall juga Gita berada di sana, lalu ketika di hotel dan sekarang di sini
Apalagi ketika Luna teringat ucapan Kei yang mengatakan jika ia dan kekasih sudah tinggal dalam satu apartemen
Jadi selama ini si brengsek itu sudah tinggal di apartemen tuan Kei dan sialnya aku tidak menyangka nya sama sekali
Gumam Luna dengan tatapan kosong ke depan
" Sekarang lu udah tau soal tuan Kei sama si Gita terus lu mau ngapain ?!" Arga memecah keheningan diantara mereka
Luna menoleh ke arah Arga dengan perlahan lalu menatapnya beberapa saat
" Gue belum tau Ga...tapi yang pasti Gue gak akan tinggal diam !"
Jawab Luna dengan wajah berubah dingin menatap kosong ke depan dan sepertinya iblis dengan senang hati membantu Luna membuat rencana untuk menjauhkan Gita dari Kei
Gita dan Kei tengah berada di sebuah pulau, Kei hendak mengajak Gita diving untuk melihat keindahan alam bawah laut
Awalnya Gita menolak dengan alasan takut bertemu dengan ikan hiu tapi Kei dan pemandunya meyakinkan Gita jika tidak ada hiu di tempat mereka menyelam nanti
Kini mereka nampak bersiap setelah beberapa saat lalu diberi sedikit pelatihan tentang menyelam
Gita terlihat kerepotan dengan segal atribut yang menempel pada tubuhnya
apalagi dengan kaki katak nya yang menyulitkan ketika hendak berjalan
Setelah bersiap Kei, Gita dan dua orang pemandu langsung menceburkan diri ke dalam laut
Gita di kawal oleh dua orang pemandu sedangkan Kei hanya mengikuti saja karena menyelam bukan hal baru bagi Kei
Gita terlihat antusias melihat aneka ikan dengan beragam bentuk dan warna berenang di sekitar terumbu karang
Bahkan beberapa ikan kecil nampak mengelilingi nya tanpa rasa takut mungkin karena ikan- ikan itu sudah terbiasa melihat para penyelam
Seorang pemandu beberapa kali mengambil gambar Gita dan Kei yang tengah bermain bersama ikan - ikan
Tidak terasa sudah tiga puluh menit mereka menyelam dan seorang pemandu memberi isyarat agar mereka segera naik ke permukaan
Tapi seorang pemandu terlihat kaget ketika melihat ke atas nampak terlihat tiga buah perahu dengan satu perahu terlihat lumayan besar padahal seharusnya cuma ada satu perahu
Apa mungkin itu perahu milik temannya karena seingat dia untuk season ke dua masih ada waktu dua jam lagi, tapi perahu milik temannya tidak sebesar itu
Dengan perlahan mereka berempat naik ke permukaan dengan perlahan kecuali pemandu yang melihat kejanggalan tadi langsung bergerak lebih cepat menuju ke permukaan
Pemandu itu terdiam menunggu kemunculan klien dan temannya dan ketiga nya pun tidak kalah kaget dengan apa yang mereka lihat begitu juga Kei tapi yang membuat ia terkejut karena Kei mengenal mereka sebagai keamanan di kantor pusat, lalu dengan perlahan mereka mendekati perahu untuk naik ke atasnya
Para pria berjas itu membantu ke empat orang naik kepermukaan dan membantu melepaskan alat selam dari tubuh Kei dan Gita yang terlihat kebingungan dengan banyak nya orang berjas hitam di sekeliling nya
Kei memberikan handuk kimono kepada Gita lalu bergegas memasuki kapal yang lebih besar sambil menggandeng tangan Gita
Kei dan Gita menaiki Yach tersebut dan nampak seorang pria berdiri membelakangi
Kei berusaha mengenali pria tersebut hingga pria tersebut membalik kan badannya dan seketika Kei terkejut lalu segera membungkuk kan badannya memberi hormat
" Salam hormat Senpai, maaf saya tidak tau jika anda ada di sini !"
Orang yang di panggil Senpai atau ketua itu hanya sedikit menganggukkan kepalanya sambil menatap tajam ke arah Gita
Gita merasa tidak nyaman ketika di tatap seperti itu dan Gita pun mengangguk kan kepalanya sebagai tanda hormat
Dan tiba-tiba Yach itu bergerak hingga membuat tubuh Gita sedikit oleng dan hampir jatuh jika Kei tidak segera menahan nya
" Kamu tidak apa-apa !" bisik Kei menatap Gita yang pucat ketakutan
" Ti..tidak tuan, saya hanya kaget saja !" jawab Gita
Pria yang di panggil Senpai itu berjalan menuju cabin dalam di ikuti oleh Kei dan Gita
Tapi ketika melewati sebuah pintu Kei di hadang dua orang pria
" Maaf tuan... seperti nona membutuhkan istirahat !" pengawal itu menundukkan kepalanya
Kei menatap ke arah Gita, ia mengerti maksud pengawal tadi berkata demikian
" Antar kan nona ini ke kamarnya !" ucap Kei sambil menatap Gita
" Benar yang dikatakan nya,.kamu istirahat dulu dikamar nanti aku ke sana, tidak usah takut mereka keluarga ku !" bisik Kei sambil menatap Gita yang kebingungan
" Baik tuan !" jawab Gita tidak berani membantah walaupun hatinya merasa tidak tenang
Kei dan Gita berjalan ke arah yang berlawanan, Gita di bawa ke sebuah kamar dan ketika Gita memasuki nya ternyata barang - barang nya yang ia simpan di perahu milik pemandu tadi sudah berpindah ke kamar yang di tempati nya sekarang
Gita segera mengganti pakaian nya dengan yang tadi ia pakai ketika berangkat lalu duduk termenung dia atas tempat tidur menunggu Kei menemuinya
Kei duduk bersimpuh di hadapan pria yang tadi ia panggil Senpai, seorang pria muda lebih tua beberapa tahun dari Kei
Ia adalah Ryu...kakak sepupu Kei yang menjabat sebagai ketua para direktur muda seperti dirinya
Ryu berwajah tampan karena ibunya berasal dari Eropa tapi Ryu sangat dingin, jarang tersenyum dan sangat perfeksionis dalam segala hal
Itu semua karena didikan langsung para tetua setelah Ryu membuat kesalahan fatal yang membuat para tetua marah
" Kamu tau alasan aku di sini ?!" Ryu menatap dingin ke arah Kei
" Tidak Senpai !" jawab Kei singkat
" Para tetua marah ...karena perempuan yang kau ajak tinggal di apartemen mu !"
" Apa !! ka..kalian salah faham...dia adalah pelayan ku !" Kei berusaha menyangkal
" Seorang pelayan yang kamu perlakuan istimewa heum ?!" ejek Ryu sambil melempar kan lembaran foto ke arah Kei
Seketika wajah Kei memucat melihat foto dirinya dan Gita berserakan di lantai dan yang paling membuat Kei membelalakkan matanya adalah foto ketika dirinya mencium Gita di tepi pantai
Seketika wajah Kei pias, terbayang hukuman yang akan para tetua berikan kepadanya
" Kamu akan di tarik ke perusahaan induk dan bekerja dibawah pengawasan ayah mu !"
" Cih !...kalau saja tidak ada kakek mu mungkin kamu akan langsung berada dalam cengkeraman para tetua !"
Mendengar perusahaan induk seketika tubuh Kei bergetar
" Berapa lama Senpai !" tanya Kei tanpa berani memandang wajah Ryu
" Mungkin satu tahun ...atau sepuluh tahun tergantung kredibilitas mu !"
Seketika wajah Kei mendongak menatap Ryu
" Kapan aku harus ke sana ?!" tanya Kei lagi
" Hari ini juga !"
" Kakak... tolong aku...aku tidak mau ke sana, biar aku di sini saja !" ratap Kei memohon pengertian Ryu dengan memanggil nya kakak tanpa embel-embel Senpai
Ryu menatap iba Kei, bagaimana pun Kei adalah adik sepupu yang paling dekat dengannya, tapi keputusan sudah diambil
" Heh ! kau pikir ini semua keputusan ku,.kau tau sendiri peraturan di keluarga kita !" bentak Ryu
" Tapi kak.. perusahaan ku sedang ekspansi aku tidak bisa meninggalkan nya begitu saja !" ratap Kei lagi
" Kamu pikir kenapa aku ada di sini !" Ryu terlihat kesal
" Hah..jadi kakak yang akan menggantikan aku ?!" tiba-tiba terlihat secercah harapan di wajah Kei
" Memangnya kenapa ? kamu tidak percaya dengan kemampuan ku, cuma perusahaan kecil saja !" ledek Ryu sambil mencebik
" Bukan begitu kakak....aku senang kakak yang akan menggantikan aku jadi aku tidak khawatir ada kakak yang akan menjaga kekasih ku !" jawab Kei penuh harap
" Apa !!" teriak Ryu
" Tolonglah kakak...hanya kakak harapan ku satu - satunya !" bujuk Kei
" Sial !!" dengus Ryu kesal
" Terima kasih kak...terima kasih !" ucap Kei sambil bersujud beberapa kali di.hadapan Ryu sebagai ucapan terima kasih
Sial sekali hidupku..pacar saja aku tidak punya tapi malah di suruh jaga pacar orang !!
Gumam Ryu meratapi nasibnya