Just For Escape

Just For Escape
Bab 67



Yach yang di tumpangi oleh Kei juga Gita sudah sampai di dermaga


Kei menggandeng tangan Gita menuju cottage tempat mereka menginap di ikuti oleh Ryu


Gita tidak berani bertanya apapun hanya mengikuti Kei kemana pun ia membawanya


Kei dan Gita kini duduk saling berhadapan tanpa ada penghalang diantara mereka


Kei menggenggam kedua tangan Gita sambil mentik napas dalam beberapa kali


" Ada apa tuan, apa ada masalah ?" Gita memberanikan diri bertanya


" Begini Gita ... seperti kita harus berpisah untuk sementara waktu, aku akan di pindahkan ke perusahaan induk dan sepupu ku Ryu yang akan menggantikan aku !" Kei mengeratkan genggaman nya, ia merasa sangat berat harus meninggal kan Gita


" Ke..kenapa tuan harus ke sana, apa tuan berbuat salah ?!" Gita kembali bertanya karena ia merasa Kei sudah bekerja dengan sebaik-baiknya jadi kenapa harus dipindah apalagi perusahaan nya sedang melakukan ekspansi


" Tidak Gita ....aku di tarik ke sana untuk mempersiapkan diri memimpin perusahaan yang lebih besar !" Kei terpaksa berbohong, tidak mungkin jika ia mengatakan yang sebenarnya


" Berapa hari tuan ?!" tanya Gita berharap Kei hanya pergi untuk beberapa hari saja


" A..aku tidak tau Gita ...yang pasti sampai aku siap !" Kei menundukkan kepalanya hatinya hancur


Mendengar jawaban Kei seketika Gita terdiam, Gita menunduk tanpa terasa bulir air mata mulai membasahi kedua pipinya


Bukan kah semalam Kei baru saja mengutarakan isi hatinya tapi kenapa hari ini Kei malah pergi tanpa tau kapan akan kembali


Gita merasa Kei mempermainkan perasaan nya, semalam Kei membuatnya melambung tinggi dan sekarang Kei menghempaskan nya hingga membuatnya hancur berkeping


Gita menarik tangannya yang berada dalam genggaman Kei membuat Kei terhenyak


" Gita tolong...mengertilah, aku terpaksa dan tidak punya pilihan !" Kei memohon pengertian Gita


" Saya mengerti tuan, sangat mengerti, anda tidak usah khawatir saya akan baik - baik saja !" jawab Gita tanpa mengangkat kepalanya


" Sebaiknya saya segera membereskan pakaian anda !" tanpa menunggu Kei , Gita langsung beranjak menuju kamar Kei lalu mulai memasukan pakaian Kei ke dalam koper nya


Kei menyugar rambutnya, ia mengerti jika Gita terluka dan merasa di bohongi tapi Kei tidak bisa berbuat apa apa


Gita terlihat beberapa kali menyeka air matanya, tak ada pembicaraan diantara mereka hingga Gita selesai berkemas


Beberapa pengawal membawa koper - koper milik Kei dan Gita lalu membawanya turun


Gita berjalan dengan cepat menuju lantai dasar yang di ikuti oleh Kei


Ketika sampai di teras nampak beberapa mobil sudah siap


" Gita ...maafkan aku, tapi satu hal soal pernyataan ku semalam, aku tidak main - main !" ucap Kei sambil menahan Gita dengan memegang satu tangannya


" Dan selama aku tidak ada Kakak Ryu yang akan menjagamu, kamu jangan kemana- mana tetap tinggal di apartemen, aku akan selalu menghubungi mu !" ucap Kei dengan mata berkaca-kaca


Gita hanya menatap kosong ke arah depan, apapun yang Kei janjikan Gita tidak berharap banyak, Gita sangat mengerti siapa dirinya dan siapa tuan nya


" Sebaiknya cepat jalan, kamu tau kan Ojichan tidak suka menunggu !" Ryu mencekal lengan Kei agar segera memasuki mobilnya


Mendengar ucapan Ryu Gita langsung menarik tangannya hingga terlepas dari genggaman Kei lalu bergegas menuju mobil yang pintunya sudah terbuka


Kei terkejut dengan apa yang Gita lakukan


" Gita !!...Gita ..!!" panggil Kei berusaha untuk mengejar Gita tapi Ryu menahannya dan dibantu seorang pengawal mereka mendorong Kei memasuki mobil yang berbeda dengan Gita lalu menutupnya


" Kakak kenapa aku di sini bukannya aku satu mobil dengan Gita !" protes Kei sambil berusaha membuka pintu mobil


Ryu menoleh ke arah mobil yang di masuki Gita dan sepertinya sang sopir mengerti tanpa menunggu lama ia langsung tancap gas meninggalkan halaman cottage


" Gitaaa...!!! Gitaaa...!!" teriak Kei tapi sepertinya sia sia saja Gita sudah pergi dan mobil yang dikendarai nya pun bergerak ke arah yang berlawanan dengan mobil Gita


Gita memandang kosong ke luar melalui kaca jendela pikirannya melayang pada kejadian tadi malam dan tanpa terasa kembali air mata meleleh di pipinya


Entah berapa lama Gita tertidur hingga salah satu pria yang mengawalnya mengguncang bahunya


" Nona...nona bangun kita sudah sampai !"


Gita terbangun lalu mengucek kedua matanya dan memandang sekeliling ternyata ia sudah berada di parkiran apartemen milik Kei


Setelah beberapa saat Gita keluar dari dalam mobil dan berjalan menuju lift yang akan mengantar nya ke unit milik Kei


Gita membuka pintu apartemen nya lalu memandang sekeliling ruangan yang sepi, Gita mengelus dadanya yang tiba-tiba terasa sesak


Gita berlari menuju kamarnya lalu menghempaskan tubuhnya ke atas tempat tidur dan seketika pecah lah tangis yang ia tahan sejak dari cottage tadi


Gita meraung menangisi nasibnya, beberapa kali Gita memukul dadanya yang perih bagai tersayat


Seharusnya aku baik - baik saja, tapi kenapa sesakit ini, apa aku mulai mencintai tuan Kei


Gumam Gita dalam tangisnya tidak di pedulikan lagi dua pengawal yang masuk mengantar kan koper miliknya yang hanya diam terpaku mendengar tangisan Gita


Setelah hampir satu jam tangis Gita pun mereda, ia beringsut dari tempat tidur nya menuju kamar mandi karena tubuhnya terasa lengket


Dengan tubuh lunglai Gita menarik seprei dan menggantinya karena sebagian basah oleh air matanya


Gita terlihat sangat berantakan, mata nya yang bengkak dengan hidung merah dan rambut yang hanya di ikat asal berjalan menuju dapur, mungkin secangkir coklat hangat akan membuat mood nya lebih baik pikir Gita


Gita menghentikan langkahnya ketika ia melihat dua pria yang mengantar nya tadi masih duduk di ruang tamu sambil menikmati secangkir kopi


" Selamat malam nona maaf jika kehadiran kami menganggu anda !" ucap salah satu pria yang langsung berdiri ketika melihat kedatangan Gita


" Oh..tidak apa silahkan senyaman anda !" jawab Gita dengan suara parau sambil melanjutkan langkahnya menuju dapur


Gita membuat secangkir cokelat panas lalu ia pun melihat sekilas di atas meja tamu hanya ada dua cangkir kopi dan cemilan saja


Heum... sepertinya mereka belum makan


Gumam Gita sambil melirik jam yang menunjukan angka sepuluh malam


Dalam kondisi seperti itu pun Gita masih memikirkan orang lain


Lalu dengan cekatan Gita mulai mengolah bahan makanan yang ada di kulkas hingga tercium aroma masakan yang mau tidak mau membuat kedua pengawal itu memegang perut mereka yang berbunyi minta di isi


Gita menyajikan makanan itu di atas meja lalu ia berjalan menuju ruang tamu sambil membawa coklat panas nya dan piring yang berisi dua lembar roti panggang


" Maaf pak saya membuat makan malam untuk bapak, silahkan, semoga bapak menyukainya !" tawar Gita ramah


" Oh iya terima kasih nona, kami ditugaskan oleh tuan Ryu untuk menjaga anda, maaf jika kami merepotkan !" jawab salah satu pengawal


" Iya saya mengerti, kalau begitu saya permisi !"


Gita lalu beranjak menuju kamarnya lalu menguncinya dari dalam


Gita meletakan gelas dan piring nya di atas meja lalu Gita duduk menghadap jendela kaca yang gorden nya sengaja ia buka


Gita bersila di atas kursi sambil berusaha menikmati makan malamnya


Tiba-tiba Gita teringat ponselnya yang ia matikan ketika ia memasuki mobil yang membawa nya pulang


Dan panggilan terakhir pada jam lima sore, sepertinya Kei sudah berada dalam pesawat


Gita membuka pesan yang dikirim oleh Kei lalu membacanya


Terdapat puluhan pesan dari Kei dan kebanyakan isinya permohonan maaf dan ungkapan perasaan nya juga janji yang sudah Kei ingkari


Gita melempar kan ponselnya lalu kembali menikmati makan malamnya sambil memandang kerlip lampu - lampu yang menghiasi malam


Gita mengerjapkan matanya yang silau karena sinar matahari yang menerobos melalui kaca jendela yang gorden nya ia buka sejak semalam


Gita meregangkan badannya yang terasa pegal, karena ternyata ia tertidur di atas sofa


Gita melihat jam dinding yang menunjukan angka tujuh


Entah berapa jam ia tertidur tapi tubuhnya lumayan terasa nyaman hanya sedikit pegal - pegal saja


Setelah membersihkan tubuhnya Gita segera menuju dapur, ia teringat akan kedua tamunya yang pasti belum sarapan


Gita membuka pintu kamarnya pelan, ia khawatir kedua tamunya masih tertidur


Tapi sepertinya Gita salah besar, nampak kedua tamunya sudah segar sepertinya mereka sudah membersihkan diri di kamar mandi milik Kei


" Selamat pagi nona !" sapa salah satu pria


" Semalam pagi pak !" jawab Gita sambil terus melangkah menuju dapur


Gita memandang dapur nya dengan pandangan takjub, bagaimana tidak ia berfikir jika dapur nya pasti akan berantakan oleh bekas piring kotor sisa semalam


Tapi ternyata tidak, dapurnya nampak bersih dan mengkilap tanpa ada satupun barang kotor di wastafel


Gita tersenyum sambil melirik pada dua orang pengawal yang terlihat salah tingkah


Lalu tanpa membuang waktu Gita pun kembali memasak untuk dirinya dan kedua tamunya itu


Tidak memakan waktu lama, Gita pun menyelesaikan pembuatan sarapannya


Baru saja Gita hendak selesai menata sarapannya dimeja makan tiba-tiba pintu apartemen terbuka dan nampak Ryu memasuki apartemen di ikuti oleh dua orang pengawal


Ryu memandang Gita yang terpaku di dekat meja makan


Ryu menghampiri Gita dan terlihat dua piring yang sudah di siapkan oleh Gita di meja makan


" Heum..belum terlambat untuk sarapan !" Ryu berkata sambil melihta arloji nya lalu tanpa ragu duduk menghadap sarapan buatan Gita yang masih mengepulkan asap


Terdengar Ryu mengatakan sesuatu yang di tujukan pada para pengawal nya dengan bahasa yang tidak Gita mengerti


Dan keempat pengawal itu langsung berdiri meninggalkan apartemen setelah sebelumnya membungkuk kan badannya ke arah Ryu sebagai tanda hormat


Ryu menatap Gita yang masih berdiri lalu dengan telunjuknya Ryu menyuruh Gita agar duduk


Ryu menatap makanan di hadapannya, semangkuk sup Miso dan telur dadar nampak menggugah selera nya


Ryu menatap Gita lalu seperti berusaha mengirimkan perintah melalui telepati agar Gita mengambilkan makanan untuknya


Dan seperti Gita pun mengerti dengan arti tatapan Ryu, tanpa banyak bicara Gita pun mengambilkan nasi serta lauk pauknya ke dalam mangkuk nasi lalu meletakan nya di hadapan Ryu


Ryu mengambil mangkuk nasinya lalu dengan elegan menyantap sarapannya sambil menatap Gita penuh intimidasi seakan berkata jika masakan mu tidak enak matilah kau


Gita duduk tanpa berani mengangkat kepalanya seperti tahanan yang menunggu vonis hakim


Ryu memasukan suapan pertama nya dan mengunyahnya dengan perlahan dan tiba-tiba ia berhenti mengunyah dengan dahi berkerut dan memicingkan matanya menatap Gita


Gita semakin menunduk sambil meremas roknya dengan kedua tangan nya


Sedangkan Ryu kembali mengunyah makanan nya lalu menelannya dan kembali menyuapkan sarapan nya hingga tandas satu mangkuk


Setelah selesai Ryu meletakan mangkuknya lalu mengambil segelas air putih yang sudah Gita siapkan


" Not bad !" ucap Ryu sambil berdiri meninggalkan Gita yang masih duduk dengan kepala menunduk


Ryu menyalakan sebatang rokok sambil duduk bersandar di ruang tamu dengan kami diletakan di atas meja


Sedangkan Gita segera menyantap sarapannya dengan cepat agar bisa segera menyingkir dari hadapan Ryu


Tapi sepertinya harapan Gita tidak sesuai dengan kenyataan, begitu ia selesai membereskan bekas makan nya Ryu memanggilnya dan menyuruh nya duduk di hadapannya


" Kamu tau alasan Kei di panggil ke perusahaan induk ?!"


Gita hanya menggeleng kan kepalanya karena ia memang tidak tau alasan sebenarnya mengapa Kei harus pulang


" Alasannya adalah kamu !" tunjuk Ryu pada Gita


" Saya ? memang salah saya apa tuan ?!" Gita nampak kebingungan dengan ucapan Ryu


" Kamu tidak salah, yang salah itu Kei dan kakak mu !" jawab Ryu semkin membuat Gita tidak mengerti apa hubungannya antara Kei dan kakaknya


" Maksud anda tuan, saya semakin tidak mengerti !"


" Maksud nya adalah Kei salah karena mencintai kamu yang memiliki kakak seorang pelacur, jelas ?!"


Seketika wajah Gita pucat pasi, tangannya mengepal ia tidak mengerti bagaimana keluarga Kei mengetahui pekerjaan Mega sedangkan Gita hanya pernah bercerita pada Kei saja, apa Kei yang menceritakan tentang keluarganya pada keluarga Kei ?


Tapi Ryu seperti nya mengetahui apa yang berkecamuk di benak Gita


" Bagi kami mencari informasi tentang orang lain itu sangat mudah !"


Dan Gita pun semakin menundukan kepalanya ia juga sadar dengan keadaan keluarganya tapi apapun yang terjadi semua di luar kuasanya


" Apa yang sebenarnya anda inginkan tuan ?!" Mega berusaha tegar


" Kalau boleh jujur aku ingin segera pulang ke negaraku dan bekerja seperti biasanya tapi karena ulah adik ku sekarang aku harus menjaga mu dan menjalankan perusahaan nya !"


Ryu terlihat kesal dengan kenyataan yang harus ia jalani


" Maaf tuan anda tidak usah repot-repot menjaga saya, saya bisa menjaga diri saya sendiri !" jawab Gita


" Aku juga tidak punya banyak waktu untuk menjagamu tapi masalahnya aku sudah berjanji pada adik ku itu !" suara Ryu mulai meninggi


" Lalu saya harus bagaimana tuan ?!" Gita sudah mulai kesal dengan Ryu yang seakan menyalahkannya


" Lakukan apa yang biasa kamu lakukan, jangan buat masalah, jangan menganggu ku, dan semoga Kei cepat bisa kembali ke sini !"


" Memangnya tuan Kei berapa lama berada di sana ?!" Gita ingin tau karena Kei tidak mau memberitahunya


" Tidak tau, bisa setahun, dua tahun, atau selama nya !" jawab Ryu santai


Seketika Gita mendongak kan kepalanya menatap Ryu yang kembali duduk dengan santai, kalau memang tidak ada kepastian buat apa ia tinggal di apartemen milik Kei apalagi dalam pengawasan laki - laki aneh seperti Ryu


Sepertinya aku harus mulai menata hidupku kembali, aku harus mulai dari awal lagi, aku yakin aku akan baik - baik saja


Gumam Gita dalam hati, Gita yakin dengan jalan yang akan di tempuh nya dan itu tanpa Ryu atau Kei di sisinya