
Luna begitu terpesona oleh sosok Ryu yang berjalan menuju ruangan
setiap hari sengaja ia datang lebih awal dan pulang lebih akhir agar bisa melihat Ryu yang menurutnya lebih baik dari Kei
Tapi sejak kemunculannya yang tiba-tiba belum pernah sekalipun Luna mendapat kesempatan untuk bisa berbicara walaupun soal masalah pekerjaan
Hanya level manager ke atas yang bisa menemuinya sedangkan untuk orang selevel Luna semuanya harus berhenti di meja Yola
Seperti pagi ini Luna sudah berada di lobby dengan penampilan terbaiknya, ia sengaja berlama-lama disana menunggu kedatangan Ryu
Dan benar saja tidak lama kemudian terlihat sosok Ryu yang sejak tadi di tunggunya memasuki lobby
Luna lalu merapikan pakaiannya dan berjalan pelan menuju lift agar nanti ia bisa berpapasan dengan Ryu ketika akan memasuki nya
Sepertinya nasib baik tengah berpihak kepadanya, Ryu memasuki lift bersamaan dengan dirinya
" Selamat pagi tuan !" sapa Luna dengan senyum terbaiknya
dan Ryu hanya meliriknya dan menganggukkan sedikit kepalanya tanpa senyum
Luna sedikit kesal diperlakukan seperti itu tapi ia tidak bisa berbuat apa-apa hingga pintu lift terbuka
Ryu langsung keluar dari lift tanpa menoleh nya dan Luna pun berjalan dibelakang Ryu menuju ruangannya dengan wajah kesal hingga tiba-tiba Ryu membalik kan badannya
" Hey..apa kamu kenal Gita ?" dengan sedikit ragu Ryu bertanya pada Luna
Luna terdiam beberapa saat karena tidak menyangka jika Ryu akan berbicara pada nya
" Ma..maksud tuan Gita yang dulu bekerja di sini ?!" jawab Luna gugup
" Ya !" jawab Ryu singkat
" Ke..kenal tuan ! jawab Luna penuh semangat karena pada akhirnya ia bisa berbicara berdua dengan Ryu
Walaupun dengan topik yang sangat dibencinya yaitu soal Gita
" Ikut saya !"
Tiba-tiba saja Ryu mengajak Luna memasuki ruangannya yang tentu saja di sambut baik oleh Luna yang berjalan dengan bangganya di samping Ryu
Sementara itu Yola yang baru saja tiba merasa aneh dengan pemandangan didepannya, karena selama ini majikan barunya sangat anti jika harus berhubungan langsung dengan bawahannya kecuali ada sesuatu yang penting, lalu hal penting apa yang membuat Ryu mengajak Luna keruangan nya membuat Yola langsung berprasangka buruk
Jangan - jangan tuan Ryu sudah terjebak oleh rayuan nya si Luna, haduh bisa gawat ini
Gumam Yola yang sudah mengenal Luna cukup lama sehingga ia tau dengan sifat Luna yang selalu berambisi menjadi nyonya besar dan ia akan mewujudkan itu dengan berbagai cara
Yola bergegas menyusul kedua orang itu, ia harus tau apa yang mereka rencanakan
Yola bergegas menyimpan tas nya lalu ia menuju pantri untuk membuatkan teh herbal yang biasa Yola sajikan di meja Ryu setiap paginya
Yola mengetuk pintu lalu tanpa menunggu jawaban Yola langsung masuk dengan nampan di tangannya
"Selamat pagi tuan..eehh..maaf saya kira tidak ada tamu !"
Yola langsung menghentikan langkahnya dan pura -pura kaget dengan kehadiran Luna di ruangan Ryu
" Tidak apa Yola masuk saja !" perintah Ryu tanpa perduli pada tatapan Luna yang mendelik tajam ke arah Yola
Sedangkan Yola dengan santainya meneruskan langkahnya mendekati meja Ryu dan menyimpan cangkir teh nya di meja
" Maaf tuan hanya mengingatkan jam sembilan nanti anda di tunggu di PT Shangrilla !" ucap Yola sambil berdiri di hadapan Adam tanpa menoleh sedikitpun ke arah Luna
Seketika Ryu langsung melihat arlojinya lalu menatap Luna
" Seperti nya kita batalkan pembicaraan kita, mungkin nanti kalau ada waktu saya akan memanggil kamu kembali !" ucap Ryu dengan wajah datarnya
Luna sangat kesal sekali mendengar ucapan Ryu padahal dia sudah berharap banyak jika pembicaraan ini akan membuka jalan untuk pertemuan berikutnya
Tapi Luna tidak bisa berbuat apa-apa, ia pun hanya bis tersenyum walaupun hati nya kesal bukan main
Tenang Luna...masih banyak waktu, sabar....
Gumam Luna dalam hati sambil berdiri lalu pamit pada Ryu yang hanya sedikit menganggukkan kepalanya
Luna berjalan menuju pintu keluar dengan anggun dan ketika sampi di meja Yola wajah Luna berubah sinis lalu setelah melihat sekitarnya dengan sengaja Luna menyenggol gelas yang berisi air putih milik Yola hingga tumpah membasahi meja dan kursinya
Dengan tanpa rasa bersalah Luna kembali berjalan dengan anggun menuju ruangannya
Sementara itu Yola nampak menyiapkan berkas di meja Ryu sambil berusaha mengorek informasi tentang keberadaan Luna di ruangan Ryu
Yola bertingkah seolah mencari sesuatu di meja Ryu hingga membuat Ryu heran
" Apa yang kamu cari ?!" tanya Ryu
" Laporan yang di bawa Luna apa anda menyimpan nya ?!" tanya Yola sambil kembali pura - pura mencari
" Seingatku Luna tidak membawa laporan apa-apa !" jawab Ryu menatap Yola
" Oh maaf tuan saya pikir Luna hendak menyerahkan laporan bulanan nya, tapi karen saya belum datang jadi Luna mengantarkan langsung ke ruangan anda !" dalih Yola
" Oh tidak Yola, aku memanggilnya hanya mau bertanya soal Gita karyawan yang dulu pernah bekerja di sini, apa kau mengenalnya ?!" terang Ryu tanpa menaruh curiga
" Oh Gita tentu saja tuan saya mengenalnya, apa anda mengenalnya juga tuan ?!" tanya Yola asal
" Iya aku mengenalnya !" jawab Ryu dengan santainya
Ia tidak menyadari Yola yang sangat terkejut mendengar jawaban nya
" A..apa saya tidak salah dengar tuan, bukannya tuan baru datang belum lama ini jadi mana mungkin anda mengenal Gita ?!" tanya Yola penasaran
" Aku mengenalnya tidak sengaja , kebetulan dia bekerja sebagai asisten rumah tangga di apartemen Kei !" kembali Ryu menjawabnya dengan tenang
Begitu mendengar jawaban Ryu seketika mata gol membeliak dengan mulut terbuka
" A..apa.tuan, Gita bekerja di apartemen tuan Kei ?!" tanya Yola lagi untuk meyakinkan jika pendengaran nya tidak salah
" Iya, dia bekerja di sana tapi sudah dua hari ini dia menghilang, makanya aku bertanya pada Luna siapa tau dia mengetahui tempat tinggal Gita !" terang Ryu
" Ma...maaf tuan, setau saya Gita di sini merantau tidak punya keluarga atau sanak saudara dan ia pun tidak punya tempat tinggal !" terang Yola masih dengan wajah tidak percaya jika selama ini Gita bekerja di apartemen tuan Kei
Mendengar itu Ryu langsung menatap Yola dengan dahi mengernyit
" Lalu selama dia bekerja di sini ia tinggal dimana ?"
Ryu semakin penasaran dengan kehidupan Gita
" Setau saya ia tinggal di kost-kost an tuan, tapi setelah tidak bekerja di sini Gita pindah ke tempat lain dan sampai sekarang saya belum pernah bertemu lagi !" terang Yola
" Lalu apa kamu tau alasan dia di PHK ? karena di laporan hanya tertulis jika ia melanggar aturan saja !" kembali Ryu bertanya
" Begini tuan, saya tidak tau awalnya seperti apa tapi tiba-tiba tersebar foto - foto Gita dengan beberapa lelaki paruh baya di hotel dan di night club, bahkan ada foto saat Gita tengah di jemput di halte depan pada sore hari dan malam nya ia nampak menaiki mobil berbeda dengan pria berbeda pula !" terang Yola sambil menatap Ryu ingin tau tanggapan Ryu soal ceritanya
" Lalu apa HRD menanyakannlangsung pada Gita ?!" tanya Ryu lagi
" Tentu saja tuan, Gita di interogasi oleh pihak HRD dan Gita pun mengakui jika wanita yang ada di foto-foto itu adalah dirinya !" jawab Yola lagi
Ryu terdiam berusaha mencerna semua cerita Yola mengenai kehidupan yang di jalani oleh Gita
" Kalau soal itu aku masih bingung, karena yang aku lihat dia memang wanita baik tapi mendengar ceritamu membuat aku berfikir ulang, apa dia memang wanita baik atau hanya pura - pura baik !"
Ryu menatap ke depan seolah sedang membandingkan antara apa yang dia lihat dengan apa yang dia dengar, mana yang harus ia percaya
Gita menatap saldo tabungannya yang berkurang banyak, ia harus mulai mencari pekerjaan jika masih ingin hidup
Tapi di pinggiran kota seperti ini apa yang bisa ia lakukan, mengingat keahlian hanya menari
Gita menutup bukunya tabungan itu kalau menyimpannya di tempat aman
Sebaiknya aku pergi sekarang, dapat atau tidak setidaknya aku sudah berusaha dan semoga hari ini nasib baik berpihak padaku
Gumam Gita menyemangati dirinya, lalu setelah menyiapkan semunya Gita pun beranjak dari kontrakannya hendak berkeliling mencari pekerjaan
Hari sudah menjelang sore tapi belum ada tempat yang membutuhkan keahliannya
Gita melihat sebuah warung nasi lalu ia memutuskan untuk beristirahat disana
Warung nasi itu sangat sederhana, hanya sebuah saung yang dipagari bambu dengan kursi dan meja kayu dan beralaskan tanah
Terdapat bangunan permanen berukuran kecil yang menyambung dengan warung tersebut yang berfungsi sebagai dapur dan tempat tinggal siempunya
Diteras rumah itu terdapat meja yang cukup besar untuk menata berbagai macam makanan
" Mau makan neng ' ?" sapa seorang wanita berusia sekitar empat puluhan
" I..iya Bu !" jawab Gita gugup
" Oh silahkan ambil sendiri nasi dan lauk nya !" ucap si wanita tadi sambil menunjukan piring dan tempat nasi pada Gita
Gita mengambil nasi yang ia siram dengan sayur lodeh dan sepotong tempe
Gita duduk di kursi paling pojok lalu mulai menyantap makanannya
Baru beberapa suap Gita makan tiba-tiba banyak orang masuk ke dalam warung tersebut, sepertinya orang - orang yang baru pulang bekerja atau hendak bekerja shif malam
Suasana mulai riuh wanita yang menyapa Gita tadi nampak kerepotan melayani para pembelinya
Beberapankali ia berteriak pada dua karyawan membantunya agar lebih cepat mengambil piring kotor atau memberikan air minum
Belum lagi tukang masak yang ia terima juga karena beberapa gorengan yang sudah habis sedangkan pembeli masih mengantri
Gita memperhatikan kondisi itu yang berlangsung hingga dua jam, setelah itu warung kembali sepi hanya ada beberapa orang yang keluar masuk untuk makan di situ atau untuk dibawa pulang
Heum.. aku akan mencoba meminta pekerjaan pada ibu itu, siapa tau dia sedang membutuhkan pegawai
Gumam Gita sambil berjalan mendekati wanita yang menyapanya tadi
" Eh..si Eneng yang tadi, aduh maaf ya tadi rame banget sampai si neng nya kelamaan nunggu !" ucap si ibu itu tidak enak hati
" Tidak apa Bu, lagipula saya tidak buru-buru !" jawab Gita sambil tersenyum
" Ini Bu tadi saya makan sama sayur lodeh dan tempe goreng !" Gita menyodorkan yang lima puluh ribuan
" Aduhh...uang pas aja !" ucap si ibu sibuk mencari kembalian
" Memangnya berapa ya Bu ?" tanya Gita
" Enam ribu aja neng !" jawab si ibu ramah
Gita terbengong mendengar jumlah uang yang harus ia bayarkan untuk makanan yang tadi ia makan, ia tidak percaya jika sepiring nasi serta sayur dan tempe hanya enam ribu saja
Gita merogoh tas nya lalu mengeluarkan uang sejumlah yang ibu itu minta
" I..ini Bu !" Gita menyerahkan uang ditangannya
" Makasih ya neng !" ucap ibu itu sambil memasukan uang nya ke dalam kantong yang terdapat di apron nya
" Ehmm..maaf Bu boleh saya bertanya ?" Gita terlihat gugup
" Iya Neng ada apa ya ?" tanya ibu itu penasaran
" Maaf Bu sebelumya, saya sedang mencari pekerjaan siapa tau ibu membutuhkan tambahan pegawai, bagian apa saja saya mau Bu !" tanya Gita penuh harap
Ibu itu memandang Gita dari atas ke bawah dengan mengernyitkan keningnya
" Aihh..si neng suka bercanda masa cantik- cantik kerja di sini, harusnya si neng itu kerja di kantor kayak orang-orang !" jawab si ibu sambil tersenyum
" Saya juga maunya kerja kantoran Bu, tapi saya enggak sekolah dan enggak punya keahlian, saya cuma punya tenaga saja Bu, saya mohon ibu terima saya kerja di sini yang penting saya bisa makan sama bisa bayar kontrakan !" Gita memelas memohon kebaikan hati ibu itu
Mendengar penuturan Gita si ibu itu nampak terenyuh, ia menarik napas dalam sambil menatap Gita dan melihat warungnya
" Neng yakin mau kerja di sini, kerjanya cape gajinya juga kecil !" tanya ibu itu sambil menatap Gita
" Tidak apa Bu, seperti saya bilang tadi yang penting saya bisa makan sama bayar kontrakan !" jawab Gita antusias
Ibu pemilik warung nampak terdiam sejenak menimbang keputusan apa yang hendak ia ambil
Setelah beberapa saat ini itu pun berkata
" Baiklah si neng boleh bantu-bantu di sini, tapi dengan syarat harus rajin dan jujur karena saya jualan di sini modal percaya !" ucap si ibu sambil menatap Gita
" Baik Bu saya akan ingat syarat dari ibu !" jawab Gita penuh semangat
Si ibu mengajak Gita ke dalam rumahnya menemui karyawan nya yang tengah beristirahat
" Mbak kenalin ini karyawan baru mulai besok dia bakal bantu-bantu di sini !" ucap si ibu
" Aku Lastri tapi orang-orang sering panggil aku ibu Las saja, dan ini mbok tsum nama kerennya MTi dia bagian masak sama mbak Yati, nah yang itu namanya Nani sama Susi meraka bagian depan dan terakhir Ceu Yayah, dia bagian masak nasi sekaligus keamanan !" terang Bu Las sambil tersenyum ke arah Ceu Yayah yang bertubuh tinggi besar
Kelima wanita itu menyalami Gita bergantian, apalagi Nani sama Susi mereka sudah ribut saja begitu mengetahui ada pegawai baru
" Oh.. akhirnya penderitaan ku berakhir !" Nani memulai aksi dramanya
" Betul Nan, sekarang pekerjaan kita berkurang !" jawab Susi sambil menepuk bahu Nani
" Oh iya hampir lupa namanya siapa neng geulis ?!" tanya Bu Las menatap Gita
" Saya Gita Bu !" jawab Gita malu-malu karena disebut neng geulis oleh Bu Las
" Besok kamu datang pagi-pagi ya sekitar jam enam, nanti langsung kebelakang saja lewat pintu samping !" perintah Bu Las
" Baik Bu !" jawab Gita
" Ya sudah sekarang kamu pulang terus istirahat biar besok pagi tidak kesiangan. !"
" Baik Bu, mari semua saya permisi dulu !" pamit Gita pada semua teman barunya
Gita sampai di kontrakannya menjelang malam, ia segera membersihkan dirinya lalu berbaring sambil tersenyum bahagia
Akhirnya aku mendapat pekerjaan, walaupun hanya di warung nasi yang penting bisa membuatku bertahan hidup
Gumam Gita sambil menutup matanya yang sudah berlinang air mata
Ia tidak menyangka jika kehidupan nya akan seperti ini tapi Gita tidak bisa mengeluh ia harus kuat menjalani apapun yang ada dihadapannya karena hanya itu yang bisa ia lakukan