
Gita duduk dengan kepala bertumpu pada tangan kanan nya
Didepan nya nampak Dedi, Uus dan Agus duduk mengelilingi Gita
" Aku mesti gimana dong ?" tanya Gita sambil memandang teman-teman nya
" Ya mau gimana lagi neng, orang tuan bos kok orang nya siapa yang berani larang !" jawab Uus dengan wajah kesal
" Tapi Gita risih kang Uus takutnya orang salah faham !" jawab Gita dengan wajah cemberut
" Tenang saja cuma kita-kita aja kok yang lihat !" jawab Agus
" Tapi tetep aja gak enak mas !" jawab Gita sambil berdecak kesal
Tidak berapa lama pak Wisnu nampak memasuki ruangan adm nya dimana terlihat beberapa anak buahnya sedang duduk berkumpul
" Loh kalian kenapa masih di sini, enggak pada malam siang apa ?" tanya pak Wisnu
" Sebentar lagi pak masih penuh banget !" jawab Dedi
" Oh ya sudah saya keruangan saya dulu !" jawab pak Wisnu
" Eh pak maaf apa saya bisa bicara sebentar ?" tanya Dedi
Pak Wisnu sontak menghentikan langkahnya ketika mendengar panggilan dari Dedi
" Ada apa kok kayaknya serius amat !" tanya pak Wisnu
" Begini pak kita berkumpul di sini sedang membicarakan soal tuan bos yang sering keruangan ini !" ucap Dedi
Mendengar ucapan Dedi pak wisnu pun menarik napas panjang lalu menyandar pada tembok dibelakang nya sambil melipat kedua tangan nya di dada
Wisnu bukan nya tidak tau soal sikap Kai yang selalu memperlakukan Gita dengan intim tapi wisnu juga bingung bagaimana cara menegur bos besar nya itu
" Sebenarnya saya juga bingung Ded, mau dilarang dia yang punya pabrik tapi di biarkan juga saya merasa risih !" jawab pak wisnu
" Terus kita mesti gimana nih pak ?" tanya Dedi lagi
" Mungkin nanti saya akan coba bicarakan dengan pak manager siapa tau beliau bisa memberikan saran !" jawab pak wisnu
" Dan kamu Gita mungkin untuk sementara setiap sore saya akan kirim kamu ke lapangan biar tuan bos Dedi yang ngadepin !" ucap pak Wisnu
mendengar ucapan pak Wisnu membuat Gita langsung menegak kan tubuhnya sambil tersenyum
" Siap pak ....saya siap melaksanakan tugas baru !" jawab Gita penuh semangat
" Asiikkk...neng Gita nanti bantuin Uus ya !" ucap Uus dengan antusias
" Okee...!" jawab Gita
" Kalau begitu kami pamit makan siang dulu ya pak " ucap Dedi
" Iyaa.." jawab pak Wisnu
Lalu mereka berempat pun meninggalkan ruangan gudang menuju kantin untuk makan siang
Gita bergegas keluar dari ruangan nya begitu menyadari jika sore ini Kei tidak mengunjungi ruangan nya
" Lu mau kemana sih buru-buru banget ?" tanya Dedi
" Mau ketemu temen udah janjian !" jawab Gita sambil memeriksa ponselnya melihat kalau ada pesan baru
" Temen apa temen ?" tanya Dedi sambil menarik turunkan alis nya dengan senyum menggoda
" Temen lah..." jawab Gita sambil tersenyum
Lalu mereka pun bergegas menuju pintu gerbang gudang dimana Uus dan Agus sudah menunggunya
Gita berjalan keluar dari gerbang tempat kerja nya menuju ke halte bus yang tidak terlalu jauh setelah mengganti pakaian nya di toilet depan tadi
Gita pun duduk menunggu Adam yang akan menjemputnya untuk memenuhi undangan makan malam dari Tuan Rey
Setelah menunggu beberapa saat terlihat sebuah mobil Mercedes warna silver berjalan perlahan menuju halte dimana Gita terlihat sedang memainkan ponselnya
Mobil itu berjalan perlahan melewati halte lalu berhenti tidak jauh dari halte
Nampak Adam turun dari mobil tersebut lalu berjalan menuju Gita yang masih memainkan ponselnya
Halte nampak lengang hanya ada tiga orang termasuk Gita yang duduk di sana saling berjauhan
" Selamat sore nona maaf menunggu lama " sapa Adam berdiri tepat dihadapan Gita
Mendengar suara yang dikenalnya sontak Gita mengangkat kepalanya dan seketika Gita bangkit dari duduknya begitu melihat Adam yang berdiri dihadapan nya
" Oh selamat sore tuan maaf saya tidak melihat kedatangan anda " jawab Gita sambil mengangguk hormat kepada Adam
" Apa kita berangkat sekarang nona ?" ajak Adam
" Oh tentu saja " jawab Gita
Lalu Adam pun berjalan di ikuti oleh Gita dan Adam pun membukakan pintu mobil nya untuk Gita
" Terima kasih tuan " ucap Gita sambil duduk di jok depan
Lalu Adam pun duduk di balik kemudi di samping Gita dan perlahan mobil itu berjalan membelah keramaian kota dengan langit yang mulai redup
Sementara itu tidak jauh dari halte nampak Luna berada di dalam mobilnya tersenyum sinis memandang ke arah Gita dengan ponsel di tangan nya dimana Luna berhasil mengambil beberapa foto Gita yang tengah berbincang dengan pria paruh baya dan Gita pun terlihat memasuki mobil pria tersebut
Heum...ternyata benar apa yang dikatakan oleh Arga kamu ternyata hanya seorang wanita murahan
Gumam Luna lalu dengan perlahan Luna pun mengikuti mobil yang dikendarai oleh Adam dan Luna pun segera menghubungi Arga
Adam memarkirkan mobilnya disebuah hotel mewah lalu mengajak Gita untuk masuk bersamanya
Gita memandang kagum akan kemewahan hotel tersebut, sepertinya hanya orang kaya saja yang mampu untuk menginap di hotel semewah ini pikir Gita
Adam membawa Gita memasuki lift khusus menuju rooftop dimana terdapat restauran yang hanya boleh dimasuki oleh orang tertentu saja
Setelah beberapa saat mereka pun sampai di gedung paling atas hotel tersebut dan nampak sebuah restauran yang sangat elegan hingga membuat Gita sedikit ragu untuk memasukinya
Adam yang melihat keraguan di wajah Gita pun menghentikan langkahnya
" Maaf tuan apa kita tidak salah tempat ?" tanya Gita
" Tentu saja tidak nona, tuan Rey sudah menunggu anda di dalam sana !" jawab Adam sambil tersenyum
" Tapi tuan saya merasa pakaian saya tidak cocok untuk memasuki tempat semewah ini " ucap Gita sambil menunduk memandang pakaian sederhana nya
Adam tersenyum mendengar ucapan Gita barusan lalu Adam pun meyakinkan Gita jika itu bukan suatu masalah
Setelah mendengar penjelasan dari Adam dengan perlahan akhirnya Gita pun melangkahkan kakinya memasuki restauran tersebut
Adam dan Gita disambut dengan ramah oleh seorang wanita muda dengan pakaian formal
Setelah menyebutkan nama Reynald mereka pun diarahkan menuju ruangan khusus dimana tempat tersebut memiliki view terbaik
Wanita tadi mengetuk pintu ruangan VVIP itu lalu terdengar sahutan dari dalam dan dengan perlahan wanita itu membukakan pintu dan menyilahkan Adam serta Gita untuk masuk
Terlihat sebuah ruangan yang cukup luas dengan sebuah meja dan empat kursi berada di samping jendela kaca yang langsung menampilkan pesona malam kota besar dengan gemerlap lampu warna warni yang terlihat sejauh mata memandang
Gita berdiri agak lama dengan wajah penuh kekaguman hingga mengabaikan keberadaan Adam dan Rey yang tersenyum melihat wajah Gita yang berbinar takjub melihat pemandangan dihadapan nya
Hingga sebuah deheman membuyarkan konsentrasi Gita dan terlihat Gita sangat malu setelah menyadari jika Rey dan Adam sudah duduk menunggunya
" Ma..maaf tuan !" ucap Gita sambil menduduki kursinya yang sudah di siapkan oleh wanita tadi
Tidak berapa lama seorang pria dengan pakaian khas seorang chef memasuki ruangan tersebut
" Permisi tuan apa saya boleh menawarkan menu spesial malam ini ?" tawar nya
" Oh tentu saja aku penasaran dengan menu spesial mu kali ini !" jawab Rey antusias
" Bagaimana dengan anda nona ? saya akan buatkan hidangan penutup spesial hanya untuk anda " ucap chef tersebut
" Oh..iya terima kasih sebelum nya " jawab Gita sambil tersenyum
" Kalau begitu saya permisi untuk menyiapkan semuanya " pamit chef tersebut
" Silahkan ..!" jawab Rey tersenyum ramah
Setelah kepergian chef tersebut Rey lalu memandang Gita yang masih mengedarkan pandangan nya pada sekeliling ruangan tersebut
" Apa kabar mu Gita sudah lama kita tidak bertemu " tanya Rey sambil memandang ke arah Gita
" Baik tuan, bagaimana dengan anda ?" tanya Gita
" Tidak sebaik dirimu !" jawab Rey
" Kenapa begitu tuan apa anda sakit ?" tanya Gita dengan wajah khawatir
" Oh..tidak aku hanya sibuk dengan pekerjaan yang Adam berikan kepadaku !" jawab Rey sambil melirik ke arah Adam yang duduk di samping nya
" Saya hanya tidak suka melihat anda melamun tuan, makanya saya beri anda pekerjaan yang sangat banyak !" jawab Adam santai tanpa merasa bersalah sedikit pun
Mendengar jawaban dari Adam seketika Gita tersenyum dan Rey hanya mendecih kesal
" Oh iya Gita sebenarnya ada hal yang ingin aku bicarakan dengan mu " ucap Rey setelah beberapa saat
" Soal apa ya tuan ?" tanya Gita penasaran
" Eehmmm... sebenarnya aku juga bingung bagaimana mengatakan nya ...begini Gita apa kamu tidak ingin melanjutkan pendidikan mu ?" tanya Rey setelah ragu untuk beberapa saat
" Sebenarnya saya sangat ingin tuan tapi kebetulan uang saya belum cukup tapi mudah-mudahan tahun depan saya bisa melanjutkan pendidikan saya " jawab gita
" Bagini Gita ...bagaimana kalau aku membantu mu membayar biaya awal kuliah mu ?" tawar Rey sambil memandang wajah Gita yang terlihat kaget dengan tawaran nya
" Terima kasih sebelum nya tuan tapi saya tidak bisa menerimanya " jawab Gita sambil menundukkan wajahnya
" Aku tau kamu akan menolaknya, tapi tidak apa " jawab Rey sambil tersenyum masam
" Maaf kan saya tuan bukan maksud saya menolak niat baik tuan, tapi saya tidak mau merepotkan apalagi ini bukan biaya yang kecil " jawab Gita
" Iya tidak apa Gita aku mengerti " jawab Rey sambil tersenyum
" Tapi ingat ya Gita jika kamu dalam kesulitan jangan sungkan untuk meminta bantuan ku atau kamu bisa menghubungi Adam " ucap Rey sambil menoleh ke arah Adam disebelahnya
" Baik tuan terima kasih sebelum nya " jawab Gita merasa lega karena Rey tidak marah dengan penolakan nya
Tidak berapa pintu ruang di ketuk dan ketika pintu terbuka nampak seorang pelayan dan chef yang tadi datang membawa troli penuh dengan makanan
" Silahkan nona , tuan menikmati hidangan nya semoga anda menyukainya " ucap si chef itu sambil membungkuk hormat
" Terima kasih tuan !" ucap Gita dengan mata yang tidak lepas dari hidangan yang memenuhi meja nyan
" Terima kasih Frans , aku selalu menyukai masakan mu kapan-kapan aku akan mampir ke rumah mu , aku rindu masakan Sonia " ucap Rey
" Tentu tuan pintu rumah saya selalu terbuka untuk anda dan Sonia pasti akan senang dengan kedatangan anda tapi jangan lupa untuk membawa oleh-oleh untuk si kembar !" jawab chef Frans sambil tersenyum ke arah Rey
" Oh..iya aku hampir lupa dengan mereka " jawab Rey sambil tertawa
" Kalau begitu saya permisi dulu silahkan nikmati hidangan nya jika membutuhkan sesuatu jangan sungkan hubungi saya " ucap chef Frans sambil membungkuk kan badan nya lalu keluar dari ruangan itu di ikuti oleh pelayan nya
Rey mempersilahkan Gita untuk menyantap hidangan nya dan tanpa di suruh dua kali Gita pun menikmati semua makanan yang chef Frans sajikan
Gita berkali-kali memberikan pujian kepada chef Frans karena kelezatan masakan nya
Sedangkan Rey dan Adam hanya tersenyum melihat tingkah Gita yang polos ketika menikmati makanan di hadapan nya tanpa sungkan juga ketika memuji chef Frans
Sementara itu terlihat Luna dan Arga di parkiran hotel dengan wajah kecewa setelah tidak bisa mengikuti Gita ke area yang lebih dalam
" Sorry Lun kuasa gue belum nyampe sana tapi setidaknya kita punya bukti kuat soal pekerjaan sampingan si Gita !" ucap Arga mencoba menghibur kekecewaan Luna
" Iya Ga gue ngerti tapi gue penasaran sama cowok yang bawa si Gita kayaknya bukan cowok sembarangan !" ucap Luna
" Pasti ...dan gue akan cari tau siapa cowok yang sudah booking dia apa cowok yang sama yang gue lihat di hotel tempo hari !" jawab Arga dengan wajah penuh tekad
Lihat saja Gita sekarang loe bisa lolos tapi besok lusa gue yakin bisa nangkep basah loe
Gumam Luna sambil menatap lobby hotel berharap Gita segera keluar dari sana