Just For Escape

Just For Escape
Bab 17



Kei masih terlihat kesal setelah apa yang dia harapkan tidak sesuai dengan kenyataan


Tapi Kei berusaah bersikap profesional ketika manager HRD mendatangi nya untuk membicarakan soal perayaan intern kedatangan Kei ke perusahaan mereka


Kei ingin mengenal para bawahannya melalui acara pesta sederhana di sebuah kafe yang akan mereka booking jumat malam nanti sepulang kerja


Kei tidak mungkin mengundang seluruh karyawannya hanya dari level kepala regu hingga manager dan staf adm


" Bagaiman tuan apa anda setuju mengenai tempat nya ?" tanya manager HRD


" Terserah saja yang penting makanan nya enak dan tempatnya luas !" jawab Kei


" Tentu tuan soal itu sudah saya perhitungkan dan mengenai biaya nya apa saya masukan ke tagihan perusahaan?" tanya manager HRD lagi


" Jangan ! ini acara pribadi jadi semuan biaya aku yang bertanggung jawab !" jawab Kei


" Oh tentu tuan rincian biayanya nanti akan saya kirimkan !" jawab manager itu


" Ya aku tunggu secepatnya !" ucap Kei


" Baik tuan kalau begitu saya permisi !" ucap HRD itu sambil beranjak dari ruangan Kei


Undangan dari direktur baru itu dengan cepat menyebar luas membuat beberapa wanita lajang histeris


Mereka langsung kasak kusuk tentang wanita seperti apa yang di sukai oleh bos mereka


Para wanita itu pun mulai browsing pakaian dan model rambut terkini juga memesan salon untuk melakukan perawatan sebelum bertemu dengan bos mereka


Tapi tidak dengan Gita, ia seperti tidak perduli dengan undangan itu, bagi Gita itu hanya undangan perkenalan biasa


Lagi pula ia sudah kenal malah pernah tidur bersama dalam mobil dengan bos barunya jadi apanya yang istimewa ?


Gita hanya disibukna bagaimana caranya ia membayar hutang pada Pratiwi secepatnya agar ia bisa terbebas selamanya


Hingga hari yang di nantikan pun tiba, para wanita nampak sudah tidak konsentrasi menunggu waktu pulang kerja


Begitu bel tanda pulang terdengar mereka langsung berhamburan menuju parkiran menaiki ojol yang sudah mereka pesan agar bisa langsung berangkat menuju salon langganan mereka


Dedi yang melihat Gita yang tidak melakukan apa pun merasa aneh


" Kamu gak pergi ke salon kayak anak adm lain nya ?" tanya Dedi


" Buat apa ? cuma makan malam perkenalan biasa kan ?" jawab Gita santai


" Iya sih tapi masa kamu gak dandan ?" tanya Dedi lagi


Mendengar pertanyaan Dedi membuat Gita tersenyum lalu mengibaskan rambut panjang nya sambil memasang wajah genit


" Aku sudah cantik walau gak pake dandan !" jawab Gita sambil mengedip kan matanya genit


" Iya juga sih !" jawab Dedi spontan yang membuat Gita tergelak lalu kembali berjalan ke arah parkiran


Tanpa mereka sadari sepasang mata mengawasi mereka dari lantai atas dengan tatapan mata yang tajam


Kenapa ia begitu bahagia ? apa yang ia tertawakan ?


Gumam Kai sambil berdiri dengan kedua tangan di dalam saku celananya memandang ke arah Gita yang tengah berjalan bersama teman-temannya


Sekarang Kei mempunyai kebiasaan baru yaitu berdiri di depan jendela ruangan nya yang meghadap ke parkiran ketika bel tanda berakhirnya jam kerja terdengar


Dan ia akan kembali duduk ketika orang yang ditunggunya sudah menaiki mobil jemputan


Nampak Gita berjalan memasuki sebuah kafe dimana sebagian besar teman nya sudah memenuhi kafe tersebut


Kei beberapa kali memeriksa arlojinya dan mengedarkan pandangan nya ke seluruh ruangan seperti mencari seseorang


Kei duduk di berdampingan dengan para manager dan assisten manager sedangkan di bagian depan berjejer kursi yang sebagian sudah di duduki para sekretaris manager dan staf adm


Gita berjalan memasuki kafe tersebut sambil mencari keberadaan teman satu ruangan nya


Beberapa karyawan ada yang mencoba mengajak Gita agar duduk di meja mereka tapi seketika pak Wisnu berdiri lalu memanggil Gita agar berkumpul bersama teman satu ruangan nya


Kei terlihat lega ketika melihat kedatangan Gita dan tersisa satu kursi kosong tepat berada di depan Kei


Kei berharap Gita menoleh ke arahnya agar Kei bisa memanggilnya dan menyuruhnya duduk dihadapan Kei


Tapi belum juga Gita menoleh ke arahnya tiba-tiba seorang wanita tanpa permisi langsung duduk tepat di hadapan Kei


" Permisi tuan maaf saya terlambat perkenalkan saya Luna saya sekretaris marketing !" ucap wanita itu dengan penuh rasa percaya diri


Kei terpaku melihat wanita dihadapan nya bukan karna kecantikan nya tapi lebih kepada sikap nya yang so' akrab dan membuat Kei kesal karna Gita malah duduk dengan teman-temannya tepat di hadapan meja Kei tanpa melirik sedikitpun ke arahnya


Wanita yang bernama Luna itu nampak tersipu ketika Kei menatapnya, ia pikir Kei terpesona oleh kecantikan nya


Sedangkan Gita malam itu mengenakan dress hitam polos selutut di padu dengan hills hitam 7cm


Rambut hitamnya yang panjang di biarkan tergerai membingkai wajah nya yang imut


Dan Gita pun hanya memoles wajahnya dengan makeup sederhana tapi tidak mengurangi kecantikan nya


Kei terlihat kesal karna wanita dihadapan nya terlalu banyak bicara hingga akhirnya Kei menyuruh manager HRD untuk memulai acaranya


Setelah sedikit basa-basi Kei di minta untuk memberi sambutan


Kei pun tidak berlama-lama hanya memperkenalkan dirinya dan meminta kerja sama semua karyawan nya demi kemajuan perusahaan dan kesejahteraan semuanya


Acar berikutnya adalah perkenalan setiap bagian, setiap bagian akan berdiri di hadapan Kei di pimpin oleh kepala bagian nya lalu menyebutkan nama dan tugas nya sebagai apa


Setiap bagian hanya dibwakili oleh tujuh orang saja mulai dari kepala bagian, foreman, empat leader dan satu adm


Hingga bagian terakhir adalah bagian gudang, semua langaung riuh bersorak karna banyak dari mereka adalah fans berat nya Gita


Pak Wisnu berdiri di hadapan Kei sambil memperkenalkan diri dan anak buahnya satu persatu


Hingga begitu pak wisnu selesai berbicara tiba-tiba beberapa karyawan berteriak


" Ayo pak duet maut dong sama Gita !" teriak salah satu karyawan


Dan di sahuti oleh karyawan yang lain hingga membuat pak Wisnu dan Gita pun berpandangan lalu pak Wisnu meminta izin kepada Kei untuk menyanyikan sebuah lagu bersama Gita dan Kei menganggukan kepalanya sebagai jawaban


Seorang karyawan berlari ke arah pak Wisnu sambil memberikan sebuah gitar, entah gitar siapa yang ia ambil


" Ayo Ta kamu pilih lagunya sepertinya penggemar kita sudah kangen denger suara mu !" ucap pak Wisnu pada Gita yang tersipu malu


Lalu Gita membisikan sesuatu ke telinga pak Wisnu yang di balas dengan anggukan tanda setuju


Terdengar petikan gitar yang di mainkan pak Wisnu dan tidak lama terdengar suara Gita menyanyikan lagu cobalah mengerti dari Momo Geisha


Lampu utama sengaja dipadamkan tersisa lampu samping yang membuat ruangan jadi temaram menambah suasana romantis


Gita duduk berdampingan dengan pak Wisnu yang memetik gitar dengan lampu terang tepat di atasnya


Pandangan Kei tidak teralihkan semenjak Gita berdiri bersama teman-temannya hingga Gita bernyanyi bersama pak Wisnu


Kei terlihat begitu terpesona oleh penampilan Gita yang sederhana di tambah suara Gita yang merdu menambah nilai plus yang kei berikan untuk Gita


Sementara Luna nampak kesal karna dari awal ia duduk di sana Kei tidak pernah perduli padanya malah terkesan mengabaikan nya


Kekesalan Luna semakin bertambah ketika Kei secara terang-terangan terlihat terpesona oleh penampilan Gita yang biasa saja di bandingkan dengan penampilan nya


Luna mengepalkan tangan nya, ia tidak akan membiarkan Gita mengambil perhatian kei mengingat banyak nya biaya yang ia keluarkan agar bisa duduk di hadapan Kei


Tanpa ada yang tau ternyata Luna menyogok sekretaris manager HRD dengan sejumlah uang agar Luna bisa duduk di hadapan bos barunya


Lihat saja aku tidak akan membiarkan siapapun menghalangi jalan ku untuk mendapatkan tuan Kei Izumi


Gumam Luna sambil menatap Gita dengan pandangan seperti ingin menelan nya hidup-hidup