Just For Escape

Just For Escape
Bab 75



Jam enam sore Gita, Nani dan Susi berjalan beriringan menuju kontrakan mereka sepanjang jalan banyak yang mereka bicarakan hingga akhirnya Gita bertanya mengenai Ceu Yayah


" Kak, sebenarnya ada cerita apa sih di balik sikap Ceu Yayah yang pendiam itu tidak seperti mbok Tsum atau mbak Yati yang seperti ibu - ibu kebanyakan ?!" tanya Gita sambil menggandeng lengan Nani


Nani tidak langsung menjawab, ia terdiam beberapa saat sambil menarik napas dalam


" Aku tidak tau yang aku dengar itu suatu kebenaran atau bukan tapi hampir semua orang meyakini jika cerita mengenai Ceu Yayah itu benar adanya !" jawab Nani


" Emang ada cerita apa soal Ceu Yayah ?!" Gita semakin penasaran


Nani melirik ke arah Susi yang berjalan di samping Gita seperti meminta persetujuan, dan Susi hanya mengangkat bahunya saja seolah membiarkan Nani mengambil keputusan sendiri


Mendapat respon seperti itu Susi hanya tersenyum masam


" Jadi gimana ceritanya kak ?!" tanya Gita sambil mengundang lengan Nani


" Sabar ih, aku lagi mengumpulkan energi dulu !" jawab Nani seolah dia akan menceritakan cerita yang sangat panjang hingga membutuhkan energi tambahan


" Lagian kakak lama amat bikin aku makin penasaran !" rajuk Gita


" Oke..oke neng geulis, jadi begini dulu Ceu Yayah seorang janda dengan satu orang anak perempuan , suaminya meninggal karena sakit dan untuk meringankan beban hidupnya Ceu Yayah pun memutuskan untuk menikah lagi dengan seorang duda !" Nani menjeda ceritanya sebentar untuk menarik napas


" Nah pada suatu hari Ceu Yayah yang pada saat itu sudah bekerja pada bu Las mendadak tidak enak hati dan memutuskan untuk pulang dulu ke rumahnya dan ternyata ketika ia sampai di depan pintu rumahnya terdengar tangisan anak nya meminta tolong, ceu Yayah yang mendengar suara tangis anak nya langsung menerobos masuk dan seketika Ceu Yayah berteriak histeris melihat anaknya dalam kondisi terikat di tempat tidur hendak diperkosa oleh ayah tirinya !"


" Ceu Yayah berusaha menolong anaknya tapi ternyata suami barunya itu malah memukulnya hingga babak belur lalu setelah Ceu Yayah tidak berdaya suami barunya itu kembali mendekati anaknya yang masih terikat di tempat tidur !"


Nani terdiam beberapa saat ternyata menceritakan kisah Ceu Yayah benar-benar menguras emosinya lalu dengan mengepalkan tangannya Nani melanjutkan ceritanya


" Waktu itu Ceu Yayah yang sudah setengah sadar tidak pantang menyerah, dengan sisa tenaganya ia merangkak mendekati gunting yang tergeletak di lantai lalu dengan sekuat tenaga ia bangun lalu menusuk punggung suaminya dengan gunting berkali-kali hingga ia pingsan kehabisan tenaga !"


" Suaminya yang terluka parah lalu berusaha keluar berniat meminta tolong pada tetangga dengan gunting masih menancap di punggungnya yang berlumuran darah, tapi baru sampai pintu depan ia sudah ambruk kehabisan darah dan meninggal !"


Gita yang mendengar cerita itu langsung mencengkram lengan Nani, ia tidak menyangka jika Ceu Yayah yang baik itu harus mengalami hal begitu tragis


" Lalu apa yang terjadi kemudian kak ?" Gita semakin penasaran


" Ceu Yayah di tangkap polisi dan dimasukan kedalam penjara dan anaknya masuk rumah sakit karena mengalami trauma , sedangkan suaminya langsung dikuburkan oleh para tetangga setelah selesai di otopsi !"


" Loh kok Ceu Yayah dipenjara sih, kan yang salah suaminya ?!" protes Gita kesal


" Yee..dengerin dulu ceritanya belum kelar !" ucap Nani kesal karena Gita memotong cerita nya


" Ceu Yayah memang dipenjara tapi tidak lama karena pengadilan menganggap apa yang dilakukan Ceu Yayah untuk membela diri jadi Ceu Yayah hanya beberapa bulan saja dipenjara setelah itu ia jadi tahanan kota yang harus lapor seminggu dua kali ke kantor polisi selama beberapa tahun kedepan !"


" Dan katanya selama ia di dalam penjara Ceu Yayah belajar ilmu beladiri dan begitu Ceu Yayah masuk penjara ia langsung berubah menjadi Ceu Yayah yang seperti sekarang, kaku, pendiam dan penyendiri !" Nani mengakhiri ceritanya


" Lalu anaknya gimana ?!" ternyata Gita masih penasaran


" Yang aku dengar sih ia dibawa ke kampung sama keluarga almarhum ayah kandungnya dan tinggal bersama mereka karena Ceu Yayah ternyata hanya sebatang kara !"


" Gita gak nyangka kalau Ceu Yayah yang baik itu ternyata pernah mengalami kejadian yang begitu tragis, kasihan ya Kak !" ucap Gita ia membayangkan betapa hancur nya hati Ceu Yayah melihat anak nya diperlakukan seperti itu oleh suami barunya dan seketika Gita pun teringat ibu kandungnya, mungkin jika ia masih hidup ia pun akan hancur hatinya melihat anak kandung nya dijual oleh ibu tirinya tanpa bisa berbuat apa-apa


Tanpa mereka sadari beberapa pasang mata nampak mengawasi mereka dari kejauhan, orang-orang itu berbaur dengan pejalan kaki lainnya sehingga kehadiran mereka tidak kentara


Mereka bertiga mulai memasuki gang menuju kontrakan mereka ketika tiba-tiba


HUAAHHAA..!!!!


Nampak seseorang loncat dari rimbunan pohon di samping gang hingga membuat ketiga gadis itu langsung berteriak ketakutan


AHHHKKKK !!


Teriak ketiganya dan saking kagetnya tanpa sadar mereka langsung memukuli orang tadi dengan tas yang mereka bawa


Aakhhh !!


Aakhhh !!!


Aakkhh !!!


Teriak ketiganya sambil terus memukuli orang yang mereka kira orang gila hingga terdengar teriakan minta ampun dari mulut orang itu


" Aduhh..ampuunn..ampuunn .... udah jangan pukul lagi ini saya Darto !" teriak orang itu yang ternyata Darto


" Mas Darto ? ya ampun mas gak apa - apa ?!" ucap Nani sambil memeriksa sekujur tubuh Darto


" ADUUHH...ADUUHH..kalian sebenarnya perempuan apa laki sih, badan ku jadi sakit semua !" rengek Darto


" Lagian salah sendiri bikin orang kaget !" dengus Susi sambil mendelik ke arah Darto


" Kan cuma becanda aja , lagian kenapa kalian udah pada pulang, mas baru mau jemput kalian !" tanya Darto sambil menatap ketiganya


" Jemput kita apa jemput dia ?!" ucap Susi sambil mencebik ke arah Nani


" Yaa....semuanya !" jawab Darto malu karena ketahuan


" Cih..modus !" dengus Susi lagi sambil menggandeng Gita menjauhi Darto dan Nani


" Ayo Ta kita pulang berdua saja daripada jadi obat nyamuk !" ujar Susi sambil menarik lengan Gita yang digandeng nya


Gita hanya tersenyum sambil melambaikan tangannya ke arah Nani dan Darto yang terlihat malu-malu


Gita dan Susi berjalan menuju kontrakan mereka hingga tiba-tiba Susi menghentikan langkahnya


" Ya ampuunn ..!" teriak Susi sambil menepuk jidatnya


" Ada apa kak ?!" tanya Gita penasaran


" Kunci kamar kakak di tas nya si Nani, kamu pulang sendiri gak apa-apa kan, kakak mau ambil kunci dulu di si Nani !" Susi meminta pengertian Gita


" Oh..iya Kak tidak apa-apa,lagian sudah dekat ini !" jawab Gita sambil tersenyum


" Ya udah kakak pergi dulu ya !" pamit Susi sambil membalik kan badannya hendak menyusul Susi yang pergi bersama Darto ke taman yang tidak jauh dari tempat mereka berpisah tadi


Gita berjalan sambil bersenandung kecil dan ketika iantiba di belokan tiba-tiba matanya melihat beberapa pria yang nampaknya mencurigakan berdiri tidak jauh dari kontrakannya


Gita langsung menghentikan langkahnya dan tanpa pikir panjang Gita langsung loncat ke rimbunan pohon pisang yang tepat berada di samping nya


Gita menyembunyikan tubuhnya sambil mengawasi pria - pria itu yang sepertinya pernah dilihatnya


Seketika mata Gita membelalak dengan mulut terbuka ketika ia melihat dua pengawal yang pernah berada di apartemen Kei


Ya Tuhan ternyata mereka adalah anak buah tuan Ryu darimana mereka tau keberadaan ku


Gumam Gita ketakutan semakin menunduk ke tempat yang lebih gelap agar tidak terlihat oleh mereka


Belum sempat ia berfikir bagaimana cara menghindari para pengawal Ryu tiba-tiba mulut Gita di bekap seseorang dari arah belakang


Gita kaget bukan kepalang, ia langsung meronta untuk melepaskan diri


Tapi sepertinya orang tersebut membekap Gita dengan kain yang sudah di beri obat bius sehingga dalam waktu beberapa detik saja tubuh Gita langsung lemas tidak sadarkan diri


Orang itu lalu membopong tubuh Gita dengan mudah lalu membawanya keluar dari rimbunan pohon pisang itu melalui jalan yang berbeda


Sementara itu Rey nampak terkejut begitu menerima laporan dari anak buahnya tentang keberadaan beberapa orang tak dikenal yang sedang mengawasi keberadaan Gita


" Siapa mereka apa kamu mengenalnya ?!" teriak Rey ketakutan


" Maaf tuan saya masih mencari informasi tentang identitas mereka !" jawab anak buahnya yang mendapat tugas mengawasi Gita


" Sial..sial ..!!!!" teriak Rey sambil memukul jok yang didudukinya


" Sabar tuan jangan dulu berprasangka buruk siapa tau mereka bukan mencari nona muda, bukan kah kontrakan itu memiliki banyak penghuni ?!" terang Adam berusaha menenangkan perasaan majikannya


" Tapi aku tidak mau kecolongan lagi Adam !" teriak Rey lagi


" Saya tau tuan jangan khawatir saya sudah menambah jumlah pengawal yang akan menjaga nona muda !" ucap Adam kembali berusaha menenangkan Rey


Sementara Ryu yang menunggu didalam sebuah mobil yang terparkir di depan sebuah ruko kosong nampak tersenyum menyeringai sambil menatap foto - foto Gita yang berhasil diambil oleh anak buahnya


Heum... akhirnya aku menemukanmu juga, mulai sekarang aku akan menjagamu lebih ketat lagi kalau perlu aku akan merantai mu agar kamu tidak bisa pergi kemanapun


Gumam Ryu menatap tajam ke dalam foto yang ia pegang sejak tadi