Just For Escape

Just For Escape
Bab 77



Ryu mencengkram kursi yang ia duduki, sejak semalam ia menunggu hingga menjelang pagi tapi tidak ada sedikitpun informasi tentang Gita seolah Gita menghilang begitu saja


Padahal anak buahnya sudah mengikuti Gita dan teman - temannya sejak meninggalkan warung tempat nya bekerja


Tapi begitu sampai di persimpangan tiba-tiba Gita menghilang begitu saja dan hanya teman- teman saja yang terlihat berjalan ke arah yang berbeda


Ryu pikir Gita sudah sampai di kontrakannya dimana beberapa anak buahnya sudah menunggu nya disana tapi ternyata anak buahnya pun tidak melihat kedatangan Gita hanya kedua teman wanita nya yang tiba diwaktu yang berbeda


Tidak lama seorang anak buahnya tergopoh-gopoh menghampiri nya


" Bagaimana ?!" tanya Ryu sambil menatap tajam ke arah.anak buahnya yang masih mengatur napasnya


" Maaf tuan, barusan saya tanya pada kedua temannya dan mereka mengatakan jika nona Gita pulang ke kampung halamannya karena ayahnya sakit keras !" jawab pria tadi sambil menundukkan kepalanya


" Pulang kampung ? tapi kapan dia perginya bukan nya kita mengikuti nya sejak dari jalan besar itu ?!" tanya Ryu seolah bertanya pada dirinya sendiri


" Maaf tuan... ternyata setelah saya lihat ada jalan lain menuju jalan besar dan kemungkinan nona Gita melalui jalan itu tanpa terlihat oleh kami !" pria itu semakin menunduk kan kepalanya karena merasa sudah mengecewakan majikannya


Ryu terdiam beberapa saat menatap ke arah anak buahnya mencoba mencari kebenaran dalam ucapan anak buahnya itu


" Baiklah kalau begitu, sepertinya kita harus merubah rencana !" ucap Ryu setelah beberapa saat


Pria itu hanya membungkukkan badannya ketika Ryu menjalankan mobilnya meninggalkan dirinya yang masih berdiri di tepi jalan


Sementara itu di sebuah tempat terpencil nampak dua orang pria terikat di kursi dengan tubuh yang babak belur di kelilingi oleh beberapa pria berbadan tinggi tegap


Rey duduk di sebuah ruangan tertutup menatap kedua tawanan nya yang sedang di interogasi oleh Adam dan anak buahnya dari balik dinding kaca satu arah


Rey nampak mengepalkan tangannya ketika mendengar jika mereka adalah orang suruhan Pratiwi dan yang lebih membuat Adam semakin murka adalah alasan Pratiwi menyuruh mereka menculik Gita tidak lain agar bisa memeras nya sebagai imbalan karena sudah mengurus Gita dari kecil


Nenek sihir sialan, tidak punya hati, setelah hampir menjual anak ku sekarang mau menculiknya demi memeras ku, sepertinya dia tidak tau sedang berhadapan dengan siapa, andai anak buah ku tidak cepat bertindak mungkin aku akan kehilangan anak ku lagi !!


Rutuk Rey sambil menatap tajam ke arah dua tawanannya itu sambil mengingat kejadian tadi malam


Flash back On


Adam dan Rey masih dalam perjalanan menuju lokasi keberadaan Gita ketika ponsel Adam berbunyi dan seketika wajah Adam terlihat tegang setelah mendengar laporan dari anak buahnya


" Ada apa Adam ?!" tanya Rey melihat perubahan pada Adam


" Sepertinya kita harus bergegas tuan, karena ada beberapa pria tengah mengintai tempat tinggal nona muda dan juga ada yang mengikuti nya !" lapor Adam dengan terbata


" Apa !! siapa mereka Adam dan apa yang mereka inginkan dari anak ku !" teriak Rey gusar


" Saya..belum tau tuan, tapi beberapa orang kita sudah berada di sana semoga mereka tidak kalah cepat !" jawab Adam berusaha menenangkan majikannya


" Cepat Adam kerahkan semua orang-orang terbaik kita, jangan sampai terjadi sesuatu pada anak ku !" teriak Rey lagi semakin panik


" Baik tuan !" jawab Adam sambil membuka ponselnya lalu melakukan beberapa panggilan dan langsung memberikan perintah pada anak buahnya


Rey semakin tidak sabar, beberapa kali ia menyuruh sopir nya untuk menambah kecepatan, mungkin kalau Adam tidak di sampingnya Rey sudah mengambil alih kemudi mobilnya dan mungkin saja mereka akan berakhir di rumah sakit


Sebuah mobil nampak menurunkan beberapa pria di berbagai tempat yang sedikit berjauhan


bagi orang awam mereka terlihat seperti para pekerja biasa yang pulang atau menuju suatu tempat tapi sebenarnya mereka adalah orang-orang yang berprofesi unik


Tugas mereka adalah menyelesaikan masalah - masalah majikan mereka walau kadang mereka harus mengotori tangan mereka bahkan sampai berlumuran darah, mereka akan melakukan semuanya hingga masalah para majikan mereka terselesaikan tanpa melibatkan majikan mereka secara langsung


Mereka adalah orang-orang terlatih dan profesional di bidangnya, bagi mereka keberhasilan tugas yang diberikan majikan mereka di atas segalanya termasuk keluarga mereka sendiri


Seperti.yang dilakukan oleh orang suruhan Adam, mereka mendapat tugas luar biasa yaitu menyelamatkan nona muda mereka dan harus mendapatkan nya tanpa ada luka sedikitpun bagaimana pun caranya dan mereka pun harus menyingkirkan orang-orang yang berani menghalangi pekerjaan mereka


Lima pria tadi langsung berada di sekeliling Gita tanpa Gita dan temannya sadari


Hingga ketika Gita sampai di belokan menuju kontrakan nya dan melihat beberapa pria asing tenaga memperhatikan kontrakan nya


Insting Gita langsung bekerja, ia langsung bersembunyi di rimbunan pohon pisang tanpa menyadari jika disana sudah ada orang yang tengah mengintainya


Lalu tanpa mengeluarkan suara sedikitpun pria tadi langsung membekap mulut Gita dengan kain yang sudah dilumuri obat bius hingga membuat Gita langsung tidak sadarkan diri


Pria tadi langsung membopong Gita dan menghubungi teman-teman nya dan hanya dalam waktu singkat Gita sudah berada dalam sebuah mobil yang membawanya menjauh dari teman tersebut tanpa ada yang mengetahui nya


Salah satu pria langsung menghubungi Adam


" Putri tidur menuju peraduannya !" ucap pria itu langsung menutup ponselnya tanpa menunggu jawaban dari Adam


Rey yang tengah panik semakin panik ketik mendengar ponsel Adam berbunyi


" Ada apa lagi Adam cepat katakan !" bentak Rey tidak sabar


" Tuan..tuan..nona muda sudah aman, mereka membawa nya ke rumah utama !" teriak Adam tanpa sadar


" Apa ! kamu yakin tidak salah info ?!" Rey seakan tidak percaya dengan pendengaran nya


" Yakin tuan, barusan team Alfa menghubungi saya dan mereka membawa nona muda dalam mobil mereka !" jawab Adam dan langsung membuka ponselnya ketika mendengar ada nada notifikasi masuk


Adam membuka sebuah pesan yang di kirim oleh team Alfa dan seketika wajah Adam nampak lega


" Lihat tuan !" Adam memperlihatkan sebuah foto Gita yang tengah tertidur di dalam mobil


" Ya Tuhan anak ku..anak ku !!" teriak Rey histeris


Rey dan Adam saling berpelukan,.mereka menangis bahagia, perjuangan mereka selama ini terbayar sudah


" Ya Tuhan Adam aku hampir lupa !" tiba-tiba Rey melepaskan pelukannya dan wajahnya terlihat bingung


" Ada apa tuan !" tanya Adam merasa heran dengan sikap majikannya


" Anak ku mau pulang tapi aku belum meyiapkan apapun, cepat kamu hubungi orang rumah siapkan kamar dan bagaimana dengan pakaian....sepatu..tas ... Aahhkkkk ..Adam tolong aku , aku tidak tau kebutuhan anak ku !!" Rey berteriak panik menatap Adam penuh kebingungan


" Tuan...sebaiknya anda tenang biar saya yang mengurus semuanya jangan khawatir saya sudah terbiasa membeli kebutuhan anak perempuan !" ucap Adam sambil menepuk lengan Rey berusaha menenangkan majikannya yang semakin panik


" Jangan sampai ada yang terlewat dan semua harus barang-barang terbaik !" ucap Rey lagi tapi wajahnya masih terlihat panik


" Baik tuan !" Adam menjawab singkat sambil menghubungi entah siapa


Sedangkan Rey nampak mengerutkan keningnya seolah tengah berpikir keras


" Adam kira-kira warna kesukaan anak ku apa ya ? jangan lupa belikan make up dan .....!" tiba-tiba Rey menatap tajam ke arah Adam yang tengah sibuk menghubungi para bawahannya


" Adam...dari mana kamu tau ukuran tubuh anak ku !" tanya Adam dengan mata menatap tajam seolah bisa merobek wajah Adam yang seketika mengangkat wajahnya


" Maksud anda apa tuan ?!" tanya Adam heran


" Kamu membelikan pakaian untuk putriku apa kamu tau ukuran tubuhnya ?!" tanya Rey menyelidik


" Saya tidak tau ukuran pakaian nona muda tuan tapi mereka tau !" jawab Adam sambil memperlihatkan tiga foto desainer pakaian, tas dan sepatu yang sudah di hubungi nya untuk datang ke kediaman Rey


" Oh...aku pikir kamu...!" Rey tidak meneruskan ucapannya tapi wajahnya terlihat malu karena sudah berprasangka buruk pada Adam


Sementara itu terjadi kehebohan di rumah utama, bagaimana tidak, nona muda mereka akhirnya ditemukan dan akan segera tiba


Rey dan Adam tiba lebih dulu dan Adam pun sibuk memeriksa kesiapan mereka menyambut nona muda yang sebentar lagi tiba


Rey mondar mandir di teras rumah seakan tidak sabar menanti kedatangan Gita


Hingga sebuah mobil Van terlihat mendekat dan seketika Rey berlari menghampiri mobil tersebut yang masih berjalan pelan


Rey menatap Gita yang tertidur pulas karena efek obat bius lalu dengan segera Rey membopong tubuh Gita seorang diri dan membawa nya ke kamar yang sudah di siapkan


Rey menolak bantuan Adam dan pak Nim kepala pelayan untuk membantunya membawa Gita


Air mata Rey sudah tidak terbendung lagi, sepanjang jalan ia terus menciumi wajah Gita yang berada dalam pelukannya walaupun Rey terlihat kesusahan Rey tidak mengizinkan siapa pun menyentuh Gita


Rey meletakan Gita dengan perlahan di atas tempat tidur dan tangis Rey kembali pecah begitu melihat tubuh Gita yang terlihat kurus dan kusam belum lagi pakaian yang Gita kenakan begitu lusuh


Rey membelai rambut Gita dan mengelus lengan juga telapak tangan Gita yang kasar karena harus bekerja keras


" Maaf kan papa nak..maafkan Papa baru menemukan mu sekarang, hidupmu pasti berat ya sayang...tapi jangan khawatir mulai sekarang kamu akan baik-baik saja, papa akan menjaga mu seumur hidup papa !" bisik Rey sambil menghapus air matanya


Gita tidak bergeming sedikitpun, apapun yang Rey lakukan padanya, mungkin efek obat bius yang membuatnya tertidur sangat pulas


" Tu..tuan maaf saya mau mengganti pakaian nona agar lebih nyaman !" ucap seorang pelayan wanita menyadarkan Rey jika dikamar itu ia tidak sendiri


" Oh..iya...tolong hati - hati ya !" jawab Rey sambil turun dari tempat tidur


" Baik tuan !" pelayan itu menjawab penuh hormat


Rey meninggalkan kamar Gita menuju ruang tamu dimana sudah ada tiga orang desainer yang menunggu nya


" Selamat malam tuan !" sapa ketiganya sambil berdiri dari duduk mereka


" Aku ingin kalian mengeluarkan koleksi terbaik kalian untuk putriku dan bawa kesini sekarang juga !"


Rey langsung mengutarakann keinginannya tanpa menjawab salam para desainer itu


Ketiga desainer itu langsung terdiam dengan tatapan tidak percaya dengan apa yang barusan mereka dengar


" Maaf tuan tapi....kami hanya memiliki beberapa koleksi saja mungkin sisanya akan kami buatkan khusus untuk putri anda !" ucap salah seorang desainer berusaha membujuk Rey agar tidak terlalu kecewa dan marah tentunya


Rey menatap Adam yang berdiri tidak jauh darinya seolah mencari jawaban akan masalah yang mereka hadapi sekarang tentang penampilan nona muda Gita


" Maaf tuan karena ini sangat mendadak, tapi anda jangan khawatir beberapa koleksi mereka cukup untuk menunjang penampilan nona muda selama satu Minggu kedepan dan saya pun sudah menyuruh pegawai kepercayaan kita di luar negri untuk membeli barang-barang keperluan nona muda yang nantinya akan diantarkan langsung menggunakan pesawat pribadi Anda dan akan tiba besok pagi !"


Terang Adam panjang lebar, Adam mengerti untuk urusan nona mudanya tidak boleh ada kesalahan sedikitpun atau akan panjang urusannya


Mendengar penjelasan Adam Rey pun mengangguk kan kepalanya dan wajahnya terlihat puas


" Baiklah kalau begitu aku percaya kan semuanya padamu !" jawab Rey sambil berlalu menuju ruang kerjanya


Rey duduk sambil menatap kembali foto dirinya da Shinta yang tengah hamil, di usapnya wajah Shinta dengan lembut


Sayang...aku sudah menemukan anak kita, dia cantik sekali seperti diri mu !


Gumam Rey pelan, ia tidak menyangka pada akhirnya ia dapat bersama dengan putri semata wayangnya


Walaupun Shinta telah tiada tapi sosok Gita mampu mengobati kekosongan hati Rey selama bertahun-tahun


Terdengar ketukan di pintu ruang kerjanya dan bapak Adam masuk di ikuti oleh pak Nim yang membawa nampan berisi dua cangkir teh


" Bagaimana apa sudah kamu urus semuanya ?!" tanya Rey menatap Adam


" Sudah tuan..tapi tadi team alpa melaporkan jika mereka berhasil menangkap dua orang penguntit nona muda dan sekarang mereka berada di markas !" jawab Adam setelah duduk berhadapan dengan Rey


" Ayo kita kesana sekarang aku ingin tau siapa yang berani mengganggu anak ku !" Rey bangkit dari duduk


" Sebaiknya anda berdua beristirahat dulu, ini sudah hampir tengah malam, anda berdua bukan robot dan usia anda berdua pun sudah tidak muda lagi !" pak Nim tiba-tiba menyela Rey yang hendak melangkahkan kakinya


Rey seperti tersadarkan, ia menatap Adam yang terlihat kelelahan, dan sebenarnya ia pun merasa lelah tapi karena kebahagiaan nya menemukan Gita sara lelah itu tidak ia hiraukan


" Sepertinya ucapan pak tua itu ada benarnya juga, memang benar sebaiknya kita istirahat dan besok pagi baru kita menuju ke markas !" ucap Rey sambil menoleh ke arah pak Nim yang tersenyum masam ketika Rey memanggil nya pak tua


" Baik tuan kalau begitu saya permisi !" sepertinya Adam memang mengharapkan Rey menyudahi aktivitas nya yang sangat melelahkan ini agar ia bisa sekedar merebahkan tubuhnya dan membiarkan tubuh lelah nya sejenak beristirahat


Dan sepertinya malam ini ia akan tertidur pulas karena nona mudanya sudah di ketemukan


Adam keluar dari ruang kerja Rey meninggalkan pak Nim dan Rey saja


" Sanim...besok pagi aku harus ke markas, kau jaga putriku dan penuhi semua kebutuhan nya, beri dia pelayan pribadi untuk melayaninya tapi jangan sampai kau katakan siapa aku sebenarnya, biar nanti aku sendiri yang mengatakan nya !" perintah Rey pada pak Nim


" Baik tuan..tapi kalau boleh saya tau siapa nama nona muda ?!" tanya pak Nim


" Namanya ..Maharani !" jawab Adam tanpa ada keraguan


" Oh baik tuan, apa ada yang lainnya ?!" tanya pak Nim lagi


" Tidak...tidak ada, kau boleh beristirahat !" jawab Rey sambil berjalan keluar dari ruang kerjanya menuju kamar pribadinya


Tapi sebelum Rey memasuki kamarnya, ia menyempatkan dirinya memasuki kamar Gita yang berada tepat di seberang kamarnya yang terhalang oleh ruang keluarga yang cukup luas


Rey membuka pintu perlahan lalu ia masuk dan berdiri di samping tempat tidur Gita


Walau dalam keremangan Rey bisa melihat Gita yang lebih segar setelah di seka dan pakaiannya di ganti dengan piyama


Rey membungkuk lalu mencium kening Gita lembut dan mengusap rambut Gita pelan


Selamat tidur putriku ...


Bisik Rey, lalu setelah membenahi selimut yang menutupi tubuh Gita, Rey pun beranjak menuju kamar tidurnya


Rey tidur terlentang di atas tempat tidurnya dengan senyum tak lepas dari bibirnya


Malam ini Rey bermimpi bertemu dengan Shinta yang berdiri di kejauhan, Shinta tersenyum bahagia ia lalu melambaikan tangannya ke arah Rey seolah hendak berpamitan dan tidak lama kemudian Shinta pun berjalan menjauhi Rey


Tapi kali ini Rey merasa tidak sedih ataupun kehilangan justru Rey merasa lega dan bahagia dan entah sejak kapan tangan Rey telah menggenggam tangan Gita yang berdiri di sampingnya sambil tersenyum ke arahnya


Flash back off