Just For Escape

Just For Escape
bab 11



Sementara itu semenjak kepergian Gita tugas Mega semakin berat, ia harus memenuhi semua kebutuhan keluarganya termasuk biaya berobat ayahnya


Dan Mega pun semakin ketat menjaga Niken jangan sampai kalah cepat dengan ibu tirinya


Sedangkan Pratiwi harus mengganti semua uang muka yang sudah diterima nya dari papi yang akan membeli Gita dulu


Sehingga ia harus berhutang pada beberapa orang dan semua pembayaran nya ia beban kan pada Mega


Tapi Pratiwi tetap masih menyebar orang suruhan nya untuk mencari Gita


Hingga Pratiwi menyebarkan berita di kalangan preman jika ia akan memberikan sejumlah uang bagi siapa saja yang mengetahui keberadaan Gita


Karna Pratiwi masih kesal dengan kepergian Gita yang membuat nya bangkrut bahkan sampai terlilit hutang


Seperti saat ini Pratiwi tengah berada di sebuah diskotik, ia mendapat kabar jika ada yang melihat Gita di sebuah klub malam


" Lu yakin kalau perempuan itu si Gita ?!" tanya Pratiwi


" Yakin banget sih engga soalnya muka nya di tutup topeng !" jawab pria itu


" Trus kalau lu gak yakin gimana gue percaya ?!" jawab Pratiwi sewot


" Tenang dulu mih, nih gue kasih fotonya biar mami sendiri yang nilai dia Gita apa bukan ?" jawab pria itu sambil memberikan ponselnya pada Pratiwi


Pratiwi mencoba melihat foto di ponsel itu dengan seksama hingga sebuah senyum terbit di bibir nya


" Akhirnya kamu ketemu juga !" ucap Pratiwi puas


" Gimana mih gue gak bohong kan ?" ucap pria itu


" Tapi dimana lu lihat ni anak ?"


" Di night club lah dimana lagi ?"


" Maksud gue tempatnya di mana ?"


" Oh kalau soal itu lumayan jauh mih , di luar pulau kalau mami mau saya antar sekarang juga !"


" Jangan sekarang besok siang kita berangkat !" jawab Pratiwi antusias


" Oke mi kita ketemu di bandara aja ya !"


" Oke, sekarang lu kirim nama tempatnya biar gue bisa booking tiket sekarang !"


Dan pria itu pun mengirimkan tempat Gita berada sedangkan Pratiwi sangat senang sekali karna menemukan ladang uangnya


Sementara itu Kei sudah berpakaian rapih dengan stelan jas nya karna hari ini akan ada serah terima jabatan antara Kei dengan bos lama atas perintah ayahnya


Kei keluar dari apartemen nya dan di halaman sudah menunggu supir yang akan mengantar nya ke perusahaan baru nya


" Selamat pagi tuan !" sapa sang supir sambil membukakan pintu belakang untuk majikan nya


" Selamat pagi juga pak !" jawab Kei ramah sambil duduk di jok belakang


Lalu mobil pun berjalan membelah ramainya jalan menuju kawasan industri yang terletak di pinggiran kota


Nampak di halaman sudah berjejer puluhan mobil tamu yang akan menghadiri pengalihan jabatan baru Kei


Begitu mobil Kei memasuki halaman pabrik beberapa staf bergegas menghampiri nya


Kei keluar dari mobilnya lalu merapihkan sedikit jas nya


" Selamat datang tuan, silahkan !" sapa seorang staf sambil menyalami Kei lalu mengantarkan nya ke ruang kerja yang berada di lantai dua


" Terima kasih !" jawab Kei sambil tersenyum


Hari ini aula office di sulap sedemikian rupa dengan beberapa bunga dan kursi serta meja yang di susun rapi


Tak lupa dua buah meja panjang berisi berbagai macam makanan dan meja-meja kecil dengan berbagai macam cemilan turut memenuhi aula tersebut


Ruang aula sudah dipenuhi oleh para tamu undangan juga staf adm yang sudah menunggu dengan sabar kedatangan bos baru mereka


Para pegawai wanita malah sudah kasak kusuk dari mulai beredarnya berita jika bos baru mereka merupakan pria lajang yang tampan juga anak dari pemilik perusahaan


Beberapa dari mereka sengaja berdandan seperti hendak ke pesta karna mereka berharap bos baru itu akan tertarik pada kecantikan mereka


Kei berjalan sambil melihat sekeliling karna baru pertama kalinya Kei ke perusahaan itu


" Silahkan tuan "! ucap staf yang mengantarnya tepat di depan pintu ruang kerja Kei


" Apa ayahku berada di dalam ?"


" Iya tuan bersama nyonya juga !"


" Oh ya sudah terima kasih !"


Lalu staf pria itu meninggalkan Kei berdiri didepan pintu ruang kerjanya


Kei tidak langsung memasuki ruang kerja nya, ia berdiri di sana cukup lama seperti menyiapkan diri pada hal yang akan ia hadapi


Setelah merapihkan pakaian nya dan menarik napas beberapa kali akhirnya Kei mengetuk pintu itu lalu membukanya setelah mendengar suara bariton dari dalam sana yang menyuruh nya masuk


" Selamat pagi Pah Mah !" ucap Kei sambil menghampiri seorang wanita cantik yang duduk anggun di sofa


" Heh anak mama kenapa kamu gak pulang ke rumah sih malah ke apartemen !" ucap Melly sambil memeluk Kei dan mencium pipi anak nya


" Maa ih kebiasaan ! pasti lipstik mama nempel di pipi Kei !" Rajuk Kei pada melly yang sedang mengusap pipi Kei


" Cuma sedikit !" jawab Melly sambil tersenyum


Kei pun beralih pada pria setengah baya yang duduk dimeja kerjanya sambil menatap tajam ke arah Kei


" Halo pah !" ucap Kei sambil mendekat ke arah ayahnya


Belum sempat Kei mendekat tiba tiba satu lemparan gulungan kertas mengenai kepalanya


Pluk !! Aaww !!


Teriak Kei sambil mengusap dahinya yang terkena lemparan


" Anatawa fu jujun'na kodomo !!


( Dasar anak durhaka !!)


Teriak Yoshihiro dengan wajah kesal, sedangkan Kei langsung bersembunyi di belakang tubuh ibunya yang sudah pasti akan membelanya


" Ma..lihat papa jahat kepalaku sakit sekali !" teriak Kei sambil mengusap kepalanya


" Mana sayang sini mama lihat !" ucap Melly sambil mengusap kening Kei yang terkena lemparan kertas


" Makanya kamu sering-sering pulang ke rumah jangan kelayapan terus dasar anak nakal !" teriak Melly sambil menarik telinga Kei hingga Kei mengaduh kesakitan


" Aduuh Maa ampun !" teriak Kei sambil mengusap telinganya yang merah


" Ingat Kei penerus papa satu-satunya jangan banyak bermain perempuan kamu harus serius urus perusahaan karna papa mau istirahat bawa mama mu pulang ke Jepang !" ucap Yoshihiro serius


Mendengar ucapan ayahnya Kei menatap mamanya yang terlihat sedih


" Mama serius mau tinggal di sana ?" tanya Kei


" Iya sayang..makanya kamu jaga diri baik baik dan ingat Kei kamu harus secepatnya bawa menantu buat mama !" jawab Melly sambil mengusap wajah Kei


Tidak berapa lama terdengar ketukan dan seorang pria masuk ke dalam ruang kerja Izumi


" Ohayogozaimasu ( selamat pagi tuan ) !" ucap pria itu sambil membungkuk kan badan nya pada Yoshihiro


" Subete no junbi wa dekite imasu ka ?" ( Semuanya sudah siap ? ) tanya Yoshihiro pada pria di depan nya


" Sudeni sa !" ( sudah tuan ) jawab pria sambil mengangguk kan kepalanya


Yoshihiro pun berdiri lalu berjalan mendekati Melly dan Kei


" Ikaghen'ni shite ( ayo )!" ajak Yoshihiro sambil menggandeng Melly dan Kei mengikutinya dari belakang


Dan pria tadi berjalan didepan karna harus membukakan pintu untuk majikan nya