Just For Escape

Just For Escape
Bab 88



Enzo menatap pintu ruang kerjanya yang tertutup rapat


Ia masih tidak percaya dengan kedatangan Stella yang seolah tidak ada masalah sama sekali


Enzo memejamkan matanya dan seketika ingatannya kembali pada saat Stella pergi meninggalkan dirinya dan Arell yang masih bayi


Flash back On


Enzo bergegas menaiki lift menuju apartemen nya sepulang dari bekerja dengan pakaian basah oleh keringat


Enzo tersenyum membayangkan tawa Arell yang menyambutnya dan tentu saja Stella juga akan menyambut nya dengan omelan dan keluhannya mengasuh Arell


Enzo tersenyum masam tapi ia masih berharap jika besok lusa Stella akan menerima dirinya dan juga Arell


Begitu Enzo keluar dari lift tiba-tiba terdengar jeritan suara bayi yang sangat ia kenal


Enzo pun langsung berlari menuju apartemennya yang berada di ujung lorong


Begitu Enzo membuka pintu matanya langsung melihat Arell yang tengah menangis di lantai beralaskan karpet


Enzo langsung meraih Arell dan mendekapnya sambil mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan mencari keberadaan Stella


" Ssstttt.....diam ya sayang.....ini Daddy cup...cup..!"


Enzo berusaha menenangkan Arell sambil memasuki kamar tidurnya berharap Stella berada di sana


" Stella....Stella ..!!" teriak Enzo


" Iyaaa...!!!" terdengar sahutan dari dalam kamar nya


Enzo bergegas memasuki kamar nya dan seketika ia terdiam melihat Stella yang tengah memasukan pakaiannya ke dalam koper


" Kamu lagi apa Stella ?!" Enzo menatap Stella yang tidak menoleh nya sama sekali


" Aku mau pergi, aku sudah tidak tahan dan jangan coba-coba untuk menghalangi ku !" jawab Stella tanpa menghentikan kegiatannya


" Maksud kamu apa ?!" Enzo menatap Stella dengan pandangan heran


Stella menutup kopernya lalu meraih tas dan berdiri di hadapan Enzo


" Kita bercerai, aku tidak akan meminta apapun termasuk hak asuh Arell tapi jangan halangi aku !" Stella berkata dengan mantap tanpa ada keraguan sedikitpun


" Tapi Stella apa salahku ?, kalau ada masalah kita bicarakan baik-baik, tidak dengan cara seperti ini !" Enzo berusaha membujuk Stella agar tidak meneruskan niatnya


Mendengar ucapan Enzo Stella mendecih sambil mendelik ke arah Enzo


" Kesalahan terbesarmu adalah kamu miskin dan kamu tau sendiri aku tidak bisa hidup seperti ini !"


Stella beranjak hendak meninggalkan kamar nya tapi Enzo berdiri di ambang pintu sambil menggendong Arell yang masih menangis


" Aku mohon Stella aku akan bekerja lebih keras lagi, aku mohon jangan tinggalkan kami !" Enzo memelas mengharap belas kasih Stella


" Tidak Enzo, sudah terlalu lama aku bersabar lagipula sekeras apapun kau bekerja tidak akan membuat mu cepat kaya !" Stella mendorong bahu Enzo yang menghalangi jalannya hingga nyaris jatuh karena kedua tangan Enzo yang memeluk Arell


" Tapi Stella bagaimana dengan Arell dia butuh kamu !"


Stella menghentikan langkahnya lalu tanpa menoleh Stella berkata


" Aku tidak mau tau, aku tidak perduli, terserah kamu !"


Lalu tanpa merasa ragu Stella keluar dari apartemen setengah berlari seolah ia sudah tidak sabar meninggalkan kehidupan nya bersama Enzo dan Arell


" Stella ...!! Stella ....!!" panggil Enzo hendak menyusul Stella tapi tangis Arell yang kelaparan membuatnya ragu antara menyusul Stella dan membuatkan susu untuk Arell


Enzo kembali kedalam rumah lalu menuju dapur dan segera membuatkan susu untuk Arell


Arell meminum susunya dengan lahap entah kapan terakhir kali Stella memberinya susu hingga membuatnya begitu kelaparan


Enzo memeluk Arell yang sedang menyusu lalu ia berdiri di dekat jendela dan menatap ke bawah dimana terlihat Stella yang menyeret kopernya menuju sebuah mobil sport dengan seorang pria berdiri di sampingnya sambil tersenyum menyambut Stella yang langsung memeluk dan mencium nya


Enzo mengeratkan rahangnya ia tidak menyangka jika Stella bisa tega berbuat seperti itu


Enzo begitu mencintai Stella hingga menutup mata akan semua kelakuan Stella baik di belakangnya atau yang terang-terangan ia lakukan di hadapan Enzo


Enzo selalu berharap jika suatu hari nanti Stella akan berubah dan mencintai dirinya juga Arell


Tapi harapan Enzo sudah musnah ketika Stella memutuskan meninggalkannya juga Arell demi pria lain


Enzo menatap Arell yang tengah menatapnya dengan mata bulatnya sambil meminum susunya


Enzo mengelus pipi gembul Arell dengan ibu jarinya dan mata Arell pun perlahan menutup hingga tidak lama kemudian Arell pun tertidur di pelukannya


Dengan perlahan Enzo meletakan Arell di tempat tidur dan Enzo pun ikut berbaring menyamping memperhatikan Arell yang tertidur pulas


Gumam Enzo sambil menatap Arell yang harus tumbuh tanpa kasih sayang seorang ibu


Flash back off


Enzo membereskan berkas di atas mejanya, ia pun lalu meraih jas yang tersampir di sandaran kursi kerjanya lalu melipatnya di lengan sambil membawa tas kerjanya menuju pintu


" May...ayo kita pulang sudah hampir malam !" ajak Enzo pada Maya sekretaris


" Silahkan tuan saya masih menunggu suami saya !" jawab Maya sambil tersenyum


" Ya sudah saya jalan duluan, kamu hati-hati ya !"


Enzo pun lalu berjalan menuju pintu lift


Enzo bergegas menuju tempat mobilnya terparkir, ia ingin segera sampai di apartemen nya


Enzo melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang karena jalan nampak penuh oleh orang-orang yang pulang bekerja seperti dirinya


Jam menunjukan angka enam lebih tiga puluh, biasanya Arell sedang belajar atau mengerjakan PR nya dibantu Mega yang sudah selesai membuat makan malam bersama bibi


Seketika Enzo tersenyum membayangkan hari-harinya yang ia lewati bersama Arell dan Mega


Enzo merasa hidupnya berubah semenjak kehadiran Mega, ia merasa lebih berarti dan lebih tenang meninggalkan Arell di rumah karena ia yakin Mega akan menjaga dan mengurus Arell dengan baik


Enzo begitu fokus melihat jalan raya hingga ia tidak menyadari sebuah mobil yang mengikuti nya semenjak ia meninggalkan tempat kerjanya


Stella menatap mobil yang dikendarai Enzo didepannya dan berusaha agar tidak tertinggal hingga Enzo membelok kan mobilnya di sebuah gedung apartemen


Enzo memasuki basemen lalu memarkir kan mobilnya di samping mobil yang digunakan oleh Mega


Enzo tersenyum menatap mobil di samping nya, lalu ia pun segera menuju pintu lift


Enzo terlihat menyapa seorang pria paruh baya lalu mereka sama-sama memasuki lift


Stella yang bersembunyi lalu keluar mendekati pintu lift untuk melihat lantai yang di tuju oleh Enzo


Stella menatap nomor lift yang di tuju lalu ia pun bergegas memasuki mobilnya dan keluar dari area basemen


Aku ingin tau siapa wanita yang sudah menempati posisiku di hati Enzo, aku harus menyingkirkan wanita itu dan mendapatkan Enzo dengan begitu Arell pun akan menjadi milik ku dan begitu juga dengan kekayaan milik papa,.setelah aku mendapatkan nya aku akan menyingkirkan anak sialan itu


Gumam Stella sambil menyeringai menatap jalanan di depannya membayangkan harta milik orang tuanya yang berada dalam genggamannya


Enzo membuka pintu apartemen nya dan seperti biasa nampak Arell yang duduk di lantai tengah mengerjakan tugasnya sekolahnya di atas meja kecil dan di samping nya Mega mengawasinya


Begitu mendengar suara pintu terbuka Arell dan Mega langsung menoleh ke arah suara


" Daddy ....teriak Arell sambil bangun dari duduknya lalu menghambur ke pelukann Enzo


Mega pun berdiri menghampiri Enzo untuk mengambil tas dan jas yang berada di tangan Enzo


" Anak Daddy lagi belajar ya ?!" tanya Enzo sambil mencium pujuk kepala Arell yang memeluk pinggangnya


" Iya Daddy Arell sedang mewarnai robot !" jawab Arell sambil menarik tangan Enzo menuju meja belajar nya


Arell memperlihatkan hasil mewarnai nya sedangkan Mega segera beranjak ke dapur membuatkan minuman untuk Enzo setelah menyimpan tas dan jas Enzo di kamarnya


Setelah bercengkrama sebentar dengan Arell Enzo lalu duduk di ruang tamu sambil menyeruput kopi yang Mega sajikan


" Kelihatannya lelah banget, lagi banyak kerjaan ya ?!" tanya Mega memulai percakapan


" Yaa...begitulah, ada klien yang ingin melakukan perubahan padahal semuanya sudah siap, jadi aku harus memulainya dari awal lagi !" keluh Enzo sambil menyandarkan kepalanya di sandaran kursi


" Ya...sabar saja, yang penting klien puas dan besok-besok kasih proyek lagi !" Mega berusaha memotivasi Enzo dan Enzo hanya tersenyum sambil menganggukkan kepalanya


Setelah lelahnya sedikit reda Enzo pun membersihkan dirinya dan Mega pun menyiapkan pakaian Enzo lalu meletakannya di atas tempat tidur


Mega dan Enzo duduk di ruang tamu setelah makan malam dan menidurkan Arell dan bibinpun sudah masuk ke dalam kamarnya untuk beristirahat


Mega menatap layar tv yang tengah menayangkan film lepas dan di samping nya Enzo beberapa kali mencuri pandang ke arah Mega


Mega yang merasa diperhatikan lalu menoleh ke arah Enzo yang tengah menatapnya


" Kenapa sih liatin aku aja ?!" tanya Mega penasaran dengan sikap Enzo yang tidak biasa


" Ada hal serius yang ingin aku bicarakan !" ucap Enzo sambil menatap Mega lekat


Mega lalu meraih remote tv lalu mengecilkan volumenya


Mega menatap Enzo yang terlihat tegang, sepertinya hal yang akan Enzo bicarakan memang sangat serius pikir Mega