
Kei nampak serius memandang laptop dihadapannya
Kadang kening nya berkerut seperti sedang berfikir keras
Hingga sebuah ketukan membuyarkan konsentrasi nya
Nampak Yola memasuki ruangan Kei di ikuti oleh Luna yang berjalan bagaikan fotomodel
" Permisi tuan Luna hendak menyerahkan laporan yang anda minta "
Kei memandang Yola sejenak lalu mengalihkan pandangan ke arah Luna tanpa ekspresi apapun
" Oohh....lain kali cukup kamu kasih Yola saja biar dia yang kasih ke saya "
Setelah berkata demikian Kei kembali menatap layar laptop seakan kehadiran Luna tidak berarti sama sekali
Sedangkan Luna mengepalkan tangannya ia merasa sangat kesal akan respon Kei terhadap dirinya
Sebenarnya Yola juga menyarankan agar berkas itu biar dia yang menyerahkan pada Kei tapi Luna memaksa dengan alasan laporan yang akan ia serahkan itu merupakan rahasia perusahaan
" Baik tuan " jawab Luna dengan nada kesal
Sedangkan Yola hanya tersenyum kecil sambil melirik Luna yang masih berdiri di samping nya dan terlihat merengut kesal
" Kalau begitu kami permisi tuan " ucap Yola sambil membalikan badannya meninggalkan ruangan Kei di ikuti oleh Luna tanpa ada sahutan dari Kei
Setelah berada di luar ruangan Yola berdiri dihadapan Luna
" Aku sudah bilang agar berkas itu kau kasih aku saja tapi kamu ngeyel untung tuan Kei tidak marah !" ceroscos Yola
" Aku hanya melakukan apa yang manager ku katakan agar berkas ini harus diberikan langsung pada tuan Kei !" bela Luna tidak mau di salahkan
" Kau pikir aku bodoh apa, kalau memang itu rahasia perusahaan bukan kamu yang di suruh mengantarkan tapi atasan mu sendiri yang akan membawa nya langsung pada tuan Kei !"
" Aku tau ini hanya akal-akalan kamu saja agar bisa berduaan dengan tuan Kei !" jawab Yola lagi
" Heh ! kalau ngomong jangan sembarangan ya !"
" Sembarangan apanya sudah jelas kamu mencoba menarik perhatian tuan Kei dengan penampilan mu yang kayak ondel-ondel itu !" ejek Yola
" Jangan kurang ajar kamu Yola !" teriak Luna sambil mengangkat tangannya hendak menampar Yola
Tapi belum sempat Luna mendaratkan yangannya di tubuh Yola tiba-tiba pintu ruangan Kei terbuka dan nampak Kei berdiri menatap bingung pada kedua perempuan di depannya
" Kenapa kalian masih di sini ?" tanya Kei heran
Seketika Luna langsung menurunkan tangannya dan segera roman wajahnya berubah ke mode menggoda
" Eh tu.. tuan, ini tuan kami sedang membahas soal urusan perempuan ya Bu Yola ?!" ucap Luna sambil berusaha membenahi pakaian dan rambutnya
Sedangkan Yola mendelik kan matanya sambil tersenyum sinis ke arah Luna tanpa diketahui oleh Kei
" Oh..ya sudah " jawab Kei lalu berjalan begitu saja meningalkna dua orang perempuan di hadapannya
Melihat Kei berjalan menjauh seketika Luna berteriak memanggil Kei sambil berusaha mengejarnya
" Eh..tuan....tuan anda mau kemana ?!" tanya Luna sambil setengah berlari mengejar Kei
Kei menghentikan langkahnya lalu membalik kan badannya menghadap Luna
" Saya mau makan siang, memangnya ada apa ?" tanya Kei heran
" Maaf tuan....apa kita bisa makan siang bersama ?" ajak Luna sambil mengatur napasnya yang ngos-ngosan
" Tidak bisa Luna soalnya saya mau makan siang dirumah saya !" jawab Kei santai
" Oh orang tuan anda sedang ada di sini ya tuan ?" tebak Luna so' tau
" Tidak ...mereka tidak ada di sini !"
" Lalu buat apa tuan makan siang dirumah sendirian, lebih baik anda makan siang dengan saya tuan " jawab Luna dengan pede nya
" Siapa bilang saya makan siang sendiri " jawab Kei santai
" Loh memangnya ada makan siang sama siapa tuan ?" tanya Luna lagi penasaran
" Ya sama calon istri saya, dia pasti sudah menyiapkan makan siang spesial untuk saya !" jawab Kei penuh percaya diri sambil pergi meninggalkan Luna yang masih mematung berusaha mencerna jawaban dari Kei
" Oh sama calon istrinya,........ sebentar....calon istri !" tiba-tiba wajah Luna berubah panik seketika ia berusaha mengejar Kei yang sudah memasuki lift khusus menuju lobby
" Tidaakkk...tuan...tuan..!!! teriak Luna sambil berlari berusaha mengejar Kei
Sementara Yola terlihat bingung melihat tingkah Luna yang berlari mengejar bos nya denagn panik
Ih dasar perempuan gak tau malu ngapain coba ngejar-ngejar tuan Kei sampai segitunya
Gumam Yola sambil membereskan mejanya karena ia pun sudah merasa lapar
Kei berjalan sedikit cepat menuju unit apartemen nya, ia sudah membayangkan Gita yang sudah menyiapkan makan siang khusus untuknya
Lalu dengan tergesa Kei membuka pintu apartemen nya dan segera masuk
Kei berjalan ke arah pantry dimana terlihat Gita tengah menyiapkan masakannya di meja makan
" Ekkhmm ....!"
" Eh tuan anda sudah sampai !" ucap Gita begitu mendengar suara Kei lalu berjalan menghampiri Kei
" Anda mau makan sekarang tuan ?" tanya Gita begitu sudah berdiri dihadapan Kei
" Tentu saja Gita aku sudah lapar sekali " jawab Kei lalu berjalan ke arah wastafel untuk mencuci tangannya setelah ia menyampaikan jas nya di sandaran sofa
Gita dan Kei duduk berhadapan di sebuah meja makan kecil
Gita mengambilkan nasi juga lauk-pauknya lalu diserahkan kepada Kei kemudian baru ia mengambil untuk dirinya sendiri
Sebenarnya Gita merasa aneh karena sudah beberapa hari ini Kei menyuruh nya untuk membuat makan siang dan Kei selalu makan siang di apartemen nya kecuali ketika ia tengah sibuk ia akan menyuruh Gita untuk membuatkan bekal untuk makan siangnya
Sebenarnya Gita tidak keberatan apalagi itu merupakan salah satu tugasnya
Gita hanya membayangkan waktu dan jarak yang harus di tempuh Kei agar bisa makan siang di apartemen nya
Kei makan dengan lahap apalagi kebetulan masakan Gita cocok dilidahnya
Dan Gita pun sering melihat menu-menu baru atau belajar membuat masakan kesukaan Kei setelah ia mengetahui makanan apa saja yang Kei suka
Tapi untungnya Kei tidak pemilih soal makanan walaupun ia bukan warga pribumi, mungkin karena ibunya sendiri merupakan warga pribumi sehingga Kei sudah terbiasa dengan makanan lokal
Kei duduk di sofa sambil membuka ponselnya ditemani secangkir kopi yang masih mengepulkan asap, sedangkan Gita sedang membereskan bekas makan siang mereka
Gita duduk di single sofa sebelah Kei setelah Kei memanggilnya
" Ada apa ya tuan ?" tanya Gita penasaran dengan alasan Kei memanggilnya
" Begini...dua hari lagi aku ada pekerjaan di luar kota selama beberapa hari dan aku mau mengajakmu juga agar kamu bisa mengurus keperluan ku selama di sana " ucap Kei lalu menyeruput kopinya
" Oh..baik tuan, tapi kalau saya boleh tau tempatnya panas apa dingin tuan, agar saya bisa menyesuaikan pakaian yang Anda perlukan selama disana " tanya Gita
" Kebetulan tempatnya dekat dengan pantai dan kamu siapkan juga beberapa pakaian santai karena kita akan mengunjungi pantai setelah pekerjaan ku beres !" jawab Kei
" Baik tuan aka saya siapkan semunya !" jawab Gita
" Oh iya hampir lupa nanti sore kita akan pergi ke mall ada beberapa barang yang harus aku beli jadi kamu tidak usah masak ya " ucap Kei
" Oh iya, baik tuan " jawab Gita singkat
" Baik tuan " jawab Gita lagi
Kei menghabiskan kopinya lalu berdiri dari duduknya
Gita pun melakukan hal yang sama, lalu Gita mengambil jas yang Kei sampirkan disandaran sofa dan menyerahkannya
" Jas nya tuan "
Kei menerima jas dari tangan Gita lalu memakainya dan Gita pun mengambilkan ponsel dan kunci mobil Kei yang diletakan dimeja kecil di samping sofa
" Aku pergi dulu " ucap Kei didepan pintu yang sudah terbuka
" Iya tuan hati-hati di jalan " jawab Gita sambil memperhatikan Kei yang berjalan hingga Kei masuk ke dalam lift baru Gita masuk kembali
Sementara itu Luna nampak duduk sambil menopang kepalanya dengan telapak tangannya
Tuan Kei berkata jika ia sudah punya calon istri, tapi aku tidak pernah sekalipun melihat dia bersama seorang perempuan
Apa tuan Kei berbohong ya ? aku harus menyelidiki nya, aku tidak boleh menyerah sebelum ada kepastian
Gumam Luna sambil memicingkan matanya sambil tersenyum sinis
Gita dan Kei baru saja memasuki sebuah mall mereka berjalan beriringan setelah Kei menitipkan mobilnya pada petugas pallet
Kei memauki sebuah toko pakaian, ia memilih beberapa potong pakaian santai
" Menurut kamu ini cocok gak buat aku ?" tanya Kei sambil memperlihatkan pakaian yang ia pilih pada Gita yang berdiri di samping nya
" Bagus tuan tapi...sebentar kalau yang ini bagaimana ?" Jawab Gita sambil mengambil beberapa potong pakaian dan memperlihatkan pada Kei
Kei tertegun membandingkan pakaian pilihannya dengan pilihan Gita dan Kei pun tersenyum puas ketika ia merasa pilihan Gita ternyata lebih baik dari pilihannya
" seperti nya pilihan mu lebih bagus " jawab Kei sambil mengambil pakaian yang Gita pilihkan untuknya
Lalu Kei mengajak Gita menuju pakaian khusus perempuan dan Gita pun merasa bingung
" Pilihlah pakaian untukmu Gita sepertinya kamu perlu baju baru !" ucap Kei lalu duduk di sofa yang disediakan untuk para penunggu
" Tidak usah tuan terima kasih " jawab Gita merasa sungkan denagn tawaran Kei
" Sudahlah Gita cepat kamu pilih karena masih banyak yang harus kita beli !" ucap Kei sambil meminta tolong pada pegawai toko untuk membantu Gita
Dengan ragu akhirnya Gita pun memilih beberapa potong pakaian lalu memperlihatkan nya pada Kei
" Ini tuan !"
" Loh kok cuma tiga ?"
" Sudah tuan ini juga sudah banyak !" jawab Gita dengan perasaan tidak enak
Lalu setelah selesai membayar Kei dan Gita keluar dari toko tersebut
Gita pikir setelah dari toko pakaian mereka akan langsung ke supermarket tapi ternyata Kei kembali mengajaknya memasuki sebuah toko sepatu
Dan lagi-lagi Kei membuat Gita semakin tidak enak dengan memilihkan Gita dua pasang sepatu Kei bilang untuk acar diluar kota nanti
Akhirnya dengan berat hati Gita pun menerima pemberian Kei lalu setelah itu mereka baru memasuki supermarket yang terletak di basemen
Gita membual catatan nya lalu mulai mengambil barang-barang yang ia butuhkan
" Gita saya ke sebelah sana sebentar ya " ucap Kei lalu berjalan menjauh dari Gita entah kemana
Sementara itu terlihat Luna dan Arga tengah mendorong troli nya tidak jauh dari tempat Gita yang tengah memilih sayuran
" Arga itu terlihat seperti si Gita " ucap Luna sambil menunjuk ke arah Gita yang tengah asik memilah sayuran
" Oh iya...hebat juga dia bisa belanja di sini !" ucap Arga sambil tersenyum mengejek Gita
" Kayaknya dia jadi simpenan cukong kali ?" jawab Luna dengan tatapan yang sama seperti Arga
Tidak berapa lama nampak seorang lelaki tua berkata sipit mendekati Gita
Lalu mereka terlibat obrolan sambil memilah sayuran bersama dan mereka terlihat akrab
" Tuuh kan bener apa aku bilang dianjadi simpenan cukong, hebat juga tuh si Gita !" ucap Arga sambil memandang sinis ke arah Gita
" Iiihh hebat apanya cuma simpenan doang !" jawab Luna dengan tatapan benci ke arah Gita
" Ayo kita ke tempat lain saja jijik aku lihat kelakuan si Gita !" ucap Luna lagi sambil menarik tangan Arga
Begitu Luna dan Arga berbelok ke rak yang lain tanpa sengaja mereka bertemu dengan Kei
" Eh tuan sedang apa di sini ?" tanya Luna dengan suara dibuat semanja mungkin
" Eh..kamu Luna, saya sedang belanja !" jawab Kei sambil melirik ke arah Arga
Luna melihat mata Kei yang melirik Arga seketika Luna langsung mengenalkan Arga sebagai sepupunya, ia takut Kei salah paham
" Kenalkan tuan ini Arga sepupu saya " ucap Luna dan Arga pun langsung mengulurkan tangannya pada Kei
" Arga "
" Kei "
Ucap kedua pria itu lalu bersalam
" Tuan sendiri ?" tanya Luna antusias
" Oh tidak....saya bersama calon istri saya !" jawab Kei sambil tersenyum bahagia
Seketika wajah luna berubah kesal, sudah dua kali dalam satu hari ini Kei menyebut calon istri nya dengan wajah terlihat bahagia
" Apa saya boleh berkenalan dengan calon istri Anda tuan ?" tanya Luna penuh harap
Seketika Kei teringat jika reputasi Gita sudah tercemar gara-gara foto yang tersebar itu dan akan berbahaya jika biang gosip seperti Luna mengetahui hubungan nya dengan Gita
" Mungkin lain kali Luna karena calon istri saya sudah berada di parkiran " jawab Kei berusaha menutupi keberadaan Gita
" Oh begitu ya " jawab Luna kecewa
" Kalau begitu saya permisi dulu !" ucap Kei sambil berlalu dari hadapan Luna dan Arga
Kei mendekati Gita yang sedang menunggunya di depan kasir
" Sudah selesai ?"
" Sudah tuan "
Lalu Kei pun membayar semua barang belanjaannya dan mendorong troli nya di ikuti oleh Gita yang berjalan di samping nya
Kei membukakan pintu depan untuk Gita lalu Kei memasukan semua barang belanjaannya ke bagasi dan jok belakang
Setelah selesai Kei pun memasuki mobilnya lalu duduk di balik kemudi dan menjalankan mobilnya menuju apartemen nya
Luna bergegas menyusul Kei setelah membayar belanjaannya dan nampak seorang wanita duduk di jok depan ketika Kei masih memasukan belanjaan nya ke ke bagasi
Luna berusaha melihat wajah wanita yang duduk di dalam mobil Kei tapi karena kaca nya yang gelap Luna hanya bisa melihat silhuet nya saja
Aahh..sial ! aku tidak busa melihat wanita itu, aku penasaran secantik apa sih dia sampai tuan Kei begitu memujanya
Gumam Luna dalam hati sambil memperhatikan Kei yang susah payah mengatur belanjaannya sedangkan wanitanya duduk manis di dalam mobil