
Tuan Rey nampak sedang memandang sebuah foto usang ditangan nya
Sebetulnya foto itu terlihat usang karena terlalu sering berada dalam genggaman nya
Kemana lagi aku harus mencari mu Shinta...bagaimana dengan anak kita, aku harap kalian baik-baik saja
Andai aku tau rencana perempuan iblis itu mungkin kalian bisa aku selamatkan
Gumam tuan Rey sambil memejamkan matanya dan memeluk foto itu
Flash back On
" Sampai kapan pun aku tidak akan merestui pernikahan kalian !"
Ucap seorang wanita bernama Mona sambil berkacak pinggang dihadapan seorang pemuda yang menggenggam erat lengan seorang gadis
" Aku tidak memerlukan restu mu !" jawab pemuda yang bernama Reynald
" Tapi aku adalah ibu mu !" teriak Mona
" Hanya ibu tiri !" teriak Rey
" Tapi almarhum ayahmu menunjuk ku sebagai wali mu !"
" Aku tidak membutuhkan wali aku sudah dewasa !" jawab Rey dengan tidak kalah emosi
" Entah mantra apa yang sudah jalang itu berikan pada mu hingga kamu berani menentang ku !" teriak Mona sambil menunjuk gadis yang terlihat gemetar ketakutan
" Shinta tidak perlu melakukan itu, kami saling mencintai dengan tulus !" jawab Rey
" Aku tidak perduli, kau harus menikah dengan Angel !" teriak Mona lagi
" Kamu pikir aku tidak tau rencana busuk mu menikahkan aku dengan Angel ?"
" Apa maksud mu ?" tanya Mona dengan mata mendelik
" Kau sengaja memaksa aku menikahi Angel agar kalian dengan mudah menguasai seluruh kekayaan peninggalan keluarga ku !"
" Omong kosong !" teriak Mona
" Jangan harap aku akan menikahi ponakan matre mu itu !" tegas Rey sambil menarik Shinta meninggalkan kediaman nya
" Lihat saja ....kau akan menyesal sudah menentang ku !" teriak Mona sambil menghentakkan kaki nya lalu pergi memasuki kamarnya
Rey bergegas memasuki mobilnya lalu pergi membawa Mona ke sebuah villa di tepi pantai
" Tuan sebaiknya tuan mendengarkan perintah nyonya besar !" pinta Shinta dengan wajah ketakutan
" Tenang saja Shinta sekarang kita sudah resmi sebagai suami istri perempuan iblis itu tidak akan bisa memisahkan kita !" ucap Rey sambil memeluk Shinta yang masih terlihat pucat
Dulu Rey pikir Mona adalah wanita yang bisa menggantikan sosok ibunya yang meninggal ketika Rey berusia tujuh tahun
Tapi ternyata Mona memiliki niat jahat dan Rey baru mengetahuinya ketika ia sudah beranjak dewasa dimana ayahnya sudah berada dalam genggaman Mona
Dan yang lebih membuat Rey semakin membenci Mona adalah ketika tiba-tiba ayahnya meninggal dan menunjuk Mona sebagai walinya hingga Rey menikah
Mona selalu berusaha menjodohkan Rey dengan keluarga nya tapi Rey tidak pernah tertarik, karena semua wanita yang Mona pilihkan adalah wanita matre dengan dandanan menor dan pakaian sexy
Hingga akhirnya Rey jatuh cinta pada seorang wanita yatim piatu yang bekerja disebuah toko bunga bernama Shinta
Awalnya Shinta menolak tetapi Rey selalu berusaha meyakinkan Shinta hingga akhirnya Shinta berani menerima pinangan Rey
Dan ketika Mona mengetahui hubungan keduanya Mona selalu berusaha memisahkan mereka dengan berbagai cara tetapi Rey dan Shinta selalu bisa bertahan
Dan akhirnya mereka pun memutuskan untuk menikah tanpa persetujuan Mona dan membuat Mona sangat murka
Setelah menikah selama lima bulan yang penuh kedamaian Rey pikir Mona sudah menerima keputusan nya dan bisa menerima kehadiran Shinta
Tapi ternyata semua itu hanya tipu muslihat Mona agar Rey dan Shinta lengah
" Sayang aku pergi dulu ke luar kota kamu tidak apa kan aku tinggal ?" tanya Rey pada Shinta yang berbaring di samping nya
" Iya sayang pergilah...tapi jangan lama-lama ya !" jawab Shinta sambil mengelus perutnya yang terlihat membuncit
" Hanya tiga hari saja sayang...lagipula aku tidak bisa jauh dari kalian !" jawab Rey sambil mengelus perut Shinta
" Iya aku tau sayang...! jawab Shinta sambil tersenyum
" Sebaiknya kita tidur biar besok tidak kesiangan !" ucap Rey sambil memeluk Shinta
Pagi itu Shinta melepas kepergian Rey dengan senyuman tanpa ada rasa khawatir sedikitpun
Shinta percaya jika Rey selalu bisa melindungi nya apalagi sekarang ia tengah mengandung anaknya
" Hati-hati sayang ..kalau sudah sampai kabari aku ya !" pinta Shinta
" Pasti...aku akan langsung menelpon mu !" jawab Rey sambil melepaskan pelukan nya
Di cium nya pucuk kepala Shinta dengan penuh rasa sayang lalu Rey berjalan menuju mobilnya di mana Adam sudah menantinya
" Ayo cepat..jangan sampai kita ketinggalan pesawat !" ucap Rey sambil menepuk bahu Adam di samping nya
" Baik tuan !" jawab Adam dan langsung menjalankan mobilnya menuju bandara
Sepeninggal Rey Shinta pun memasuki rumah mungil nya dimana ia dan Rey tinggal
Setelah beberapa jam terdengar suara mobil berhenti dihalaman rumahnya
Shinta bergegas menuju halaman rumahnya ingin mengetahui siapa yang sudah mendatangi kediaman nya
Shinta membuka pintu rumahnya dan seketika wajah Shinta pucat pasi ketika melihat kehadiran Mona dan Angel yang sedang berjalan ke arahnya
" Halo Shinta bagaimana kabar mu semenjak menikah kamu tidak pernak sekali pun mengunjungi ku !" ceroscos Mona
" Maaf nyonya ... !" jawab Shinta dengan wajah menunduk
" Apa kamu tidak menyuruh aku masuk ?" tanya Mona
" Oh iya....silahkan nyonya !" jawab Shinta sambil menyingkir memberi jalan bagi Mona dan Angel
" berapa bulan kehamilan mu Shinta ?" tanya Angel
" Oh hebat sekali Rey bisa langsung menghamili kamu !" jawab Angel sambil tersenyum sinis ke arah Shinta
Mendengar ucapan Angel Shinta hanya diam sambil menunduk, ia tau apa maksud dari ucapan Angel yang menuduhnya sudah berhubungan dengan Rey sebelum mereka menikah hingga akhirnya ia hamil tepat setelah mereka menikah
" Oh iya Shinta aku ingin ke kamar kecil dimana ya ?" tanya Angel
" Oh di sini nona .. mari saya antar !" jawab Shinta sambil berdiri hendak mengantarkan Angel bertepatan dengan pembantunya yang membawa nampan berisi minuman
Pembantu itu meletakan dua orange jus untuk Mona dan Angel dan segelas susu untuk Shinta
" Silahkan nyonya !" ucap pelayan itu lalu segera beranjak dari tempatnya
Mona tersenyum melihat gelas susu berada di hadapan nya lalu ia mengeluarkan bungkusan kecil berisi bubuk putih
Lalu Mona menuangkan bubuk putih itu kedalam gelas susu nya Shinta
Tidak berapa lama Angel pun datang lalu Mona segera berdiri
" Ayo Angel kita pergi kelihatannya dia baik-baik saja !" ajak Mona pada Angel
" Loh kok cepet sih Tante !" jawab Angel tapi tidak berani menolak
" Shinta kami pulang dulu !" ucap Mona lalu beranjak menuju mobilnya yang terparkir di halaman
Mona dan Angel pun akhirnya meninggalkan kediaman Shinta
Shinta terduduk di ruang tamunya sambil menggenggam gelas susunya yang tinggal setengah
Kenapa mereka kemari ya...dan mereka pun tidak memakiku atau memukulku seperti biasanya
Gumam shinta dalam hati sambil kembali menenggak habis susu di gelasnya
Lalu Shinta pun beranjak ke dapur menyuruh si bibi pelayan untuk membereskan minuman yang sama sekali tidak di sentuh oleh Mona dan Angel
" Bi...saya mau istirahat dulu ya !" ucap Shinta
" Iya nyonya !" jawab bibi sambil berjalan menuju ruang tamu
Shinta pun berjalan menuju kamarnya sedangkan bibi kembali melanjutkan aktivitas nya di dapur
Tanpa mereka sadari beberapa pasang mata nampak mengawasi keadaan rumah dan sekitarnya
Lalu salah seorang nampak melihat arlojinya dan kemudian dengan bahasa isyarat menyuruh teman-temannya bergerak
Dua orang pria memasuki rumah melalui jendela samping yang terbuka dan dua orang lagi berjaga di depan dan belakang rumah
Shinta berbaring di tempat tidurnya, matanya tiba-tiba terasa sangat lengket sekali hingga tidak memakan waktu lama Shinta pun tertidur pulas
Sementara itu bibi nampak fokus dengan pekerjaan nya di sebuah kamar khusus mencuci dan menyetrika
Hingga ia tidak menyadari kehadiran beberapa orang asing di dalam rumah majikan nya
Kedua orang itu dengan leluasa memasuki kamar Shinta lalu dengan tanpa mengeluarkan suara mereka membawa Shinta ke dalam mobil mereka yang terparkir di kebun kosong di samping rumah Shinta
Shinta tidak menyadari bahaya yang mengintainya begitu juga bibi pelayan yang masih asik dengan pekerjaannya
Hingga ketika hari menjelang sore bibi pelayan merasa aneh dengan Shinta yang belum juga keluar dari kamar tidurnya
Bibi pelayan segera menuju kamar makanannya dan mengetuk pintu beberapa kali
" Nyonya....nyonya....sudah sore !" panggil bibi tapi tidak ada jawaban
Bibi pelayan berusaha memanggil kembali majikan nya tapi hingga beberapa kali tetap saja tidak ada jawaban
Lalu bibi pelayan pun memberanikan diri membuka pintu kamar majikan nya dan ternyata kamar itu kosong
Pelayan itu lalu segera mencari majikan nya di sekeliling rumah hingga malam menjelang tapi Shinta tidak di temukan nya
Lalu dengan tangan gemetar dan wajah pucat karena kelelahan dan ketakutan pelayan itu pun segera menghubungi Reynald
Rey berusaha mencari keberadaan Shinta dan Rey pun berusaha mengorek keterangan dari Mona
Karena Rey yakin jika Mona bertanggungjawab atas menghilangnya Shinta
" Aku mohon ..tolong kembalikan Shinta !" ratap Ray
" Aku tidak tau !" jawab Mona tanpa menatap Ray sedikit pun
" Mona !!! aku peringatkan jika terjadi sesuatu dengan Shinta aku tidak akan melepas mu !!" teriak Ray emosi karena Mona menyepelekan masalahnya
" Aku malah berharap kalau dia menghilang selamanya !" jawab Mona dengan tatapan sinis
" Sial kau Mona !! teriak Ray sambil menerjang ke arah Mona
Mona yang tidak mengira dengan tindakan Ray sangat terkejut dan berusaha menghindar
Tetapi ia tidak sadar jika berada di lantai atas tepat di ujung tangga sehingga ketika ia mundur Mona langsung kehilangan keseimbangan
Aakkhhhhh...!!!!
Teriak Mona ketika tubuhnya terguling hingga ke lantai bawah
Rey pun terkejut dan berusaha menarik tubuh Mona tapi Rey tidak dapat menggapainya
Rey berlari menghampiri Mona yang sudah bersimbah darah lalu mengangkat kepalanya dan meletakkannya di pangkuan nya
" Aku mohon Mona dimana Shinta dia sedang mengandung anakku !" ratap Ray
Tapi dengan keras kepalanya Mona malah tersenyum sinis ke arah Rey lalu dengan terbata Mona berkata
" Aku...akan ..mem..bawa Ra..ha..si..a ini ma..ti..bersa..ma ku uhuk..uhuk..!" jawab Mona sambil terbatuk dan darah segar menyembur dari mulut nya
" Mona !!! Mona !!" teriak Rey sambil mengguncang tubuh Mona
Tapi Mona sudah tidak bergerak lagi dan hilang lah sudah harapan Rey untuk menemukan Shinta dan anaknya
Flashback off