
Para undangan satu persatu meninggalkan area ballroom karena acara sudah selesai, tapi kasak kusuk tentang penari tadi masih ramai dibicarakan oleh para tamu hingga mereka meninggalkan lokasi acara
Banyak dari mereka yang penasaran mengenai sosok penari yang baru saja mereka lihat
Beberapa bahkan menghubungi pihak hotel mencari informasi tentang penari tersebut dan ternyata pihak hotel pun tidak mempunyai informasi apapun karena bukan mereka yang membooking nya
Mereka hendak menanyakan perihal penari itu pada Adam tapi mereka sungkan karena posisi Adam sebagai orang kepercayaan seorang Reynald yang notabene sangat mereka hormati
Dan pada akhirnya mereka hanya bisa menerka-nerka informasi seputar penari tadi
" Aku tidak menyangka jika respon para tamu begitu luar biasa !" ucap Rey sambil menyesap minuman nya
" Iya tuan, karena Miss Lily tidak seperti kebanyakan penari yang menggunakan tubuhnya untuk menggoda lelaki !" jawab Adam
" Aku juga melihat nya, walaupun pakaian nya terbuka tapi ia tidak terlihat murahan atau mencoba menarik perhatian !" ucap Rey
" Apalagi dengan wajahnya yang tertutup makeup tebal membuat nya tidak dikenali !" ucap Rey lagi
" Soal itu memang Miss Lily lakukan demi keamanan dan kebetulan Miss Lily juga bekerja di sebuah perusahaan jadi ia harus menjaga nama.baik perusahaan nya itu !" terang Adam
" Profesinya memang penuh resiko, oh iya kamu sudah atur jadwal untuk besok siang kan ?" tanya Rey pada Adam
" Sudah tuan..anda akan bertemu Miss Lily jam sepuluh siang di restauran yang terletak di roof top !" jawab Adam
" Oke, sekarang aku mau istirahat dulu, kamu boleh pulang !" ucap Rey
" Baik tuan kalau begitu saya permisi !" jawab Adam sambil berjalan keluar dari kamar Reynald
Sementara itu Kei masih memikirkan penari tadi, dan tanpa sengaja Kei mencuri dengar dari beberapa pria yang mencoba mencari informasi mengenai penari tadi tapi hasilnya nihil
Dan tuan Adam pun hanya memberikn sedikit informasi jika penari itu rekomendasi dari seorang kenalan nya dan pada akhirnya Kei pun menyerah seperti pria lain nya
Tapi satu hal yang tidak akan Kei lupakan adalah sinar mata dan postur tubuh juga cara berjalan nya sangat mirip dengan Gita tapi apa mungkin jika mereka adalah orang yang sama ?
Akhirnya Kei pun memutuskan untuk segera pulang ke apartemen nya mungkin setelah istirahat ia akan memiliki ide untuk mengetahui identitas si penari
Gita terlihat segar dengan stelan celana pendek dan tank top warna pink muda dipadu jaket senada serta sepatu sport warna putih berjalan menuju lantai lima tempat ruang gym berada
Gita berencana memanfaatkan semua fasilitas hotel yang ia dapat selama menginap disana termasuk area kolam renang indoor di lantai yang sama dengan ruangan fitnes
Ruang fitnes masih terlihat sepi mungkin karena masih jam enam pagi, Gita menitipkan jaket nya ke seorang wanita penjaga ruangan lalu Gita menuju tempat yang agak luas untuk melakukan peregangan
Alat yang pertama Gita coba adalah treadmill, lalu Gita mulai dengan speed slow untuk pemanasan selama sepuluh menit dan tubuh Gita mulai terlihat mengkilat oleh keringat
Setelah dirasa cukup panas Gita pun menaikan speed nya membuatnya sedikit berlari selama dua puluh menit dan keringat nampak membasahi tubuhnya
Gita begitu menikmati waktunya berolahraga hingga tidak menyadari jika dibelakang nya nampak beberapa pria tengah memperhatikan nya
Gita kembali mencoba beberapa alat fitness ketika seorang pria mendekatinya
" Hy...!" sapa pria itu sambil tersenyum ramah
Seketika Gita menoleh tapi hanya menatap pria itu tanpa ekspresi dan berkata sedikitpun
" Kenalkan saya Arga...!" ucap Arga sambil mengajak Gita bersalaman
" Saya Tata tapi maaf tangan saya keringetan !" jawab Gita tidak menerima uluran tangan Arga
" Oh ..iya tidak apa-apa !" jawab Arga yang Kemabli menarik tangan nya
Gita menghentikan kegiatannya dan beralih ke alat yang lain tanpa menghiraukan kehadiran Arga yang tentu saja merasa kesal karena kehadiran nya disepelekan Gita
Sementara beberapa pria mendekati Gita pura-pura menggunakan alat yang sama hanya agar bisa berdekatan dengan Gita
Arga pun seperti nya masih penasaran dengan sikap Gita yang cuek, ia merasa Gita berbeda dengan gadis kebanyakan yang dengan sengaja menggodanya bahkan menyerahkan tubuhnya pada Arga
" Ta nanti makan siang bareng aku di restoran hotel ya !" ajak Arga so' akrab
" Maaf tidak bisa saya sudah ada janji !" jawab Gita tanpa menghentikan aktivitas nya
" Kalau makan malam ?" tanya Arga lagi
" Maaf nanti sore saya udah cek out !" jawab Gita datar sambil menaiki sebuah cardio lalu mengayuhnya dengan perlahan
Arga terlihat kesal dengan jawaban Gita yang terlihat tidak menyukainya tapi bukan Arga Prayudha namanya jika mudah menyerah apalagi urusan menaklukkan perempuan
Gita menyudahi olahraganya karena merasa tidak nyaman dengan banyaknya orang yang memasuki ruangan fitness
Setelah melakukan sedikit pendinginan Gita pun duduk di kursi yang disediakan sambil menenggak sebotol air mineral yang disediakan pihak hotel
Gita menggulung rambutnya dan menyeka keringat di lehernya tanpa menyadari tatapan mata lelaki yang memperhatikan nya apalagi ketika Gita menenggak minuman nya beberapa pria sampai melongo dengan mulut terbuka menatap Gita yang terlihat sangat sexy
Arga pun begitu terpesona dengan apa yang Gita lakukan walaupun Gita sendiri melakukan itu tanpa ada niat untuk menggoda siapapun
Gita melirik arlojinya dan ternyata sudah jam delapan lewat lima belas
Tidak terasa ternyata aku sudah dua jam berada di sini, sebaiknya aku sarapan dulu perutku sudah keroncongan
Gumam Gita dalam hati sambil beranjak dari duduknya mendekati penjaga tempat fitness untuk mengambil jaketnya
" Kamu mau kemana Ta ?" tanya Arga
" Aku sudah selesai !" jawab Gita sambil berjalan keluar dari ruang fitnes
" Tunggu sebentar !" teriak Arga
Gita menghentikan langkahnya memandang Arga yang berjalan mendekatinya
" Maaf aku tidak bawa ponsel dan aku tidak ingat nomor ponsel ku !" jawab Gita
Arga mengacak rambutnya kesal karena ternyata Gita sangat cuek sekali
Arga mengambil kartu nama dari dompet nya lalu menyerahkan nya pada Gita
" Ini kartu namaku nanti kamu telpon aku ya !" ucap Arga penuh percaya diri
Gita tidak menjawab apapun hanya memasukan kartu nama Arga ke saku jaketnya lalu pergi begitu saja menuju lift yang berada di ujung ruangan
Sial ! baru pertama kali gue ngemis-ngemis minta kenalan sama cewek
Gumam Arga sambil mendengus kesal lalu kembali masuk ke area fitness tapi bukan untuk olah raga tapi hanya berdiri di depan cermin yang berada di sekeliling ruangan fitness mengagumi tubuhnya yang menurutnya proporsional dan berotot
Gita berjalan memasuki restauran yang berada di lantai dasar bersebelahan dengan lobby juga ruang tunggu yang tepat berhadapan dengan restauran dengan pakaian olahraga nya
Beberapa pasang mata terutama pria langsung menatap kedatangan Gita sedangkan Gita sendiri tidak perduli dengan tatapan mata di sekeliling nya
Bahkan beberapa pria berjas yang tengah meminum kopi di ruang tunggu pun seperti terhipnotis oleh kehadiran Gita yang membuat mereka menghentikan seketika kegiatan nya hanya untuk sekedar memandang Gita
Bahkan seorang pria sampai menumpahkan kopi yang sedang ia tuang ke dalam cangkir karena terlalu fokus memandang Gita hingga lupa jika cangkirnya telah penuh
Gita menaruh handuk kecil yang ia bawa di sebuah kursi kosong di tengah ruangan
Lalu Gita mengambil beberapa makanan dan segelas susu di beberapa tempat hingga Gita harus melewati beberapa orang yang tengah sarapan
Satu hal yang tidak Gita sadari setiap Gita melewati orang-orang yang sedang sarapan seketika mereka mengangkat kepalanya karena menghirup aroma yang membuat mereka mengendus kan hidung nya beberapa kali
Ternyata aroma keringat Gita yang bercampur dengan parfum membuat beberapa pria seperti kecanduan ingin kembali menghirup nya
Gita duduk di kursinya yang tepat berada di tengah lalu menyantap sarapannya tanpa perduli pandangan beberapa orang di sekeliling nya
Mungkin karena habis olahraga Gita merasa gerah lalu Gita pun membuka resleting jaket nya hingga memperlihatkan tubuhnya yang berbalut tank top pink yang melekat dan basah oleh keringat hingga membuat bentuk dadanya yang sekal terlihat jelas
Seketika terdengar beberapa orang yang tersedak entah oleh makanan atau minuman yang berada dalam mulut mereka
Gita tanpa rasa bersalah sedikitpun memandang orang- orang di sekeliling nya lalu tersenyum ramah pada mereka
Setelah dirasa cukup akhirnya Gita pun meninggalkan restauran menuju kamarnya untuk istirahat sebentar sebelum bertemu dengan tuan Adam dan tuan Reynald
Dan ketika Gita meninggalkan restauran pun banyak mata yang kembali memandang Gita sambil berbisik hingga Gita menghilang masuk ke dalam lift
Beberapa pria mencoba mencari informasi pada pelayan yang berada didekatnya tapi jawaban sama jika mereka tidak tau siapa gadis itu yang mereka tau ia salah satu tamu yang menginap saja
Gita sedang berdiri didepan cermin sambil merapihkan rambutnya yang ia gerai, Gita mengenakan blus model Sabrina yang memperlihatkan bahunya yang mulus dipadu dengan rok lebar sebetis dengan flat shoes menghiasi kakinya
Dan tak ketinggalan sebuah tas selempang kecil sudang menggantung di bahu nya
Setelah dirasa cukup Gita pun keluar dari kamarnya menuju restauran yang berada di roof top untu memenuhi undangan dari tuan Adam
Gita melangkahkan kakinya menuju pintu ruangan dan seorang wanita menyambutnya dengan ramah
" Selamat siang nona apa anda sudah melakukan reservasi ?" tanya wanita itu ramah
" Saya ada janji dengan tuan Adam !" jawab Gita sambil tersenyum ramah
" Oh tentu saja apakah anda Miss Lily ?" tanya si wanita
" Iya !" jawab Gita singkat
" Mari nona saya tunjukan mejanya kebetulan tuan Adam belum datang mungkin sebentar lagi !" ucap si wanita sambil berjalan mengantarkan Gita ke mejanya
Seorang pelayan pria menarik kan kursi untuk Gita lalu memberikan buku menu yang berada di atas meja
" Maaf nona apa anda ingin memesan sesuatu ?" tanya pelayan pria
Gita melihat daftar minuman yang tertera di buku menu lalu menyebutkan salah satu minuman yang dia ingin kan
" Water melon Frozen !" jawab Gita yang langsung di catat oleh si pelayan
" Makanan nya nona ?" tanya si pelayan lagi
" Nanti saja !" jawab Gita sambil memberikan buku menu pada si pelayan
" Baik !" jawab si pelayan sambil tersenyum lalu berjalan ke arah pantry untuk memberikan pesanan Gita pada koki
Gita sedang membuka ponselnya mengecek pesan atau wa yang baru masuk hingga satu suara memanggil namanya
" Maaf Miss membuat anda menunggu !" sapa Adam yang berdiri di samping Gita
Mendengar suara Adam Gita pun segera menoleh lalu berdiri sambil tersenyum ke arah Adam
" Tidak apa tuan saya juga baru sampai !" jawab Gita
" Oh iya Miss kenalkan ini majikan saya tuan Reynald !" ucap Adam sambil menggeser tubuhnya yang menghalangi Rey yang berdiri tepat dibelakangnya
Gita memandang seorang pria berusia lebih muda dari ayahnya berdiri tepat di hadapan nya
Seketika mata Reynald terpaku melihat penampilan Gita juga wajah Gita yang mengingatkan ia pada Shinta istri nya
" Maaf saya tidak melihat kehadiran anda , saya Gita tapi orang lebih mengenal saya dengan nama Lily !" ucap Gita sambil mengajak Rey bersalaman
" Reynald !" jawab Rey sambil menyambut tangan
Seketika tangan mereka bersentuhan Gita merasakan suatu perasaan yang belum pernah ia rasakan sebelumnya antara rasa sedih, rindu dan bahagia hingga membuat Gita maupun Rey saling berjabat tangan dan bertatapan dalam waktu yang cukup lama