
Stella menatap keluar melalui jendela mobilnya ke arah mobil Enzo yang perlahan meninggalkan area apartemen nya
Setelah itu Stella pun turun dari mobilnya menuju lobby apartemen
Di pintu lobby ia berpapasan dengan seorang wanita yang menggandeng seorang anak kecil dan seketika Stella termenung, ia merasa pernah melihat mereka tapi ia lupa dimana
Stella merasa tidak ada yang penting dengan mereka lalu ia pun bergegas mendekati meja resepsionis
" Permisi saya hendak mengunjungi kediaman tuan Lorenzo "
Stella menyapa dua orang security yang sedang berjaga
" Iya nona tapi apa saya bisa melihat identitas anda ?!
" Untuk apa ?!" Stella merasa keberatan ketika security itu meminta KTP nya
" Maaf nona sudah peraturan dari pihak management !" security itu menjelaskan
" Oh .. baiklah " jawab stella sambil menyerahkan kartu identitas nya
" Maaf nona baru saja tuan Lorenzo keluar !" jawab security itu ramah setelah mencatat data diri Stella dan mengembalikan pada stella
" Oh tidak apa saya bisa bertemu dengan keluarganya " ucap Stella lagi
" Wah anda terlambat nona, baru saja istri dan anaknya keluar dan sepertinya anda tadi berpapasan dengan mereka di pintu !" jawab security itu penuh penyesalan
Mendengar keterangan dari security itu Stella terkejut dan untuk beberapa saat ia terdiam dan ia pun akhirnya ingat jika pernah bertemu dengan perempuan itu di lift di kantor Enzo
Oh jadi perempuan itu yang sudah mengganti kan posisiku dan anak itu pasti Arell, sial aku tidak mengenal nya sama sekali !
Gerutu Stella dalam hati, ia lalu kembali tersenyum ke arah security tadi
" Oh ya..! maaf saya sudah lama sekali tidak bertemu dengan tuan Lorenzo jadi saya tidak tau jika beliau sudah berkeluarga !"
Jawab Stella berusaha menutupi keterkejutan nya
" Sebaiknya anda datang lagi sekitar tengah hari biasanya istrinya sudah pulang menjemput putranya dari sekolah !" saran si security
" Kenapa anda tidak datang saja ke kantornya nona ?!" tanya security satunya
" Ah kebetulan saya ingin bertemu dengan keluarganya !" jawab Stella sekenanya
" Maaf pa apa anda tau putra mereka bersekolah dimana ?!" tanya Stella berusaha mencari informasi
" Oh kalau soal itu saya kurang tau nona !" jawab security itu sambil memandang curiga ke arah Stella
Ya..ia merasa curiga karena baru pertama kali bertemu dengan Stella dan untuk orang asing ia terlalu banyak bertanya lagipula kalau memang ia sudah bertemu dengan tuan Enzo kenapa ia tidak tau apa-apa soal keluarganya ?
Stella yang merasa terintimidasi oleh tatapan kedua security itu lalu berusaha mengalihkan pembicaraan
" Oh iya pak apa masih ada unit yang kosong ?!" tanya Stella berharap kedua security itu tidak mencurigai nya
" Coba anda tanya langsung pada pihak manajemen di pintu yang ada di sebelah sana "
Jawab salah satu security sambil menunjuk sebuah pintu yang berada di ujung lorong
Stella menoleh ke arah yang di tunjuk oleh security itu lalu kembali ia menghadap security tadi
" Ehmm...oke, mungkin lain kali saya coba tanya, kalau begitu saya permisi dulu !"
Stella lalu membalik kan badannya menuju pintu lobby
Kedua security itu saling pandang sambil mengangkat bahu lalu setelah itu mereka meneruskan kembali pekerjaan mereka
Stella bergegas menuju mobilnya,.ia harus segera mencari tau tempat Arell bersekolah
Setelah mengantar Arell hingga masuk ke dalam kelasnya Mega kembali mengendarai mobilnya menuju menuju sebuah supermarket
Mega nampak begitu fokus memilah sayuran dan ikan hingga ia tidak menyadari jika ia tengah di perhatikan
Pria itu terus mengawasi Mega yang mendorong trolinya yang hampir penuh menuju kasir
Mega berdiri di antrian sambil membuka ponselnya membuka aplikasi berita sambil menunggu giliran
Pria yang mengawasinya lalu keluar dari supermarket itu menuju parkiran dimana mobil Mega terparkir
Tidak lama kemudian terlihat Mega mendorong troli yang penuh belanjaan menuju mobilnya
Mega membuka pintu bagasi lalu mulai memindahkan plastik-plastik besar berisi belanjaan nya ke dalam bagai mobilnya
Setelah semua belanjaan nya masuk ke dalam bagasi, Mega pun menutup pintu bagasi itu lalu berbalik hendak menuju pintu depan
Tapi alangkah kagetnya ketika Mega berbalik ternyata sudah ada dua orang yang tengah berdiri di belakangnya sambil melipat tangan di dada
" Ya ampun I..ibu !" teriak Mega sambil mundur hingga tubuhnya membentur mobil
" Kenapa kamu kaget begitu ?!" tanya Pratiwi sambil memandang sinis ke arah Mega
" Ti..tidak Bu ...ibu lagi apa di sini ?!" Mega berusaha menetralisir kegugupannya,.ia tidak menyangka jika akan bertemu Pratiwi di tempat ini
" Sengaja ibu mencari mu !"
Mega menatap Pratiwi dan pria di sampingnya dengan tubuh gemetar, ia tau jika Pratiwi marah karena Mega mengganti nomor ponsel hingga Pratiwi tidak bisa menghubungi nya lagi
Pratiwi tiba-tiba mencekal lengan Mega dan mencengkram nya dengan kencang hingga Mega meringis kesakitan
" Ampuunn..Bu .sakitt !!" rintih Mega mengharap Pratiwi melepaskan cengkraman nya
" Aku akan lepaskan kalau kamu kasih ibu uang !"
" Ampuun Bu ..Mega enggak punya uang !" rintih Mega lagi sambil berusaha melepaskan cengkraman Pratiwi di lengan nya
" Tidak punya uang kamu bilang , lalu dari mana kamu bisa beli pakaian bagus dan mobil ini ?!" bentak Pratiwi sambil mendorong Mega hingga menabrak mobil nya
" I..ini mobil majikan Mega Bu, Mega kerja jadi pengasuh !" jawab Mega
" Pengasuh ? pengasuh bapaknya ?!" bentak Pratiwi sambil tertawa mendengar jawaban Mega yang menurut nya tidak masuk akal
" Sumpah Bu... Mega kerja jadi pengasuh anak kecil Bu !" kembali Mega berusaha meyakinkan Pratiwi
" Aku gak perduli kamu kerja apa selama penghasilan kamu bisa mencukupi kebutuhan ku !"
Mega terdiam mendengar ucapan Pratiwi, ia merasa bingung karena belum lama ia memberi Pratiwi uang cukup banyak dan seharusnya itu masih cukup untuk beberapa bulan kedepan
" Tapi Bu semua uang Mega udah Mega kasih ke ibu semua dan itu pun sudah termasuk gaji Mega beberapa bulan kedepan !"
Mendengar jawaban Mega seketika Pratiwi murka, ia teringat akan perlakuan Irwan yang mengusirnya dari rumah dan menceraikan nya sepihak
" Ya.. uang itu harusnya masih ada kalau saja ayahmu tidak menceraikan aku dan mengusirku dari rumah belum lagi adik angkat sialan mu itu menggunakan pengaruh ayahnya hingga membuatku kehilangan para pelanggan ku dan membuatku jadi miskin !" teriak Pratiwi sambil menghentak kan tangan Mega yang di cengkram hingga Mega terjatuh
Mega tersungkur di samping mobilnya sambil menangis menahan sakit
Pratiwi berjongkok di dekat Mega yang masing tersungkur, lalu tanpa belas kasihan Pratiwi merampas tas Mega lalu mengambil semua uang juga perhiasan yang Mega pakai
Pratiwi juga mengambil ponsel Mega lalu memasukan nomor ponselnya setelah itu ia lemparkan ke dekat Mega terduduk sambil bersandar pada mobilnya
" Mulai sekarang jangan pernah berani mengabaikan telpon ku apalagi mengganti nomor ponselmu, dan ingat jangan sampai telat dan jangan sampai kurang setoran bulanan mu kalau sampai itu terjadi aku akan menghubungi pelanggan-pelanggan mu lagi !" Ancam Pratiwi lalu ia tinggalkan begitu saja Mega yang masih duduk di samping mobilnya dengan penampilan yang mengenaskan
Mega hanya terisak tanpa berani melawan karena ia tidak punya kekuatan untuk melawan,.lalu Mega mengambil barang-barang nya yang berceceran dari dalam tas yang di hamburkan oleh Pratiwi dan dengan susah payah memasuki mobilnya lalu duduk di belakang kemudi
Mega terdiam beberapa saat, ia tidak tau apa yang harus ia lakukan demi memenuhi perintah Pratiwi, tidak mungkin ia kembali meminta pada Enzo mengingat begitu banyak uang yang sudah Enzo berikan padanya dulu agar Pratiwi tidak mengganggunya
Mega menyandarkan kepalanya dengan mata terpejam ia teringat dengan lamaran Enzo semalam, Mega begitu bahagia karena Enzo mau menerima masa lalunya tapi dengan kedatangan Pratiwi lagi Mega merasa masa depan nya kembali suram