Just For Escape

Just For Escape
Bab 59



Gita sudah terlihat segar walaupun matanya masih terlihat sembab


Gita duduk di sofa sambil memegang segelas coklat hangat sedangkan Kei duduk di samping nya


" Sudah siap cerita ?" tanya Kei sambil menatap Gita yang malah asik melihat isi gelas di tangan nya


Mendengar pertanyaan Kei Gita pun menarik napas dalam-dalam seperti tengah menanggung beban yang sangat berat


" Begini tuan...tadi waktu di area kolam renang saya di datangi seorang laki-laki lalu tiba-tiba dia langsung memaki saya dan mengatai saya sebagai wanita murahan yang bisa di booking, padahal demi Tuhan saya tidak pernah melakukan hal itu !"


Adu Gita pada Kei dengan mata kembali berkaca-kaca


" Kamu kenal pria itu ?" tanya Kei menatap Gita


" Saya tidak kenal tuan tapi... seperti nya saya pernah bertemu dia tapi saya tidak tau dimana !" jawab gita sambil mengerutkan keningnya berusaha mengingat sosok pria yang sudah membully nya


" Lalu apa lagi yang dia katakan ?!" Kei semakin penasaran


" Dia bilang dia sakit hati karena saya sudah menolak nya waktu di hotel XX !" jawab Gita yang langsung menutup mulutnya dengan wajah kaget


Kei menatap heran perubahan tingkah Gita ketika menyebut hotel XX barusan


" Kenapa Gita, ada apa dengan hotel XX ?!" Kei menatap tajam ke arah Gita


" Se... sepertinya saya ingat soal laki-laki tadi tuan !" jawab Gita sambil menatap Kei dengan pandangan ragu


" Memangnya dia siapa ?" tanya Kei


" Saya tidak mengenalnya tapi dari awal dia salah faham pada saya tuan, waktu di hotel XX itu dia memaksa saya agar mau menemani nya tapi jelas saya tolak dan dia sangat marah dan memaki saya seperti tadi sore tuan !" jelas Gita


" Lalu apa yang kamu lakukan di hotel itu Gita ?!" dan seketika Gita terdiam sambil menundukkan kepalanya begitu mendengar pertanyaan dari Kei


" Kenapa kamu diam, kamu menyembunyikan sesuatu dari saya Gita ?!" tanya Kei lagi dengan tatapan semakin tajam


Gita merasa dilema, Gita merasa terjebak dengan keadaan dimana Gita harus memilih antara bercerita tentang pekerjaan sampingan nya dan mungkin Kei akan membencinya atau diam saja dan membuat Kei berprasangka seperti pria di kolam renang tadi


" Gita !" Kei memanggil Gita dengan menaikan sedikit intonasi hingga membuat Gita langsung mengangkat wajahnya


" Iya..tuan !" Gita tergagap dengan tangan mencengkram gelas di tangannya


Kei menarik napas dalam, dia harus menahan emosinya agar Gita tidak ketakutan dan mau menceritakan kejadian di hotel XX itu


" Maaf Gita bukan nya hendak memaksamu tapi bagaimana aku bisa menolong mu kalau aku tidak tau cerita sebenarnya !" terang Kei sambil mengambil gelas di tangan Gita dan meletakkannya di atas meja


Gita terdiam dan sepertinya Gita harus menceritakan soal pekerjaan sampingan nya dan juga alasannya, soal nanti Kei akan membencinya biar itu Gita pikirkan nanti


" Be..begini tuan, sebenarnya keberadaan saya di hotel XX atas permintaan seorang klien saya yamg meminta saya untuk perform disana dalam acara ulang tahun perusahaan nya !" ucap Gita terbata


" Perform sebagai apa ?" tanya Kei penasaran


" Penari tuan, dan saya pun sering perform di diskotik dan night clubs tuan !" jawab Gita sambil menundukkan kepalanya


Seketika wajah Kei berubah muram, ia merasa kaget sekaligus penasaran


" Tarian apa yamg kamu tampilkan ?!" Kei semakin penasaran


" Tarian timur tengah tuan !" jawab Gita pelan dengan kepala semakin menunduk


" Tarian timur tengah yang pakaian nya minim itu !" teriak Kei tidak percaya dengan apa yang barusan ia dengar


Gita mengerutkan tubuhnya ketakutan mendengar teriakan Kei barusan


Sedangkan Kei langsung teringat akan penari timur tengah yang selama ini sering ia lihat penampilannya di beberapa night clubs dan seketika Kei memicingkan matanya ke arah Gita


" Di club 'mana saja kamu pernah tampil ?!" tanya Kei dingin


Gita lalu menyebutkan beberapa nama tempat yang pernah mengundangnya dan Kei terlihat menyandarkan tubuhnya sambil memijit pangkal hidungnya


Di satu sisi Kei senang akhirnya wanita misterius yang ia cari ternyata berada di hadapannya tapi di satu sisi Kei merasa tidak percaya jika Gita wanita yang disukainya melakukan pekerjaan seperti itu dan Kei tidak rela ketika banyak mata memandang kemolekan tubuh Gita tentunya dengan pikiran mesum


" Jadi soal pemecatan kamu di perusahaan ada hubungannya dengan pekerjaan sampingan kamu ?!"


" I.iya tuan, semua pria yang ada dalam foto itu adalah para klien saya " jawab Gita pelan


" Kenapa kamu melakukan itu Gita, apa gaji di perusahaan tidak cukup, belum lagi kamu bekerja di jasa kebersihan itu !" tanya Kei dengan suara tertahan menahan emosi


" Ma..maaf tuan se.. sebenarnya saya juga tidak mau melakukan pekerjaan itu tapi....saya..harus melunasi hutang saya dan membantu pengobatan ayah saya !" jawab Gita kembali terisak


" Hutang ?!....hutang pada siapa dan bekas apa ?!" tanya Kei lagi sambil menegak kan tubuhnya


Gita terisak, ia kembali teringat akan perlakuan Pratiwi pada dirinya dan kakaknya Mega, apalagi dengan kondisi ayahnya yang sakit parah membuat Gita tidak punya pilihan


Gita mengangkat kepalanya menatap Kei yang tengah menatapnya juga dengan air mata berlinang


Lalu dengan terbata akhirnya Gita pun menceritakan awal semua tragedi yang menimpa keluarganya termasuk ancaman Pratiwi pada Niken jika Gita atau Mega berani berkhianat


Kei menatap Gita dengan pandangan tidak percaya , ia merasa heran dengan sikap Pratiwi yamg semena-mena tanpa ada yang berani melawan ataupun melaporkannya


Tapi Kei akhirnya faham kenapa Gita menuruti semua keinginan ibu tirinya mengingat ancaman Pratiwi akan keselamatan Niken dan ayahnya yang tidak bisa Gita abaikan begitu saja


Gita merasa beban yang selama tiga tahun ini ia pendam sendiri akhirnya bisa terlepas setelah menceritakan semuanya pada Kei


Mungkin masalahnya tidak serta merta akan beres begitu saja tapi setidaknya akan sedikit meringankan bebannya ketika ada orang yang bisa diajak berbagi cerita


Maafkan aku Gita, aku tidak tau jika kehidupan mu begitu rumit tapi kamu jangan khawatir mulai sekarang ada aku yang akan selalu berdiri disamping mu dan menggenggam tangan mu


Gumam Kei dalam hati sambil mengusap punggung Gita yang masih menangis dalam pelukannya


Setelah pertemuan nya dengan Gita di area kolam renang, Arga langsung bergegas menuju parkiran untuk menjemput Luna di terminal bis


" Tebak tadi gue ketemu siapa di hotel tempat gue nginep !" tanya Arga sambil melirik Luna yang duduk di samping nya


" Mantan lu ?!" jawab Luna sambil mendelik ke arah Arga


" Cih ! gak ada jawaban lain apa ?!" jawab Arga dengan wajah masam


" Ya lagian pertanyaan lu aneh, nyampe juga belum udah suruh nebak lu ketemu sama siapa !" jawab Luna sewot


" Kalau gue kasih tau janji jangan jantungan ya !" Arga melirik Luna dengan wajah masam nya


" Siap sih jadi penasaran gue !" tanya Luna sambil mendelik


" Gue juga gak sengaja sih liat dia pas mau jemput lu barusan "! Arga semakin membuat Luna penasaran


" Iya...siapa Arga ?!" teriak Luna kesal


" Hahaha..sabar neng liat tuh bibir sampe maju gitu !" ledek Arga


" Gue tadi ketemu sama Gita temen lu yang cewek bokingan itu !" ucap Arga dan langsung membuat mata Luna membeliak


" Apa !!!...Si Gita ada di hotel yang sama ama lu !" teriak Luna tidak percaya


" Ya ampun..itu mata awas loncat neng !" Gita Arga lagi sambil tertawa


" Sialan lu Ga beneran si Gita ada di sana ! lu gak salah liat kan ?!" teriak Luna lagi


" Iya beneran malah sempet gue maki-maki dia, gue masih sakit hati waktu dia tolak gue !" geram Arga


" Dia disana sama siapa ya Ga ? gak mungkin kan dia di sana lagi liburan sendirian secara itu hotel bintang lima loh Ga, pastinya si Gita kan akan sanggup bayar !"


" Kecuali ada yang bayarin !" jawab Arga enteng


" Pastinya !...tapi gue penasaran siapa lagi nih cowok yang ketipu sama dia !" ucap Luna sambil menatap ke arah luar melalui kaca depan berusaha menebak pria macam apa yang membooking Gita kali ini


Sementara itu Ray nampak duduk dengan pandangan kosong membuat Adam yang duduk didepannya seolah tidak terlihat


Entah kenapa tiba-tiba hatinya terasa sesak dan tidak rela melihat Gita berada dalam pelukan seorang pria


Aishhh... perasaan apa ini, tidak mungkin kan aku menyukai anak sekecil itu, dia lebih cocok jadi anak ku, tapi kenapa aku begitu kesal melihat dia dipeluk seperti itu, masa iya sih aku cemburu


Begitu banyak pertanyaan yamg berkecamuk dalam hati Ray hingga ia tidak menyadari sosok Adam dihadapannya memperhatikan setiap perubahan rona wajah nya


" Ekhemm....maaf tuan apa kita makan malam di sini saja atau anda ingin di tempat lain ?" tanya Adam basa-basi


Tapi sepertinya ucapan Adam hanya dianggap angin lalu Ray tidak bergeming dari lamunan nya hingga membuat Adam salah tingkah dan hanya bisa menggaruk kepalanya yang tidak gatal


Tapi sepertinya Adam sedikit bernapas lega ketika tiba -tiba terdengar dering telpon genggam nya hingga membuat Ray tersentak dari lamunannya dan memandang Adam penuh tanya


Adam segera mengambil ponselnya dan terlihat nama seorang anak buahnya


" Ya...!" sapa Adam


Tiba-tiba wajah Adam berubah tegang


" Kamu yakin ! sudah kami cek lagi ?!" tanya Adam tegas


" Baik, kirim alamatnya segera dan tunggu disana !"


Setelah itu Adam pun menutup sambungan telponnya dan langsung menatap majikannya dengan pandangan yang sulit di artikan


" Ada apa Adam ?" tanya Ray dengan tatapan menelisik


" Tuan.... mereka menemukan alamat orang tua angkat nona muda !" jawab Adam dengan suara bergetar menahan haru


Seketika Ray berdiri dari duduknya


" Kamu yakin !!! orang-orang mu tidak salah ?!"


" Mereka sangat yakin tuan banyak kecocokan dengan data yang di berikan oleh bidan itu !" jawab Adam lagi


Ray mematung ia terlihat bingung seakan tidak bisa berfikir dan tidak tau hatus berbuat apa


" Tuan... sebaiknya kita berangkat sekarang saya sudah siapkan helikopter menuju bandara karena tujuan kita ada di luar pulau, pesawat dan crew sudah standby !" sepertinya untuk saat ini Adam harus memegang kendali karena melihat sikap tuannya yang seperti kehilangan akal


Sedangkan Ray bagaikan kerbau yang di cucuk hidungnya ia berjalan mengikuti Adam menuju roof top hotel dimana sebuah helly sudah standby di sana dengan suaranya yang menderu dan baling-baling yang berputar kencang siap mengantarkan penumpang nya kemanapun yang mereka ingin kan