Just For Escape

Just For Escape
Bab 16



Gita dibawa ke sebuah tempat sepi dimana tidak ada satu orang pun yang ia jumpai


Gita bersimpuh dihadapan Pratiwi yamg berdiri sambil bertolak pinggang dengan tangan terikat kebelakang


" Kamu pikir hidupmu akan tenang setelah kamu membuat ku bangkrut dan terlilit hutang !"


" Ampun Bu Gita tidak bermaksud seperti itu !" ratap Gita


" Aku tidak mau tau, kamu harus ikut dengan ku !"


" Jangan Bu....ampuuunn !!! Gita enggak mau !!" ratap Gita lagi sambil menangis


Pratiwi mencengkram dagu Gita dan menarik nya ke atas


" Aku tidak perduli kamu mau atau tidak yang pasti kamu harus ikut dengan ku untuk membayar semua kerugian akibat kepergian mu !" ucap Pratiwi sambil menghentakkan cengkraman nya hingga membuat tubuh Gita hampir terguling


" Tidaakkk Buu...Gita mohon Gita akan membayar semua kerugian ibu Gita janji Buu !!" teriak Gita dengan wajah memelas


" Memangnya kamu punya yang berapa heh ! so' mau membayar ganti rugi segala !" ejek Pratiwi


" Gita ada sedikit tabungan Bu kalau kurang nanti Gita cicil bayarnya !" ucap Gita berharap Pratiwi menerima tawaran nya


" Kamu tau berapa kerugian yang kamu sebabkan, dua ratus juta ?!" teriak Pratiwi dengan wajah merah padam


" Apa !! kenapa bisa sebanyak itu Bu ?" tanya Gita


" Kamu pikir semua pasilitas yang kamu nikmati selama ini gak pake uang ! semua les yang kamu ikuti itu bayarnya pake daun !!" teriak Pratiwi lagi


" Gita mengerti Bu , Gita akan bayar semua tapi Gita minta waktu untuk membayar sisa nya !" jawab Gita


" Memangnya berapa uang yang kamu miliki ?" tanya Pratiwi penasaran


" Ada seratus juta Bu !" jawab Gita berharap Pratiwi menerima tawarannya


Mendengar jumlah uang yang Gita sebutkan membuat Pratiwi terdiam seakan sedang berfikir


Seratus juta !! heum lumayan juga untuk uang muka nanti sisanya aku akan memeras anak sialan itu sampai ia menyerah dan akhirnya mau menjadi anak buah ku


Gumam Pratiwi sambil tersenyum smirk menatap Gita yang masih bersimpuh dihadapan nya


" Baiklah saat ini kamu aku lepaskan tapi ingat kamu harus membayar sisanya tepat satu tahun dari sekarang !"


Ucap Pratiwi sambil memberi kode pada anak buahnya untuk melepaskan ikatan pada tangan Gita


" Sekarang kamu kirim uangnya ke rekening ku !" ucap Pratiwi


" Iya Bu tapi..ATM nya Gita tinggal di kost an !" jawab Gita dengan terbata


" Awas kalau kamu bohong aku akan langsung menjual mu tanpa ampun !" ancam Pratiwi


" Sumpah Bu Gita tidak bohong Gita akan langsung transfer ke rekening ibu !" jawab Gita meyakinkan Pratiwi


" Baik ..untuk saat ini aku percaya dan kamu jangan coba-coba mengkhianati aku !" ucap Pratiwi


Kemudian Pratiwi membawa Gita kembali ke kost an nya agar Gita segera mentransfer uang nya ke rekening Pratiwi


Gita bergegas mengambil kartu ATM nya lalu berlari menuju mesin ATM terdekat dan langsung mentransfer semua tabungan nya ke rekening Pratiwi


" ini bukti transfer nya Bu !" ucap Gita sambil menyerahkan secarik kertas bukti transferan nya


" Tidak usah aku sudah mengecek nya melalui m Banking ku !" jawab Pratiwi


Gita hanya mengangguk kan kepalanya sebagai jawaban


" Kalau begitu Ibu pulang dulu dan jangan lupa hari ini di tahun depan sisa hutang mu harus lunas !" ucap Pratiwi sambil beranjak dari dalam kost an Gita


Gita duduk memeluk kedua lututnya sambil menangis meratapi nasib yang menimpanya


Apa yang harus ia lakukan sekarang dengan uang tabungan yang terkuras habis di tambah hutang seratus juta yang harus ia lunasi


Setelah puas menangis akhirnya Gita beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya


Setelah berganti dengan pakaian tidur Gita pun merebahkan tubuh untuk beristirahat karna besok ia harus kembali bekerja


Sementara itu Kei sedang menyantap makan malam nya sendirian di apartemen nya


Kei teringat ketika bangun tidur tadi sore mendapati jas nya yang nampak lecek setelah ia tiduri seharian


Kei merasa aneh dengan dirinya sendiri kenapa ia harus menyukai aroma tubuh Gita ?


Apalagi Kei tidak mengenal Gita sama sekali, kecuali jika ternyata Gita merupakan gadis yang di lihatnya dua tahun lalu di sebuah pub di ibukota


Kei memandang sekeliling apartemen nya dan terlihat berantakan dan berdebu karna sudah lama tidak ditempati


Sepertinya aku harus menyewa jasa pelayan untuk membersihkan apartemen ku


Gumam Kei sambil membereskan bekas makan malam nya


Jam sembilan pagi Kei keluar dari apartemen nya menuju ruang informasi di lantai dasar


" Selamat pagi tuan ada yang bisa saya bantu ?" tanya seorang petugas


" Oh ini pak saya membutuhkan jasa OB/OG untuk unit saya tapi cukup seminggu sekali saja !" jawab Kei


" Oh tentu tuan sebentar saya ambilkan formulir nya !" jawab petugas itu antusias


Tidak berapa lama petugas itu memberikan secarik kertas untuk Kei isi termasuk besarnya biaya yang harus ia bayarkan setiap bulan nya


" Maaf pak apa perusahaan ini bisa dipercaya ?" tanya Kei setelah membaca formulir di tangan nya


" Tentu saja tuan karna mereka sudah lama bekerja sama dengan kami, juga dengan beberapa gedung apartemen lain nya !" jawab si petugas meyakinkan


" Baiklah kalau begitu !" jawab Kei sambil mengisi formulir itu dan membubuhkan tanda tangan nya sebagai tanda menyetujui peraturan yang tertera di sana


" Mulai Minggu depan ya tuan !" ucap si petugas


" Oke !" jawab Kei singkat sambil beranjak dari tempat tersebut menuju parkiran di basement


Kei berencana ke sebuah mall untuk membeli beberapa barang yang belum ia miliki untuk melengkapi isi apartemen nya


Termasuk barang-barang pribadinya yang ia tinggal di apartemen nya di ibukota


Sebenarnya tuan Yoshihiro menyuruh Kei tinggal di rumahnya tapi Kei menolak karna rumah itu terlalu besar jika hanya ditempati oleh satu orang


Kecuali mungkin jika suatu hari nanti Kei memutuskan untuk berkeluarga


Tapi sepertinya masih lama menuju ke arah sana mengingat Kei yang belum ingin berkomitmen dengan siapa pun


Karna bagi Kei menikah hanya sekali seumur hidup seperti orang tuanya


Jadi ia harus hati-hati dalam memilih pasangan hidup kecuali kalau hanya untuk sekedar one night stand saja


Kei nampak sudah berpakaian rapi hendak menuju perusahaan nya, ia tidak mau memberikan contoh buruk dengan datang terlambat walaupun ia pemilik perusahaan nya


Kei memasuki ruangan nya padahal baru jam delapan kurang lima belas menit


Sekretaris nya pun belum terlihat di mejanya yang terletak di luar ruangan nya dan Kei tidak perduli selama tidak melewati waktu yang sudah ditentukan


Gita berlari kecil menaiki tangga menuju ruangan Kei sambil menenteng bungkusan


Tok..tok..


Gita mengetuk pintu ruangan bos nya dan terdengar sahutan dari dalam


" Masuk !" jawab Kei penasaran siapa yang pagi-pagi mengetuk pintu ruangan nya


" Permisi tuan saya mau mengembalikan pakaian tuan yang kemarin saya pakai !" ucap Gita setelah masuk dan berdiri di depan meja Kei sambil mengangguk kan kepalanya


" Oh iya simpan saja di sana !" jawab Kei menunjuk meja sofa di depan nya dengan wajah kaku


Gita pun meletakan bungkusan itu di tempat yang Kei tunjuk lalu bergegas pamit keluar dari ruangan Kei karna sebentar lagi jam kerja nya di mulai


Kei masih diam di tempat duduknya hingga Gita keluar dari ruangan nya


Setelah yakin jika Gita sudah menutup rapat pintu ruangan nya Kei langsung berdiri lalu bergegas menuju bungkusan yang Gita letakan di meja sofa


Kei membuka bungkusan itu dengan tidak sabar dan dilihatnya kemeja hitam yang ia pinjam kan pada Gita yang terlipat rapih


Tanpa membuang waktu Kei langsung mencium pakaian itu berharap aroma Gita menempel di sana


Tapi tiba-tiba wajah Kei terlihat kesal, sambil menjauhkan pakaian itu dari hidungnya Kei meremas pakaian itu lalu melemparnya begitu saja ke atas sofa


Sementara itu Gita sudah duduk di meja kerjanya sambil berharap jika aroma pewangi pakaian yang ia gunakan dapat menutupi aroma tubuhnya yang mungkin tertinggal di kemeja bos nya yang ia pakai kemarin malam