Just For Escape

Just For Escape
Bab 34



Adam baru saja kembali ke ruangan Rey setelah mengantarkan anak buahnya dan memberikan instruksi lanjutan untuk ia kerjakan


" Bagaimana menurutmu apakah ada kemungkinan jika Gita adalah anak ku ?" tanya Rey pada Adam


" Saya belum bisa memastikan tuan apalagi belum terlalu banyak bukti yang kita punya hanya kemiripan wajah saja !" jawab Adam


" Tapi ..ketika pertama kali aku melihatnya ada perasaan sedih dan entah lah ...aku merasa ada rasa sakit di hatiku yang membuatku ingin menangis !" ucap Rey sambil menekan dadanya dengan wajah putus asa


" Kadang aku merasa putus asa setelah sekian lama tidak ada kabar sedikitpun tentang keberadaan Shinta seakan ia hilang di telan bumi tapi ketika aku melihat Gita aku merasa seperti memiliki semangat lagi untuk mencari keberadaan Shinta dan anak ku karena aku yakin jika mereka masih hidup !" ucap Rey kembali


" Tapi maaf tuan bukan saya ingin menghancurkan harapan anda saya hanya tidak ingin anda kecewa jika ternyata nona Gita bukan anak anda !" jawab Adam


" Aku tau Adam tapi ...aku tidak tau harus bagaimana lagi !" jawab Rey sambil memijit pangkal hidung nya dan terlihat butiran bening mengalir di pelupuk matanya


Adam hanya terdiam ia pun tidak bisa menyalahkan tuan nya setelah apa yang menimpanya hingga membuat Rey berubah menjadi pribadi yang dingin dan kejam


Dan Adam ia hanya bisa berdiri di samping tuan nya tidak pernah meninggalkan nya dalam kondisi apapun


Rey menghapus air matanya dengan sapu tangan lalu setelah beberapa saat ia pun memandang ke arah Adam yang duduk di hadapan nya


" Adam apa selama ini kita melewatkan sesuatu hingga kita tidak dapat menemukan Shinta !" tanya Adam sambil mengerutkan kening nya


" Maksud anda tuan !" tanya Adam


" Mungkin kita melewatkan sesuatu hingga kita mencari di tempat yang salah !" jawab Rey menatap Adam serius


Rey dan Adam pun saling tatap seperti mencari jawaban di wajah mereka hingga tiba-tiba Adam berdiri dari duduknya menuju meja di mana berkas-berkas pencarian Shinta selama ini di simpan


Adam lalu membawa tumpukan berkas itu ke hadapan Rey


Adam seperti memilah Milah berkas itu menjadi beberapa bagian lalu memberi nama di dengan tulisan yang besar di setiap bagian atas berkas tersebut


Sedangkan Rey hanya terdiam menyaksikan yang Adam lakukan pada tumpukan berkas di hadapan nya


" Sepertinya anda benar tuan, kita mencari di tempat yang salah " ucap Adam sambil menggeser berkas bernama Angel ke hadapan Rey


" Maksud mu apa Adam ?" tanya Rey tidak mengerti


" Selama ini kita fokus pada Mona hingga kita lupa kalau Mona tidak bekerja sendiri, ia punya kaki tangan !" jawab Adam


" Anda ingat bukan alasan Mona ingin anda menikahi Angel ? ternyata Angel bukan keponakan nya melainkan anak kandung nya sebelum ia menikahi tuan besar !"


" Iya..lalu ?" tanya Adam penasaran


" Kita terlalu sibuk mengorek informasi dari Angel hingga kita lupa pada satu orang yang belum pernah kita tanyai..yaitu ayah nya Angel atau suami Mona yang pertama !" jawab Adam


" Bagaimanapun Mona membutuhkan seseorang untuk menjaga nona agar tidak berani kembali atau memberi kabar kepada anda, dan orang itu harus lah yang dia kenal dan bisa dipercaya dan yang pasti tidak kita kenal !" ucap Adam


Mendengar penjelasan Adam membuat Rey pun seperti tersadar hingga ia pun bangkit dari duduknya


" Sebaiknya kita segera menyuruh orang untuk mencari informasi tentang ayahnya Angel !" ucap Rey semangat


" Baik tuan akan saya kerjakan !" jawab Adam sambil membuka ponselnya


Rey berjalan menuju jendela ruang kerjanya menatap langit yang mulai meredup di makan senja


Secercah harapan kembali menghampiri nya membuat Rey kembali optimis jika kali ini ia akan menemukan Shinta dan anaknya


Tidak berapa lama terdengar ketukan di pintu ruang kerja Rey


Adam bangkit dari duduknya untuk membuka pintu dan nampak seorang pria berusia tiga puluh limaan berdiri dihadapan nya


" Masuk !" perintah Adam


" Terima kasih tuan !" jawab pria itu


" Maaf tuan apa ada tugas baru ?" tanya pria itu sambil duduk di sofa


" Iya...kebetulan kakak mu aku suruh istirahat sebentar tapi ada pekerjaan yang harus segera kamu lakukan !" jawab Adam


" Apa tentang nona muda tuan ?" tanya pria itu


" Iya...aku ingin kamu mencari informasi tentang ayah dari Angel !" jawab Adam sambil menyerahkan sebuah map pada pria itu


Pria itu membaca berkas di tangan nya dengan kening berkerut


" Apa hanya ini data yang kita punya ?" tanya pria itu


" Makanya aku menyuruh mu mencari informasi lengkap tentang ayahnya Angel secepatnya !" perintah Adam


" Baik tuan akan saya kerjakan !" jawab pria itu sambil berdiri


" Aku tunggu secepatnya !" tegas Adam kembali


" Baik tuan sekarang juga saya akan mulai bergerak !" jawab pria itu sambil berdiri dari duduknya


" Terima kasih...aku mengandalkan mu !" jawab Adam sambil menepuk bahu pria itu dan mengantarnya hingga ke pintu


Sedangkan Rey tidak beranjak dari tempatnya berdiri hanya menatap langit yang mulai menghitam dengan pikiran menerawang


Seperti tersadar dari lamunan nya Rey pun menoleh ke arah Adam


" Baik lah !" jawab Rey sambil berjalan keluar dari ruang kerjanya di ikuti oleh Adam


saya hanya bisa berdoa semoga usaha kita kali ini akan membuahkan hasil dan mengakhiri penderitaan anda tuan


Gumam Rey sambil berjalan dibelakang Rey menuruni tangga menuju ruang makan


Sementara itu Mega nampak tengah duduk di sebuah kafe menikmati makan siangnya setelah berbelanja kebutuhannya disebuah supermarket yang berada di lantai dasar


Setelah beberapa saat Mega pun meninggalkan kafe tersebut menuju basemen dimana mobilnya terparkir


Begitu Mega keluar dari lift ia dikejutkan oleh seorang anak kecil yang menabraknya hingga membuat bawaan nya jatuh berantakan


" Aduuhh...!! teriak Mega kaget


" Kamu gak apa-apa !" tanya Mega pada anak kecil berusia sekitar empat tahun itu sambil memeriksa badannya takut ada yang terluka


Bukannya menjawab anak kecil itu malah menangis hingga membuat Mega kebingungan


" Kenapa menangis ? apa ada yang sakit ?" tanya Mega tanpa menghiraukan belanjaan nya yang jatuh berantakan


" Papa aku hilang ...hik..hik...!" jawab anak lelaki itu sambil menangis


Mendengar jawaban anak kecil itu membuat Mega tersenyum, ia mengerti jika anak itu terpisah dari orangtuanya


" Tunggu sebentar ya..!" ucap Mega sambil membereskan belanjaan nya lalu menaruhnya di pinggir


Mega mengedarkan pandangannya berusaha mencari orang tua anak itu tetapi keadaan disana sepi hanya ada mereka berdua


Karena merasa kasihan Mega pun menggendong anak kecil itu sambil membawa belanjaannya menuju mobilnya yang terparkir tidak jauh dari pintu lift


" Abang tunggu sebentar ya !" ucap Mega sambil menurunkan anak itu agar ia bisa menyimpan belanjaan nya ke dalam bagasi mobil


Setelah dirasa aman Mega pun kembali mengendong anak kecil itu menuju lift untuk membawanya ke bagian informasi


" Abang namanya siapa ?'' tanya Mega sambil menghapus air mata anak itu dengan tissue


" Arel !" jawab anak itu sambil terisak


" Abang umurnya berapa ?" tanya Mega lagi


" Empat !" jawab anak itu sambil mengangkat empat jari tangan nya


" Ih Abang udah besar ...harusnya gak nangis yaa !" jawab Mega sambil merapihkan rambut anak itu yang sedikit berantakan


" Tapi papa ilaang !" teriak anak itu kembali menangis


" Papa enggak ilang kok cuma lagi ke toilet !" jawab Mega agar anak itu tenang


" Beneran papa di toilet ?" tanya anak itu sambil menatap Mega


" Iyaa...kita tunggu sebentar pasti papa bentar lagi datang !" jawab Mega


" Eh..papanya Abang namanya siapa ya ?" tanya Mega


" Papa Enzo !" jawab anak itu


Mega berjalan menuju meja informasi lalu menurunkan anak itu agak jauh dari meja resepsionis dan dengan berbisik Mega pun menceritakan tentang penemuan anak itu di basemen petugas resepsionis itu pun menganggukkan kepalanya


Tidak berapa lama petugas resepsionis pun melakukan panggilan kepada orang tua bernama Enzo juga agar segera menghubungi mereka


Tapi hingga lima belas menit belum juga terlihat batang hidungnya


Mega pun bilang pada petugas resepsionis jika ia akan membawa anak itu ke kafe depan supermarket


" Abang haus ?" tanya Mega sambil mendudukkan anak itu di kursi


Anak itu tidak menjawab hanya mengangguk kan kepalanya saja


" Abang boleh minum es enggak sama papa ?" tanya Mega lagi


" Boleh...tapi jangan banyak-banyak !" jawab anak itu polos


Lalu Mega pun memesan kan jus jeruk dengan kentang goreng dan nugget serta beberapa cemilan lainnya


Tidak berapa lama pesanan Mega pun datang tapi papanya anak itu belum datang juga


Mega memberikan jus jeruk itu pada Arel dan anak itu terlihat sangat kehausan hingga jus jeruk itu tersisa sedikit saja


Lalu dengan lahapnya anak itu pun menyantap makanan yang ada dihadapan nya hingga membuat Mega merasa terenyuh


Ya ampun seperti nya anak ini sudah lama terpisah dari ayahnya, ia terlihat kelaparan dan kehausan dasar orang tua tidak bertanggung jawab masa saking asiknya belanja sampe lupa sama anak


Gerutu Mega sambil sesekali menyeka mulut Arel yang belepotan makanan