Just For Escape

Just For Escape
Bab 18



Setelah selesai menyumbangkan lagunya di iringi petikan gitar pak Wisnu, Gita dan pak Wisnu kembali ke meja nya


Acara dilanjutkan dengan acara makan malam dan ada beberapa karyawan yang ikut menyumbangkan lagu


Gita pun menikmati makan malam nya sambil bercanda dengan teman-teman tanpa mengetahui jika Kai nampak kesal memandang ke arahnya


Luna semakin gencar mendekati Kai dengan menanyakan berbagai macam hal agar Kai mengalihkan perhatian hanya kepadanya


Awalnya Kai berusaha bersikap sopan dengan menjawab beberapa pertanyaan dari Luna hingga akhirnya Kai pun hanya terdiam dan menatap tajam pada Luna


Atasan Luna beberapa kali berdehem dan memberikan peringatan dengan isyarat matanya tetapi Luna pura-pura tidak tau


Dan orang disebelah Luna pun beberapa kali menyenggol kaki Luna memperingatkan, tapi Luna malah menginjak kaki wanita di sebelahnya


" Luna sepertinya kamu lebih pantas menjadi seorang reporter daripada seorang sekretaris !" ucap Kai


" Itu salah satu kelebihan saya tuan !" jawab Luna tanpa tau malu


Mendengar jawaban Luna membuat Kai mendengus kesal sedangkan Luna malah tersenyum bangga


Gita melihat jam tangan nya lalu berbisik ke telinga pak Wisnu dan pak Wisnu pun hanya mengangguk kan kepalanya


Gita beranjak dari kursinya lalu berjalan ke pintu samping dimana ia menitipkan sebuah tas pada petugas satpam


Kemudian Gita berjalan ke arah parkiran depan dimana sebuah mobil online sudah menunggunya


Kai nampak kecewa melihat kepergian Gita, tadinya ia berharap bisa mengantarkan Gita pulang ke kost an nya


Sedangkan Luna terlihat senang begitu melihat kepergian Gita yang ia anggap sebagai penghalang rencananya mendekati Kai


Gita sedang duduk di ruang ganti merangkap ruang rias di sebuah klub malam


Malam ini ia di booking di sebuah klub malam yang meminta nya untuk menari khas timur tengah


Gita sedang merias wajahnya dan memeriksa kembali pakaian nya jangan sampai ada kekurangan


Gita menikmati coklat panas nya sambil menunggu waktunya ia untuk pentas


Semoga malam ini aku mendapatkan banyak saweran


Gumam Gita dalam hati sambil melirik arlojinya ternyata masih ada waktu setengah jam lagi sebelum waktunya ia pentas


Sementara itu di kafe tempat acara perusahaan Kai sebagian orang sudah pamit untuk pulang


Kebanyakan para wanita yang meminta izin pulang duluan dengan alasan sudah larut malam


Dan untuk keamanan mereka Kai sudah menyuruh supir membawa mobil minibus untuk mengantar para wanita yang tidak dijemput atau tidak membawa kendaraan pulang ke rumahnya masing-masing


Tapi tidak dengan Luna, ia sudah berencana agar ia bisa ikut pulang bersama Kai dengan alasan rumahnya dan apartemen Kai searah


Kai nampak sedang berkumpul dengan beberapa bawahannya, entah apa yang mereka bicarakan tapi mereka nampak sedang merencanakan sesuatu


" Gimana tuan berangkat sekarang mumpung acaranya belum di mulai ?!" tanya seorang manager


" Oke..saya tunggu diparkiran !" jawab Kai


Kai berjalan cepat ke arah parkiran setelah menyelesaikan pembayaran di kasir


Tapi Kai tiba-tiba menghentikan langkahnya ketika dilihatnya Luna berdiri didekat mobil nya


Kai berjalan perlahan menuju mobilnya dan Luna terlihat tersenyum memandang ke arah Kai


" Kenapa kamu belum pulang Luna ?" tanya Kai


" Maaf tuan tadi mobil jemputan nya penuh jadi saya tidak bisa ikut mereka !" jawab Luna dengan memasang wajah sedih


" Lalu kenapa kamu diam di sini bukan nya ikut dengan yang lain ?" tanya Kai


" Maaf tuan kalau boleh saya ikut tuan saja kebetulan kita searah !" jawab Luna sambil tersenyum menggoda Kai


Kai sedikit kaget, tapi ia berusaha terlihat biasa saja


" Maaf Luna kebetulan saya mau pergi ke tempat lain !" jawab Kai


" Kemana tuan , apa saya boleh ikut ?" jawab Luna penuh harap


" Tidak bisa !" jawab Kai kesal


" Lalu saya bagaiman tuan ? apa tuan tega meninggalkan saya di sini ?!" rengek Luna dengan wajah memelas


" Lagian kenapa kamu tidak pesan mobil online ? kan tau kamu tidak bisa ikut jemputan !" jawab Kai kesal


Mendengar jawaban Kai Luna hanya terdiam, ia tidak menyangka jika Kai tidak mau membawanya


Sementara Parjo supir pribadinya Kai hanya menonton pertunjukan dihadapan nya dalam diam


Sebenarnya dari tadi Luna sudah membujuknya agar membolehkan dia menaiki mobil Kai tapi untungnya Parjo menolak


Karna ia tahu watak majikan nya, tidak sembarang orang bisa duduk di mobilnya apalagi Parjo tidak dapat instruksi langsung dari Kai


" Parjo kamu telpon supir yang tadi bawa mobil minibus suruh balik lagi bilang ada yang tertinggal !" perintah Kai tanpa menoleh ke arah Luna


Melihat Kai yang masuk ke mobilnya tanpa mengajaknya membuat Luna panik


" Tuan...tuan lalu saya gimana tuan !" teriak Luna sambil mengetuk jendela mobil Kai


Kai hanya terdiam mendengar teriakan Luna, ia sudah kesal semenjak berada di dalam tadi ditambah dengan kejadian ini


" Tenang nona saya sudah telpon supir yang tadi sebentar lagi dia datang untuk jemput nona !" jawab Parjo ramah


Mendengar jawaban dari Parjo membuat Luna tidak percaya ternyata Kai begitu kejam membiarkan dia sendirian di depan kafe di tengah malam pula


Sementara itu dikejauhan beberapa pria buru-buru masuk ke dalam mobil lalu segera keluar dari area parkiran kafe


" Lu jahat banget bro ! gak kasian apa sama si Luna !" ucap salah satu pria


" Lu boleh ngomong gitu soalnya lu belum pernah ditumpangi si Luna !" jawab pria di balik kemudi


" Loh memangnya kenapa ? harusnya kan lu bangga si Luna kan lumayan cantik !" jawab pria yang lain


" Cantik sih guys tapi dia bossy banget, gue yang punya mobil tapi gue kayak supir pribadinya, udah duduk nya dibelakang trus gue harus nungguin dia yang berhenti di tiap tempat yang dia mau cuma buat beli cemilan doang !" umpat pria di balik kemudi kesal


" Huahahah..!! teriak beberapa pria dibelakang mendengar cerita teman nya


" Ternyata do'i parah guys kebanyakan nonton drama Korea !" jawab salah satu pria


" Kalian tadi lihat gak dia berusaha menarik perhatian tuan Kai, bikin managernya malu !"


" Gue aja enek liatnya apalagi tuan Kai ya ?!" jawab pria lain nya


" Dan tadi masih juga berani minta balik bareng, dia itu sebenarnya masih punya muka gak sih ?!" ucap pria di balik kemudi


" Kalau muka sih masih punya tapi urat malunya udah putus !" jawab yang lain sambil tertawa tergelak


Setelah beberapa saat mereka tiba di sebuah klub malam terkenal


Kai pun tidak berapa lama tiba di tempat tersebut lalu mereka memasuki klub itu bersama-sama


Kai open table di tempat favorit nya di pojok dimana ia bisa melihat ke semua arah dan terlihat tempat itu penuh dengan pengunjung yang mencari hiburan


Beberapa minuman sudah tersedia di mejanya dan anak buahnya pun terlihat menikmatinya


Tidak berapa lama terdengar MC membuka acara dan penonton pun terdengar riuh bertepuk tangan dan bersorak


Lampu di tengah arena dipadamkan dan tersengar alunan musik timur tengah yang mendayu-dayu dan tiba-tiba lampu menyala menyorot sesosok wanita berambut panjang yang berdiri membelakangi penonton


Wanita itu mulai meliuk-liukkan kan tangan dan tubuhnya dengan perlahan lalu setelah beberapa saat wanita itu pun membalik kan badan nya


Dan seketika penonton bersorak melihat begitu indah tubuh penari itu yang hanya di balut bra dan rok panjang yang diikat di bawah perut dengan belahan hingga ke pangkal paha


Wajah si penari di hias menyerupai wajah kucing betina sehingga menyamarkan wajah aslinya


Wanita itu mulai berlenggok mengikuti irama tabla yang menghentak


Pinggang nya yang ramping seolah tidak memiliki tulang setiap ia menggoyangkan ke kiri dan ke kanan dan kadang memutarnya 360° bagaikan mata bor yang berputar-putar


Dan mata para penonton pun semakin membeliak ketika penari itu menggoyang kan dadanya yang sekal dan kadang membusungkan nya


Para penonton bersorak semakin kencang ketika penari itu bergoyang semakin cepat


Hingga akhirnya acara yang di tunggu para penonton yaitu ketika si penari menghampiri meja mereka


Beberapa penonton mulai mengeluarkan dompet mereka dan mengibaskan lembaran uang di hadapan si penari karna semakin banyak ia memberikan saweran semakin lama penari itu bergoyang dihadapan


Hingga akhirnya penari itu menuju meja Kai dan seketika penari itu seperti terkejut setelah melihat siapa yang duduk dihadapan nya


Kai menatap mata penari itu dan nampak mata yang terlihat familiar


Kai memandang si penari yang terlihat gugup ketika mata mereka beradu pandang


Kai mengeluarka isi amplop di atas meja dan seketika mata para pria yang menemani Kai terbelalak


Kai mengulurkan beberapa lembar uang seratus ribuan pada penari itu dan penari itu mengambilnya dengan tangan yang berhias henna


Lalu Kai pun kembali mengulurkan tangan nya dengan beberapa lembar uang yang diterima penari itu hingga penonton bersorak ketika melihat banyaknya uang yang Kai berikan pada penari di hadapan nya


Dan akhirnya Kai memberikan amplop yang masih berisi uang kepada penari itu dan akhirnya penari itu pun penyentuh ujung kepalanya dengan jarinya lalu membungkuk kan badan sebagai ucapan terima kasih


Kai meninggalkan night club itu dengan sebuah rencana yang harus segera ia lakukan untuk menghilangkan rasa penasaran nya


Sementara itu Luna masih berdiri di parkiran kafe menunggu jemputan nya


Dan tidak berapa lama sebuah mobil minibus berhenti tepat di depan nya


" Loh mbak katanya mau bareng sama bos ?" tanya supir itu polos


Luna tidak menjawab pertanyaan supir itu tapi langsung masuk ke kursi belakang


Sial ! rencana ku berantakan lihat saja aku tidak akan menyerah begitu saja


Gumam Luna dalam hati sambil memikirkan rencana selanjutnya