
Lorenzo nampak sibuk dengan beberapa berkas dihadapannya
Walaupun ia hanya mempunyai sebuah perusahaan kecil tapi Enzo sangat bangga karena ia membangun nya dari nol tanpa bantuan siapapun
Apalagi tinggal di negara asing tanpa sanak saudara hanya ia dan anak nya saja
Enzo berusaha sekuat tenaga membangun usahanya demi masa depan nya dan anaknya Ourellio
Enzo nampak begitu fokus karena ia ingin pekerjaan nya selesai dengan cepat
Teman nya sudah beberapa kali menelpon mengingatkan jika nanti malam mereka akan bertemu di sebuah club' untuk sekedar refreshing
Enzo melepaskan kacamata nya lalu meregangkan tubuhnya setelah selesai memeriksa berkas yang di kirim Maya tadi
Maya adalah sekertaris Enzo merangkap asisten pribadi dan mengerjakan apapun yang ada hubungannya dengan administrasi
Maya tidak seperti kebanyakan sekretaris, ia hanya wanita paruh baya dengan dua anak yang sudah besar
Enzo memperkerjakan Maya karena kinerja Maya yang luar biasa, mungkin karena pengalaman juga hingga membuat Enzo tidak harus mengajari secara detail cukup garis besarnya saja dan Maya langsung memahami nya
Enzo merapikan mejanya begitu juga berkas yang baru saja ia kerjakan sudah tertumpuk rapi
Ia keluar dari ruangan nya dan menyapa Maya
" Sore May...aku pulang cepat ya " sapa Enzo
" Silahkan tuan, semoga malam anda menyenangkan " jawab Maya sambil tersenyum
" Aku harap begitu ...sampai nanti May " jawab Enzo lalu melangkah kan kakinya menuju lift
Kantor Enzo berada di lantai lima, ia menyewa satu lantai di sebuah gedung perkantoran di tengah kota
Saat ini Enzo menuju kediamannya di sebuah apartemen untuk sekedar menemani Arell bermain sebelum ia berkumpul dengan teman-temannya
Enzo berusaha menjadi ayah yang baik dengan selaku berusaha meluangkan waktunya untuk menemani Enzo di sela kesibukannya
Dan sepertinya Arell pun sangat mengerti dengan kondisi ayahnya yang harus berperan ganda menjadi pengganti ibu nya juga
" Papa !! teriak Arell begitu melihat Enzo membuka pintu apartemen nya
" Halo sayang..." jawab Enzo sambil memeluk buah hatinya lalu memberikan kecupan di pucuk kepala Arell
" Papa pulang cepat apa pekerjaan papa sedikit ?" tanya Arell sambil berjalan di samping Enzo menuju sofa
" Tidak juga ..cuma kebetulan nanti malam paman Hans mengajak papa makan malam jadi nanti Arell sama bibi ya " ucap Enzo sambil mengelus kepala anaknya
" Oke Papa tapi jangan lama-lama ya Pa " jawab Arell sambil menyandarkan kepalanya di dada Enzo
" Tentu saja sayang karena besok pagi Papa harus kerja " jawab Enzo tanpa berhenti mengelus kepala Arell
Setelah menemani Arell hingga ia tertidur akhirnya Enzo pergi menuju tempat yang sudah biasa ia datangi bersama teman-teman nya
Enzo memasuki sebuah club' malam dan seketika ia di sambut oleh dentuman musik yang memekakkan telinga
Enzo berjalan ke lantai atas dimana terdapat ruangan VIP yang sudah dipesan Hans temannya
Enzo membuka pintu ruang VIP itu dan terlihat Hans, Robyn, Joe dan Ivan
" Hay... akhirnya kamu datang juga !" teriak Hans sambil melambaikan tangannya ke arah Enzo
" Hay guys ...sorry telat aku harus menidurkan Arell dulu " sapa Enzo pada teman sesama expatriat nya
Mereka bukan teman satu negara dengan Enzo tapi karena mereka bernasib sama seperti Enzo yang tidak memiliki sanak saudara jadinya mereka menganggap satu sama lain sebagai saudara
Tapi satu hal yang membedakan Enzo dengan teman nya hanya Enzo yang pernah menikah dan memiliki anak sedangkan yang lainnya belum ada yang pernah menikah walaupun usia mereka hampir sama
Mereka lalu mulai memesan minuman dan membicarakan berbagai hal mulai dari bisnis mereka hingga soal wanita yang sedang mereka incar ataupun yang sudah menjalin suatu hubungan
Mereka tertawa terbahak bahak bahkan Joe hampir tersedak karena tertawa dengan minuman yang masih belum tertelan semua
Tidak terasa sudah tengah malam dan Enzo pun pamit pulang duluan
" Maaf teman aku tidak bisa lebih lama lagi, besok pagi aku harus bertemu klien " Enzo membuat alasan agar temannya mengizinkan ia untuk pulang lebih dulu
" Oke ..no problem bro, salam buat Arell " jawab Robyn sambil melambaikan tangannya
" Sorry guys aku juga harus pulang tidak apa kan ?" tanya Hans
" Oke tidak apa kalian pulang lah kami hanya ingin menghabiskan sisa minuman saja " jawab Joe sambil mengangkat gelas di tangannya
Setelah berpamitan Enzo dan Hans pun meninggalkan ruangan VIP itu menuju lantai bawah
Enzo berjalan menuju pintu keluar club' melewati beberapa orang-orang yang tengah bergoyang
Ada juga yang hanya duduk saja sambil melihat orang yang asik bergoyang di arena
Enzo mengedarkan pandangannya hingga ia tanpa sengaja melihat seorang perempuan yang terlihat familiar tengah di peluk seorang pria berjalan menuju pintu keluar seperti dirinya
Enzo mempercepat langkahnya hingga membuat Hans tertinggal di belakang dengan tatapan bingung
Enzo berusaha mengejar wanita itu hingga ke halaman dimana si wanita berdiri menunggu teman prianya mengambil kendaraan nya
" Mega..." sapa Enzo ragu setelah berada di samping gadis itu
Seketika Mega menoleh kan kepalanya ketika terdengar suara memanggil namanya
Mega nampak kaget ketika melihat kehadiran Enzo yang berdiri tidak jauh darinya
" Eh..tuan " jawab Mega salah tingkah
Ia tidak menyangka jika akan bertemu dengan orang yang dikenalnya di tempat ini
Hans yang mengejar Enzo pun berdiri tidak jauh dari Enzo dan menatap wanita yang berdiri di hadapannya
Belum sempat Enzo bertanya tiba-tiba sebuah mobil berhenti tepat di depan Mega dan seorang pria langsung turun menghampiri mereka
Pria itu langsung merengkuh pinggang Mega dengan tatapan tidak suka ke arah Enzo dan Hans
" Apa mereka hendak membooking mu juga, ingat aku yang lebih dulu !" ucap pria itu sambil menatap tajam ke arah Mega
" Oh..ti.. tidak ..aku....ayo kita segera berangkat !" ucap Mega sambil menarik pria itu masuk ke dalam mobilnya
Pria itu pun mengikuti keinginan Mega dengan senang hati karena ia memang sudah menginginkan nya sejak tadi
Mega memasuki mobil itu tanpa menoleh kembali ke arah Enzo dan Hans yang masih terpaku di tempatnya
Tidak lama kemudian mobil itu pun pergi meninggalkan Enzo dan Hans yang masih menatap mobil tersebut hingga menghilang di belokan
" Kamu mau perempuan itu ?" tanya Hans sambil menepuk bahu Enzo
" Maksudnya ?" tanya Enzo tidak mengerti dengan pertanyaan Hans
" Perempuan tadi ..kamu mau dia ?, aku bisa booking dia buat kamu !" jawab Hans sambil tersenyum nakal
" Kamu mengenalnya ?" tanya Enzo penasaran
" Aku tidak mengenalnya tapi klien ku pernah menggunakan jasanya dan katanya heum...!" jawab Hans sambil mengacungkan kedua ibu jarinya
" Maksud mu dia bisa di booking ? dia seorang ...." Enzo tidak meneruskan ucapannya tapi tiba-tiba Enzo kembali menatap ke arah dimana mobil yang membawa Mega menghilang dengan tatapan yang sulit di artikan