
Gita berdiri di dalam lift dengan wajah yang mulai sembab dan tangan memegang ponselnya
Ia merasa tidak akan mampu jika harus berhadapan lagi dengan Luna dan laki-laki yang selalu mengatai nya ******
Apalagi Gita juga merasa jika Luna pasti lebih percaya dengan semua ucapan pria di sebelahnya dari pada pembelaannya di tambah lagi dengan kasus dirinya yang di pecat dari perusahaan karena ke salah fahaman
Gita mencengkram ponsel ditangannya yang berdering dan terlihat nama Kei
Gita merasa bingung alasan apa yang harus ia katakan kepada Kei hingga dering yang kesekian kali baru Gita mengangkatnya
Halo tuan
saya masih di kamar maaf sepertinya saya tidak bisa menemani anda makan siang perut saya mendadak sakit
Tapi anda tidak perlu khawatir saya membawa obatnya
Baik tuan terima kasih
Pintu lift terbuka bersamaan dengan berakhirnya percakapan Gita dengan Kei
Gita setengah berlari menuju kamarnya lalu Gita menghempaskan tubuhnya di atas kasur sambil menangis
Hampir setengah jam Gita menangis hingga sebuah ketukan memaksanya untuk bangun dan melihat siapa yang berada di luar kamar nya
Gita menghapus air matanya dan sedikit merapikan pakaiannya yang kusut dengan tangan lalu beranjak menuju pintu kamarnya
" Permisi nona saya membawa pesanan makan siang anda " seorang pelayan berdiri sambil membawa nampan
" Oh iya terima kasih " jawab Gita sambil bergeser ke samping agar pelayan tadi bisa masuk dan menyimpan makanan nya di atas meja
" Ada lagi yang anda perlukan nona ?" tanya pelayan itu setelah meletakan nampan makanan nya
" Tidak terima kasih !" jawab Gita sambil berusaha tersenyum ramah
" Baik nona kalau begitu saya permisi!" pamit pelayan itu sambil berjalan menuju pintu yang masih terbuka lalu menutupnya
Gita memandang beberapa macam makanan yang nampak menggugah selera hingga membuat perut nya berbunyi
Heuumm...ternyata menangis menguras tenaga juga sampai membuatku kelaparan
Gumam Gita sambil duduk di depan meja dan mulia menyantap makan siangnya dengan lahap
Waktu menunjukkan jam satu lebih tiga puluh menit ketika Kei mengetuk pintu kamar Gita
" Sebentar tuan !" teriak Gita sambil beranjak menuju pintu kamarnya
" Bagaimana kamu sudah baikan ?!" tanya Kei sambil menerobos masuk ketika Gita membuka pintu kamarnya
" Sudah tuan, mungkin saya cuma masuk angin saja !" jawab Gita sambil mengikuti langkah Kei
Kei melihat koper dan tas Gita di dekat tempat tidurnya
" Kamu sudah membereskan semuanya ?!" tanya Kei sambil melihat sekilas ke arah tas dan koper milik Gita
" Sudah tuan, termasuk barang-barang tuan juga !" jawab Gita
" Kalau begitu kita berangkat sekarang agar masih bisa menikmati sunset !" ajak Kei
" Apa anda mau mandi dulu tuan, atau mengganti pakaian anda ?" tawar Gita melihat penampilan Kei yang masih mengenakan setelan jas nya
" Tidak usah biar nanti sekalian disana saja !" sambil menatap wajah Gita yang terlihat sembab
Sepertinya dia baru menangis lagi, kenapa lagi dia, apa ada yang membully nya lagi ? mungkin nanti setelah sampai di sana aku akan menanyakan nya
Gumam Kei dalam hati sambil menelpon room boy agar di bawakan troli untuk mengangkut koper-koper nya
Sepanjang perjalanan Kei mengajak Gita berbincang mengenai segala hal karena Kei melihat wajah Gita yang sepertinya kurang bersemangat
Dan ternyata berhasil, setelah beberapa saat akhirnya wajah Gita kembali tersenyum ketika menimpali obrolan nya dengan Kei
Setelah hampir satu jam akhirnya mulai terasa angin pantai dan aroma laut yang menerpa wajah Gita yang sengaja membuka jendela kaca mobilnya
Gita mengeluarkan kepalanya lalu dengan mata terpejam membiarkan wajah dan rambutnya tersapu angin hingga membuat rambut panjang nya berantakan
" Lihat tuan itu lautnya !" teriak Gita sambil menunjuk ke arah birunya lautan yang sudah terlihat
" Iya...sebentar lagi kita sampai !" jawab Kei sambil melirik Gita sekilas
Dan benar ucapan Kei akhirnya mereka tiba di depan sebuah bangunan yang berdiri tidak jauh dari lautan
Wajah Gita terlihat berbinar, matanya seakan hampir keluar dengan mulut terbuka ketika melihat keindahan pantai berpasir putih di padu dengan suara deburan ombak yang memecah pantai
Kei memarkirkan mobilnya di samping cottage berlantai dua itu dan Gita langsung membuka pintu mobil lalu berlari dengan bertelanjang kaki sambil berteriak kegirangan
Gita berlari menuju tepi pantai dan membiarkan kaki telanjang nya tenggelam oleh air laut setinggi betis
Reflek Gita mengangkat dress nya hingga di atas lutut karena takut terkena cipratan air laut
" Pak tolong nanti koper dan tasnya di simpan di depan pintu kamar saja ya !"
Ucap Kei sambil menurunkan barang - barang nya dari bagasi di bantu dua orang pria pegawai cottage yang tidak menjawab ucapannya malah terlihat beberapa kali melirik ke arah pantai hingga membuat Kei penasaran
Kei mengikuti arah pandang kedua pegawai itu dan seketika wajah Kei terlihat kesal
Nampak Gita yang sedang bermain ombak dengan dress yang diangkat hingga memperlihatkan setengah pahanya yang putih mulus
Belum lagi rambut panjang Gita yang berantakan dipermainkan angin ditambah wajah cantik Gita yang tengah tertawa bahagia membuat penampilan nya bagaikan peri laut
Sial !! dasar otak mesum !!
umpat Kei dalam hati setelah melihat apa yang membuat kedua pria itu mengabaikannya
Kei sedikit menghempaskan koper yang tengah dipegangnya ke atas carport hingga suaranya mengagetkan kedua pegawai yang tengah asik memandangi Gita
" Eh maaf tuan !" ucap keduanya sambil bergegas membawa koper dan tas milik tamunya ke dalam cottage
Kei tidak menjawab permintaan maaf kedua pegawai itu tapi Kei langsung berjalan dengan cepat menuju ke arah Gita
" Gita sini !" teriak Kei dengan sedikit kesal
Gita berlari ke arah Kei yang berdiri agak jauh dari bibir pantai dengan perasaan enggan
" Tolong siapkan pakaian ku, aku mau mandi !" ucap Kei dengan wajah dingin nya
" Dan lepaskan tangan mu dari rok mu !" ucap Kai lagi sambil menunjuk dress Gita yang masih di angkatnya lalu berbalik menuju arah cottage
Seketika Gita tersadar dan langsung melepaskan genggaman tangannya dari ujung dress nya dan berjalan mengikuti Kei dengan wajah menunduk
Tiba di dalam cottage terlihat kedua pegawai itu berdiri di hadapan tumpukan tas dan koper milik Gita dan Kei
Gita memandang sekeliling ruangan yang cukup luas jika hanya di tempati oleh dua orang, belum lagi interior nya yang mirip dengan rumah mewah bayangan Gita
" Bawa ke atas tapi tidak usah dimasukan ke dalam kamar !" perintah Kei pada dua pegawai itu sambil berjalan menaiki tangga di ikuti oleh Gita yang memandangi setiap sudut ruangan yang ia lewati dengan pandangan takjub
Setelah sampai di lantai atas terlihat dua kamar tidur yang menghadap laut
" Kamu kamar yang kanan biar aku kamar yang kiri !" ucap Kei masih terlihat kesal
Gita yang melihat Kei seperti itu merasa heran dengan sikap Kei yang tiba-tiba terlihat masam
Tuan kenapa ya kok marah - marah gak jelas ? apa ada masalah di kantor ya ?
Gumam Gita dalam hati tanpa berani bertanya hanya melakukan apa yang Kei lakukan yaitu membuka pintu kamar tidur mereka masing-masing
Gita kembali dibuat kaget, mulutnya menganga ketika melihat isi kamar nya, nampak sebuah tempat tidur king size dengan kelambu yang di ikat di tiang tempat tidur, meja rias dan sofa panjang dengan warna senada menghadap sebuah televisi besar
Tapi Gita lebih terpesona lagi ketika ia berjalan ke arah balkon dimana terdapat sebuah sofa panjang dengan beberapa bantal besar menghadap langsung ke pantai
Gita berdiri memandang luasnya lautan yang terhampar di hadapannya dengan wajah penuh kekaguman dan kolam renang tepat di depan cottage yang menghadap langsung ke arah laut
Gita menatap sekeliling kamar dan balkon seakan masih tidak percaya dengan penglihatannya
" Kamu menyukai kamarnya ?" sapa Kei yang bersandar di kusen pintu dengan tangan terlipat di dada
" Ah ...saya sangat suka sekali tuan, terima kasih sudah mengajak saya kesini !" jawab Gita ketika sudah membalik kan badannya dan melihat keberadaan Kei yang tengah menatapnya
" Syukurlah kalau kau menyukainya dan apa aku bisa minta tolong siapkan pakaian santai ku ?!" tanya Kei menatap Gita
" Oh tentu saja tuan sebentar saya siapkan !" Gita segera beranjak ke dalam kamar Kei dimana koper Kei ternyata sudah berada di sana
Kei mengikuti Gita memasuki kamarnya dan langsung menuju kamar mandi sedangkan Gita langsung membongkar koper lalu membereskan pakaian Kei ke dalam lemari setelah itu Gita meninggalkan kamar Kei setelah menyiapkan satu stell pakaian santai yang ia letakan di atas kasur
Hari menjelang sore ketika Luna dan Arga sampai di cottage di tepi pantai
Begitu mendengar Kei yang berencana menghabiskan akhir pekannya di pantai Luna memaksa Arga untuk mengikuti Kei yang dipastikan menuju pantai ini karena letaknya yang paling dekat dengan hotel tempatnya menginap
" Lu yakin Kei ada di sini ?!" Arga menatap Luna yang masih duduk di sampingnya
" Gue yakin Ga tapi gue gak tau pasti cottage mana tempatnya menginap kan lu liat sendiri berapa banyak cottage di sini !' jawab Luna meyakinkan Arga
" Ya udah kalo lu yakin, soal tempat nya nginep ntar juga ketemu !" jawab Arga membesarkan hati Luna
Lalu kedua saudara sepupu itu memasuki lobby untuk menyewa salah satu cottage
" Selamat sore tuan nona ada yang bisa saya bantu ?" tanya seorang resepsionis ramah
" Apa masih ada cottage yang kosong ?" tanya Luna tak kalah ramah
" Oh ada nona tapi tinggal yang tipe silver, dan saya yakin anda akan suka karena posisi nya yang cukup strategis dan ruangan yang cukup luas dengan pasilitas kedua terbaik setelah tipe gold !" ujar wanita itu berharap Luna tertarik
" Oke saya ambil untuk dua malam !" jawab Luna tanpa pikir panjang
Resepsionis itu nampak senang.karena Luna setuju untuk menginap di salah satu cottage ekslusif nya dan ia pun segera mengurus administrasi nya agar tamunya bisa segera menikmati pasilitas cottage nya
" Kamu gak tanya biaya per malamnya ?" bisik Arga di telinga Luna
" Ah paling juga berapa sih !" jawab Luna sambil mengambil kartu dari dalam dompetnya lalu diserahkan pada resepsionis itu yang menerima kartu milik Luna dengan senyum terbaiknya
" Terima kasih nona ini kartu anda !" ucap wanita itu sambil menyerahkan kartu serta beberapa kertas struk
Luna menerima kembali kartu dan struk dari resepsionis itu lalu memasukan semuanya ke dalam tas tangan nya tanpa memeriksanya lagi
" Mari nona tuan !" seorang room boy sudah berdiri dibelakang Luna dan Arga lalu berjalan menuju teras dimana sebuah buggy car sudah menantinya
Luna duduk manis di dalam buggy car sementara Arga dan dua orang room boy terlihat menata koper dan tas yang mereka bawa di jok belakang
Setelah semuanya siap mereka pun mengendarai buggy car nya menuju cottage yang disewa oleh Luna
Luna menatap cottage dua lantai di depannya yang terlihat mewah lalu dengan langkah riang Luna pun memasuki cottage itu tanpa memperdulikan tiga orang pria dibelakangnya yang sibuk dengan barang-barangnya
Luna memasuki kamarnya lalu membuka pintu balkon kamarnya dan berdiri memandang hamparan laut biru
Luna berjalan ke arah samping dan seketika wajahnya nya di buat takjub oleh beberapa bangunan di sampingnya yang berjarak sekitar lima puluh meter
Luna menatap dengan wajah terpesona pada bangunan di samping nya yang terlihat mewah dan elegan
" Maaf nona apa ada yang anda perlukan lagi !" sapa room boy yang berdiri dibelakangnya
" Eh...iya tidak ada !" jawab Luna setelah membalik kan badannya menghadap room boy yang berdiri penuh hormat
" Sebentar-sebentar...!"teriak Luna lagi ketika room boy itu hendak pamit
" Iya nona ?!" room boy itu kembali menatap Luna
" Maaf mas mau tanya itu yang disebelah cottage milik siapa ya ?!" tanya Luna sambil menunjuk gedung yang tadi di lihatnya
" Oh itu cottage tipe gold milik perusahaan kami juga nona tapi kebetulan semua nya sudah terisi penuh dan jika anda tertarik anda bisa membooking nya terlebih minimal satu atau dua Minggu sebelumnya malah kalau musim panas atau libur akhir tahun bisa satu bulan sebelumnya !" jawab room boy itu sambil tersenyum ramah
Luna hanya mengangguk kan kepalanya dengan pikiran menerawang membayangkan kemewahan isinya dan pastinya hanya orang-orang dari kalangan tertentu saja yang mampu menginap di sana
Luna kembali menatap bangunan dua lantai di sebelahnya dengan perasaan kagum,
Nampak sebuah kolam renang dan tempat berjemur terletak didepan cottage tersebut dengan pemandangan langsung ke tepi pantai dan yang paling menakjubkan adanya sebuah mini restauran yang dibangun agak menjorok ke laut yang hanya dikhususkan hanya untuk penghuni cottage tersebut
Heeummm.....nanti jika aku menjadi nyonya Izumi aku pasti bisa menginap di sana selama yang aku mau
Gumam Luna tanpa melepaskan pandangannya dari area cottage tersebut hingga matanya tanpa sengaja menangkap sosok perempuan yang sangat dikenalnya apalagi dengan pakaian yang masih sama dengan yang ia pakai tadi siang
Hah...bukannya itu si Gita....gila ... lagi apa dia di sana ?!
Gumam Luna sambil menajamkan penglihatan nya mencoba fokus pada gadis yang ternyata Gita yang tengah menikmati sunset di atas balkon dengan seorang pria yang duduk membelakangi Luna