
Kei berjalan memasuki lobby dengan senyum yang tidak lepas dari bibirnya membuat beberapa karyawan yang melihatnya merasa heran
Hingga ia berjalan di lorong menuju ruangannya dan berpapasan dengan Luna yang melenggak-lenggok kan tubuhnya layaknya peragawati berjalan di catwalk berusaha menarik perhatian dari Kei
" Selamat pagi tuan sepertinya anda sedang bahagia " sapa Luna sambil memberikan senyum terbaiknya
" Ah...apa begitu terlihat ?" jawab Kei
" Tentu saja tuan dan saya harap saya salah satu alasan kebahagian anda " jawab Luna dengan penuh percaya diri
" Kamu bisa saja " jawab Kei sambil berjalan meninggalkan Luna sambil tersenyum hingga membuat Luna ingin menjerit dan melompat kegirangan
Luna bergegas menuju keruangannya dan mengambil cermin dari dalam tas nya
Luna mulai menambal lagi bedak di wajahnya dan memoles bibirnya dengan lipstik yang lebih cerah
" Tuan Kei sudah mulai memberi lampu hijau, aku tidak akan menyia - nyiakan kesempatan ini " ucap Luna sambil kembali membenahi riasannya
Kei nampak fokus pada beberapa berkas dihadapannya
Ia ingin segera menyelesaikan pekerjaannya agar bisa secepatnya pulang dan bertemu dengan Gita
Teringat akan Gita seketika Kei menghentikan pekerjaannya lalu menatap tempat makan siangnya di atas meja
Kei melihat jam yang menunjukan angka sepuluh dan sepertinya jam makan siangnya akan di percepat, lalu tanpa ragu Kei meraih tempat nasi itu dan membukanya
Terlihat sebuah telur mata sapi menghiasi nasi goreng kornet bertabur bawang goreng
Kei mencium aroma nasi goreng itu dengan mata terpejam lalu Kei pun memasukan nasi goreng itu ke dalam mulutnya dan mengunyahnya
Seketika Kei terdiam untuk beberapa saat menikmati kelezatan nasi goreng buatan Gita lalu kembali menyendok kan nasi goreng itu hingga tandas dalam sekejap
Setelah itu Kei melanjutkan kembali pekerjaannya karena ia sudah tidak sabar untuk segera pulang dan bertemu dengan Gita
Sementara itu di apartemen Kei Gita baru saja selesai membereskan dapur dan ruang tamu
Terdapat dua kamar tidur dan sebuah ruangan kecil untuk mencuci dan menjemur pakaian yang terhubung dengan balkon yang memanjang hingga ke kamar Kei
Gita dengan ragu membuka pintu kamar Kei perlahan hingga pintu nya terbuka sempurna dan seketika Gita tertegun
Gita mengerjap kan matanya beberapa kali merasa tidak percaya dengan apa yang dilihatnya
Nampak di hadapan Gita kamar Kei yang begitu berantakan dimana pakaian kotor bukan hanya memenuhi keranjang dipojok kamar tapi juga tergeletak di mana - mana
Belum lagi bekas makanan yang entah sudah berapa lama berada di atas meja bersama piring dan gelas kotor
Gita menghembuskan nafasnya dengan kesal melihat begitu banyaknya pekerjaan yang harus ia lakukan
Gita bergegas mengambil semua pakaian kotor yang berserakan dan yang di dalam keranjang juga menarik seprei dan selimut serta sarung bantal lalu membawanya ke tempat cuci yang berada di ujung
Gita memilah pakaian yang hendak di masukan ke dalam mesin cuci sambil menutup hidungnya yang terasa gatal hingga membuat Gita bersin berkali-kali
Gita pun lalu membawa plastik besar dan mulai memasukan semua sampah ke dalamnya sambil membersihkan debu yang menempel di semua tempat
Gita bolak balik antara membereskan cucian dan membersihkan kamar Kei juga kamar disebelahnya yang ternyata tidak di gunakan tapi tetap saja harus di bersihkan
Hingga setelah beberapa jam akhirnya Gita bisa selonjoran di sofa sambil menyandarkan tubuhnya dan tiba-tiba terdengar perutnya berbunyi minta isi
Gita melirik jam yang tergantung di tembok dan terlihat sudah jam satu siang
Ah..pantas saja aku sudah kelaparan ternyata sudah jam satu siang, sebaiknya aku makan dulu setelah itu aku mandi agar lebih segar
Gumam Gita sambil berjalan menuju dapur lalu mengambil sebungkus mie instan yang ia temukan di laci
Gita memasak mie instan itu dengan sayuran yang sudah layu dan tumisan kornet sisa nasi goreng tadi pagi
Semangkuk mie dan sepiring nasi juga segelas air putih sudah siap terhidang
Baru saja Gita mendudukkan dirinya terdengar pintu apartemen yang dibuka dari luar
Gita segera bangun lagi melihat siapa yang baru saja membuka pintu apartemen Kei
Dan terlihat Kei yang tengah menutup pintu apartemennya sambil tersenyum ke arah Gita
" Loh tuan kok sudah pulang ?" tanya Gita menatap heran ke arah Kei yang masih berdiri
" Aku kan sudah bilang mau pulang cepat " jawab Kei sambil melangkah kan kakinya menuju sofa menyimpan jas dan tas kerjanya
" Tapi saya kira pulangnya sore " jawab Gita lagi
Tiba-tiba Kei terdiam, hidung nya seperti mencium sesuatu aroma yang menggugah rasa laparnya
" Kamu masak apa Ta ?" tanya Kei sambil berjalan ke arah meja makan
Dan terlihat semangkuk mie yang masih mengepulkan asap dan sepiring nasi tersaji di sana
" Ta aku mau ini ya " ucap Kei menatap penuh harap ke arah Gita
" I..iya tuan silahkan " jawab Gita walaupun dengan berat hati sambil mendekatkan mangkuk mie dan nasi ke hadapan Kei
" Loh kamu kenapa tidak ikut makan ?" tanya Kei melihat Gita yang hanya berdiri di samping nya
" I..itu ..mie nya enggak ada lagi " jawab Gita gugup
Mendengar jawaban Gita membuat Kei tersenyum masam
" Maaf Ta ... kalau gitu kamu aja yang makan ya " ucap Kei hendak berdiri dari kursinya
" Jangan..silahkan tuan makan saja " cegah Gita sambil mendekatkan kembali mangkuk mie nya ke hadapan Kei
" Tapi kamu bagaimana ? masa aku makan sendiri ?, atau kita bagi dua saja makanan nya ya ?" ucap Kei sambil tersenyum ke arah Gita
" Terserah tuan saja " jawab Gita karena jujur saja perutnya sudah sangat melilit minta diisi
Akhirnya Gita mengambil satu piring lagi untuk dirinya lalu Kei membagi dua nasi dan mie dan Meraka pun makan dengan lahap tanpa ada percakapan hanya denting sendok saja beradu dengan piring
Gita segera membereskan bekas makan mereka dan meminta izin untuk membersihkan badannya yang sudah sangat lengket
Gita di izin kan oleh Kei untuk menggunakan kamar tamu untuk sekedar beristirahat atau mandi
Gita tentu saja merasa senang padahal tadi ia kebingungan ketika hendak mandi, karena Gita akan merasa canggung jika harus mandi di kamar Kei
Kei mengajak Gita menuju basemen untuk mengambil mobilnya
Kei membuka cover sebuah mobil SUV warna merah yang belum pernah Gita lihat
" Kita pakai mobil ini saja Ta, kalau mobil kecil takut gak bisa bawa belanjaan " ucap Kei sambil memasuki mobil tersebut dan menyalakan mesin nya
Gita hanya mengangguk kan kepalanya lalu membuka pintu mobil bagian depan dan duduk disebelah Kei
Tidak berapa lama mobil pun melaju meninggalkan area apartemen Kei menuju sebuah mall yang berada di pusat kota
Kei menggunakan topi dan sunglasses nya karena di waktu sore seperti ini matahari masih cukup panas
Setelah berkendara sekitar dua puluh menit akhirnya mereka pun tiba di lobby sebuah mall
Kei memberikan kuncinya pada petugas palet lalu mengajak Gita masuk ke dalam mall
Awalnya Gita merasa heran ketika Kei mengajaknya ke sebuah mall tapi setelah Kei membawa nya ke lantai bawah dimana terdapat sebuah supermarket yang sangat luas barulah Gita faham
Kei mengambil sebuah troli lalu berjalan di samping Gita
" Ta kita ke tempat barang - barang dulu ya karena ada beberapa alat kebersihan yang sudah rusak " ucap Kei sambil berjalan di antara rak-rak yang menjulang tinggi
" Baik tuan " jawab Gita mengikuti langkah Kei
Kei bertanya pada Gita tentang barang yang ia butuhkan dan Gita pun menyebutkan beberapa barang dan sisanya Kei yang mengambil seprei, handuk, selimut lap juga keset hingga membuat troli itu penuh dalam sekejap
Dengan dibantu karyawan supermarket Kei mendapat troli kosong sedangkan troli yang telah terisi dibawa oleh si karyawan ke dekat kasir yang disepakati agar Kei bisa dengan mudah menemukan troli nya
Kei dan Gita berjalan di lorong sayuran dan buah juga ikan dan daging semua masuk ke dalam troli yang sudah setengah penuh oleh bahan-bahan kebersihan diri seperti sabun dan lainnya
Mungkin jika ada yang memperhatikan Gita dan Kei layaknya sepasang suami istri yang tengah berbelanja bulanan, mereka nampak kompak dimana Kei yang mendorong troli dan Gita yang mengambil walaupun kadang Kei membantu Gita mengambil barang yang berada terlalu tinggi
Tidak terasa tiga troli sudah terisi penuh dan jam pun sudah menunjukan angka enam sore
" Ta sudah sore kita beli makan dulu ya tapi makannya di rumah " ucap Kei setelah membayar belanjaannya
" Iya tuan gimana baiknya saja " jawab Gita dengan kaki yang mulai terasa pegal
Dua orang karyawan supermarket membantu Kei membawa belanjaannya menuju lobby mall dimana petugas palet sudah membawa mobilnya
Mereka mulai menata belanjaan yang begitu banyak, sebagian di simpan di bagasi dan sebagian di jok belakang
Untung nya Kei berinisiatif menggunakan mobil besar sehingga untuk barang-barang seperti alat pel yang cukup panjang bisa masuk tanpa menghalangi
Kei dan Gita asik menata belanjaannya tanpa menyadari sosok Luna yang baru saja masuk ke area mall
Ketika ia hendak memasuki pintu mall tanpa sengaja ia melihat sosok Gita yang baru saja menutup pintu mobil bagian belakang
Luna berusaha meyakinkan pandangan nya jika yang ia lihat memang Gita
Terlihat seorang pria membuka kan pintu mobil untuk Gita dan membuat Luna tercengang dan tidak percaya dengan apa yang ada di hadapannya
Gilaaa !!! si Gita memang bener-bener murahan ! di booking siapa lagi tuh anak
Gumam Luna sambil berusaha mengenali pria bertopi yang baru saja membuka kan pintu untuk Gita