
Mega menatap Enzo yang menantinya bercerita, berkali-kali Mega menelan ludahnya seakan tiba-tiba lidahnya menjadi kelu
" Sebenarnya ada apa Mega kenapa kamu seperti kebingungan begitu " Enzo menggenggam tangan Mega seolah berusaha memberi nya kekuatan
" Begini Enzo...tadi siang sepulang mengantar Arell sekolah aku pergi ke supermarket, tapi ketika aku hendak menaiki mobil tiba-tiba seseorang menarik tangan ku dengan keras dan ketika aku lihat orang itu ternyata ibu ku "
Mendengar cerita Mega seketika wajah Enzo berubah mengeras, ia seperti menahan amarah
" Apa yang ibu mu ingin kan ?!" sebenarnya Enzo sudah tau apa yang di inginkan Pratiwi tapi Enzo ingin mendengar langsung dari mulut Mega
" Seperti biasa..ibu meminta uang lagi !" jawab Mega dengan kepala menunduk
" Bukan kah aku sudah memberinya cukup uang untuk beberapa bulan kedepan, kenapa dia sudah meminta uang lagi, dia pikir kamu punya pohon uang apa !" seketika Enzo emosi mengetahui jika Pratiwi kembali memeras Mega
" Aku juga sudah bilang begitu tapi ibu malah menyalahkan ayah yang sudah mengusir dan menceraikan nya apalagi Gita membawa Niken bersamanya sehingga ibu tidak punya penghasilan lagi !"
" Dan ibu mengancam ku akan memaksaku kembali ke pekerjaan ku yang dulu jika aku tidak memberinya uang " terang Mega lagi sambil terisak
" Lalu apa yang dia lakukan hingga tubuh.mu luka ?!"
" Ibu mendorong ku hingga terjatuh waktu aku menolak memberinya uang !"
Mendengar cerita Mega seketika wajah Enzo merah padam, ia tidak terima Mega di perlakukan seperti itu
" Perempuan itu sungguh keterlaluan, aku tidak akan membiarkan dia menindas mu lagi " Enzo sangat geram dengan Pratiwi yang sudah melukai calon istrinya apalagi Mega yang begitu lembut dapat dibayangkan tubuhnya yang didorong hingga terjerembab ke aspal yang keras dan kasar, pantas saja kaki dan tangannya banyak goresan luka
" Sepertinya kita memang harus segera menikah Mega, agar Stella atau ibu tiri mu tidak bisa menganggu Kita lagi !" gumam Enzo sambil memeluk Mega yang masih terisak
Mega membalas pelukan Enzo ia begitu beruntung dipertemukan dengan Enzo, entah apa jadinya jika mereka tidak bertemu mungkin ia masih menjalani profesi nya yang dulu
Sepertinya Enzo tidak main-main dengan rencananya, setelah mengantar Arell sekolah Mega langsung menuju kantor Enzo dan ternyata Enzo tengah berbincang dengan seorang wanita paruh baya yang ternyata seorang wedding organizer
" Mega kenalkan ini ibu Mitha, dia yang akan mengurus pernikahan kita " Enzo memeluk bahu Mega yang berdiri disampingnya untuk dikenalkan dengan WO yang mereka sewa
" Selamat pagi Bu kenalkan saya Mega " ucap Mega sambil menyalami bu Mitha
" Selamat pagi juga, duuh cantik sekali calon pengantin nya pantas saja pak Enzo minta dipercepat " goda Bu Mitha sedangkan Mega nampak merona wajah nya sedangkan Enzo hanya senyum-senyum saja
" Jadi konsep seperti apa yang anda inginkan untuk pernikahan anda pak Enzo ?!" tanya Bu Mitha setelah mereka duduk berhadapan
" Kalau soal itu terserah Mega saja Bu, karena ini pernikahan pertamanya, saya sih setuju saja " jawab Enzo sambil tersenyum ke arah Mega
" Ehmm... sebenarnya saya ingin pernikahan sederhana saja Bu karena yang hadir hanya saudara dan teman dekat saja tapi untuk tempat acara nya saya ingin seperti garden party , tidak terlalu formal tapi tetap sakral !" jawab Mega dengan wajah antusias
Bu Mitha nampak manggut-manggut, ia pun mulai corat-coret di secarik kertas dan ia pun memperlihatkan beberapa taman yang ia rekomendasikan untuk acara pernikahan
Begitu juga untuk Catering dan gaun pengantin Bu Mitha merekomendasikan beberapa butik dan jasa catering yang bekerja sama dengan dirinya
Setelah beberapa jam akhirnya Bu Mitha pun pamit untuk segera mengurus persiapan pernikahan klien nya
Enzo menarik Mega agar duduk di pangkuannya dan Mega pun tidak menolak, Mega justru merebahkan kepalanya di dada bidang Enzo dengan nyaman
" Kamu yakin dengan konsep pernikahan kita ? biasanya wanita itu suka dengan pernikahan yang mewah dengan banyak tamu undangan tapi kamu malah memilih taman dengan tamu yang sangat sedikit " tanya Enzo sambil menatap Mega yang tengah bermanja
" Aku sangat yakin karena aku ingin pernikahan yang intim dan sakral, dimana setelah pengucapan janji suci kita bisa langsung berinteraksi dengan tamu undangan kita, lagipula aku tidak mau menghamburkan uang mu lebih baik digunakan untuk pengembangan usaha mu !" terang Mega sambil menengadahkan kepalanya menatap Enzo
" Ya sudahlah kalau memang itu mau mu, lagipula aku tidak suka pesta yang memakan waktu berjam-jam dengan ribuan undangan yang tidak begitu aku kenal " jawab Enzo sambil memainkan rambut Mega dengan jarinya
" Oh iya...aku belum bilang sama ayah dan kamu pun belum pernah bertemu dengan ayahku !" Mega seketika menatap Enzo yang
" Betul juga, tapi bukannya ayahmu sedang melakukan pengobatan diluar negri ?!" tanya Enzo
" Iya, ayahku sedang berada di luar negri, lalu bagaimana kita akan meminta restu ayah ?" tanya Mega lagi
" Sepertinya sudah saatnya kita mengunjungi ayah mu "
Mendengar jawaban Enzo Mega langsung menegak kan tubuhnya sambil memegang kedua bahu Enzo dan wajah mereka saling berhadapan
" Kita akan keluar negri, kamu serius ?!" Mega menatap Enzo tidak percaya
" Tentu saja sayang....tidak mungkin juga kan aku meminta restu ayahmu melalui telpon !"
Enzo menatap Mega sambil menahan senyum
" Tapi Enzo ongkos kesana itu mahal apalagi kita akan pergi bertiga belum lagi biaya untuk pernikahan kita nanti, bagaimana kalau uang mu habis, belum lagi kamu harus menggaji karyawan mu ?!" ceroscos Mega dengan sekali napas hingga membuat Enzo tergelak
" Haha...aku baru tau kalau kamu begitu cerewet, dengar Mega, aku mungkin bukan orang kaya tapi semua sudah aku perhitungan kan, jadi kamu tidak perlu khawatir, kamu cukup melakukan keseharian mu yaitu mengurus ku dan Arell oke ?!" terang Enzo sambil menangkup wajah Mega dengan kedua tangan nya
" Tapi ....." belum sempat Mega melanjutkan ucapannya Enzo sudah membungkamnya dengan sebuah ciuman
" Ih...kebiasaan deh kalau orang lagi ngomong serius " dengus Mega kesal setelah Enzo melepaskan ciuman mereka hingga bibir Mega sedikit bengkak
" Lagian kamu banyak protes, sampai lupa waktu" tunjuk Enzo pada jam dinding yang berada di atas pintu ruang kerjanya
" Kenapa kamu enggak bilang kalau sudah jam sebelas, kasihan Arell kalau sampai aku telat jemput !" dengus Mega
" Loh barusan yang kasih lihat jam siapa ?!" bela Enzo sambil mengulum senyum lalu berjalan menuju meja kerjanya meraih kunci mobil dan ponselnya
" Loh kamu mau kemana ?!" Mega menatap Enzo bingung
" Sepertinya aku sudah lama tidak jemput Arell, dia pasti senang jika kita berdua menjemputnya, lagipula sudah lama juga kita tidak pergi bertiga "
Mendengar ucapan Enzo seketika perasaan Mega menghangat, Enzo begitu menyayangi Arell dan juga dirinya sendiri
Lalu Mega pun menghampiri Enzo dan memeluknya dari belakang
Mega menempelkan pipinya di punggung Enzo dan menghirup aroma tubuhnya dengan mata terpejam
Sedangkan Enzo merasa kaget dengan inisiatif Mega memeluk dirinya
Enzo menggenggam tangan Mega yang memeluk nya sambil tersenyum
" Mega sayang....lipstik kamu gak nempel di baju ku kan ?" bisik Enzo menggoda Mega
Mega yang tengah menikmati momen lebay nya seketika menjauhkan kepalanya dari punggung Enzo dengan mata memicing kesal, tiba - tiba
" Aduuhh !" teriak Enzo sambil memegang perutnya yang baru saja mendapat cubitan dari tangan Mega yang melingkar di tubuhnya
" Huh...merusak suasana !" dengus Mega sambil menyambar tas nya lalu berjalan keluar mendahului Enzo yang masih menahan perih diperutnya
Enzo lalu setengah berlari mengejar Mega tanpa lupa pamit sama sekretaris nya
Enzo memeluk bahu Mega yang berjalan di samping nya menuju lift
Setelah berada di dalam lift yang kebetulan kosong tiba-tiba Enzo mendorong tubuh Mega ke dinding dan langsung menyambar bibir Mega yang masih belum sadar dengan apa yang terjadi , setelah tersadar Mega berusaha mendorong tubuh Enzo tapi Enzo tetap bertahan hingga terdengar dentingan suara pintu lift yang terbuka Enzo baru melepaskan Mega
Enzo menghalangi tubuh Mega dengan tubuhnya dari pandangan orang yang baru masuk agar Mega dapat merapikan pakaiannya dan juga untuk menyembunyikan wajahnya yang merah padam dan bibir nya yang bengkak
Pintu lift terbuka di lantai dasar lalu Mega dan Enzo pun berjalan keluar tanpa ada yang berbicara
Mega berjalan dengan kepala menunduk karena bibirnya yang masih bengkak dan basah, sedangkan Enzo berusaha menahan tawanya mengingat apa yang baru saja ia dan Mega lakukan di dalam lift
Enzo dan Mega segera masuk ke dalam mobil Mega dengan Enzo yang berada di belakang kemudi
Mereka berdua saling diam hingga tiba-tiba terdengar suara tawa Enzo
Mega memukul bahu Enzo dengan tas kecilnya sedangkan Enzo tertawa dengan keras teringat wajah Mega yang menahan malu karena kelakuan mereka
Mega terlihat kesal sambil memandang keluar jendela, bibirnya masih terasa tebal dan yang pasti ia ketakutan jika ada yang memergoki perbuatan mereka
" Maaf sayang...abis kamu gemesin sih kalau lagi marah !" ucap Enzo sambil berusaha meredakan tawanya
" Kamu keterlaluan, gimana kalau sampai ketahuan kan malu !" dengus Mega masih kesal
" Iya..maaf...maaf, nanti di rumah di lanjutin lagi ya !" goda Enzo lagi
" Jangan macam-macam ada Arell !" bentak Mega dan kembali Enzo tertawa puas sekali hari ini ia menggoda Mega berkali-kali
Mega dan Enzo memasuki halaman sekolah Arell sambil bergandengan tangan
Lalu mereka pun bergabung dengan orang tua lainnya yang sama-sama menjemput anak-anak mereka
Tidak berapa lama pintu kelas terbuka dan anak-anak pun berhamburan keluar mencari orang tua mereka
Mega dan Enzo mengedarkan pandangan mereka mencari Arell dan tidak lama nampak arell yang dengan santainya berjalan keluar kelas
Arell mencari keberadaan Mega dan seketika Arell berteriak histeris ketika melihat siapa yang menjemput nya kali ini
" Daddy...Daddy !!" teriak nya lalu berlari ke arah Enzo yang tersenyum ke arahnya
Enzo mengangkat tubuh Arell yang langsung melingkarkan lengannya di leher Enzo
" Daddy sama mommy jemput Arell hari ini, Arell senang sekali !" Arell terdengar begitu bahagia ketika mengetahui jika bukan hanya Mega yang menjemput nya
" Iya sayang.. kebetulan Daddy tidak terlalu sibuk !" jawab Enzo sambil berjalan menuju tempat parkir dengan Mega yang menggandeng lengannya
Mereka bertiga terlihat bahagia, Arell yang berada di gendongan Enzo dan Mega yang memeluk lengan Enzo sambil berbincang dan di selingi tawa
Hingga mereka tidak menyadari jika ada yang tengah mengawasi mereka di sebrang jalan
Oh...jadi ini ****** yang sudah merebut posisiku, nikmati waktu mu ******, karena sebentar lagi aku akan kembali mengambil tempat ku
Desis Stella dengan kedua tangan mencengkram kemudi dengan kuat hingga jari - jarinya memutih