
Luna semakin menajamkan matanya berusaha mengenali pria yang duduk di hadapan Gita
" Ga..Arga sini cepat !" panggil Luna dengan suara tertahan
" Apa sih teriak - teriak berisik tau !" dengus Arga sambil mendekat ke arah Luna
" Lihat di sana !" tunjuk Luna pada arah balkon bangunan di sampingnya
Arga memicingkan matanya berusaha mengenali orang yang Luna tunjuk
" Loh bukannya itu si Gita ?!" tanpa sadar Arga berteriak
" Ssttt !!! jangan kenceng - kenceng nanti kedengaran sama mereka !" dengus Luna sambil menarik Arga masuk ke dalam kamarnya karena Luna melihat Gita seperti menengok ke arahnya
" Ada apa ?" tanya Kei melihat Gita yang seperti mencari sesuatu
" Perasaan barusan ada yang memanggil namaku !"
gumam Gita pelan sambil mengedarkan pandangannya ke seluruh area cottage
" mungkin kamu salah dengar !" Kei mengikuti Gita melihat ke sekeliling area untuk memastikan jika Gita hanya salah mendengar
" Mungkin juga sih !" jawab Gita sambil tersenyum ke arah Kei
" Sebaiknya kita masuk anginnya mulai kencang !" ajak Kei sambil berdiri lalu berjalan memasuki kamarnya di ikuti oleh Gita
Luna dan Arga mengintip ke arah balkon dimana Gita berada tapi ternyata tempat itu sudah kosong, sepertinya Gita dan pasangannya memutuskan untuk masuk ke dalam
Aku harus mencari tau siapa laki - laki yang bersama Gita tadi
Gumam Luna dalam hati begitu juga dengan Arga, mereka menatap balkon cottage itu dengan pertanyaan yang sama
Kei menunggu Gita yang sedang bersiap, mereka hendak makan malam di restauran yang di bangun agak menjorok ke laut dengan berhias lampu - lampu berbentuk lampion yang bergantungan dan bukan itu saja ternyata Kei telah memesan tempat khusus di area balkon restauran tersebut di mana hanya ada satu meja dan dua kursi saja dengan penataan sederhana tapi berkesan romantis
Kei memakai stelan jas putih duduk dengan gugup di lantai dasar, berkali-kali ia berdiri lalu duduk kembali sambil melihat ke arah tangga
Kei sudah merencanakan jauh - jauh hari liburan kali ini karena malam ini ia akan menyatakan perasaannya kepada Gita
Sementara itu di sebuah mansion dengan gaya tradisional negeri sakura nampak tuan Yoshihiro dan istrinya tengah duduk berlutut dengan kepala menunduk tajam di hadapan para tetua dengan tubuh gemetar menahan marah dan malu
" Sungguh memalukan, bagaimana kau mendidik anak mu hah !!" teriak salah satu tetua
" Bagaimana dia bisa dengan enaknya tinggal satu atap dengan seorang wanita sedangkan mereka belum menikah !" teriak tetua lainnya
" Dan lagi dia adik dari seorang baishunpu ! sungguh keterlaluan anak mu itu dia hendak mencoreng wajah kita dengan semua kelakuan nya !"
" Aku tidak perduli jika wanita itu hanya orang biasa seperti istrimu tapi kamu tau sendiri seperti apa keluarganya !" teriak yang lainya
" Ampuni kami tetua, kami salah terlalu memanjakannya tolong beri kami waktu untuk memperbaiki nya !" tuan Yoshihiro dan istrinya langsung bersujud meminta pengampunan untuk anak semata wayang nya
Para tetua memandang salah satu dari mereka seperti meminta pertimbangan dan nampak orang yang dipandang pun terlihat menarik napas dalam-dalam lalu menghembuskan nya perlahan sambil menatap ke arah Yoshihiro dan istrinya
" Kamu adalah anak ku satu - satunya dan Kei adalah cucuku satu - satunya pula, aku tidak mau cucu ku menjadi orang yang akan menghancurkan jerih payah leluhur kita,...jadi mulai sekarang aku sendiri yang akan mendidik nya !"
Seketika wajah Yoshihiro dan mely istri nya langsung pucat, mereka tidak menyangka jika Kei akan mengalami nasib seperti ini, di satu sisi mereka bangga jika tetua yang tidak lain adalah Kakek nya sendiri yang akan turun langsung dalam mendidik Kei tapi Yoshihiro pun faham apa yang akan Kei hadapi ketika berada dalam lingkungan para tetua
Yoshihiro semasa mudanya berusaha hidup selurus mungkin agar terhindar dari kungkungan para tetua karena Yoshihiro melihat beberapa sepupunya yang mendapat pendidikan langsung dari para tetua terlihat bagaikan robot, karena di dalam otak mereka hanya memikirkan bagaimana caranya memajukan perusahaan tidak ada yang lain, apalagi soal asmara, malahada beberapa yang memutuskan untuk tidak.menikah seumur hidupnya
Yoshihiro ingin anaknya menjadi manusia yang normal seperti pemuda pada umumnya
Yoshihiro pun.ingin anaknya merasakan jatuh cinta , patah hati, bahagia , sedih atau perasaan lainya agar ia menjadi manusia seutuhnya
" Ampuni saya tetua, tolong...beri saya kesempatan terakhir untuk memperbaiki kesalahan saya, saya mohon !" ratap Yoshihiro dengan tubuh semakin menempel dengan lantai di ikuti oleh Melly istri nya
" Berani sekali kau menentang keputusan kami,.kau pikir bisa seenaknya merubah keputusan kami ?!" bentak salah satu tetua sambil menunjuk wajah Yoshihiro dengan mata menatap tajam
" Ampuni saya tetua...bukan maksud saya menentang keputusan para tetua tapi saya hanya ingin meringankan beban para tetua apalagi dengan kondisi beliau yang sering sakit-sakitan saya, saya akan merasa semakin bersalah jika terjadi apa - apa dengan beliau !" Yoshihiro mengemukakan alasannya yang sebenarnya sebuah penolakan tapi dengan cara halus tanpa mengangkat tubuhnya maupun kepalanya
Para tetua itu terdiam beberapa saat, mereka menatap orang yang mereka bicarakan, memang benar jika akhir - akhir ini ia beberapa kali di larikan ke rumah sakit
" Benar juga yang kamu katakan, ayahmu memang sudah beberapa kali masuk rumah sakit, tapi apa yang akan kamu lakukan untuk memperbaiki kesalahan mu ?!" tanya salah satu tetua
" Saya akan membawanya kemari dan saya sendiri yang akan mengawasi nya hingga ia layak untuk di tugaskan kembali di perusahaan cabang !"
Yoshihiro berusaha meyakinkan para tetua dan berusaha menyelamatkan anak semata wayangnya
Terdengar bisik- bisik antar para tetua selama beberapa saat dan selama itu Yoshihiro dan Melly tetap dalam posisi bersujud tanpa berani mengangkat kepala sedikit pun dengan jantung berdebar menunggu keputusan dari para tetua
" Kami sudah sepakat....kami akan menerima saran mu !"
Seketika tubuh Yoshihiro dan Melly langsung terhenyak tapi belum sempat mereka merasa lega tetua tadi melanjutkan ucapannya
" Tapi dengan satu syarat, dia tidak boleh berhubungan dengan wanita itu lagi !"
Melly dan Yoshihiro langsung mengangguk setuju bagi mereka untuk saat ini yang paling penting adalah masa depan Kei untuk masalah yang lainnya akan mereka pikirkan nanti
" Terima kasih banyak tetua, anda sunggun orang yang sangat bijaksana kedepannya mohon bimbingan dari para tetua !" Yoshihiro mengucapkan terima kasih sambil bersujud beberapa kali di ikuti oleh Melly yang tidak berani berucap sedikit pun karena tanpa izin dari para tetua seorang wanita tidak boleh ikut campur dalam urusan para pria
Gita beberapa kali berdiri didepan cermin, ia masih tidak percaya diri memakai pakaian yang Kei berukan untuknya
Sebuah gaun panjang berwarna biru tua model plisket yang sangat kontras dengan kulit Gita yang kuning Langsat dimana bagian dada dan lengan nya menggunakan kain transparan dengan leher turtle neck yang dihiasi oleh batu Swarovski yang nampak berkilauan di bawah cahaya lampu kamar
sepasang stilleto dengan warna senada juga sebuah tas tangan turut menghiasi tubuh tinggi Gita
Gita menggerai rambut panjangnya dan hanya menyampirkan ke bahu kanan nya lalu wajahnya ber-make up sesuai untuk acara malam membuat Gita bagaikan bidadari yang turun dari lantai atas
Gita nampak berdebar, ia merasa aneh dengan sikap majikannya yang menyuruhnya menggunakan pakaian ini hanya untuk sebuah makan malam
Setelah di rasa cukup akhirnya dengan perlahan Gita mulai membuka pintu kamarnya lalu keluar untuk menemui Kei di lantai bawah
Gita berjalan dengan anggun menuruni tangga selangkah demi selangkah
Suara stilleto nya menggema di seluruh ruangan yang hanya di tempati oleh mereka berdua
Kei yang mendengar suara sepatu menyentuh lantai langsung menengadahkan kepalanya dan seketika Kei tertegun dengan mulut sedikit terbuka
Kei tidak berani berkedip karena takut kehilangan moment istimewa memandang gadis pujaannya yang terlihat sangat luar biasa
Gita berjalan mendekati Kei yang masih terdiam,.Gita menunduk kan kepalanya merasa malu di tatap sedemikian rupa oleh majikannya
" Maaf tuan membuat anda menunggu !" Gita berkata sambil berdiri di hadapan Kei
Kei tidak menjawab hanya memandang wajah Gita tanpa berkedip hingga membuat Gita risih
" Tuan....tuan !" panggil Gita sambil menggerakkan tamgannya di depan wajah Kei hingga membuat Kei terhenyak kaget
" Eh...iya ...apa ?!" Kei terlihat salah tingkah ketika Gita memergokinya tengah memandang nya tanpa berkedip
" Maaf tuan...apa anda baik - baik saja ?" Gita khawatir dengan kondisi Kei yang terlihat beda dari biasanya
" Oh...tentu aku baik - baik saja !" jawab Kei sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal
" Maaf tuan...kita mau kemana ya ?" tanya Gita sambil menatap ke arah pintu yang sudah terbuka
" Oh iya hampir lupa, kita akan makan malam !" jawab Kei sambil tersenyum menetralisir kegugupannya
" Apa tempat nya jauh tuan ?" tanya Gita penasaran
" Tidak....kita akan makan malam de restoran depan saja !" jawab Kei santai yang membuat Gita tersenyum masam tanpa Kei sadari
Ya ampun aku pikir akan makan malam dimana gitu, ternyata hanya di restoran depan saja, terus kenapa aku harus berpakaian seperti ini kalau gak kemana-mana
Gumam Gita dalam hati merasa heran dengan tuan nya
" Ayo Gita Keta kesana takut keburu malam !" ajak Kei sambil menekuk lengannya
Gita terdiam, ia merasa heran dengan Kei yang masih berdiri padahal tadi ia mengajaknya berangkat
Sedangkan Kei ia merasa kesal karena Gita tidak mengerti dengan kode tanganya malah menatapnya dengan wajah heran
" Gita...!" tegur Kei sambil melirik tangannya yang di tekuk
Kei menarik napas dalam-dalam menghadapi Gita yang ternyata begitu polos
Lalu tanpa banyak bicara Kei langsung menarik lengan Gita lalu ia lingkar kan di lengan nya
" Tuan !" Gita kaget dengan apa yang Kei lakukan barusan
" Ssttt...!' Kei menempelkan jari telunjuk nya di bibir nya sendiri agar Gita tidak protes dengan apa yang ia lakukan
Gita hanya mengangguk lalu berjalan mengikuti langkah Kei menuju restauran yang terletak tidak jauh dari cottage nya
Sepanjang jalan Kei melirik Gita yang menempel padanya, gaun gut berkibar di permainkan angin begitu juga rambutnya yang sedikit berantakan
Kei merasa bangga sekaligus kesal pada beberapa pasang mata yang memperhatikan kecantikan Gita
Bahkan beberapa pelayan pria sempat mencuri pandang ke arah Gita membuat Kei menyesal telah menyuruh Gita memakai gaun itu dan membawanya ke luar mungkin seharusnya Kei makan malam di dalam cottage saja agar hanya dia saja yang bisa melihat kecantikan Gita
Kei memeluk pinggang Gita hingga menempel pada dirinya sebagai peringatan kepada pria lain jika Gita adalah miliknya
Gita begitu takjub dengan pemandangan dihadapannya , ia tidak menyangka jika Kei akan mengajaknya makan malam dengan suasana romantis di bawah taburan ribuan bintang dan kerlap kerlip lampu di kejauhan
" Tuan apa tidak terlalu berlebihan ?!" tanya Gita setelah mereka duduk berhadapan
" Buat mu tidak ada yang terlalu berlebihan Gita !" jawab Kei membuat wajah Gita merona
Seorang pelayan datang dengan membawa sebotol wine lalu dengan ramah pelayan itu menuangkan wine tersebut ke dalam gelas Kei Gita
" Silahkan tuan .. nona " ucap pelayan itu lalu meninggalkan Kei dan Gita kembali berdua
" I..ini apa tuan ?!" Gita memandangi gelas di samping nya
" Itu wine apa kamu pernah meminumnya ?" tanya Kei pada Gita yang terlihat kebingungan sambil menggelengkan kepalanya
" Kamu bisa mencobanya sedikit dan nikmati rasanya !" ucap Kei lalu meminum wine nya
Gita melakukan yang Kei katakan, ia mulai menyeruputnya sedikit dan seketika ia merasakan suatu citarasa yang belum pernah ia rasakan
" Apa kau menyukainya ?" Kei menatap wajah Gita yang terlihat aneh
Gita menggelengkan kepalanya setelah dengan susah payah menelan minuman yang berada di dalam mulutnya
" Maaf tuan saya lebih menyukai minuman soda yang warnanya serupa dengan minuman ini " jawab Gita dengan polosnya
Kei tertawa mendengar jawaban Gita, Kei pikir dengan dunia malam yang Gita lakoni selama ini Gita akan familiar dengan minuman keras tapi ternyata Kei salah, Gita benar - benar gadis yang masih polos dan Kei merasa bersyukur
" Ekkmmm...Gita sebenarnya ada yang ingin aku tanyakan !" Kei menatap Gita dengan wajah serius
" Soal apa tuan ?" Gita terlihat penasaran
" Eehhmmm....pria seperti apa yang kau sukai ?"
Gita terlihat kaget dengan pertanyaan yang baru saja ia dengar dari mulut Kei
" Hah.. maaf tuan maksudnya gimana ?" Gita malah balik bertanya
" Maksudku laki - laki seperti apa yang kamu inginkan untuk menjadi kekasih mu ?!"
Gita terdiam, ia merasa bingung dengan pertanyaan dari Kei karena ia belum pernah berpacaran dan belum berfikir ka arah sana
Jangankan memikirkan pacar memikirkan hidupnya saja membuat Gita hampir stres
" Maaf tuan...saya tidak tau karena saya belum berfikir ka arah sana "
Belum sempat Kei berkata beberapa pelayan datang menghidangkan pesanan makan malam mereka
" Silahkan tuan ...nona kalau anda membutuhkan sesuatu saya berada di sana !" ucap si pelayan sambil menunjuk lokasi yang agak jauh dari tempat mereka makan
" Oh iya terima kasih !" Kei menjawab sedangkan Gita hanya tersenyum saja
" Sebaiknya kita makan dulu, kamu pasti sudah lapar kan ?!"
Gita menganggukkan kepalanya, ia menatap sepotong daging salmon yang di bakar dan di siram saus dan potongan asparagus dengan aroma yang membuat air liur Gita menetes
Lalu mulai memotong salmon bakar itu dan ketika sudah berada di dalam mulutnya seketika mata Gita terpejam menikmati rasa gurih dari ikan yang dipadu dengan saus yang mengandung lemon
" heumm...ini sangat enak sekali tuan !" tanpa sadar Gita berseru dengan wajah gemas
Kei tertawa melihat tingkah Gita yang terlihat lucu, bagaimana tidak, setelah merasakan enaknya makanan yang baru sekali ini ia cicipi dalam sekejap piring di hadapannya kosong
Gita begitu menikmati hidangan nya tanpa rasa canggung atau harus menjaga image nya di hadapan Kei
Lalu Gita pun menyantap makanan lainnya dan kembali Gita begitu terpesona oleh cita rasa masakan yang begitu memanjakan lidahnya
Hingga pelayan tadi datang kembali dengan nampan yang berisi ice cream dengan irisan strawberry dan puding coklat lalu meletakkannya dihadapan Gita
" Silahkan nona ..ice cream ini spesial dari chef kami semoga anda menyukainya !"
Gita langsung berbinar begitu melihat semangkuk ice cream di hadapannya lalu tanpa sungkan Gita langsung mengambil sendok tanpa menunggu pelayan itu pergi
" Ehmmm...ice cream ini sangat enak !" puji Gita dengan wajah berbinar hingg membuat Kei dan pelayan itu tersenyum
" Terima kasih kalau anda menyukainya nona, Chef kami pasti akan sangat bahagia jika nada menyukai hidangan nya !" ucap si pelayan itu sambil membungkuk kan badannya lalu kembali ketempat
" Semua masakannya sangat enak terlebih ice cream nya !" Gita berkata sambil kembali menyendok kan ice cream ke mulutnya hingga tidak sadar jika terdapat cipratan di tepi bibirnya
Kei mengusap bibir Gita dengan ibu jarinya lalu mengisap sisa ice cream yang berada di ibu jarinya itu tanpa rasa sungkan atau jijik
" Manis " ucap Kei singkat
Seketika Gita terdiam dengan sikap Kei yang tidak ia duga tapi Kei seperti nya biasa saja
Setelah beberapa saat akhirnya mereka pun menyelesaikan makan malamnya dan Kei mengajaknya berjalan menikmati malam
Gita melipat kedua tangannya di dada untuk sekedar mengusir rasa dingin yang mulai terasa menggigit
Melihat itu Kei lalu melepas jas nya dan melampirkan di bahu Gita
" Tuan !" seru Gita sambil menatap Kei
" Tidak apa !" jawab Kei membuat Gita merapatkan jas milik Kei ke tubuhnya yang memang mulai kedinginan
" Gita...aku ingin mengatakan sesuatu !" Kei berhenti di ikuti oleh Gita hingga mereka berdiri berhadapan dan Gita menatap Kei dengan wajah polosnya menunggu apa yang akan Kei katakan
" Aku....aku menyukai mu !" Kei berkata sambil menatap wajah Gita yang terlihat terkejut
" A..apa tuan ?" tanya Gita gugup
" Iya...aku menyukaimu bagaimana dengan mu, kamu mau kan menjadi kekasih ku ?!" tanya Kei menatap Gita lekat
" Sa..ya...sa..ya ...tidak tau harus jawab apa tuan !" jawab Gita dengan kepala menunduk
" Tidak usah menjawabnya sekarang aku tau kamu pasti kaget dan butuh waktu tapi aku harap kamu mempunyai perasaan yang sama dengan ku atau mau belajar menyukai ku !" ucap Kei lagi setengah memaksa
Lalu Kei mengelus rambut Gita dan menyelipkan di balik telinganya
Setelah itu tanpa Gita duga Kei menarik pinggangnya lalu Kei mencium kening Gita dengan lembut
Seketika mata Gita terpejam dengan tubuh meremang bagai ada aliran listrik yang menjalar di sekujur tubuhnya
Kei yang melihat Gita seperti itu menyangka jika Gita memberi sinyal lalu tanpa membuang waktu Kei menempel kan bibirnya dengan bibir Gita dan kembali menciumnya
Seketika Gita membuka matanya lalu tanpa sadar Gita menyentuh bibirnya yang baru saja di kecup oleh Kei
" Ahh...ciuman pertamaku !" gumam Gita tanpa sadar dengan polosnya
Tanpa mereka sadari dari atas balkon nampak dua pasang mata yang melotot dengan mulut terbuka nampak syok menyaksikan adegan yang baru saja mereka lihat
" Tuan Kei !!!" teriak Luna
" Gita !! teriak Arga bersamaan