Just For Escape

Just For Escape
Bab 22



Seperti biasa Gita sudah berada di ruangan nya lima menit sebelum bel tanda masuk kerja berbunyi


" Ta kayaknya aku harus gantiin pak Tikno bawa forklift !" ucap Dedi sambil duduk disebelah Gita


" Emang pak Tikno kemana ?" tanya Gita


" Kakinya bengkak jatuh dari motor waktu pulang dari rumah mertuanya !" jawab Dedi


" Ya ampun !! nanti pulang kerja kita nengok ya !" jawab Gita


" Oke...!" jawab Dedi sambil beranjak dari kursinya menuju mobil forklift yang terparkir di dalam gudang


Gita pun memulai aktivitas nya mengisi laporan harian keluar masuk barang sambil menunggu mobil ekspedisi yang akan mengangkut barang yang berada di gudang nya


Hingga tanpa terasa waktu istirahat pun sudah didepan mata


" Gita makan duluan ya !" ucap Gita pada teman-teman nya yang masih berkumpul di dalam gudang


" Ded kayaknya tuan bos naksir sama si Gita ya ?" tanya Agus


" Tau dari mana Lu ?" tanya Dedi


" Gue perhatiin tiap si Gita pulang tuan bos pasti nungguin si Gita lewat depan kantor nya, terus kalo si Gita udah lewat tuan bos pergi !" jawab Agus


" Kok lu bisa tau !" tanya Uus


" Gue gak sengaja lihat tiap gue nunggu jemputan di pos satpam !" jawab Agus


" Siapa tau itu cuma kebetulan aja !" jawab Dedi


" Masa kebetulan tiap hari sih !" jawab Agus ngotot


" Gimana kalau kita tes bener enggak nya cerita si Agus !" ucap Dedi


" Gimana caranya ?" tanya Uus


" Sini....!" jawab Dedi sambil membisikkan sesuatu ke telinga Uus


Uus yang mendengar bisikan Dedi cuma nyengir sambil mengangguk kan kepalanya dengan mata menyipit


" Ngerti gak ?" tanya Dedi


" Ngerti....ngerti !" jawab Uus sambil memasukan telunjuknya ke dalam telinganya sambil bergidik


" Kenapa kamu Us ?" tanya Dedi


" Geli mas !" jawab Uus sambil nyengir kuda


" Kalian rencanain apaan sih ?" tanya Agus penasaran


" Diem aja ntar kita buktiin omongan lu bener apa enggak !" jawab Dedi


" Makan yo !" ajak Uus sambil berdiri di ikuti oleh Agus dan Dedi


Kei baru saja selesai bertemu salah satu supplier nya menjelang makan siang


Setelah tamunya berpamitan Kei pun keluar dari ruangan nya dan tanpa sengaja berpapasan dengan Luna


Melihat pria incaran nya seketika wajah Luna berubah ceria


Luna segera merapihkan pakaian nya lalu berjalan mendekat ke arah Kei


" Maaf tuan mau makan siang ya ? boleh saya temani tuan ?"


Goda Luna sambil memberikan senyum terbaiknya


" Tidak...terima kasih !" jawab Kei tanpa melihat ke arah Luna


Mendengar jawaban Kei yang dingin seketika Luna menghentakkan kakinya kesal


" Sial ! tunggu saja Kei aku tidak akan menyerah sampai kau bertekuk lutut di kaki ku !"


Umpat Luna sambil berjalan tergesa menuju ruangan nya


Kei berjalan tergesa menuju kantin yang berada di samping bangunan pabrik


Gedung kantin yang lumayan luas itu di kelilingi oleh pepohonan yang rindang sehingga membuat suasana disekitarnya sejuk


Apalagi di siang hari yang terik kadang membuat para pekerja betah berlama-lama berteduh di bawah rindang nya pohon


Tuan Yoshihiro memang melarang penebangan pepohonan di area pabrik nya


Saking sayang nya ada beberapa bangunan yang dirubah posisinya karna terdapat pohon besar di sana


Malah ada beberapa pohon yang di biarkan tumbuh hingga menembus atap bangunan tapi tidak sampai menganggu jalan nya produktivitas perusahaan nya


Seperti di area kantin banyak bangku diletakan di bawah pohon rindang yang sering digunakan para pekerja beristirahat


Kei berjalan menuju kantin didepan nya sehingga membuat beberapa karyawan terkejut karna tidak pernah melihat bos mereka makan di kantin karyawan


Tapi tiba-tiba sekarang mereka melihat bos besar nya mendatangi kantin sehingga membuat mereka bertanya-tanya


Kei berjalan memasuki ruang kantin tanpa perduli pada tatapan aneh penuh tanda tanya para karyawannya


Terlihat seorang wanita paruh baya tergopoh-gopoh mendatangi Kei yang berdiri di ambang pintu


" Maaf tuan apa anda ingin makan di sini ?" tanya wanita itu


" Iya...!" jawab Kei sambil mengedarkan pandangan nya ke seluruh ruangan


Para karyawan yang sedang menikmati makan siang nya banyak yang terpaku melihat bos besar mereka yang hendak makan bersama mereka di ruangan yang sama dan menu yang sama pula


Wanita pengurus kantin langsung menyiapkan makanan untuk Kei dengan nasi dan lauk yang dihidangkan terpisah


Kei berjalan mendekati meja kosong yang berada di tengah karyawan lain nya lalu duduk di sana tanpa perduli karyawan disebelahnya yang tiba-tiba merasa terintimidasi


Melihat tingkah karyawan disebelahnya Kei pun tersenyum


" Lanjutkan makan siang kalian anggap saja aku tidak ada !" ucap Kei santai


Tapi tetap saja kehadiran Kei membuat seakan makanan yang masuk ke mulut mereka tidak bisa tertelan


Kei duduk menghadap ke arah seorang wanita yang tidak lain adalah Gita yang duduk membelakanginya


Gita nampak sedang menikmati makan siang nya sambil berbincang dengan beberapa karyawan


Dan sepertinya Kei baru menyadari jika ternyata Gita adalah satu-satunya wanita yang makan di kantin


Kenapa cuma dia yang makan di kantin ? kemana wanita yang lain nya ? apa mereka makan di kantin atas ? kenapa Gita tidak ikut makan di sana ?


Begitu banyak pertanyaan di benak Kei hingga tidak menyadari ibu kantin yang sudah menghidangkan menu makan siang dihadapan Kei


Kei memandang hidangan di mejanya yang terdiri dari satu mangkuk sayur lodeh, satu potong ikan pindang dan sebuah piring kecil berisi sambal dan beberapa potong timun


" Minum nya apa tuan ?" tanya ibu kantin


" Tolong air teh tawar yang agak panas ya !" pinta Kei


" Baik tuan !" jawab ibu kantin dengan segera mengambilkan minuman yang Kei minta


Tanpa membuang waktu Kei mulai melahap makanan di hadapan nya tanpa ragu


Keringat terlihat di kening nya yang putih ketika Kei beberapa kali mengambil sambal dengan potongan buah timun


Para karyawan seperti tidak percaya melihat bos nya makan makanan yang sama dengan mereka tanpa merasa sungkan


Malah beberapa karyawan mengabadikan momen penting itu dalam ponsel mereka


Kei terlihat menyeka wajahnya dengan saputangan setelah menghabiskan makan siang nya ditambah segelas teh panas


Wajahnya terlihat memerah dengan keringat yang membasahi kemejanya


Untung nya Kei hanya memakai kemeja, coba kalau dia memakai jas nya mungkin dia akan kepayahan


Kei melihat ke langit-langit ruang kantin dimana hanya ada beberapa kipas saja


Dan Kei pun melihat kursi dan meja tempat ia makan yang terlihat sudah usang


Dan mata Kei terpaku pada kursi kayu panjang yang di duduki oleh Gita


Apa ia nyaman duduk di kursi kecil itu dan apa ia kenyang dengan porsi makan siang nya


Gumam Kei sambil menatap punggung Gita


Kei berdiri lalu meninggalkan ruang kantin nya menuju sebuah pohon rindang dengan beberapa bangku kosong dibawah nya


Beberapa karyawan nya pun melakukan hal yang sama dengan nya santai setelah makan siang, malah ada yang nampaknya tertidur di temani angin sepoi-sepoi


Kei mengambil ponselnya lalu menghubungi seseorang


" Aku tunggu didepan kantin bawah sekarang !!" ucap Kei lalu menutup ponselnya


Sementara seorang pria nampak pucat ketika ponselnya berbunyi dan tertera nama Tuan Kei di layar ponselnya


" Halo tuan apa ada masalah ?" tanya pria itu yang tak lain adalah manager HRD


" Baik tuan saya segera ke sana !" jawab sang manager sambil meletakan alat makan nya


" Ada apa ?" tanya teman disebelahnya


" Tidak tau tiba-tiba tuan menyuruh ku ke kantin bawah !" jawab manager itu dengan terbata


Ada masalah apa ya sampai tuan berada di kantin bawah, padahal aku belum makan satu suap pun


Gumam manager itu sambil bergegas menuju keberadaan atasan nya