Just For Escape

Just For Escape
Bab 74



Semakin hari warung nasi Bu Las semakin ramai, selain karena masakan MT yang enak tapi karena kehadiran Gita yang mereka panggil dengan nama Neng Geulis seperti yang sering di ucapkan Bu Las setiap kali ia membutuhkan Gita


Bahkan beberapa pelanggan berdasi terlihat turun dari mobil mereka yang memenuhi bahu jalan


Apalagi di waktu makan siang Bu Las sampai menambah meja dan kursi di samping warung di bawah naungan pohon nangka yang berada tepat di samping warung


" Neng..neng geulis ayo cepat isi air teh buat yang makan kasihan nanti keselek !" perintah Bu Las


Gita segera mengambil nampan berisi gelas - gelas yang di tata lalu dengan hati - hati mulai menuangkan air teh hangat ke dalam setiap gelas


Setelah penuh Gita membawa nampan tersebut ke setiap orang yang belum mendapatkan air minum


Setiap kali Gita melalukan tugasnya orang-orang tersebut tidak sedikit yang mencoba menggoda Gita dengan meminta nomor ponselnya tapi Gita hanya tersenyum kecil sambil berkata jika ia tidak punya ponsel


Bahkan ada yang sembunyi-sembunyi memotret Gita yang sedang membawa nampan dengan rambut yang di gulung asal dan keringat yang membasahi kening dan anak rambut Gita hingga membuat Gita semakin terlihat sexy


Gita membawa nampan yang berisi air teh mendekati meja yang berisi beberapa pria dengan pakaian kantoran


Mereka tengah menikmati makan siang karena penasaran dengan cerita para karyawan yang mengatakan jika mereka sering makan siang di warung geulis, selain makanan nya yang murah dan enak katanya di sana terdapat seorang pelayan cantik bernama Neng Geulis


Dan disinilah mereka menatap gadis pembawa minum tanpa berkedip karena takut jika berkedip gadis di depan mereka akan menghilang


" Permisi...ini minumnya !" ucap Gita tanpa memandang wajah para pria itu, ia hanya meletakan gelas di samping piring mereka lalu pergi begitu saja tanpa perduli tatapan kagum para pria itu


Bu Las yang menyaksikan dari jauh hanya tersenyum senang, karena ternyata Gita bukan wanita penggoda yang akan memanfaatkan penampilan mereka untuk merayu para pria


Malah Gita lebih banyak menghindar dengan alasan pekerjaan dari godaan para pelanggan ibu Las


Hari sudah menjelang malam ketika Gita bersiap hendak pulang ke kontrakannya


" Ta gimana jadi gak pindah kontrakan biar gak kejauhan ?!" tanya Susi sambil memasukan bungkusan nasi dan lauk ke dalam plastik kresek


" Jadi Kak Gita juga sudah bilang sama ibu kontrakan !"


" Ya udah besok Senin kita bantuin kamu pindahan ya mumpung libur !"


Kembali Susi berkata pada Gita dan di iyakan oleh Nani


" Serius Kak ? makasih banyak ya !" seru Gita sambil tersenyum


" Iya santai aja tapi nanti kita di bikinin mie yang kayak kemarin ya ?!" ucap Nani sambil mengedipkan sebelah matanya ke arah Gita


" Oh..mie ramen, iya kak nanti Gita buatkan spesial buat kakak berdua !"


Mereka bertiga pun tertawa bersama lalu pamit pada bu Las untuk pulang ke kontrakan mereka masing-masing


Sudah tiga bulan ini Gita bekerja pada Bu Las dan warung pun ramai seperti biasanya


Gita sudah menempati kontrakan barunya yang terletak tidak jauh dari warung Bu Las bersama Nani dan Susi


Mereka berdua sama-sama anak perantauan seperti Gita jadi Gita serasa memiliki teman seperjuangan


Seperti biasa Gita membantu memberikan air teh hangat pada orang-orang yang tengah menikmati makan siangnya setelah itu Gita pun beralih membawa ember besar untuk meletakan piring dan gelas kotor agar ia bisa segera mencuci nya


Gita membawa semua alat makan yang sudah di cucinya ke depan lalu melihat ke seluruh ruangan untuk melihat siapa yang belum mendapatkan air minum


Gita melihat seorang pria yang sepertinya belum mendapatkan air minum nya lalu segera Gita mengambil nampan dan segelas teh hangat untuk diantarkan kepadanya


" Permisi pak..ini air minumnya maaf harus menunggu !" ucap Gita ramah sambil meletakan gelas berisi teh hangat itu di samping piring yang hampir kosong


" Oh iya geulis tidak apa, terima kasih ya !" jawab pria itu tidak kalah ramah


Belum sempat Gita membalas ucapan pria tadi tiba-tiba nampak di dekat mereka seorang wanita berpakaian sexy dengan dandanan menor menutupi wajahnya tengah berkacak pinggang dengan tatapan penuh amarah


" Oh..jadi ini perempuan yang bikin papa gak mau makan di rumah !" teriak wanita itu sambil memandang Gita yang terkejut begitu juga pria tadi


" Ma..mama, ngapain di sini ?!" tanya pria tadi yang terkejut dengan kehadiran istrinya


" Kenapa, kaget ? papa pikir mama tidak akan tau tempat papa menyembunyikan mainan papa ?!" kembali wanita itu berteriak sambil menatap suaminya itu


Gita hendak meninggalkan tempat itu karena ia merasa tidak ada sangkut pautnya dengan urusan mereka tapi tiba-tiba wanita tadi langsung mencengkram lengan Gita dengan keras


" Eehh..mau kemana kamu, kamu pikir bisa pergi begitu saja setelah menggoda suami saya !"


" Ma..maaf Bu, saya tidak mengerti maksud ibu ?!" jawab Gita sambil meringis kesakitan karena cengkraman tangan wanita itu


" Heh jangan pura pura ya, memangnya apa yang barusan kamu lakukan sama suami saya ?!" tuduh wanita tadi sambil menunjuk - nunjuk wajah Gita


" Sa..saya cuma kasih air minum aja Bu ?!" jawab Gita sambil berusaha.elepaskan cengkraman wanita itu dilengannya


" Ma..mama apa-apaan sih lepasin anak orang kasihan itu dia kesakitan !" pria tadi berusaha menyadarkan istrinya


" Diam kamu !" bentak wanita itu sambil menatap sangar ke arah suaminya


Dan bukannya melepaskan cengkraman nya wanita tadi malah menjambak rambut Gita dengan tangan satunya


" ADUUHH..sakit Bu tolong lepasin !" rintih Gita sambil memegang lengan wanita yang menjambak rambutnya


Semetara orang-orang yang menyaksikan seolah terhipnotis oleh kejadian didepan mereka hingga mereka hanya menatap ketiga orang itu dengan wajah bingung


" Ini akibatnya kalau sudah berani gangguin suami orang !" wanita itu menyeringai menatap Gita penuh amarah


Wanita itu melepaskan jambakan tangannya di rambut Gita dan ia hendak menampar Gita hingga...


" Aakkhh.....sakit !" tiba-tiba wanita tadi berteriak kesakitan


Tanpa Gita sadari Ceu Yayah nampak berdiri dibelakang wanita tadi sedang memelintir tangan yang hendak menamparnya


" Hey .hey..lepasin tangan saya, kamu tidak tau siapa saya , cepat lepaskan sebelum kamu menyesal !!" wanita itu meronta-ronta ingin lepas dari cengkraman Ceu Yayah


" Saya tidak perduli siapa kamu dan saya juga tidak perduli apa yang akan kamu lakukan, tapi kalau kamu berani mengganggu keponakan ku apalagi membuat kacau tempat kerja ku, aku pastikan kamu yang akan menyesal !"


" Dan kamu, dimana harga dirimu sebagai lelaki, kenapa kau diam saja dipermalukan seperti ini !"


Kembali Ceu Yayah berucap sambil menunjuk pria yang sejak tadi hanya diam saja ketika istrinya membentaknya agar diam


Ceu Yayah menyeret wanita tadi yang masih meronta-ronta sambil mencaci maki ceu Yayah hingga ke luar dari warung di ikuti oleh suaminya yang merah padam.menahan marah dan malu


Begitu sampai luar Ceu Yayah langsung mendorong wanita tadi hingga membentur tubuh suaminya


" Pergi dari sini, dan kamu lain kali kalau mau pergi ikat yang kencang rantainya jangan sampai lepas lagi !" ucap Ceu Yayah pada pria yang tengah memeluk istrinya yang terlihat berantakan


pria tadi langsung menyeret istrinya menuju mobil yang terparkir tidak jauh dari warung walaupun wanita itu masih berteriak sambil menantang Ceu Yayah juga memaki Gita


" Dasar sakit jiwa !" umpat Ceu Yayah sambil masuk kembali kedalam warung


Ketika Ceu Yayah berbalik nampak semua orang menatapnya penuh kagum hingga ...


Di dapur Gita tengah duduk dikelilingi oleh semua orang termasuk Bu Las


" Udah - udah Gita gak apa - apa, sebaiknya kita kembali kedepan kasihan yang lagi pada makan !"


Gita berusaha menghalau Nani dan Susi yang terlihat khawatir dengan apa yang barusan menimpa Gita


" Bener kata Gita sebaiknya kita kedepan sekarang !" ucap Bu Las sambil beranjak dari hadapan Gita


Karena melihat kondisi Gita yang baik - baik saja Nani dan Susi pun dengan berat hati menuju ke depan karena tugas mereka belum usai


" Ceu Yayah...makasih ya udah nolongin Gita !" ucap Gita pada Ceu Yayah yang tengah membantu Gita mencuci piring


Ceu Yayah tidak berkata apa-apa, dia hanya menatap Gita sambil tersenyum tanpa menghentikan aktivitas nya


Bu Las menutup warungnya lebih awal, ia masih syok dengan kejadian tadi siang


" Itu perempuan kenapa ya datang-datang langsung labrak si Gita kaya orang kesurupan!" dengus Nani kesal


" Iya, padahal si Gita kan cuma kasih air minum aja !" balas Susi


" Makanya geulis kamu punya muka jangan geulis - geulis jadinya banyak yang salah faham !" ucap Mbok Tsum menggoda Gita


" Ya mau diapain lagi atuh mbok orang udah dari sananya !" jawab Bu Las membela Gita


" Lagian Gita kamu mau-maunya kerja kayak gini , kalau aku punya wajah secantik kamu, aku bakal ngelamar jadi foto model atau jadi artis biar terkenal terus bisa nikah sama orang kaya !" Nani berkata dengan wajah menerawang mengkhayal kan masa depannya jika secantik Gita


" Ngimpi jangan ketinggian Nan yang wajar- wajar aja kayak gimana kalau mas Darto cepet - cepet ngelamar kamu gitu !" ledek Susi


" Diihh..apaan sih kok jadi bawa-bawa mas Darto, lagian siapa yang pacaran sama dia !" Nani berusaha mengelak


" Yakin kamu gak pacaran sama dia, ntar di ambil orang tau rasa kamu !" kembali Susi menggodanya


" Darto yang mana Sus ?!" Bu Las terlihat penasaran


" Itu loh Bu Sekuriti pabrik kertas yang kalau malam suka makan di sini tapi pas warung mau tutup biar sekalian bisa nganterin pulang !" jawab Susi sambil menaik turunkan alisnya menggoda Nani


" Cuma nganterin aja kok itu juga kalau dia lagi gak kerja !" Nani berusaha kembali mengelak


" Iya lah cuma nganterin aja , sambil gandengan tangan trus ketawa cekikikan gak perduli sama aku yang jalan sendirian di belakang kalian kayak bodyguard, tapi semenjak ada Gita aku jadi gak sendiri lagi karena kita juga jalan sambil gandengan tangan iya kan Ta ?!" ucap Susi sambil merengkuh lengan Gita lalu menyandarkan kepalanya di bahu Gita dengan manja


Melihat tingkah Susi semuanya tertawa termasuk Gita, hingga sedikit melupakan kejadian yang tadi siang menimpanya


Ryu menatap sebuah foto didalam ponselnya yang baru saja dikirimkan oleh anak buahnya


Nampak Gita sedang membawa nampan berisi gelas - gelas yang penuh dengan air teh


Ryu menatap foto itu dengan teliti dan ia bandingkan dengan foto Gita ketika berada di apartemen nya dan ternyata mereka adalah orang yang sama


Ryu tersenyum sinis, ia lalu menghubungi anak buahnya


" Heum...Gadis di foto itu memang Gita, kalian cari keberadaan nya dan bawa kemari secepatnya !" perintah Ryu lalu tanpa menunggu jawaban dari lawan bicaranya Ryu menutup sambungan teleponnya


Akhirnya setelah sekian lama aku menemukanmu Gita dan aku pastikan kamu tidak akan bisa pergi dari sisiku walaupun hanya sejengkal saja


Gumam Ryu dengan senyum sinis dan tatapan tajam


Rey duduk berhadapan dengan Adam dan orang suruhannya yang bertugas mencari keberadaan Gita


" Jadi bagaimana apa sudah ada hasil ?!" tanya Rey tidak sabar


" Saya mendapatkan informasi jika setelah nona tidak bekerja di perusahaan Izumi, nona bekerja di perusahaan jasa kebersihan di apartemen-apartemen tuan dan saya pun mendapatkan alamat tempat nona tinggal, tapi tidak lama kemudian nona di pecat dari tempat kerjanya karena sedang sepi tuan dan setelah itu nona kembali tidak bekerja dan keluar dari kontrakan dengan alasan tinggal dengan temannya , tapi saya belum mendapatkan informasi lagi siapa teman yang nona maksud !"


Rey menyandarkan kepalanya dengan mata terpejam ia merasa putus asa hingga saat ini belum bisa menemukan putrinya


Tiba-tiba ponsel milik anak buah Adam berdering dan ia pun langsung mengangkat nya


Seketika wajah pria itu berubah tegang, ia beradu tatapan dengan Rey yang juga tengah menatapnya penuh rasa ingin tau


" Cepat kirimkan sekarang dan pantau terus jangan sampai kehilangan jejak !" ucap pria itu lalu ia memutus sambungan ponselnya dan membuka pesan yang baru saja masuk ke dalam ponselnya


" Ada apa ?!" tanya Rey sambil menatap tajam ke arah pria yang duduk didepannya


" Tu..tuan...ini !" ucap pria itu sambil menyerahkan foto yang berasal dari ponsel nya


Adam langsung berjalan kebelakang kursi yang diduduki Rey agar ia pun bisa melihat apa yang ada di dalam foto tersebut


Rey dan Adam langsung membelalak kan matanya ketika melihat foto Gita yang tengah membawa nampan berisi gelas yang penuh dengan air teh dengan wajah kelelahan yang dipenuhi keringat


" Anak ku ..anak ku teriak Rey histeris sambil terus memandangi foto Gita


" Adam..dia anak ku kan....dia anak ku kan ?!" tanya Rey sambil mengguncang lengan Adam


" Iya tuan ..ini nona muda kita sudah menemukannya !" seru Adam dengan wajah penuh keyakinan


" Cepat antar kan aku padanya Adam, aku sudah tidak sabar ingin memeluknya !" Rey seolah lupa dengan reputasi, tanpa rasa malu Rey merengek pada Adam yang berdiri di sampingnya


" Baik tuan..kita akan menemui nona muda !" jawab Adam menenangkan Rey


Adam dan pria tadi langsung bergerak mengerahkan anak buahnya untuk segera menemukan nona muda mereka


Adam tidak perduli jika saat ini sudah menjelang malam, baginya tidak ada yang lebih penting dari menemukan nona mudanya


Rey menaiki mobilnya bersama Adam, mereka bergerak mengikuti arahan dari anak buahnya yang sedang menuju lokasi keberadaan nona muda mereka


Rey nampak tegang, ia tidak menyangka jika sebentar lagi ia akan bertemu dengan putri nya


Tapi tiba-tiba terbersit kecemasan dalam diri Rey, bagaimana jika ternyata putri nya menolaknya karena merasa sudah diabaikan selama hidupnya


Kedua tangan Rey saling meremas nampak kecemasan terlihat diwajahnya yang tertangkap oleh Adam


" Kenapa tuan, apa ada masalah ?!" tanya Adam menatap Rey yang duduk di sampingnya


" Adam...apa nanti putriku mau menerima ku, setelah apa yang menimpanya selama ini aku takut ia akan menyalahkan aku karena sudah mengabaikan nya ?!" tanya Rey menatap Adam cemas


Adam menarik napas dalam-dalam, ia pun tidak memungkiri rasa khawatir yang Rey rasakan adalah sesuatu yang wajar, apalagi Gita yang seumur hidupnya hanya tau jika orang tua nya hanya Irwan dan Sari, ia pasti akan terkejut sekali dan mungkin tidak akan begitu saja mengakui keberadaan Rey sebagai ayah kandung nya


" Maaf tuan...ini hanya saran saja jika nanti tuan bertemu dengan nona muda sebaiknya anda tidak langsung mengakui jika anda adalah ayah kandungnya tapi kita biarkan dulu hingga saat yang tepat baru kita ceritakan identitas dia yang sebenarnya !" ucap Adam dengan hati - hati


Rey memandang Adam berusaha mencerna apa yang Adam barusan katakan, ternyata ada benarnya juga jika ia memberi waktu kepada Gita untuk lebih mengenal dirinya dan setelah itu barulah ia menceritakan siapa dirinya yang sebenarnya


Sebaiknya aku mendengarkan saran Adam karena jika dipaksakan aku takut Gita akan menyangkalnya dan pada akhirnya aku akan kehilangan nya lagi


Gumam Rey sambil menganggukkan kepalanya ke arah Adam tanda ia menyetujui saran Adam