Just For Escape

Just For Escape
Bab 91



Mega mengobati luka di lutut dan sikunya sambil meringis merasakan perih sedangkan bibi yang menjemput Arell di sekolahnya


Mega menatap jam yang sudah hampir jam makan siang, biasanya ia sudah berada di kantor Enzo untuk makan siang bersama


Mega meraih ponselnya lalu memijit nama Enzo dan tidak lama kemudian terdengar nada sambung


Halo ..ada apa Mega ?


Maaf hari ini aku tidak bisa mengantar makan siang aku kurang enak badan


Oh ..ya sudah kamu istirahat saja biar Arell aku yang jemput


Tidak usah ...bibi sudah berangkat menjemput Arell


Ya sudah lah ..ada lagi ?


Tidak ada hanya itu saja


Oke..aku tutup ya


Iya


Lalu pembicaraan mereka pun berakhir, Mega menarik napas dalam, iya bingung bagaimana menceritakan pada Enzo perihal pertemuan nya dengan Pratiwi juga mengenai uang yang di mintanya


Mega merasa malu jika harus kembali meminta uang pada Enzo karena uang yang dulu pernah Enzo beri pun seharusnya masih cukup jika saja Pratiwi bisa mengaturnya


Tapi kalau Mega tidak memberinya ia yakin Pratiwi akan terus meneror kehidupannya dan pastinya kehidupan Arell dan Enzo pun akan terganggu


Apa yang harus aku lakukan...aku tidak mau kalau harus melakukan pekerjaan itu lagi, aku tidak mau !!


Tangis Mega sambil menutup wajahnya dengan kedua tangan nya


Tidak lama terdengar suara Arell yang berteriak memanggil namanya Mega segera menghapus air matanya dan membenahi pakaiannya


" Mommy....mommy !!" panggil Arell sambil mengetuk pintu kamar Mega


" Iya sebentar ..." sahut Mega sambil bergegas membuka pintu kamarnya


Arell langsung menerobos memasuki kamar Mega yang juga kamar bibi


Arell memandang Mega dari atas hingga bawah seperti tengah mencari sesuatu hingga matanya tertuju pada lutut Mega yang baru saja di beri obat merah


" Mommy...kakinya luka, mommy jatuh dimana ?!" Arell langsung berjongkok memperhatikan lutut Mega


" Tadi mommy jatuh di tempat parkir tapi sekarang sudah sembuh kok " jawab Mega sambil berusaha menutupi lukanya dengan dress-nya


" Pasti perih ya, sini Arell tiup-tiup biar cepat sembuh " Arell lalu meniup luka di lutut Mega tanpa mengindahkan ucapan Mega


" Enggak usah sayang... mommy udah sembuh, sini mommy mau peluk Arell " Mega langsung meraih pinggang Arell lalu menggendong nya


Arell pun langsung memeluk leher Mega dan terdengar gelak tawa Arell yang tengah di hujani ciuman oleh Mega di wajahnya


" Haha...mommy stop !" teriak Arell sambil mencoba menghindari ciuman Mega


" Abis Mommy kangen banget !" jawab Mega sambil mencoba mencium Arell


" Kan Arell cuma sekolah, mommy aneh " Arell menatap Mega heran


" Ya kan tadi mommy enggak jemput Arell jadinya mommy kangen !" kilah Mega dengan wajah merengut


" Eh iya lupa Daddy nanti makan siangnya sama siapa ?" Arell baru teringat jika biasanya iya makan siang bersama Enzo


" Tadi mommy udah kasih tau Daddy, mandi dulu yuk udah itu kita makan siang Arell udah laper kan ?!" Ucap Mega sambil membawa Arell dalam gendongannya menuju kamar Arell


Arell hanya mengangguk kan kepalanya dan membiarkan Mega membawanya ke ke kamarnya sendiri


Bibi yang melihat interaksi keduanya hanya tersenyum saja, ia merasa bersyukur akhirnya Arell mendapatkan ibu pengganti yang begitu menyayanginya


Hari menjelang sore, Enzo bersiap untuk pulang, ia pun menyambar jas yang tersampir di kursi lalu membawa nya bersama tas kerjanya


" Ayo kita pulang, suami mu pasti sudah ada di bawah " ajak Enzo pada sekretaris nya


" Iya tuan dia memang sudah ada di bawah !" jawab Maya sambil tersenyum


Lalu mereka pun meninggalkan ruangan yang sudah hampir kosong karena ada beberapa pekerja yang masih menyelesaikan pekerjaannya


Maya langsung menaiki mobil yang di kendarai suaminya dan Enzo pun menuju mobilnya yang terparkir tidak jauh dari pintu lobby


Enzo mengeluarkan kunci mobilnya ketika tiba-tiba seseorang menariknya membuat Enzo seketika membalik kan badannya dengan sikap siaga


" Sial, kau mengagetkan aku hampir saja aku memukul mu !" dengus Enzo kesal


" maaf aku tidak bermaksud begitu !" ujar Stella sambil mendekati Enzo tapi Enzo langsung mundur menghindari Stella


" Hey...kenapa kamu bersikap begitu ?!" Stella nampak tidak suka dengan sikap Enzo yang seperti enggan berdekatan dengan nya


" Memangnya kamu mau aku bersikap bagaimana ? seolah-olah tidak pernah ada masalah ?!" jawab Enzo kesal


" Bukan begitu Enzo tapi sikapmu menyakitiku " Stella memasang wajah sedih


Tapi sepertinya Enzo sudah tidak ada sedikitpun rasa iba, justru dengan sikap Stella seperti itu membuat Enzo tambah muak


Lalu sambil menatap Stella dengan penuh kebencian Enzo pun berkata


" Bagaimana dengan dirimu yang meninggalkan aku dan Arell yang masih bayi demi bisa bersama dengan kekasih mu, menurutmu lebih menyakitkan mana ?!"


Seketika Stella pun terdiam tapi bukan karena menyadari kesalahannya tapi Stella kesal karena Enzo selalu mengungkit hal itu


Tapi Stella berusaha meredam kekesalan nya demi tercapai tujuannya kali ini Stella akan menjatuhkan harga diri nya di kaki Enzo


" Maafkan aku Enzo aku tau aku salah, tidak seharusnya aku melakukan hal itu tapi kamu tau sendiri saat itu aku masih terlalu muda untuk mempunyai seorang anak, aku masih ingin bebas !"


Mendengar alasan Stella Enzo pun tersenyum masam


" Dan kamu sudah mendapatkan kebebasan mu jadi seharusnya kamu bahagia bukan, jadi untuk apa kau mengganggu ku lagi ?!"


Stella mengepalkan tangannya menahan kesal, ia kehabisan ide untuk menjawab ucapan Enzo


" Maaf kan aku Enzo tapi aku benar-benar sudah berubah, aku ingin kita memulai lagi dari awal, aku kau dan Arell anak kita " ucap Stella sambil mencoba meraih lengan Enzo


Tapi Enzo tidak bergeming, ia malah mengangkat tangan yang hendak di sentuh oleh Stella


" Aku sudah memaafkan kesalahan mu dan aku bersukur jika kamu sudah berubah tapi untuk kembali padamu aku tidak bisa lagipula seperti yang sudah aku katakan tempo hari aku sudah bertunangan dan sebentar lagi kami akan menikah " terang Enzo sambik memperlihatkan cincin di jari manisnya


Seketika Stella membelalakkan matanya ia tidak percaya jika Enzo benar-benar sudah bertunangan


" Kamu pasti bohong, itu hanya caramu untuk menghindari ku !" Stella menatap tajam ke arah Enzo sambil menunjuk wajah Enzo


" Buat apa aku bohong, kalau kamu tidak percaya tunggu saja undangan pernikahan ku !"


Enzo pun tidak kalah sengit karena Stella tidak percaya ucapannya


" Ya sudah kalau kamu memang mau menikahi perempuan itu silahkan, tapi Arell akan aku bawa !"


" Heh ! sejak kapan kamu begitu perduli dengan Arell, aku curiga jangan-jangan kamu punya maksud tertentu pada Arell ?!" selidik Enzo sambil memicingkan matanya menatap Stella


Stella yang merasa ketahuan pun gelagapan, tapi ia segera tersenyum untuk menutupi perubahan wajahnya


" Segitu bencinya kamu pada ku Enzo, aku adalah ibu kandung Arell jadi aku yang paling berhak untuk mengasuhnya dari pada tunangan mu itu !"


" Aku bicara seperti itu karena aku sangat mengenal mu Stella, kamu akan melakukan apa saja tanpa perduli apapun untuk mendapatkan apa yang kamu inginkan dan kalau memang kamu ibu kandung nya selama lima tahun ini kamu kemana saja ? jangankan mengunjungi sekedar menanyakan kabar pun kamu belum pernah dan sekarang tiba-tiba kamu ingin mengasuh Arell, apa tidak aneh ?!" dengus Enzo menahan kekesalan nya


" Sudahlah aku mau pulang, kamu membuang waktuku sia-sia, seharusnya aku sudah berkumpul dengan keluarga ku !" ucap Enzo sambil membuka pintu mobil


Tapi sepertinya Stella belum mau menyerah ia kembali menarik tangan Enzo


" Tidak..tidak bisa aku belum selesai bicara,.pokoknya aku minta hak asuh Arell !"


Mendengar ucapan stell Enzo lalu menepiskan tangan Stella yang memegang tangan nya


" Jangan harap ! sampai kapanpun aku tidak akan menyerahkan Arell !" jawab Enzo sambil kembali mendekati pintu mobilnya yang sudah terbuka


Tapi sepertinya Stella belum puas ia kembali mencoba menghalangi Enzo


" Aku akan tetap mengambil Arell bagaimana pun caranya, aku pasti akan mendapatkan nya !" ancam Stella


Dengan kesal Enzo mendorong tubuh Stella yang menghalangi dirinya hingga membuat Stella mundur beberapa langkah kebelakang tapi tidak sampai jatuh


" Lakukan sesuka mu aku tidak perduli, tapi ingat satu hal aku bukan Enzo yang dulu yang diam saja ketika di tindas, aku akan membuat hidupmu menderita jika kamu berani mengusik keluarga ku !" ancam Enzo lalu menutuo pintu mobilnya cukup keras


Enzo lalu melajukan mobilnya meninggalkan Stella yang terlihat marah-marah karena niatnya untuk mengambil hati Enzo gagal total


Sepanjang jalan Enzo berfikir mengenai ancaman Stella, ia takut jika Stella melakukan ancaman nya


Heum... sepertinya aku harus mempercepat pernikahanku dengan Mega agar status Arell benar-benar aman


Gumam Enzo sambil menatap jalanan yang cukup ramai melalui kaca depan mobilnya