Just For Escape

Just For Escape
Bab 47



Enzo masih memikirkan tentang pertemuan nya dengan Mega juga perkataan Hans mengenai profesi Mega si penjual jasa plus-plus


Enzo merasa tidak percaya jika Mega yang terlihat masih muda dan cantik mau menjual dirinya padahal jika ia mau mungkin ia bisa menikahi seorang pengusaha atau orang kaya tanpa harus bekerja seperti itu


Enzo mengendarai mobilnya menuju kediaman nya setelah kembali lembur karena ada salah satu klien yang tiba-tiba merubah konsep bangunan yang sudah disepakati


Untungnya masih ada waktu satu Minggu sebelum pembangunan nya di mulai tapi tetap saja banyak hal yang ikut berubah dan harus segera di siapkan


Ponsel Enzo berdering dan Enzo pun menepikan mobilnya di sisi jalan didepan taman kota


Terlihat nama Maya dan Enzo pun segera mengangkat nya


" Iya May..ada apa ?"


" Maaf tuan ada dua berkas yang tertinggal belum ada tanda tangani, saya simpan di meja anda "


" Oke May..besok pagi saya langsung periksa "


" Baik tuan maaf menganggu perjalanan anda "


" Oke tidak apa "


Setelah menutup ponselnya Enzo pun bersiap kembali melakukan mobilnya


Tapi tiba-tiba Enzo melihat didepannya nampak seseorang pria tengah menyeret seorang wanita yang meronta - ronta, lalu pria tersebut melempar wanita yang di seretnya itu kehadapan wanita lainnya


Enzo segera keluar dari mobilnya dan mendekati ke arah mereka


Enzo berjalan perlahan lalu terdiam di tempat yang cukup gelap tapi Enzo dapat melihat dengan jelas apa yang terjadi dihadapannya


Nampak seorang wanita paruh baya berdiri sambil bertolak pinggang di hadapan wanita muda yang duduk bersimpuh setelah di seret dan di lempar ke tanah oleh pria yang kini berdiri di belakangnya


" Mulai berani kamu ya !" ucap wanita paruh baya itu sambil mencengkram rahang wanita yang menangis di bawahnya


" Ampun Bu...ampuunnn !" tatap wanita itu


Enzo menajamkan pandanganya dan ia nampak terkejut ketika ia mengenali wanita yang sedang bersimpuh itu ternyata Mega wanita yang sudah beberapa kali bertemu dengan nya


Enzo kembali menatap ke arah Mega yang terlihat berantakan dengan make up dan pakaian yang sudah acak-acakan


" Mana uang yang aku minta ! kamu pikir ayah dan adikmu makan tanah kamu pikir beli obat ayah mu pakai daun !!" kembali wanita paruh baya yang ternyata Pratiwi itu memaki Mega sambil menyentak kan pegangan nya pada rahang Mega hingga membuat Mega kembali terhempas ke tanah


" Ampuunn Bu ... Mega belum punya uang lagi !" tatap Mega sambil memohon pada Pratiwi


" Aku gak mau tau pokoknya kamu harus kirim uang lebih banyak lagi !"


" Ingat Mega adikmu sudah kabur jadi semua beban kamu yang harus menanggungnya kalau tidak aku akan membuang ayahmu ke jalanan !"


" Jangan Bu...jangan ...kasihan ayah...Mega janji akan segera kirim uang buat ibu !" Mega berusaha memohon kembali pada Pratiwi


Pratiwi menarik napas menahan emosinya sambil merapikan pakaian nya lalu dengan mengangkat dagu dan bertolak pinggang Pratiwi menatap Mega


" Baik...sekarang aku maafkan, tapi jika sampai lusa kamu belum juga mengirimkan uang nya jangan harap kamu bisa bertemu dengan ayahnya ! atau....bagaimana jika Niken mulai aku tawarkan !" ucap Pratiwi sambil tersenyum sinis ke arah Mega


" Jangan ibu...jangan ganggu Niken !! biar Mega yang akan cari uang buat ibu ! Mega mohon Bu !" teriak Mega sambil memeluk kaki Pratiwi


" Makanya kerja yang bener jangan susah kalau di mintai duit !!" bentak Pratiwi sambil menoyor kepala Mega dengan sekuat tenaga hingga membuat kepala Mega membentur tanah


" Ingat...lusa harus sudah ada di rekening ku !" ucap Pratiwi sambil beranjak dari tempat tersebut meninggalkan Mega yang masih bersimpuh sambil menangis


Enzo mengepalkan tangannya hingga membuat otot-otot nya terlihat begitu melihat apa yang dialami oleh Mega


Setelah di rasa aman Enzo pun menghampiri Mega yang terlihat berusaha berdiri sambil berpegangan pada tiang lampu penerang jalan


Enzo membuka jas nya lalu tanpa berkata apapun Enzo langsung memasangkan jas nya di pundak Mega yang terkejut dengan tindakan Enzo


" Aakhh siapa kamu ?!" teriak Mega sambil membalik kan badannya menghadap Enzo


Enzo tidak berkata apapun ia hanya diam melihat Mega yang berantakan dengan jarak yang sangat dekat


Mega mengerjakan matanya, kepalanya masih terasa berat dan matanya pun sangat sulit untuk di buka


Setelah meregangkan badannya Mega kembali meringkuk sambil memeluk guling yang terasa hangat dengan aroma maskulin yang terasa ber..beda


Mega kembali.mencium aroma yang belum pernah ia hirup sebelumnya lalu dengan perlahan Mega pun membuka matanya


Terlihat bantal guling warna abu-abu seperti warna selimut yang menutupi separuh tubuhnya


Mega lalu mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan sambil berusaha mengenali tempat tersebut


Mega tertegun, ia merasa asing dengan tempat tersebut lalu dengan perlahan Mega pun bangun dan melihat pakaiannya ternyata sudah berganti dengan sebuah piyama yang kakinya di gulung karena kepanjangan


Dengan perlahan Mega turun dari tempat tidurnya lalu berjalan perlahan menuju pintu dan membukanya


Mega berjalan ke arah ruang tamu dan Mega berfikir jika ia berada disebuah apartemen


Mega merasa ia sendirian di apartemen itu tanpa seorang pun hingga ia berjalan menuju dapur dan melihat sebuah kertas memo yang ditempel di pintu kulkas


Maaf kamu aku tinggal sendiri karena aku harus kerja dan anak ku di sekolah, ada makanan di kulkas


Mega mengembalikan memo itu ke tempatnya lalu membuka kulkas dan terlihat beberapa makanan beku siap saji


Mega mengambil telur dan beberapa sayuran sepertinya ia akan membuat nasi goreng saja melihat ada sisa nasi cukup untuk dirinya


Mega baru saja selesai mandi ketika terdengar suara pintu apartemen dibuka dari luar


Mega segera menuju ruang tamu untuk melihat siapa yang baru saja memasuki apartemen nya


Terlihat seorang anak kecil bersama seorang wanita paruh baya memasuki apartemen tanpa melihat ya yang berdiri kaku di ruang tamu


Setelah beberapa langkah si anak tadi langsung menengadahkan kepalanya menatap Mega yang masih berdiri dan tanpa aba-aba anak kecil itu langsung berlari menuju ke arah Mega sambil berteriak


" Tante Mega .!!" teriak Arell sambil berlari lalu memeluk Mega yang masih terpaku


" Arell ? kok kamu ada di sini ?" tanya Mega sambil berjongkok lalu membalas pelukan Arell


" Arell kan tinggal di sini Tante " jawab Arell bingung dengan pertanyaan Mega


Mendengar ucapan Arell seketika Mega berusaha mengingat kejadian tadi malam, samar - samar ia teringat melihat sosok Enzo yang berdiri dihadapannya sebelum kesadaran nya hilang


" Permisi nona kenalkan saya Ratmi pembantu di sini " ucap Bi Ratmi yang berdiri di belakang Arell


" Oh iya Bi saya Mega " jawab Mega kikuk karena ia meras malu berada di apartemen seorang pria yang sudah berkeluarga


" Tante Arell seneng Tante ada di sini " ucap Arell sambil menarik Mega duduk di sofa


" Tante juga seneng akhirnya ketemu lagi sama Arell " jawab Mega dengan tangan merapikan anak rambut di kepala Arell


" Tante nanti bobo di sini kan ? nanti bobo nya sama Arell ya " pinta Arell


Mega terdiam mendengar permintaan Arell, bagaimana mungkin ia tidur di rumah sebuah keluarga yang belum ia kenal sama sekali


" Ahh...nanti Tante bilang dulu sama papa ya " jawab Mega sambil tersenyum canggung


" Asiikk...papa pasti kasih izin " teriak Arell sambil lompat - lompat kegirangan


" Tapi mama Arell nanti marah " ucap Mega tanpa menyadari perubahan di wajah Arell


Arell tertunduk wajah nya terlihat sedih, dengan perlahan Arell memeluk Mega dan menyembunyikan wajahnya di dada Mega


" Arell kenapa ?" tanya Mega sambil mengelus kepala Arell


" Tante memang gak tau ya kalau Arell gak punya mama " jawab Arell pelan


" Maaf ..Tante tidak tau " jawab Mega merasa kasihan mendengar jika anak sekecil Arell sudah kehilangan ibunya


Karena tidak mau melihat Arell larut dalam kesedihan akhirnya Mega menemani Arell bermain di ruang tamu hingga suara pintu apartemen terbuka dan nampak Enzo berdiri memandang Mega dan Arell yang tengah asik bermain