
Disebuah kamar yang cukup besar terlihat Gita yang masih dalam pengaruh obat bius tergeletak di atas tempat tidur king size dengan selimut tebal menutupi separuh tubuhnya
Seorang pelayan wanita memasuki kamar tersebut sambil membawa nampan berisi makanan yang masih mengepulkan asap
Mungkin karena efek aroma makanan yang menguar ke seluruh ruangan tubuh Gita terlihat bergerak - gerak
Melihat Gita yang mulai terbangun pelayan tadi lalu menuju jendela kamar dan dengan cekatan membuka gorden merah marun yang menutupi jendela kaca tersebut dan seketika ruangan itu jadi terang benderang
Gita langsung mengerjapkan matanya yang silau lalu dengan perlahan Gita duduk sambil berusaha mengumpulkan ingatannya
Gita mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan yang terasa asing, kamar besar yang terlihat mewah dan elegan dengan furnitur yang tertata rapi
Belum lagi tempat tidur dan selimut yang masih menutup sebagian tubuh Gita yang pastinya barang dengan kwalitas terbaik membuat Gita kebingungan
Gita melihat ke arah pakaian nya yang sudah berganti dengan piyama lengan pendek, entah siapa yang sudah mengganti nya
Gita memijit kepalanya dan kejadian terakhir yang ia ingat adalah ketika ia bersembunyi di rimbunan pohon pisang demi menghindari beberapa pria tak di kenal yang tengah mengawasi kamar kontrakannya
Belum pulih semua ingatannya tiba - tiba Gita di kejutkan oleh suara seorang wanita yang menyapanya
" Selamat pagi nona, saya harap anda baik - baik saja, anda masih mau beristirahat atau mau mandi sekarang ?!" pelayan itu berkata seolah sudah mengenal Gita cukup lama
Gita cukup kaget dengan kehadiran pelayan tadi apalagi pelayan itu langsung berkata - kata tanpa rasa canggung sedikitpun
" Ma..maaf Bu, ini rumah siapa ya dan kenapa saya berada di sini ?!" tanya Gita terbata sambil menatap pelayan yang berdiri di samping tempat tidur nya
" Maaf nona kalau soal itu anda bisa langsung tanyakan sendiri pada tuan besar !" jawab pelayan itu sambil tersenyum ramah
" Si...siapa tuan besar yang anda maksud itu Bu ?" tanya Gita penasaran pada orang yang sudah menculiknya tadi malam
Pelayan itu tidak menjawabnya melainkan hanya tersenyum sambil menyibakkan selimut yang menutupi sebagian tubuh Gita
" Dengan banyaknya pertanyaan yang anda ajukan sepertinya anda baik - baik saja nona dan sebaiknya anda segera membersihkan diri anda, air hangat sudah saya siapkan mari saya bantu nona !"
pelayan itu seperti tidak perduli dengan kebingungan yang dialami oleh Gita ia malah menarik Gita ke kamar mandi
Belum hilang kebingungan Gita kini bertambah lagi dengan melihat kamar mandi yang baru saja ia masuki
Kamar mandi yang cukup besar dengan bathtub di pojok ruangan dan shower yang dikelilingi oleh kaca serta sebuah meja wastafel yang cukup besar dimana di atasnya terdapat beberapa botol parfum dan perawatan wajah
Gita mengambil dan melihat produk perawatan wajah yang membuatnya membelalak mata, bagaimana tidak yang ia tau produk itu biasanya dipakai oleh kalangan artis papan atas dan orang-orang kayak karena harganya yang luar biasa dan juga produk itu merupakan barang impor
Begitu juga dengan botol - botol parfum dengan beragam bentuk dan aroma yang beragam pula
Tapi yang membuat Gita heran semua produk itu di gunakan untuk wanita seusianya dan Gita berfikir mungkin jika orang yang menculiknya itu mempunyai anak perempuan seusianya
Sepertinya pelayan tadi yang mengikuti Gita dari belakang mengerti dengan apa yang Gita pikirkan
" Sebaiknya anda cepat membersihkan tubuh anda nona dan anda boleh menggunakan semua yang ada di kamar mandi ini !" ucap pelayan itu sambil meninggalkan Gita yang masih terdiam memikirkan apa yang ada di hadapannya
Gita segera membuka bajunya dan masuk ke dalam bathtub yang sudah di beri sabun dan aromaterapi
Gita memejamkan matanya menikmati air hangat dan aromaterapi yang menenangkan dan membuat tubuhnya rileks
Setelah hampir dua puluh menit berendam Gita keluar dari kamar mandi itu menggunakan batrobe setelah sebelumnya seperti yang pelayan itu katakan ia menggunakan produk perawatan wajah dan parfum yang ia sukai
Gita hampir terlonjak kaget ketika ia membuka pintu kamar mandi dan melihat pelayan tadi berdiri di samping pintu kamar mandi seolah menunggunya
" A..apa ibu menunggu saya ?!" tanya Gita sambil memegang tali batrobe nya yang terikat
" Tentu saja nona karena sudah menjadi tugas saya untuk melayani semua kebutuhan anda !" jawab pelayan itu lalu berjalan menuju lorong tepat di samping kanan pintu kamar mandi yang ternyata sebuah walk in closet
" Silahkan nona pilih yang Anda sukai !" ucap pelayan itu sambil membuka beberapa laci berukuran besar yang dipenuhi oleh pakaian dalam
" Ini lemari pakaian anda nona setiap pintu sudah saya beri nama sesuai isinya agar anda tidak bingung !" ucap pelayan itu sambil memperlihatkan pintu lemari yang berderet hingga ujung dimana di setiap tiga pintu terdapat nama mulai pakaian santai, pakaian resmi pakaian tidur dan mantel
Gita menatap semua itu dengan tatapan kebingungan yang luar biasa, bagaimana tidak setelah ia di culik kini ia dihadapkan pada semua kemewahan yang belum pernah ia lihat sebelumnya
Pelayan itu menatap Gita dan terlihat iba, lalu dengan lembut pelayan itu menarik Gita agar duduk di sofa yang terletak di tengah ruangan
Pelayan itu mengambilkan pakaian dalam lalu mengambil satu stell dress selutut dan sepasang wedges dengan warna senada lalu di serahkan pada Gita yang masih terdiam
" Sebaiknya anda cepat berpakaian agar bisa segera menyantap sarapan Anda !" ucap pelayan itu lalu pergi meninggalkan Gita yang hanya menatap pakaian yang terenggok di sampingnya
Dengan perlahan Gita meraih pakaian itu lalu mulai memakainya setelah itu Gita berjalan keluar dari walk in closet dan ternyata pelayan itu tengah menyiapkan sarapan Gita di sebuah meja yang terletak di samping jendela
" Silahkan nona sarapan Anda, maaf tuan besar belum bisa menemui anda karena ada masalah di perusahaan yang harus beliau selesai kan, tapi nanti siang beliau akan menemui anda untuk makan siang !" terang pelayan itu sambil menarik kursi agar Gita bisa duduk dan menyantap sarapannya
Sementara itu Nani dan Susi nampak memegang secarik kertas yang mereka temukan di bawah pintu kamar Nani
Surat itu dari Gita yang mengatakan jika ia harus mendadak pulang ke kampung nya karena ayahnya sakit keras
" Kira - kira si Gita berangkatnya kapan ya, apa semalam dia langsung berangkat ?!" tanya Susi pada Nani yang menatap nya
" Aku gak tau, soalnya pas aku nyampe kontrakan, lampu kamar si Gita masih nyala, dan aku langsung tidur !" jawab Nani
" Ya sudah sebaiknya kita cepat berangkat, takut Bu Las nungguin !" ucap Susi sambil memasukan surat dari Gita ke dalam tas nya untuk diserahkan pada Bu Las
Nani dan Susi berjalan menyusuri gang menuju jalan besar tempat warung Bu Las berada dan tiba-tiba seorang pria menghampiri mereka
" Permisi ....maaf menganggu sebentar mbak !" sapa si pria
Susi dan Nani langsung menghentikan langkah mereka dan memandang pria yang menyapa mereka dengan tatapan curiga
" Ada apa ya mas ?!" tanya Susi memberanikan diri
" Maaf mbak mau tanya..apa mbak berdua kenal sama Gita ?!" tanya pria tadi sambil memperlihatkan foto Gita dalam ponselnya
Susi dan Nani seketika memperhatikan foto yang di perlihatkan pria tadi dengan seksama
" Oh iya mas kenal, kebetulan kami ngontrak di tempat yang sama !" jawab Nani setelah yakin jika yang ada di dalam ponsel pria itu adalah Gita
" Ehmm... sekarang Gita nya dimana ya ?!" tanya pria itu sambil melihat kebelakang seolah mencari seseorang
" Waahhhhh...mas nya telat, Gita tadi malam pulang kampung ayahnya sakit keras !" jawab Susi spontan
" Eh.. mas nya ini siapa ya kok kenal sama Gita ?!" tanya Nani penasaran
" Loh..saya temannya bekerja di tempat yang lama, Gita bilang dia pindah ke sini makanya saya kesini !" jawab pria itu sambil tersenyum
" Ohh.. kirain pacarnya !" jawab Nani sambil tersenyum
" Bukan mbak cuma teman, maaf mbak kira-kira berapa lama ya Gita di sana ?!" tanya pria itu lagi
" Kalau soal itu saya kurang tau mas, mungkin sampai ayahnya sembuh kali !" jawab Nani lagi
" Ohh..kalau begitu saya pamit ya.mbak !" ucap pria itu yang langsung pergi begitu saja dari hadapan Nani dan Susi
Nani dan Susi melanjutkan perjalanan mereka dan tiba-tiba kedua berhenti seperti menyadari sesuatu
" Nan kayaknya kita lupa nanya nama mas nya tadi ya ?!" tanya Susi sambil menoleh ke arah Nani
" Betul juga ya, kok enggak kepikiran sih !" jawab Nani sambil menoleh kebelakang berharap pria tadi masih ada tapi ternyata pria tadi sudah menghilang dari pandangan mereka
" Ya sudah mau diapain lagi namanya juga lupa !" dalih Susi sambil kembali mengandeng tangan Nani menuju warung Bu Las yang sudah ada di depan mata
Sementara pria tadi bergegas menuju sebuah mobil dimana bos nya sedang menunggu informasi darinya