Just For Escape

Just For Escape
Bab 43



Gita baru saja turun dari ojek yang ia tumpangi ketika seorang temannya langsung menarik tangannya


" Ta cepet kamu di tungguin Bu bos "


" Hah ?! ada apa ya ?" tanya Gita bingung


" Gak tau, kamu langsung ke sama saja !"


Mendengar jawaban temannya Gita segera menuju ruangan atasannya


Gita mengetuk pintu ruangan bos nya dengan penuh tanda tanya


Tok..tok .tok


" Masuk !" terdengar suara menyahut dari dalam


Gita mendorong pintu didepannya dengan perlahan dan setelah pintu terbuka Gita pun masuk sambil mengedarkan pandangannya ke dalam ruangan


Terlihat bos nya tengah duduk berhadapan dengan seorang tamu , mereka sedang bercakap-cakap hingga Gita berdiri di dalam ruangan itu


" Selamat pagi Bu apa ibu mencari saya ?" tanya Gita


" Kamu yang namanya Gita ?" tanya Bu bos sambil menunjuk ke arah Gita


" Iya Bu saya Gita, apa ada masalah Bu ? " tanya Gita


" Langsung saja ya saya tidak pandai berbasa basi,.di karenakan ada beberapa pelanggan yang memutuskan kerja sama dengan kita jadi untuk sementara kamu saya istirahat kan karena status kamu masih pegawai harian lepas, nanti jika pelanggan kita bertambah lagi kamu akan saya panggil kembali "


Mendengar perkataan bos nya seketika tubuh Gita terasa lemas, Gita merasa masa depannya akan semakin suram, apalagi ia belum mendapatkan pekerjaan lagi


Tapi Gita tidak bisa berbuat apa-apa selain menerima keputusan dari bos nya


" Baik Bu, terima kasih Ibu sudah memberi saya kesempatan untuk bekerja di sini dan maaf jika pekerjaan saya kurang memuaskan "


" Saya juga minta maaf karena harus memberhentikan kamu, ini tidak ada sangkut pautnya dengan pekerjaan kamu cukup baik tapi memang bisnis lagi menurun "


" Iya Bu saya mengerti, kalau begitu saya permisi "


" Oh iya..ini ada sedikit ucapan terima kasih " ucap bos nya sambil menyerahkan sebuah amplop kepada Gita


" Terima kasih banyak Bu " Gita menerima amplop itu dengan suka cita ia tidak menyangka jika bos nya akan memberi uang pesangon


Setelah di rasa tidak ada lagi yang harus dibicarakan Gita pun bergegas keluar dari ruangan bos nya


Di halaman kantor nampak beberapa temannya berkumpul menanyakan perihal pemanggilan dirinya


Gita menjelaskan perihal pemberhentian nya kepada teman-teman nya, mereka terkejut tapi tidak bisa melakukan apapun


Mereka hanya bisa menghibur Gita dan mendoakan semoga Gita segera mendapat pekerjaan baru


Setelah berpamitan Gita pun berencana untuk segera pulang saja ke kost an barunya sambil memikirkan kembali langkah selanjutnya


Gita berdiri di pinggir jalan menunggu angkutan umum yang lewat


Mulai sekarang ia harus benar-benar mengirit pengeluarannya mengingat sekarang ia benar-benar seorang pengangguran


Gita masih menunggu angkutan umum yang lewat hingga sebuah mobil sedan hitam berhenti tepat di depannya


Gita reflek memundurkan badannya beberapa langkah takut tertabrak mobil tersebut dengan wajah kaget


Gita terdiam beberapa saat mengawasi mobil tersebut hingga pintu mobil terbuka dan terlihat sesosok tubuh yang familiar keluar dari mobil itu dan berjalan ke arahnya


Gita terkejut hingga tidak bisa berkata untuk beberapa saat setelah melihat dengan jelas siapa yang berdiri di hadapannya


" Tuan Kei !" ucap Gita menatap tidak percaya pada apa yang dia lihat


" Hay... akhirnya aku bisa menemukan kamu " ucap Kei sambil tersenyum ke arah Gita yang masih terpaku di tempatnya


Gita duduk di sebelah Kei yang sedang menyetir, Gita masih bingung dengan apa yang baru saja terjadi


Kei yang tiba-tiba berdiri di hadapannya dan berkata jika selama ini ia mencarinya , kenapa tuan Kei mencarinya ? bukankah ia sudah tidak punya urusan apa-apa lagi dengan perusahaan ? dan sekarang Gita duduk disebelahnya tanpa bisa menolak


Sedangkan Kei nampak tersenyum sendiri sambil sesekali menoleh ke arah Gita yang duduk disebelahnya


Kei membelokan mobilnya ke sebuah kafe tanpa meminta pendapat dari Gita


" Tuan..kita mau kemana ?"


" Temani saya sarapan "


Gita melihat ke jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya dan terlihat sudah hampir jam sembilan


Kei memarkirkan mobilnya dan sebelum turun Kei berkata


" Tunggu !" ucap Kei pada Gita yang sudah memegang handle pintu hingga membuat Gita terdiam mengurungkan niatnya


Kei turun lalu berjalan memutari mobil lalu membuka kan pintu mobil untuk Gita


Gita terkejut dengan apa yang Kei lakukan untuknya, ia merasa canggung mendapat perlakuan seperti itu dari Kei


" Terima kasih " ucap Gita sambil melangkahkan kakinya keluar dari dalam mobil


Kei dan Gita berjalan beriringan memasuki kafe itu lalu mereka duduk di meja dekat jendela


Seorang pelayan mendatangi mereka sambil membawa buku menu


" Kamu mau apa Ta ?" tanya Kei


" Saya minta coklat panas saja " jawab Gita


" Yakin ?" tanya Kei lagi sambil tersenyum ke arah Gita yang terlihat segan


Gita tidak menjawab hanya mengangguk kan kepalanya saja


Kei lalu menyebutkan beberapa pesanannya pada si pelayan yang berdiri sambil mencatat dan menyebutkan ulang pesanan Kei dan Gita


Kei menatap Gita yang terlihat gugup dengan jari yang di letakan di pangkuannya dan kepala menunduk seakan pemandangan di bawah sana lebih menarik dari


" Maaf " ucap Kei memecah keheningan di antara mereka


Mendengar ucapan maaf dari Kei membuat Gita mendongakkan kepalanya merasa bingung dengan apa yang Kei ucapkan


" Maaf untuk apa tuan ?" tanya Gita heran sambil meletakkan kedua tangan nya di atas meja


" Maaf karena tidak ada ketika kamu membutuhkan dukungan dan maaf juga kamu sampai di keluarkan dari pekerjaan mu " ucap Kei sambil memandang wajah Gita yang terlihat kaget dengan yang Kei ucapkan


" Tidak apa tuan, lagipula bukan salah tuan ketika pihak HRD memecat saya , mereka hanya melaksanakan pekerjaan mereka " jawab Gita


" Tapi aku tidak percaya dengan laporan dari pihak HRD tentang masalah pemecatan mu, meskipun foto-foto itu menceritakan hal sebaliknya " ucap Kei lagi


" Karena mereka hanya melihat apa yang ingin mereka lihat tanpa mau tau alasan nya " jawab Gita


" Lalu apa alasannya ?!" tanya Kei sambil memandang intens wajah Gita


Gita menundukan kepalanya, ia segan untuk menjelaskan semua foto-foto itu karena pada akhirnya itu akan membongkar pekerjaan sampingan nya yang hanya akan membuat semua orang kembali berfikir negatif


" Aku tidak memaksamu untuk bercerita tapi aku yakin jika kamu bukan wanita seperti itu " ucap Kei sambil menepuk punggung tangan Gita yang berada di atas meja


Tidak berapa lama pelayan datang sambil membawa pesanan keindan Gita


Nampak beberapa roti dengan berbagai isian dengan aroma yang menggugah selera, tapi yang membuat Gita menelan ludahnya adalah semangkuk salad buah yang terlihat menggiurkan


Kei melihat perubahan wajah Gita yang beberapa kali melirik mangkuk salad buah itu, sambil menahan senyum nya Kei menggeser mangkuk salad itu ke dekat Gita


" Kamu harus coba ini rasanya sangat segar " ucap Kei agar Gita tidak malu karena menginginkan salad itu


Padahal Kei memang sengaja memesan salad itu untuk Gita setelah melihat Gita hanya memesan segelas coklat panas


" Ti..tidak usah tuan bukan nya ini pesanan tuan !" jawab Gita walau terlihat tidak rela ketika menolak nya


" Sepertinya aku tidak sanggup lagi, roti-roti ini sudah sangat mengenyangkan " jawab Kei sambil kembali memakan roti nya


" Kalau begitu terima kasih tuan " jawab Gita langsung menarik mangkuk salad di hadapannya


Gita menghabiskan salad itu dalam sekejap dan tanpa Gita sadari tiba - tiba Kei mengusap kan ibu jarinya ke ujung bibir Gita


" Makan saja sampai belepotan kayak anak kecil " ucap Kei lalu mengarahkan ibu jarinya yang terdapat sedikit mayonaise itu ke bibir nya lalu menjilatinya


" Manis " ucapnya tanpa perduli pada wajah Gita yang langsung merona mendapatkan perlakuan seperti itu dari Kei