
Kei kembali mengedarkan pandangannya mencari sosok Gita yang seharusnya sudah melintas didepan nya
Tapi Kei merasa kesulitan mencari sosok Gita diantara hiruk pikuk para karyawan yang berhamburan menuju bis jemputan mereka
Kei pun berjalan menuruni tangga menuju lobby kantornya, ia akan mencoba mencari keberadaan Gita langsung ke tempat parkiran bus jemputan yang berbaris rapi tepat di depan front office
Kei berdiri di teras samping dengan mata berusaha fokus pada sosok Gita yang masih di carinya tapi tetap saja tidak ia temukan
Dan tanpa Kei sadari tiga pasang mata nampak menertawakan nya melihat tingkah Kei yang celingukan mencari Gita yang sudah mereka sembunyikan
" hehe...kita berhasil lagi, lihat tuan bos masih nyari-nyari si Gita !" ucap Agus
" Awas ketahuan loh ! bisa bahaya kalau tuan bos sampai tau !" ucap Uus dengan wajah khawatir
" Tenang Us..kita cuma mau membuktikan teory nya si Agus aja !" jawab Dedi
" Terus sekarang gimana ?" tanya Uus lagi
" Ya enggak gimana-gimana !" jawab Dedi
" Diihhh......kirain mau dilaporin ke pak Wisnu !" jawab Uus
" lah...emang pak Wisnu bisa apa kalau tuan bos naksir Gita !" jawab Agus
" Eh tapi guys kira-kira si Gita tau gak ya kalau tuan bos naksir dia ?" tanya Agus
" Kayaknya sih enggak tau, soalnya dia biasa aja tuh !" jawab Dedi
" Waahhh...kalo gitu Uus masih ada harapan !" teriak Uus kegirangan
" Harapan lu ketinggian Us, kenapa gak sama si Minah aja penjaga kantin yang semok itu !" ucap Dedi sambil tertawa
" Waduuhhh....Uus takut kalo sama si Minah katanya dia dua kali janda trus lakinya mati semua !"
" Lah makanya cocok Us, lu kan bisa jadi korban nya yang ketiga !" jawab Dedi
" Jahat banget sih lu, masa Uus dijadiin tumbal !" jawab Uus dengan wajah cemberut
Agus dan Dedi tertawa mendengar ucapan Uus lalu mereka pun menaiki bus jemputan mereka yang hendak berangkat
Sementara itu Luna nampak memperhatikan tingkah Kei yang menurutnya aneh
Luna beberapa kali memergoki Kei seperti mencari seseorang tapi Luna tidak tau siapa tanya di carinya
Seperti sekarang Kei terlihat berdiri di depan loby memperhatikan karyawan yang pulang kerja menuju bus jemputan nya
Tuan Kei lagi nyari siapa ya ? aku samperin aahh
Gumam Luna sambil tersenyum dan berjalan ke arah Kei yang masih berdiri sambil memperhatikan karyawan nya
" Eehhmmm....permisi tuan apa anda sedang menunggu seseorang ?" tanya Luna dengan senyum termanis nya
" Iya !" jawab Kei tanpa mengalihkan pandangan nya
" Apa seorang klien tuan ?" tanya Luna
" Bukan !" jawab Kei singkat
" Teman anda ?" tanya Luna lagi
" Bukan !" jawab Kei lagi
" Lalu siapa tuan !" tanya Luna penasaran
" Pa- car !" jawab Kei sambil melirik Luna lalu pergi begitu saja meninggalkan Luna yang masih shock dengan jawaban Kei
Pacar ? tuan Kei punya pacar ? sejak kapan ? yang aku tau dia masih sendiri lagian aku belum pernah lihat dia sama perempuan
Gumam Luna sambil menatap punggung Kei yang berjalan ke arah gudang
Pak Wisnu baru saja selesai memeriksa pintu ruangan nya ketika di lihatnya Kei berjalan memasuki gudang
" Eh..tuan ada yang bisa saya bantu ?" tanya pak Wisnu
" Apa semua karyawan gudang sudah pulang ?" tanya Kei tanpa sambil melihat ke sekeliling gudang
" Tinggal supir forklift sama dua karyawan lapangan tuan !" jawab pak Wisnu
" Oh..ya sudah !" jawab Kei sambil melangkah pergi menuju ruang produksi yang tepat berada di samping gudang
Aneh...sudah dua kali tuan menanyakan hal yang sama
Gumam Wisnu dalam hati sambil berjalan menuju keluar gudang lalu tidak lupa mengunci pintunya
Kei berjalan keruangan engineering dimana beberapa karyawan shift malam sedang memperbaiki sesuatu
" Bagaimana apa bisa diperbaiki ?" tanya Kei sambil melihat karyawan nya bekerja
" Bisa tuan, sebentar lagi sudah bisa dipasang !" jawab supervisor
" Bagus..lanjutkan pekerjaan kalian !" jawab Kei sambil meninggalkan tempat tersebut
Kei termenung di ruangannya sambil memandang keluar dimana langit sudah mulai gelap
Kenapa aku seperti orang bodoh setiap sore menunggunya hanya untuk sekedar melihatnya
Gumam Kei sambil tetap menatap gelapnya malam
Setelah beberapa saat akhirnya Kei pun beranjak keluar dari kantornya menuju mobilnya yang terparkir di tempat parkir khusus
Kei melajukan mobilnya membelah keramaian kota yang selalu ramai apalagi menjelang jam pulang kerja
Kei memarkirkan mobilnya di sebuah kafe lalu duduk di pojok sambil melihat menu yang diberikan seorang pelayan
" Ini saja tuan ?" tanya pelayan itu setelah mencatat pesanan Kei
" Iya !" jawab Kei
" Baik...!" jawab pelayan itu sambil membungkukkan badannya
Kei mengedarkan pandangan nya ke sekeliling kafe dan tiba-tiba pandangan nya tertuju pada seorang gadis yang nampak familiar tengah duduk sendirian
Kei menajamkan pandangan nya agar lebih yakin jika wanita yang dia lihat itu adalah Gita
Apalagi Kei bisa melihat seragam kerja yang masih dipakainya walaupun sudah dilapisi kardigan
Sedang apa dia disini ? sepertinya dia sedang menunggu seseorang
Gumam Kei sambil terus memperhatikan Gita yang tengah asik memainkan ponselnya
Tidak berapa lama nampak seorang pria paruh baya berjalan menghampiri Gita yang nampak tidak menyadari kehadiran pria tersebut yang ternyata Adam
" Permisi ..Miss Lily ?" tanya Adam
" Iya...!" jawab Gita sambil memandang pria yang berdiri dihadapannya
Gita memandang pria itu cukup lama dan seperti nya Gita pernah melihatnya tapi Gita lupa dimana
" Miss ...?" sapa Adam lagi sambil memandang Gita yang malah bengong
" Oh maaf..silahkan duduk tuan !" jawab Gita sambil berusaha bersikap tenang
" Maaf jika anda menunggu lama !" ucap Adam
" Ah tidak juga...kebetulan saya dari suatu tempat dan langsung kesini !" jawab Gita sambil tersenyum
Tidak berapa lama seorang pelayan mendatangi mereka sambil membawa buku menu
" Silahkan tuan nona !" ucap pelayan itu
Gita dan Adam pun memesan beberapa menu makanan, tadinya Gita hanya ingin memesan coklat hangat saja tapi Adam memaksanya untuk memesan makan malam
Karena Adam tau Gita dari suatu tempat jadi pasti Gita belum makan malam
Setelah pelayan itu pergi Gita dan Adam pun melanjutkan obrolan nya
" Maaf tuan...apa kita pernah bertemu ?" tanya Gita dengan ragu
" Tentu saja Miss, waktu anda selesai tampil di sky light makanya saya memiliki nomor ponsel anda !" jawab Adam
" Oh iya...waktu diparkiran ya !" jawab Gita
" Iya Miss...!" jawab Adam
" Jadi gimana tuan ?" tanya Gita
" Begini Miss kebetulan perusahaan kami akan launching produk baru dan kami ingin mengundang anda untuk tampil !" terang Adam
" Oh tentu saja kebetulan saya free !" jawab Gita
" Maaf Miss kalau boleh saya tau hiburan apa saja yang bisa anda tampilkan ?" tanya Adam
Gita lalu menjelaskan beberapa keahlian nya dan harga untuk penampilan nya
" Bagaimana tuan jenis tarian apa yang anda inginkan !" tanya Gita
" Saya ingin tarian yang seperti di Skylight tapi mungkin kostum nya jangan terlalu terbuka !" jawab Adam
" Oh tentu saja tuan, kalau soal itu anda tidak perlu khawatir !" jawab Gita
Tidak berapa lama seorang pelayan membawa pesanan makan malam mereka lalu menghidangkan nya di atas meja
" Sebaiknya kita makan dulu mumpung masih hangat !" ajak Adam pada Gita
Lalu walau dengan sungkan akhirnya Gita pun menyantap makan malamnya bersama Adam sambil diselingi obrolan ringan
Sementara itu Kei nampak terkejut ketika menyadari jika pria yang mendekati Gita adalah tuan Adam assisten tuan Reynald dimana Kei adalah salah satu pemasok sparepart untuk perusahaan otomotif milik Reynald
Bagiamana tuan Adam bisa mengenal Gita ? ada hubungan apa diantara mereka ? jangan..jangan !
Gumam Kei dalam hati sambil terus memperhatikan Gita dan Adam yang terlihat akrab