
Enzo berdiri di balkon kamarnya sambil menghisap sebatang rokok memikirkan cerita Mega yang mungkin bagi yang tidak melihat secara langsung kekejaman ibu tirinya tidak akan percaya begitu saja dengan cerita Mega
Enzo merasa kasihan tapi ia tidak tau apa yang harus ia lakukan untuk menolong Mega
Apalagi tadi Mega memaksa pulang agar ia bisa kembali bekerja karena ibu tirinya mengancam akan menjual Niken atau menelantarkan ayah nya yang masih sakit jika dalam dua hari ia belum memberinya uang
Enzo menghembuskan napas nya kasar lalu mematikan rokoknya dan masuk ke dalam kamarnya
Sebaiknya aku tidur mungkin besok aku akan mendapatkan ide untuk menolong Mega
Gumam Enzo sambil merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur dan berusaha memejamkan matanya
Sedangkan Mega yang tidur di sebelah bibi sudah tertidur dengan pulas dengan mata terlihat bengkak karena terlalu lama menangis
Pagi-pagi Arell sudah bangun karena teringat ada Mega dirumahnya
" Tante...!" teriak Arell sambil menghampiri Mega yang sedang membantu bibi membuat sarapan
" Eh Arell udah bangun, mandi dulu yu " ajak Mega sambil mengusap lembut kepala Arell
" Tapi Tante yang mandiin Arell ya " pinta Arell sambil memegang lengan Mega
" Ayo..." jawab Mega sambil menggandeng lengan Arell
" Bi Mega mandiin Arell dulu ya " pamit Mega pada bibi
" Iya non " jawab bibi sambil tersenyum melihat Arell yang terlihat bahagia
Mega dan Arell menuju kamar mandi lalu Mega pun membantu Arell mandi dan berpakaian
" Heum...Arell wangi " ucap Mega sambil mencium rambut Arell yang baru disisir
" Tante juga wangi Arell suka " jawab Arell sambil memeluk Mega
" Haha..Arell bohong ya, Tante kan gak pake minyak wangi " ucap Mega sambil memeluk Arell
" Tapi Tante wangi kok " jawab Arell sambil menciumi pipi Mega
" Haha...udah ah, ayo kita sarapan dulu " Mega berusaha berdiri lalu mengandeng tangan Arell menuju meja makan
Enzo terkejut melihat Mega yang baru keluar dari kamar sambil menggandeng Arell yang sudah rapi
" Hey... anak papa sudah mandi ?" tanya Enzo berhenti tepat didepan Mega dan Arell lalu berjongkok mensejajarkan tubuhnya dengan Arell
" Iya papa tadi Arell mandi sama Tante Mega " jawab Arell sambil memeluk Enzo
Enzo memeluk Arell lalu memberikan ciuman selamat pagi di pipi Arell
" Oh ya ?" jawab Enzo sambil melirik Mega yang berdiri di samping Arell dengan wajah gugup
" Sudah bilang makasih belum sama Tante Mega ?" tanya Enzo kembali melirik Mega
" Oh..iyaa Arell lupa, makasih Tante Mega " Arell tersenyum ke arah Mega yang masih berdiri kaku di samping nya
" I.iya sama-sama Arell " jawab Mega pelan
" Papa Arell lapar.." ucap Arell yang membuat Enzo tertawa
" Okee...kita sarapan dulu " Enzo lalu berdiri dan menggandeng Arell berjalan menuju meja makan
Baru beberapa langkah tiba-tiba tangan Enzo ditahan oleh Arell membuat Enzo berhenti seketika
" Papa tunggu Tante Mega ketinggalan " ucap Arell lalu merentangkan sebelah tangannya ke arah Mega
" Tante ayo kita sarapan " ajak Arell menatap Mega yang masih berdiri di tempatnya
" Eh ..i..iya silahkan Arell duluan " jawab Mega kikuk
" Ih...ayo bareng Arell sama papa !" ajak Arell lagi sambil menggoyangkan tangan nya agar Mega meraih tangan nya
Mega nampak ragu, ia menatap ke arah Enzo meminta persetujuan dan Enzo pun mengangguk kan kepalanya sambil tersenyum
Mega melangkah mendekati Arell dan meraih tangan Arell lalu menggenggam nya
Arell tersenyum melihat kedua tangannya di genggam oleh Enzo dan Mega
Mereka bertiga berjalan menuju meja makan seperti sebuah keluarga membuat bibi tersenyum dan berharap jika anak majikannya segera mendapat kan seorang ibu
Karena hari ini weekend Enzo mengajak Arell dan Mega juga bibi berlibur
Mereka berencana pergi ke pantai setelah sebelumya mampir ke kostnya Mega mengambil pakaian
Bibi dan Mega membawa beberapa makanan dan minuman juga menyiapkan pakaian ganti untuk Enzo dan Arell
Selama diperjalanan Arell begitu ceria, berkali-kali ia pindah tempat duduk kadang bersama bibi di jok belakang lalu pindah di pangkuan Mega yang duduk di samping Enzo
Mega menggunakan celana selutut warna putih dipadu dengan blus biru muda dan Enzo memakai celana pendek dengan kaus dan kemeja yang tidak di kancing
Mereka duduk di atas pasir yang di alasi karpet tipis dengan beberapa makanan dan minuman di bawah pohon rindang
Sedangkan Arell bersama bibi bermain air laut dan pasir
Enzo dan Mega tersenyum melihat tingkah bibi yang membawa payung juga botol minuman agar majikan kecilnya tidak kepanasan dan kehausan
" Bibi sangat baik ya tuan, dia sangat telaten merawat Arell " ucap Mega memecah keheningan diantara mereka
" Iya...saya merasa beruntung bibi sangat baik ia menjaga Arell sejak kami pindah kemari, usia Arell belum satu tahun " jawab Enzo sambil menerawang ketika pertama kali ia bertemu dengan pengasuh anaknya
" ehhmm maaf tuan kalau boleh saya tau mama nya Arell dimana ?" tanya Mega dengan ragu
Enzo seketika terdiam nampak roman wajahnya berubah hingga membuat Mega sedikit takut
" Ma.aaf kalau pertanyaan saya kurang berkenan " ucap Mega lagi
" Tidak apa Mega tapi kamu jangan panggil saya tuan, kesan nya kamu itu pegawai saya, bisa kan ?"
" Tapi saya harus panggil apa ?" Mega menatap Enzo bingung
" Panggil nama saja biar lebih enak "
" Tapi...saya tidak mau dianggap kurang sopan "
" Tidak apa Mega, saya malah segan kalau kamu panggil saya tuan "
" Baik lah kalau begitu ..Enzo " ucap Mega pelan
" Terdengar lebih baik " jawab Enzo sambil tersenyum
" Mengenai mama nya Arell ....dia mungkin sedang berada di Brazil bersama suami atau pacar barunya aku tidak tau pasti karena semenjak Arell berusia lima bulan dia pergi begitu saja tanpa ada kabar hanya pengacara yang tiba-tiba datang dengan surat gugatan cerai " terang Enzo dengan wajah datang menatap hamparan laut didepan nya
" Ma...maaf saya tidak.."
" Tidak apa Mega jangan merasa tidak enak, aku sudah tidak memikirkan nya lagi " jawab Enzo dengan senyum yang terlihat dipaksakan
" Apa Arell tau soal mamanya ?" tanya Mega penasaran
" Aku hanya bilang jika mamanya tidak bisa bersama dirinya karena suatu hal dan mungkin karena banyak teman nya yang memiliki orang tua tunggal Arell pun merasa baik-baik saja walaupun sebenarnya ia sangat membutuhkan kasih sayang dari seorang ibu "
" Bagaimana dengan keluarga mu apa mereka masih ada ?" tanya Mega menatap Enzo yang masih menatap lautan didepannya
" Aku berasal dari panti asuhan, hingga aku berusia delapan belas tahun pihak panti mengeluarkan aku dengan alasan jika aku sudah dianggap dewasa dan sudah tidak menjadi tanggungan panti lagi "
" Aku bekerja apa saja hingga akhirnya aku bisa kuliah sambil bekerja dan di sanalah aku bertemu dengan Stella mama nya Arell "
" Stella teman satu kantor ku di sebuah perusahaan konsultan dan kami pun menjalin hubungan hingga memutuskan untuk menikah "
" Awalnya kami bahagia hingga tiba-tiba Stella berubah, ia sering mengeluhkan penghasilan ku yang kecil hingga ia meminta cerai tapi aku menolaknya dan membujuknya agar ia memikirkan kembali keinginan nya "
" Tapi Stella semakin parah apalagi ketika mengetahui ia hamil, beberapa kali ia mencoba aborsi tapi bayi Arell tetap bertahan hingga akhirnya ia lahir dengan selamat "
" Semenjak Arell lahir Stella tidak pernah mengurusnya hingga ketika Arell berusia lima bulan Stella benar-benar pergi dan tidak pernah kembali lagi "
Mega menatap Enzo dengan rasa kasihan mengingat Enzo yang tidak pernah merasakan kehangatan keluarga dan sekarang Arell pun mengalami hal yang sama
" Apa anda pernah mencarinya dan menanyakan alasan ia pergi ?" tanya Mega lagi
" Pernah beberapa kali mencoba menemui nya dan ia selalu menolak untuk pulang dan ternyata ia sudah menjadi simpanan bos besar, semenjak itu aku tidak pernah lagi bertemu dengan nya hingga aku memutuskan untuk pindah ke sini memulai kehidupan baru bersama anak ku "
Mega terdiam setelah mendengar cerita masa lalu Enzo, ia tidak menyangka jika Enzo pernah mengalami kehidupan yang lebih pahit dari kehidupannya
Walaupun sebentar Mega pernah merasakan kebahagiaan bersama keluarga nya hingga ibu nya meninggal dunia
Mega merasa simpati dengan kehidupan Enzo hingga ia menggenggam tangan Enzo untuk memberi dukungan dan saling menguatkan
Enzo merasa terkejut ketika tangannya di genggam oleh tangan mungil Mega dan Enzo pun membalas genggaman tangan Mega yang terasa hangat
Mereka saling tatap seolah mewakili semua ungkapan perasaan mereka yang saling memberi dukungan, entah siapa yang memulai perlahan kepala mereka saling mendekat dan bibir mereka pun bersentuhan kemudian saling me****t tanpa melepaskan genggaman tangan mereka, hingga tanpa mereka sadari Arell dan bibi berdiri dihadapan mereka dan menatap keduanya
" Yeee.....papa sama Tante Mega pacaran !" teriak Arell
Seketika bibi yang melihat adegan tersebut langsung menutup mata Arell dengan kedua tangannya lalu membalik kan badan dan menyeret Arell kembali ke tepi pantai
Sedangkan Enzo dan Mega keduanya hampir loncat saking kagetnya dan keduanya langsung berdiri berjauhan dengan wajah merona dan masih terdengar teriakan Arell yang setengah berlari menuju pantai sepertinya sedang berdebat dengan bibi
" Arell gak lihat kok !! sumpah Arell gak lihat !! cuma dikit aja kan mata Arell di tutup sama bibi !"
Sedangkan Enzo nampak menahan senyum berdiri agak jauh dari Mega yang terlihat merah padam menahan malu setelah apa yang terjadi barusan