
Taxi berhenti di parkiran bandara Gita pun turun dibantu Vito menurunkan tas besar nya
" Makasih ya bang tapi Abang cukup antar Gita sampai sini aja !"
" Beneran kamu bisa ?" tanya Vito
" Iya bang Gita bisa , makasih banyak ya bang !"
" Oke deh kalau begitu Abang langsung pulang ya !"
" Iya bang makasih banyak ya bang !"
" Sama sama, hati-hatikamu di kampung orang !"
" Iya bang, Gita masuk dulunya bang salam sama kak Rina makasih banyak pertolongan nya !"
" Oke nanti Abang bilangin ke Rina, sudah sana masuk !"
Rina pun memasuki lobby bandara sambil membawa tas besar di pundak nya
Melihat Gita yang sudah memasuki bandara Vito pun segera pulang menggunakan taxi yang sama
Gita berjalan mendekati meja pemesanan tiket
Selamat malam dik ada yang bisa saya bantu ?" tanya pria petugas bandara
Apa masih ada jadwal keberangkatan pak ?"
" Maaf jadwal keberangkatan terakhir tadi jam 10 malam dik dan yang paling pagi sekitar jam 5 pagi !"
" Sebentar ya pak saya hubungi kakak saya dulu !" ucap Gita
" Silahkan !"
Gita duduk di sebuah waralaba donat terkenal lalu memesan segelas coklat hangat dan 3 buah donat
Gita teringat pesan Mega agar jangan terpaku pada buku alamatnya tapi Gita juga bingung dia harus pergi kemana
Yang Gita khawatir kan adalah pekerjaan apa yang akan dia lakukan di sana sedangkan keahlian nya cuma menari
Dan tempat itu juga harus bisa dipakai tempat bersembunyi hingga Pratiwi tidak bisa menemukan nya
Gita teringat jika ponselnya lowbatt, lalu sambil menunggu ponsel nya yang sedang di Cass Gita kembali menikmati donat dan coklat panas nya
Hingga tiba tiba sebuah ide terbersit di kepala Gita
Lalu dengan tersenyum kecil Gita pun memantapkan hatinya jika ia akan pergi ke sana
Gita duduk didalam pesawat dengan takjub tapi juga was-was karna ini adalah penerbangan pertama nya
Gita merapatkan jaketnya karna terasa begitu dingin di dalam kabin pesawat yang isinya hanya separuh
Gita berusaha memejamkan matanya karna malam tadi ia hanya sempat tidur dua jam
Dan tidak lama kemudian terdengar dengkuran halus dari mulut Gita
Untungnya kursi disebelahnya kosong hingga Gita bisa dengan leluasa tidur tanpa merasa canggung
Gita merasa baru saja memejamkan matanya ketika sebuah tepukan halus terasa di lengan nya
" Dik ..dik.. bangun sebentar lagi pesawat nya mendarat !" ucap seorang pramugari
Gita tersentak lalu mengerjapkan matanya beberapa kali hingga kesadaran nya pulih
Terlihat pramugari jongkok di samping nya sambil tersenyum
" Tolong pakai sabuk pengaman nya ya sebentar lagi pesawat nya mendarat !" ulang pramugari tadi
Gita tidak menjawab hanya menganggukkan kepalanya saja sebagai jawaban
Gita memasang sabuk pengaman nya sambil kembali menyandarkan kepalanya
Tiba tiba Gita teringat jika ia belum menemukan tempat tinggal
Mungkin nanti setelah sampai bandara aku akan mencari kost-an murah sambil mencari pekerjaan
Tidak lama kemudian pesawat pun landing dan kini Gita duduk di teras bandara sambil membuka ponselnya mencari kost-an murah yang mungkin bisa ia dapatkan
Setelah beberapa saat mencari nampak sebuah iklan menawarkan kost-an khusus wanita dengan harga mulai dari 500 ribu hingga 1,5 juta perbulan dengan pasilitas yang lumayan bagus
Hingga membuat Gita tidak khawatir karna untuk saat ini Gita hanya membawa pakaian saja
Gita langsung menghubungi nomor ponsel yang tertera di sana
Lalu setelah melakukan obrolan singkat Gita pun menaiki taxi untuk diantar ke tempat tujuan nya
Sebenarnya Gita merasa keberatan karna sudah pasti ongkos taxi itu mahal tapi masalahnya ojek online tidak di perbolehkan beroperasi di bandara
Setelah menempuh perjalanan sekitar 45 menit akhirnya Gita sampai disebuah bangunan dua lantai dengan halaman yang cukup luas
Walaupun berada disebuah Gg tapi setidaknya masih bisa di lalui mobil kecil sehingga terlihat beberapa mobil terparkir di sana
Gita memasuki halaman kost-kostan itu lalu menuju pos satpam yang berada di samping bangunan
" Permisi pa saya mau bertemu dengan pemilik kost-an !"
" Oh mari saya antar kebetulan tadi ibu sudah bilang kalau ada penghuni baru !" jawab satpam itu ramah
Gita pun mengikuti satpam itu menuju rumah besar disamping bangunan kost-an
" Permisi ..!" teriak pak satpam
Tidak lama kemudian nampak seorang wanita paruh baya keluar dari rumah tersebut sambil tersenyum ramah
" Halo ini nak Gita yang tadi di telpon ya ?"
" Iya Bu saya Gita !" jawab Gita sambil bersalaman dengan ibu kost nya
Lalu Gita pun berjalan mengikuti ibu kost nya yang sepanjang jalan bercerita mengenai kost kost an nya yang berjumlah 40 kamar
Gita tidak menyangka ketika memasuki gerbang kedua ternyata kost an itu begitu luas
Terlihat bangunan dua lantai yang saling berhadapan dimana lantai pertama merupakan kost an dengan harga termahal sedangkan untuk lantai atas untuk harga termurah
Termasuk kamar yang Gita pilih untuk tempat tinggalnya merupakan ruangan kecil yang terdiri dari ruang tamu kamar dan dapur yang bersebelahan dengan kamar mandi
Terlihat sebuah tempat tidur single dan sebuah lemari yang membatasi antara kamar tidur dan dapur
Dan didapur terdapat jendela berjeruji hingga jika Gita memasak tidak akan terlalu sesak karna uap
" Bagaimana nak Gita tertarik untuk kost di sini ?" tanya Bu Amel pemilik kost-an
" Iya Bu saya tertarik !" jawab Gita
" Oke kalau begitu saya tunggu di rumah karna ada beberapa peraturan yang harus nak Gita ketahui !"
" Baik Bu tapi kalau boleh saya mau membersihkan diri dulu !"
" Oh iya santai saja, saya tau nak Gita pasti lelah, nanti sore juga tidak apa apa !" jawab Bu Amel
" Terima kasih banyak Bu , kalau begitu nanti sore saja saya kerumah ibu !"
" Oke, kalau begitu Ibu permisi dulu ya semoga nak Gita betah tinggal di sini !"
" Iya Bu !" jawab Gita
Setelah Bu Amel keluar Gita lalu menutup pintu dan merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur
Ketika melihat ke atas terlihat sebuah kipas angin dan Gita pun lalu menyalakan kipas itu dan tidak lama kemudian Gita pun tertidur
Gita tertidur sangat pulas karna untuk saat ini Gita hanya ingin mengistirahatkan tubuh dan pikiran tanpa memikirkan dulu tentang ke depan nya nanti
Mungkin nanti setelah pikiran nya tenang Gita bisa memikirkan langkah apa yang akan ia ambil dan apa yang akan ia lakukan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya selama di tempat ini
Tapi yang jadi prioritas utama Gita adalah bisa terbebas dari jangkauan Pratiwi dan anak buahnya
Yang Gita yakini tidak akan tinggal diam sebelum mereka menemukan nya