Just For Escape

Just For Escape
Bab 41



Gita tengah duduk di sebuah warung bakso setelah berusaha mencari pekerjaan yang belum juga ia dapat


Sudah satu Minggu sejak pemecatannya Gita langsung mencari pekerjaan lain karena ia harus memikirkan biaya hidupnya juga untuk membayar kost an yang lumayan berat walaupun ia sudah pindah ke kost an yang lebih murah


Gita memang masih memiliki sejumlah tabungan tapi tetap saja ia harus segera mendapatkan pekerjaan baru apalagi mengingat Pratiwi yang tidak segan meminta sejumlah uang padanya tanpa berfikir betapa sulitnya kehidupan Gita


Gita sempat berfikir untuk meminta bantuan pada tuan Kim atau tuan Rey tapi Gita ingin mencari dengan usaha nya sendiri dulu dan jika sampai akhir bulan belum juga ada pekerjaan baru mungkin Gita akan menghubungi salah satu dari mereka


Setelah hari semakin petang akhirnya Gita pun meninggalkan warung bakso tersebut menuju kost an nya ia berharap mungkin besok lusa nasibnya akan lebih baik lagi


Semetara itu Kei baru saja datang ke perusahaan menjelang makan siang setelah sepuluh hari berada di Jepang


Seharusnya Kei pulang sejak tiga hari yang lalu tapi ibunya memaksanya untuk tinggal lebih lama dengan alasan masih rindu


Kei duduk di ruang kerjanya dengan setumpuk berkas yang harus ia periksa dan tandatangani selama ia pergi


Kei berguru fokus pada pekerjaan nya agar cepat selesai dan ia bisa segera bertemu dengan pujaan hatinya


Kei mengulas senyum nya ketika teringat jika sebentar lagi ia akan kembali melihat Gita dan mencium aroma rambutnya yang sangat ia sukai


Kei meregangkan tubuhnya yang terasa pegal, dia pun menggoyangkan kepalanya ke kiri dan ke kanan hingga terdengar bunyi berderak dari lehernya


Kei melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya dan nampak angka enam belas tiga puluh tertera di sana


Kei pun menyudahi pekerjaan nya dan segera membereskan berkas yang berserakan di mejanya


Kei bergegas menuju area gudang yang sudah sepuluh hari ini ia tinggalkan, sepanjang jalan Kei mengulas senyum nya karena sebentar lagi ia akan melihat orang yang ia rindukan


Kei memasuki area gudang lalu menuju ruangan admistrasi yang terletak di pojok gudang lalu tanpa permisi Kei pun membuka pintu ruangan tersebut dengan tidak sabar


Tapi alangkah terkejutnya ketika ia melihat seorang wanita paruh baya yang berada di tempat duduk yang biasa Gita duduki sedangkan Dedi masih berada di tempatnya


Seketika Dedi dan wanita paruh baya itu segera berdiri menyambut majikan mereka yang masih berdiri terpaku di ambang pintu yang terbuka


" Gita mana ?" tanya Kei sambil berjalan mendekati meja yang dipakai Dedi


" Ma...maaf tuan bukannya Gita sudah tidak bekerja di sini lagi " jawab Dedi gugup


" Apa ! kenapa dia keluar ? sejak kapan ?" ceroscos Kei dengan mata menatap tajam ke arah Dedi


" Ma..maf tuan sudah satu Minggu Gita tidak bekerja di sini lagi dan maaf tuan...Gita bukannya mengundurkan diri tapi dia dikeluarkan " jawab Dedi sambil menunduk ketakutan begitu juga wanita paruh baya pengganti Gita


" Apa ! dikeluarkan ?!" teriak Kei dengan wajah merah padam


" I..iya..tuan dan soal alasannya ..mungkin pihak personalia lebih tau " jawab Dedi semakin ketakutan


Tanpa menunggu lebih lama lagi Kei segera berjalan keluar dari tempat tersebut sambil mengeluarkan ponselnya menghubungi seseorang


" Keruangan ku sekarang !" ucap Kei lalu langsung menutup sambungan ponselnya


Kei setengah berlari menuju ruangan nya dimana seorang pria yang tak lain adalah manager HRD tengah menantinya


" Selamat sore tuan " sapa nya sambil berdiri dan membungkuk kan badannya


" Duduk " jawab Kei dan ia pun duduk di hadapan pria tersebut


" Aku dengar kamu sudah memecat seorang pegawai administrasi gudang, aku ingin tau masalahnya apa " tanya Kei dengan wajah dingin mengintimidasi menatap lekat pada pria di hadapannya yang seolah kaget dengan pertanyaan majikannya yang tidak ia sangka sedikitpun


" Oh ..iya..maaf tuan saya memecatnya karena ia seorang wanita malam tuan " jawab pria itu gugup


" Kamu punya buktinya ?" tanya Kei dengan wajah tidak percaya


Manager HRD itu lalu menyerahkan ponselnya kepada Kei yang nampak tidak percaya dengan ucapan pegawai nya


Kei melihat beberapa foto Gita bersama beberapa pria yang berbeda menaiki mobil mereka bahkan hingga masuk ke sebuah hotel mewah


Apalagi di tiap foto tersebut tertera waktu pengambilan foto itu dilakukan yang kesemuanya di jam malam bahkan ada yang menjelang pagi dan di halaman sebuah club' malam


Kei melihat foto-foto tersebut berulang kali mencoba mencari celah kesalahan jika foto tersebut editan


" Siapa yang mengirimkan foto-foto itu ? apa kamu sudah memeriksanya ?"


" Maaf tuan foto-foto itu sudah tersebar hampir ke semua karyawan jadi saya tidak tau siapa yang menyebarkan nya dan lagipula ketika saya minta klarifikasi dari karyawan yang bersangkutan beliau mengakuinya jika wanita dalam foto itu adalah dirinya " terang manager HRD itu


" Lalu alasan kamu memecatnya apa ?" tanya Kei


" Maaf tuan bukan kah peraturan nya sudah jelas jika semua karyawan harus menjaga nama baik perusahaan, nah kalau sampai masalah ini diketahui oleh klien kita bukan tidak mungkin mereka akan memandang rendah pada kita atau mungkin menganggap semua pegawai perempuan kita wanita malam " terang manager HRD itu


Mendengar jawaban dari managernya Kei terdiam tapi wajahnya memancarkan aura yang sangat gelap dan terlihat ia mengepalkan tangannya hingga terlihat otot-otot tangan ya menegang


" Keluar !" perintah Kei pada pria dihadapannya dan langsung membuat pria itu berdiri lalu keluar dari ruangan tersebut tanpa membuang waktu lagi setelah membungkuk kan badannya


Kei terdiam selama beberapa saat, ia berusaha mencerna apa yang baru saja ia dengar dari mulut managernya barusan


Aku tidak percaya jika Gita wanita seperti itu, buktinya dia selalu gemetar setiap kali kami berdekatan dan dia juga tidak pernah menggodaku atau terlihat menggoda pria lain bahkan dia selalu menolak pria yang mendekatinya tapi buktinya sangat jelas dan dia pun mengakuinya


Gumam Kei dalam hati sambil meremas rambutnya di satu sisi ia tidak percaya tapi dengan bukti yang tadi ia lihat sedikit banyak ia mulai meragukan kepolosan Gita


" Yola bisa keruangan ku sebentar ?" pinta Kei melalui interkom


" Baik tuan " jawab Yola dan tidak berapa terdengar ketukan di pintu ruangan Kei dan terlihat Yola berjalan menghampiri Kei


" Duduk Yol " ucap Kei pada Yola


" Terima kasih tuan, maaf apa ada masalah ?" tanya Yola melihat penampilan majikannya yang terlihat kacau


" Begini Yola kamu tau soal skandal salah satu karyawan gudang ?" tanya Kei


" Oh soal itu tuan, tentu saja tuan hampir semua karyawan mengetahuinya, kasihan anak itu " jawab Yola prihatin


" Kenapa kau merasa kasihan ?" tanya Kei


" Ya kasihan saja tuan dia masih sangat muda tapi sudah mengalami hal seperti ini dan lagipula menurut saya kita tidak bisa menghakimi seseorang tanpa ada bukti yang jelas " jawab Yola


" Tapi dia sudah mengakui jika wanita dalam foto itu adalah dirinya " ucap Kei


Mendengar penuturan Kei seketika Yola tertawa walaupun tidak kencang membuat Kei tertegun merasa heran


" Kenapa kamu tertawa Yola apa ada yang lucu ?" tanya Kei


" Maaf tuan ...saya tertawa karena saya dulu sering melakukan hal itu dan saya yakin tuan pun suka melakukan nya " ucap Yola


" Melakukan apa maksud mu ?" tanya Kei


" Tuan sewaktu saya belum menikah, saya sering ikut beberapa teman yang berbeda pulang ke rumah saya dengan kendaraan yang berbeda pula, kadang kami pergi ke klub malam pulang dini hari dan di sana kadang saya bertemu teman dan saya pulang dengan orang yang berbeda apa dengan demikian saya menjadi seorang wanita malam ?" tanya Yola


" Lalu saya juga sering menghadiri acara di sebuah hotel dan bertemu dengan beberapa kenalan dan pada akhirnya saya pulang dengan orang yang berbeda, lalu saya langsung di cap sebagai wanita bokingan ? tanya Yola lagi


" Dan walaupun misalnya Gita memang wanita seperti itu apa hak kita untuk menghakimi dia, hidup adalah pilihan dan kita harus menghormati jalan yang Gita pilih "


Mendengar penuturan Yola seketika wajah Kei berubah ia mulai faham jika ia sudah menghakimi Gita tanpa menyelidiki terlebih dahulu alasan Gita bisa bersama pria-pria itu dan sepertinya ia pun harus kembali membicarakan masalah ini dengan orang yang sudah memecat Gita apa ia sudah melakukan sesuai prosedur atau malah ia menyalahi prosedur